
~Selamat membaca.~
............
Mendengar apa yang di katakan oleh Han Kun Jian An langsung menatap tajam ke arah nya dengan aura permusuhan yang amat pekat di tubuh nya.
"Dia....."kata yang hendak di keluarkan oleh Jian An langsung terpotong tak kala sebuah pedang penuh darah menembus kereta yang dia duduki dan satu senti lagi akan mengenai nya.
Dengan mata melotot melihat pedang tersebut Jian An terbawa emosi.
"Sialan!!!"ucap nya bersamaan dengan kata itu kereta yang di duduki oleh Jian an hancur lebur menjadi kepingan kecil akibat dari emosi nya sendiri.
BOMMM......!!!
Tentu saja ledakan tersebut membuat pertarungan yang ada di luar berhenti dan mereka secara serempak menatap ke arah suara berasal.
Namun yang membuat mereka terkejut adalah di atas kereta kuda yang telah hancur berkeping-keping melayang seorang gadis muda yang di kelilingi oleh cahaya emas, dan perak, yang tak lain dan tak bukan adalah Jian An.
.............
Jian An yang sekarang melayang di udara, mengibaskan tangan dan seketika sebuah cahaya berwarna emas dan perak terbentuk di tangannya dan segera membentuk pedang.
Melihat para pembunuh dengan tajam, ia mengangkat pedangnya menuju ke langit, dan tak lama petir berwarna biru bergemuruh di sekitar tubuh nya dan menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari petir biru tersebut, dan pedang sebagai pengendali.
Bersamaan dengan itu angin kencang berhembus yang membuat orang-orang yang ada di bawahnya menutup mata dengan tangan mereka untuk menghalangi debu yang akan masuk ke dalam mata mereka.
Mengayunkan pedang nya ke belakang dia Jian An dengan cepat Terbang ke depan dengan petir biru menyambar para pembunuh, dan membuat mereka melayang di udara.
Para pembunuh tentu saja panik, dan hanya bisa berharap bahwa di kehidupan selanjutnya mereka bisa terlahir menjadi orang baik.
Berhenti di tengah-tengah dengan tubuh yang tetap melayang di udara dengan di keliling petir biru di sekeliling tubuh nya, dan tak lupa juga dengan para pembunuh yang ia ikat dengan petir, yang berteriak dengan histeris.
"Akhh...."
"Ampuni kami nona!"
"Biarkan saya hidup Nona!"
Dan teriakan lainnya yang muncul dari para pembunuh.
__ADS_1
Memutar pedangnya dengan cepat Jian An menghancurkan para pembunuh menjadi debu di udara dalam sekejap mata, sehingga teriakan yang tadi nya terdengar menjadi tak ada dalam sekejap.
Sedangkan Jason dan yang lainnya hanya bisa membuka mulut mereka terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi, rasa nya saat ini mereka sedang bermimpi indah sekali.
Bagaimana tidak pasalnya untuk melihat kekuatan sihir sangat lah langka dan bahkan tidak pernah, lantaran yang memiliki nya hanya beberapa orang yang memang adalah penyihir dan bangsawan, dan kebanyakan penyihir jarang bisa di temukan sedangkan bangsawan mereka jarang mengeluarkan sihir karena bila bisa di katakan sihir gak terlalu berguna bagi mereka yang kerjaan nya cuma cari muka dan beradu mulut, dan biasanya yang sering menggunakan sihir hanya pasukan khusus yang di mana mereka terbentuk dari banyak nya bangsawan yang memang bertugas untuk menjaga perbatasan hutan magic yang konon kata nya di huni oleh banyak hewan ajaib dan hewan itu di namai hewan magic seperti nama hutannya.
"Hah!, Terlalu lemah untuk menggunakan kekuatan"ucap Jian An sambil menggelengkan kepala nya di udara, dan dengan perlahan dia menapak kan kembali ke dua kaki nya di tanah dengan sempurna.
Jason yang tersadar dengan apa yang baru saja terjadi langsung menghampiri Jian An.
"Nona, apa nona adalah seorang Bangsawan?, Atau kah penyihir?, jika anda salah satu dari itu saya hanya ingin mengatakan maaf, karena sempat berfikir untuk menjadikan anda pelayan adik saya"ucap Jason dengan sopan lantaran ia sekarang tau bahwa nona muda yang ada di depan nya bukan lah orang yang mudah di singgung.
Melihat Jason sambil mengangkat satu alis nya.
"Mungkin penyihir...."ucap Jian An dengan ragu.
Saat ini hanya kata penyihir yang bisa di katakan ya kali dia mau bilang bangsawan secara kan dia memang bangsawan malah putri tapi kan dia putri dimensi lain bukan dimensi ini.
