EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 63


__ADS_3

Ke esok kan pagi nya aula istana segera di hias sedemikian rupa.


Pakaian mewah pun di kirim Kediaman Jian An.


Hari ini adalah hari yang amat bahagia bagi Jian An karena di hari ini ia akan melaksanakan upacara kedewasaan yang telah terlambat selama dua bulan, akibat di karena kan si Delvin.


Jian An sendiri baru saja mendapatkan baju nya dari pelayan tadi.


Saat ini Jian An memilih untuk duduk di gazebo di tepi danau sambil menikmati segelas teh, serta kue bulan.


Hari ini tak seperti biasanya, ia di temani oleh para dayang nya sehingga Yu Mei, Qian He ,serta Ming Meng tak bisa langsung menyebut sembarangan nama Jian An.


"Ming Meng, bisa kau ambilkan aku Kue bulan lagi, serta isi lah kembali teko teh ini"ucap Jian An sambil memakan kue bulan dengan anggun.


"Baik Yang Mulia Putri"ucap Ming Meng dengan sopan sambil mengambil teko, serta piring kue bulan yang telah kosong, dan segera pergi ke dapur untuk mengisi ulang semuanya.


"Qian He, bagaimana?, Apa kah aula sudah selesai di hias"ucap Jian An.


"Menjawab Yang Mulia Putri, Aula sekarang sudah setengah nya di hias, dan bisa di pastikan kalau nanti siang semuanya sudah selesai"ucap Qian He sambil membungkuk ke arah Jian An.


"Begitu ya, dan apakah ada berita lain di Kekaisaran, seperti gosip terpanas di Kekaisaran saat ini dan yang lainnya"ucap Jian An.


Ia harus mengetahui setiap gosip yang ada di Kekaisaran ini, karena dia yakin kalau nantii para Bangsawan wanita hanya akan bergosip saja, dan nanti cara nya untuk bisa bergaul dengan mereka adalah juga dengan bergosip.


Lagi pula ia juga harus membangun kerja sama dengan mereka semua.


"Menjawab Yang Mulia Putri ak"ucap Qian He terpotong oleh suara Jian An.


"Cukup tak perlu"ucap Jian An menghentikan ucapan dari Qian He.


"Baik Yang Mulia Putri"ucap Qian He dan kembali lagi ke barisannya.


"Beberapa Minggu lagi akan musim Dingin bukan, Yu Mei, apakah Kediaman kita sudah mendapat baju musim dingin?"tanya Jian An.


"Menjawab Yang Mulia Putri, sudah Yang Mulia tadi pagi kepala pelayan istana mengirimkannya bersama baju yang akan anda kenakan nanti"ucap Yu Mei sambil membungkuk.


"Begitu ya"ucap Jian An.


Tak lama Ming Meng datang sambil membawa teko, serta kue bulan di atas nampan, dan segera mungkin menyajikannya di depan Jian An.

__ADS_1


........


Skip malam hari nya.


Malam ini adalah malam yang amat ramai, semua orang dari Kekaisaran Li, serta Kekaisaran lain berkumpul menjadi satu di Aula Kekaisaran Li, hanya untuk sekedar merayakan upacara kedewasaan dari Putri Li Jian An.


Banyak juga para Pangeran, anak Mentri, anak Jendral, serta para anak Pejabat Tinggi, yang berdandan setampan mungkin, hanya untuk menarik perhatian dari Jian An.


Ya, mereka berencana untuk mengajukan lamaran ke pada Jian An, dengan harap-harap dapat menjadi tunangan atau pula suami dari Putri tercantik di semua Kekaisaran yang tak lain dan tak bukan, adalah Jian An.


Aula saat ini hanya berisikam para pejabat tinggi hingga rendah, hingga tak lama terdengar teriakan Kasim.


"YANG MULIA KAISAR LI, BESERTA PERMAISURI 1I, MEMASUKI RUANGAN"teriak menggelegar sang Kasim yang sontak saja membuat semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut mengbungkuk hormat sesuai kedudukan masing-masing.


"HORMAT KE PADA KAISAR LI, DAN PERMAISURI QI SEMOGA HIDUP 1000 RIBU TAHUN LAGI"ucap semuanya secara serempak.


Kaisar Li serta Permaisuri yang memang sudah berada di atas singgasana nya sebelum merek semuanya mengucap kan kata-kata tersebut langsung mengangkat tangan nya, tanda bahwa mereka menerima hormat mereka semua.


Tak lama dari itu terdengarlah teriak-teriak kan dari Kasim yang bertugas di gerbang, secara teratur dengan jeda yang tidak sama lah.


"YANG MULIA PUTRA MAHKOTA LI XU KAI MEMASUKI RUANGAN"terik Kasim tersebut yang lagi-lagi membuat semua orang membungkuk memberi hormat, kecuali Kaisar Li, serta Permaisuri Qi.


"Salam ayahanda, ibunda"ucap Putra mahkota Li sambil membungkuk kan badannya.


