EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 76


__ADS_3

~Selamat membaca~.


😁😁😁😁😁😁.


................


Sampai di perpustakaan Jian An duduk di kuris terdekat, sambil menunggu Jason mengirim apa yang dia minta lebih baik ia membaca buku saja, lagi pula buku di sini tidak terlalu buruk banyak buku dengan judul Dan tema.


Apa lagi buku komik yang bergambar cowok 2D yang tampan dan mempesona, serasa di surga dah tuh, walau cuma lihat gambar doang sih.


Tak lama sekitar lima pelayan masuk ke dalam perpustakaan sambil membawa kotak berisi bahan-bahan ke dalam nya


.


"Nona..."ucap seorang pelayan yang bisa kita ketahui langsung bahwa statusnya lebih tinggi dari yang lain nya.


"Taruh saja di sana dan cepat pergi"ucap Jian An memotong ucapan pelayan tersebut.


"Baik, Nona"walaupun sang pelayan sedikit kaget tapi ia merasa bahwa hal itu wajar.


Setelah kepergian semua para pelayan Jian An segera berdiri dan menghampiri satu demi satu kotak tersebut dan membukanya di dalan setiap kotak terdapat dua jenis tanaman berbeda, jadi jumlah semua jenis tanaman ada sepuluh.


"Tak ku sangka dia bisa mendapatkan banyak seperti ini"ucap Jian An.


"Mungkin jika sisa nya aku ambil tak apa kan, lagi pula anggap saja sebagai bayaran untuk ku"ucap Jian dan mulai mengambil satu bahan dari semua jenis dan memasukkan sisa nya ke dalam ruang dimensi.


Click!


Berbarengan dengan suara ketukan jarinya sebuah tungku terbuat dari emas dengan ukiran naga muncul di depan nya.


"Hemm!..., Aku akan buat obat dalam bentuk apa ya, biasanya sih pil, tapi...., Tubuh orang tua itu seperti nya akan langsung meledak jika aku kasih pil, kalau begitu aku akan membuat dalam bentuk ramuan hanya saja akan aku tambah air agar efek obatnya tidak terlalu kuat dulu nanti kalau dia sudah mulai membaik baru aku berikan dia pil......., Ya begitu saja!"ucap Jian An.


Cring...~


Sebuah botol porselen muncul di tangannya.


Menuangkan air ke dalam tungku dengan ukuran yang pas ia, menghilangkan lagi botol porselen dari tangan nya.


Ctak!


Blarr....~

__ADS_1


Menjejakkan jari nya dan seketika muncul api di bawah tunggu yang kini sudah melayang di udara entah sejak kapan.


Mengerakkan jari nya dengan lembut agar tunggu obat sedikit mendekat ke arah nya.


Jian An mulai memasukkan satu demi satu bahan obat tersebut sesuai urutan, dan hukum yang berlaku dalam dunia pembuatan obat, secara teliti dan santai tentunya.


......................


Sudah sekitar hampir 9 jam lebih Jian An masih saja fokus ke pada tungku yang ada di depan nya tanpa memperhatikan sekitarnya.


Sedangkan Jason kini sedang mondar-mandir di depan pintu perpustakaan.


Antara ingin masuk atau tidak, pasalnya ia sudah menunggu lebih dari 5 Jak di depan pintu tanpa melakukan apa pun kecuali kakinya yang terus saja berjalan bolak-balik.


Hal tersebut juga sebenarnya membuat para pelayan yang melihatnya merasa gemas, namun mereka tak berani protes dan hanya menjadi patung di sana.


"Apa kah sebaiknya aku masuk, sudah lama dia membuat obat, namun sepertinya belum jadi?, Tapi jika aku masuk bagaimana jika aku mengganggu konsentrasi nona penyi_, ah maksudku An'er, pasti dia akan kesulitan matinya karena ku.


Apa yang harus aku lakukan aku sangat khawatir bagaimana juga hal ini terjadi karena ku, apa aku masuk saja?"begitulah kira-kira gumam An yang di dengar oleh para pelayan dari tadi dan hebat nya gak tersebut ters terlontar tanpa jeda sepeti orang yang ragi ngrep.


Ingin rasa mereka semua berkata.


'jika anda tak ingin mengganggu konsentrasi nona penyihir, bukan kah akan lebih baik jika anda tak perlu mengkhawatirkan nya, dan hanya perlu menunggu hasil?'.


Mari tinggal kan para human itu, dan Jian an, kita pergi dulu ke dunia Kultivasi.


.......................


Saat ini ada sebuah perayaan di kekaisaran Li, perayaan ini di sebut dengan perayaan hasil panen, kalian pasti tau lah dari namanya perayaan ini di selenggarakan untuk apa.


Yap untuk memberi semangat lebih besar ke para para petani, dan yang paling penting untuk rasa syukur masyarakat ke para Tuhan mereka masing-masing, karena telah melimpahkan Rahmat, serta kasih sayangnya ke pada mereka semua sehingga tahun ini mereka bisa menikmati panen dengan gembira.


