EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
45. KEBERADAAN SERPIHAN JIWA YANG LAIN.


__ADS_3

kini Jian an sudah bersiap dengan pakaian yang di berikan oleh Gege nya yaitu putra mahkota Li Xu kai.



Jian an pun keluar dari dalam kamarnya, di depan kamarnya ia bisa melihat sudah ada Delvin, Bagas, Alex, Ming meng, yu mei, dan qian he yang menunggu nya selesai memakai pakaian.


"ayo, sekarang kita pergi"ucap Jian an tanpa menoleh kearah mereka semua dan langsung berjalan mendahului.


mereka pun berjalan menuju kereta kuda yang telah di persiapkan untuk nya.


di sana ia bisa melihat bahwa ayahnya, ibunya, dan juga Gege tersayang nya sudah menunggu.


melihat Jian an sudah tiba mereka bertiga tersenyum ke arah Jian an, yang di balas senyuman manis oleh Jian an.


"salam kepada ayahanda, ibunda, dan juga Gege"ucap lembut Jian an sambil menundukkan sedikit kepala nya yang di ikuti oleh semua orang yang ada di belakanganya.


"salam kepada kaisar Li, permaisuri qi, putra mahkota Li Xu kai"ucap serempak Delvin, Bagas, Alex, yu mei, qian he, Dan juga Ming meng sambil membungkuk kan badan 90 derajat.


kaisar Li mengangkat tangan nya, menyuruh mereka untuk bangun.


"tak perlu formal seperti itu putri ku"ucap kaisar Li sambil tersenyum.


"baiklah ayah handa"balas Jian an.


"mari kita, berangkat sekarang, dan untuk para anggota Black king, sebelum nya saya mau minta maaf karena tidak mempersiapkan kereta kuda bagi kalian, dan berhubung kalian ditugaskan oleh kaisar ini untuk menjaga putri Li Jian an, maka kalian bisa ikut di kereta kuda an er, kalian tenang saja di dalam tak sempit"ucap kaisar Li.


"ah, kami semua tak keberatan sama sekali kaisar, lagi pula kami juga ingin berbicara sesuatu dengan putri Li Jian an"ucap Bagas.


"baiklah, kalau begitu mari kita cepat berangkat"ucap kaisar Li.


"ayah, kenapa mereka semua harus ikut kereta kuda an er, kenapa tidak punya Gege saja"ucap Jian an cemberut.


"an er di antara kami semua kereta kuda yang paling luas hanya milik mu"ucap permaisuri qi.


"sudah lah an er, itu juga salah mu memilih kereta kuda paling luas dan mewah di antara kami"ucap putra mahkota Li Xu kai.


mendengar itu Jian an mendengus, dan berjalan kearah kereta kudanya.


melihat itu kaisar Li menghela nafas kasar.


"maaf kan lah kelakuan dari putri kaisar ini"ucap kaisar Li.


"tak apa kaisar"ucap Alex.


"Ming meng, yu mei, qian he, cepat antar para anggota Black king ke kereta milik putri Li Jian an"ucap permaisuri qi.


"baik yang mulia"ucap ketiganya sambil membungkuk hormat dan pergi dari sana di ikuti oleh Delvin, Alex, dan Bagas.


...............


di dalam kereta kuda Jian an kini tengah duduk dengan santai sambil menyesap teh nya.


tak lama Delvin masuk kedalam kereta kudanya dan duduk di sampingnya menyebabkan tempat itu sempit.


"Delvin bisa kau ke sana sedikit rasanya sempit sekali"ucap Jian an Sambil mendorong Delvin dari sampingnya.


Delvin yang tadi sangat kesal dengan Jian an karena tadi menolak untuk satu kereta dengan nya malah semakin menggeser tubuhnya ke arah Jian an, yang menyebabkan Jian an terlalu mepet dengan dinding kereta.


"tak akan"ucap Delvin


tak lama semua orang sudah masuk ke dalam kereta kuda mereka masing - masing begitu pula dengan Alex, Bagas, Ming meng, yu mei, dan qian he ya g telah masuk ke dalam kereta kuda Jian an.


saat mereka masuk, mereka di perlihatkan pertengkaran antara Jian an dan Delvin.


di mana sekarang Jian an sedang mendorong Delvin agar menjauh dari nya, sedangkan Delvin malah semakin menggeser tubuhnya kearah Jian an.


yang menyebabkan tubuh kecil Jian an, terampit oleh tubuh Delvin dan juga dinding kereta.


karena sudah kehabisan kesabaran Jian an, langsung saja memukul Delvin secara membabi buta.


namun semua serangan nya itu tak berpengaruh untuk Delvin, bukti nya saja sekarang Delvin masih tetap dengan tegak bisa duduk dengan tenang tanpa bergeser sedikitpun.