Dan masa ia mau bilang bahwa dia dari dimensi lain emang ada yang percaya, jawabannya tidak ada!!...., Kecuali kalau itu penyihir yang level nya udah tinggi setinggi menara Eiffel.
"Penyihir rupa nya"ulang Jason dengan gembira.
"Apa itu?, Apa penting?, Apa ada hadiah nya?, Dan apa keuntungan nya bagi ku?"tanya Jian An bertubi-tubi, dengan santai nya duduk di sebuah awan kapas yang amat lembut yang entah sejak kapan di sana.
"Nona Penyihir tenang saja, tentu saja akan anda banyak hadiah yang akan saya berikan ke pada anda"ucap Jason.
"Hanya itu?"tanya Jian An lagi.
"I..iya saya juga akan memberikan anda warisan leluhur keluarga saya jika anda bisa menolong saya nona penyihir"ucap Jason dengan cepat saat ia bisa melihat bahwa Jian An tak terlalu tertarik dengan hanya ada nya hadiah yang besar.
Sebenarnya Jian An ingin menolak tapi Chu Kun tiba-tiba memotong ucapan yang akan keluar dari mulut nya.
"Tuan terima saja Tuan, lagi pula ini yang saya maksud waktu itu"ucap Chu Kun.
Sedangkan Chan Kun hanya mengangguk saja lah.
"Baiklah"ucap Jian An, Tanpa berfikir lagi, lagi pula sekarang yang ada di otaknya hanya hadiah serta jiwa nya saja dan tak lebih dari itu.
Jason yang mendengar itu nampak senang sekali, dan dengan hormat dan senang hati ia segara mengganti kereta Jian An dengan kereta yang amat mewah yang baru saja mereka beli di kota saat pertama kali bertemu dengan Jian An.
__ADS_1
(Jadi tadinya itu Jian An di masukkan ke kereta yang sedarhana sekali para pembaca sekalian, dan sedangkan kereta yang mewah itu buat barang-barang), sungguh jahat nya si Jason yaðŸ˜.
Sedangkan barang-barang yang ada di kereta itu segara di angkut dengan kuda oleh para kesatria yang ada termasuk juga dengan Jason.
.............
Hari ini adalah hari di mana rombongan yang membawa Jian An akan memasuki ibu kota kerajaan.
Dari jendela kereta Jian An bisa melihat dari kejauhan bahwa di depan sana terdapat ratusan orang yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam ibu kota.
Rombongan nya sedikit-sedikit mulai mendekati antrian tersebut hanya saja saat orang-orang yang mengantri melihat rombongan itu mereka langsung membuka jalan untuk lewat rombongan tersebut.
Rombongan itu terus berjalan dengan santai hingga mencapai gerbang ibu kota, terlihat Jason memperlihatkan sebuah lencana berwarna emas, yang tak bisa Jian An lihat gambar lambang nya karena terhalang oleh para kesatria yang berada di belakang Jason.
Tak lama rombongan itu kembali berjalan, ia Jian An melihat ke arah sekitar dan pada saat itu ia sadar bahwa ada yang aneh dengan diri nya sendiri saat ini.
Yaitu adalah pakaian, ia masih menggunakan pakaian yang satu bulan yang lalu dia pakai, maklum aja ya di sepanjang perjalanan mereka hanya melewati jalan pintas yang di mana hanya hutan yang ada, sehingga seluruh rombongan bisa di katakan belum berganti pakaian.
(Ih, baunya kayak apa ya)Author.
(Wangi Lah Thor secara kan aku punya kekuatan)Jian An dengan pede nya.
"Hey kau"panggil Jian An ke pada kesatria yang ada di samping kereta kuda nya.
Kesatria tersebut pun menoleh dengan senyum.
"Ada yang bisa saya bantu nona Penyihir?"tanya Kesatria tersebut.
"Hmm..., Bisa kah kita berhenti dulu di toko pakaian, rasanya aku sudah bosan dengan pakaian yang aku pakai selama satu bulan ini" ucap Jian An sambil menekan kata bulan ini seakan mengingatkan dan mengejek nya lantaran tak mempersiapkan pakaian baru untuk tamu spesial nya itu.
Kesatria yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kikuk sambil menggaruk belakang kepalanya, sebelum tersenyum manis ke arah Jian An.
"Baiklah Nona Penyihir akan saya katakan dulu ke pada Komandan"ucap Kesatria tersebut dan segera menggerakkan kudanya sedikit lebih cepat dari yang lainnya.
.............
Saya tak memaksa kalian untuk sekedar memberi kan like, vote, dukungan, komen, favorit kan, serta motivasi, keritikkan serta yang lain nya.
~TERIMA KASIH SEMUA NYA~
__ADS_1