Selain di hadiri oleh para rakyat peta perayaan ini juga di hadiri oleh para bangsawan dan juga keluarga kekaisaran.


Tak terkecuali juga para anggota Black King yang kini semua nya menyamar menjadi warga biasa.


Begitu pun juga dengan Delvin, Bagas, Alex, Ming Meng, Qian He, serta Yu Mei, namun kali ini sepertinya mereka memiliki satu orang tambahan yang dari tadi berusaha mendekati Delvin hanya saja Delvin selaku menghindar dengan cepat saat satu ujung rambut dari sang gadis hampir mengenai tubuhnya.


Yah siapa lagi kalau bukan si Mei Ling😑.


Yah maklumi aja ya para pembaca, nama nya juga dunia novel, harus ada di pelakor lah ya.

__ADS_1


...,.........................


Banyak lentera yang di pasang di seluruh kekaisaran, bukan hanya daratan saja yang di hias, namun sungai-sungai sekitar pun di beri lentera yang di hanyut kan oleh para warga, di sungai tersebut juga terdapat banyak sekali prabu yang bisa di naiki dengan membayar sekitar 1 koin perak, hmm.... lumayan mahal ya🤔.


Sungguh meriah malam ini, lantaran kekaisaran yang ramai dari pagi hingga pagi lagi, tapi di balik ke bahagian para warga ada juga yang merasa sedih, contohnya seperti mereka para perampok, dan pencuri yang bekerja jika malam datang, auto gak ada kesempatan dong, wkwkwkwk🤣😂, apa lagi di tambah keamanan yang lebih di perketat, sekali gerak tebak, dor, mati apa penjara nih😂🤣.


Kalian tenang aja kok jika berfikir para rakyat miskin tak merasa bahagia kalian salah, karena ini adakah pesta panen maka kekaisaran setiap tahunnya selalu membagi bahan-bahan makanan serta beberapa koin tembaga serta perak ke seluruh rakyat kekaisaran, sungguh murah hatinya Kaisar Li, andai saja Indonesia bisa begitu, ah~, pasti daku akan senang menunggu, xixixixixi😅.


Jadi rakyat yang biasanya akan merasa kelaparan di malam ini akan berbahagia, bersama-sama.


.......................


"Vin, aku ingin permen kapas"ucap Mei Ling dengan mata berbinar sambil menunjuk ke arah penjual permen kapas.


"Anda kan sudah besar apa lagi guna nya permen kapas, dan lagi ini peringatan terakhir saya, panggil saya dengan sebutan King jika di markas, dan Tuan Muda jika saya sedang menyamar seperti ini"ucap Delvin dengan datar tanpa melirik ke arah Mei Ling, dan langsung meneruskan jalannya bersama yang lain nya.


Mei Ling yang melihat itu hanya bisa cemberut, sedikit mengehetak-hentakkan kaki nya ke taman, dengan kesal ia mengejar kelompok Delvin yang sudah lumayan jauh dari tempat nya berdiri.


........................


Setelah 10 jam berkutat dengan ramuan yang ada di depannya akhirnya Jian An mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.


Memang ya usaha tak pernah mengkhianati hasil, tapi itu cuma berlaku di novel, sama di beberapa orang doang, di gw gak pernah dah tuh, malahan, usaha selalu menghianati hasil🗿.


Dengan gembira Jian An menuangkan ramuan ke dalam botol-botol kaca yang telah di siapkan oleh nya.


Berjalan dengan gembira ke arah pintu sambil membawa sebotol obat di tangannya, sedangkan yang lain nya ia masukkan ke dalam ruang dimensi.


Hal pertama yang dia lihat adalah Jason yang sedang berjalan bolak-balik ke kanan, dan ke kiri.


"Apa yang kau lakukan?"tanya Jian An dengan datar.


Mendengar suara itu lantas membuat Jason kaget, dan langsung menolehkan kepalanya ke arah Jian An, melihat nona penyihir sudah ada di depannya ia lantas tersenyum gembira dan menghampiri Jian An dengan senyum lebar yang bahkan membuat Jian An sendiri merinding, bagaimana tidak heh, dia tersenyum nya terlalu lebar, malah kayak hantu Jepang yang mulutnya sobek itu loh, apa ya, Author lupa deh apa nama nya😭.


"Bagaimana An'er"ucap Jason masih dengan senyum nya.


"Yah aku berhasil membuat satu botol untuk ayah mua itu"ucap Jian An, sambil menyerahkan botol kaca tersebut ke Jason.


"Minumkan lah ke ayah mu sekarang dan tunggu beberapa menit hingga ia bangau"ucap Jian An.


Jason yang mendengar itu pun lantas segara berlari ke arah ruangan di mana ayah nya sedang berbaring.

__ADS_1


........................


Selamat menunggu lagi semuanya maaf kalau gak up.


__ADS_2