__ADS_1


melihat itu Jian an makin geram dan menyereng Delvin secara acak dan keras, mulai dari memukul, dan menendang yang mengakibatkan kereta nya bergoyang.


kaisar Li yang melihat kereta putri nya bergoyang melalui cela kereta nya, "langsung menyuruh salah satu prajurit untuk memeriksanya.


.............


sedangkan kini di dalam kereta Li Jian an, Jian an semakin keras dan semakin liar dalam memukul dan menendang Delvin yang mengakibatkan kereta kuda nya semakin bergoyang.


..............


prajurit yang di perintah oleh kaisar Li untuk memeriksa penyebab kereta kuda dari putri Li Jian an, mengerutkan keningnya saat melihat kereta kuda itu semakin bergoyang, ia pun mempercepat langkah nya.


..........


Jian an yang sekarang ini sedang memukul Delvin akhirnya berhasil membuat Delvin jatuh kebawah.


melihat itu ia tersenyum senang, sedangkan Delvin yang terjatuh meringis kesakitan dan mengerut kan bibir nya lucu membuat para wanita di dalam kereta langsung terpesona namun tidak dengan Jian an.


namun Jian an langsung berhenti tertawa saat ia merasakan ada seseorang yang mendekat ke arah kereta nya.


Jian an pun langsung dengan cepat menarik Delvin agar duduk kembali di sampingnya, menuangkan teh di cangkirnya, dan langsung membaca buku.


gerakan Jian an yang cepat seperti itu membuat semua orang yang ada di dalam kereta bingung, namun mereka tak bertanya.


tak lama pintu kereta di buka oleh seorang prajurit, yang langsung membuat semua nya paham dan langsung bersikap seperti tak ada apa - apa.


"maaf kan hamba yang rendahan ini tuan putri, yang rendahan ini hanya di suruh oleh yang mulia kaisar untuk memeriksa kereta milik yang mulia putri"ucap prajurit tersebut merasa bersalah karena tak mengetuk pintu kereta terlebih dahulu.


Jian an yang mendengar hanya menjawab 'hemm' dan langsung menyuruh prajurit tersebut untuk pergi.


setelah prajurit tersebut pergi Jian an pun menghela nafas lega.


"huh, selamat"ucap Jian an Sambil mengusap - usap dada nya.


...........


sedangkan prajurit tadi langsung berhenti mendadak.


"seperti nya tadi yang mulia putri Li Jian an membaca buku dengan terbalik"gumam nya lagi.


"ah, sudah lah mungkin itu hanya perasaan ku saja"ucap prajurit tersebut dan melanjutkan melangkah kan kaki nya menuju kereta kuda kaisar Li, untuk melapor.


setelah melapor ia pun melanjutkan pekerjaan nya.


kereta kuda pun berjalan menuju kembali ke kekaisaran Li.


................


sudah sekitar setengah hari perjalanan para anggota keluarga kekaisaran Li.


saat ini di dalam kereta Jian an, semuanya sudah tampak mengantuk.


contah nya saja Alex, Bagas, Ming meng, qian he, Dan yu mei yang sudah tertidur dengan posisi duduk dengan bersandar ke dinding kereta.


sedangkan Jian an sudah beberapa kali hampir tertidur.


dan sudah beberapa kali juga Delvin menyingkirkan kepala Jian an dari pundaknya.


"woy, bangun kagak Lo"ucap Delvin sambil menyingkirkan kepala Jian an dari pundaknya.


"ih, gue pinjam sebentar pundak Lo, masak gak boleh si Vin"ucap Jian an dengan mata tertutup.


"kagak boleh, pundak gue itu mahal"ucap Delvin.


"ye, siapa juga yang bilang kalau pundak Lo itu gak berharga!?"ucap Jian an.


"udah ah, Lo minggir Vin, gue mau tidur di sini Sono Lo pindah ke kursi sebelah bareng sama kak Alex, kak Bagas, yu mei, qian he, sama Ming meng"ucap Jian an mendorong Delvin.


Delvin yang di dorong bukanya minggir dan pindah malah menjadi batu ke dua kali nya di sana.


"gak mau, di sana dan sempit dan di sini doang yang gak sempit, Lo tidur yang tinggal tidur aja, gak usah ngusir - usir gue"ucap Delvin.

__ADS_1


yang membuat Jian an kesal, dan ia pun langsung tidur dengan posisi bersandar pada dinding kereta, tak lama terdengarlah deru nafas yang teratur dari Jian an yang dapat di dengar oleh Delvin.


mendengar itu Delvin tersenyum tipis, sangat tipis.


"akhirnya tidur juga nih singa, kan kalau tidur damai nih kehidupan"ucap Delvin dan Segeran menyusul semua nya ke alam mimpi sambil menaruh kepala nya di pangkuan Jian an.


karena ia tak bisa tidur dengan bersandar.


..............


wah curang Lo Vin, sama si Jian an(ucap author sambil geleng - geleng kepala).


apa si Thor ikut campur aja, sama urusan gue(ucap Delvin sambil memandang author sinis).


seakan tak perduli dengan pandangan Delvin kepada nya author kembali mengetik novel di hp nya dan membiarkan Delvin ngamuk di samping nya karena di acuhkan oleh author.


(author) bodo amat dah yang penting gue selesai in aja dulu dah nih chapter.


..............


Jian an yang kini sedang tertidur merasakan sakit di sekujur tubuhnya, yang mengakibatkan ia terbangun dari tidurnya.


Jian an menggigit bibir merah cerry nya itu dengan kencang, hingga bibir nya mengeluarkan darah, tangannya kini terkepal erat, mata nya terpejam, menahan sakit yang tak ada dua nya itu di sekujur tubuhnya.


tiba - tiba suara Chu Kun dari dalam ruang dimensi pagoda suci surgawi terdengar.


"tuan, seperti nya ada serpihan jiwa tuan di sekitar sini"ucap Chu Kun.


"benar tuan itu lah sebab nya tuan merasakan sakit, cepat tuan cari serpihan itu jika tuan ingin tuan tidak merasakan sakit lagi"ucap Chan Kun.


mendengar apa yang di katakan oleh mereka berdua Jian an langsung mengeluarkan kepalanya dari jendela dan memanggil seorang prajurit dengan melambaikan tangan.


salah satu prajurit pun maju.


"apa ada yang bisa di bantu oleh yang rendahan ini yang mulia"ucap prajurit tersebut sambil menundukkan kepala nya.


"ah, cepat bilang kepada ayah handa kalau aku merasakan tak enak badan dan ingin sekarang beristirahat di sini"ucap Jian an yang kini telah pucat pasi.


mendengar apa yang di katakan oleh junjungan nya prajurit itu pun pamit dan tak lupa membungkuk hormat ke pada Jian an, Dan langsung melaporkan itu semua ke pada kaisar Li.


kaisar Li yang mendengar putri nya sakit langsung memerintah kan agar kereta nya berhenti dan membuat perkemahan di sana.


.............


semua orang yang kini tengah tertidur seketika bangun kecuali Delvin yang sekarang ini sangat nyaman, dengan kepala di pangkuan Jian an.


malah sekarang ini Delvin memeluk pinggang Jian an Dan menyembunyikan wajahnya di perut Jian an.


sedangkan Ming meng, qian he, yu mei, Alex, dan Bagas yang baru saja bangun di kejutkan oleh wajah pucat dan mata yang merah milik Jian an.


"Jian apa yang terjadi"ucap Ming meng.


"aku tak apa, aku tak apa - apa Ming meng, kau tenang saja"ucap lemah Jian an, ia bahkan sekarang tak perduli dengan Delvin yang kini tertidur, sambil memeluk pinggang nya.


"benar kah tapi wajah mu sangat pucat sekali Jian"ucap Bagas khwatir, ayolah ia adalah adik nya di dunia moderen dan juga di dunia yang sekarang ia tempati.


"iya sekarang bantu aku untuk keluar dari kereta"ucap Jian an yang kini hendak berdiri namun tertahan karena ada kepala Delvin di pangkuan an nya.


ia pun berusaha membangun kan Delvin, namun bukanya bangun Delvin malah semakin mengerat kan pelukannya dan semakin menenggelamkan wajahnya di perut Jian an.


melihat itu Alex langsung memukul Delvin dengan kuat, yang mengakibatkan secara tiba - tiba Delvin langsung terbangun.


setelah itu Jian an langsung keluar dari kereta kuda meninggal kan semuanya termasuk Delvin yang sekarang ini masih setengah sadar.


...............


***SEGINI DULU YA.


AUTHOR DAH CAPEK BUAT NULIS LAGI TAPI TENANG KOK, BESOK AUTHOR UP LAGI.


BY..

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN, DAN SHARE KE TEMAN ² KALIAN YA***.


__ADS_2