"Duduk lah Putra ku, tak perlu terlalu formal dengan ayah, serta ibu mu ini"ucap Kaisar Li, sedangkan Permaisuri Qi hanya tersenyum manis ke arah Putra mahkota Li.


"Baiklah ayahanda, ibunda"ucap Putra Mahkota Li yang kemudian duduk di kursinya, yang berada di sebelah kiri singgasana Kaisar Li serta Permaisuri Qi.


Tak berselang lama akhirnya semua Kekaisaran telah berkumpul di Aula tersebut.


Hingga akhirnya nama Black King di sebut oleh sang Kasim dengan nada yang gemetar.


"KE-KETUA ORGANISASI BLACK KING, SERTA ANGGOTANYA MEMASUKI RUANGAN"teriak Kasim tersebut dengan di paksakan agar suara nya bisa keluar dengan keras.


Seruan tersebut membuat semua orang terfokus ke pada pintu aula tersebut, tak lama muncullah tiga sosok dari balik pintu tersebut.


Tentu saja mereka semua adalah Delvin yang bergaya sok keren dengan topeng emas nya serta baju berwarna merahnya yang amat megah, serta gambar naga emas yang tergambar indah di baju nya.


Alex, yang dengan gagahnya berdiri satu langkah di belakang Delvin di sebelah kiri nya, dengan baju berwarna biru muda, dengan hiasan gambar serigala berwarna perak di baju nya, dan tak lupa topeng perak nya

__ADS_1


Bagas, yang kini berdiri di satu langkah di belakang sebelah kanan, dengan memegang kipas di tangannya, bergambar singa perak, yang menambah kecantikan pada wajahnya tersebut(sorry maksud ku ganteng), dengan baju berwarna ungu dengan gambar singa perak di baju nya, dan tak lupa juga topeng perak nya yang bertengger jelas di wajah nya.


(Coba deh kalian bayangkan seperti apa penampilan mereka semua, bukankah Bagas lebih mirip dengan pria rubah?)


Dengan tidak memperdulikan semua orang mereka bertiga langsung saja berjalan menuju ke depan singgasana Kaisar, serta Permaisuri kekaisaran Li ini.


"HORMAT KEPADA KAISAR, DAN PERMAISURI LI"ucap Delvin sambil membungkukkan kepalanya sedikit saja begitu juga dengan Bagas, dan Alex.


"Baiklah, silahkan duduk Ketua Black King, dan para Wakil Ketua Black King"ucap kaisar dengan aneh.


'eh, kenapa aku jadi gugup seperti ini hingga berbicara dengan aneh?' batin Kaisar Li


Sedangkan Permaisuri Qi hanya bisa menepuk jidat nya.


'selalu saja seperti ini'batin Permaisuri Qi.


'Ayah sungguh tak berwibawa, kenapa aku bisa jadi anak nya, ya?' batin Putra Mahkota Li, bertanya pada diri sendiri.


"Terima kasih Yang Mulia"ucap Delvin yang kemudian di ikuti oleh kedua orang yang mengikutinya untuk duduk.


Setelah duduk mereka malah ngerumpi.


"Hey, menurutmu Jian An akan memilih siapa di antara semua orang yang datang melamarnya?"tanya Alex, dengan berbisik


"Cih, aku tak akan pernah iklas jika adikku bersam mereka semu, mereka terlalu lemah untuk melindungi adik ku"bisih Bagas


"Hey, bukan kah menurut mu, Jendral Jian Heng itu lumayan cocok dengan Jian"bisik Alex, sambil melirik Jendral Jian Heng dengan ekor mata nya.


"Cocok apa nya dia bagaikan butiran debu di mata ku, apa lagi di mata adik ku, aku yakin adikku tak akan bodoh dengan memilih orang lemah seperti itu sebagai pendamping hidup nya, jika dia sampai memilihnya, aku akan taruhan bahwa aku akan menuruti satu permintaan mul"ucap Bagas dengan yakin.


"Kau ingin bertaruh rupanya baiklah kalau begitu, aku juga dan sama seperti mu jika aku kalah aku akan menuruti satu permintaan mu"ucap Alex tak mau kalah, dan kini mereka berdua berjaba tangan sebagai tanda persetujuan.


Dan tentu saja semua pembicaraan mereka di lakukan dengan cara berbisik-bisik, yang entah kenapa malah mengganggu Delvin.


Ia tak tau kenapa ia sangat benci mereka berbisik saat ini di hadapannya, padahal biasanya tidak apa-apa tuh.


"Bisa kah kalian berdua diam, dan jangan berbisik di depan, belakang, samping, Atas, atau bawah dari diri ku jika kalian berdua ingin bergosip tidak jelas bisa kah kalian pergi saja ke toilet dan bergosip di sana"ucap Delvin dengan menahan marahnya yang serasa ingin sekali mencabik mereka berdua, apa lagi orang yang di panggil Jendral Jian Heng itu, entah kenapa ia ingin sekali mengiris lembut jendral itu, dan kemudian memberi kan makan dagingan ke pada binatang sepanjang jalan nya.


..........

__ADS_1


Semoga kalian Sudi untuk meninggalkan jejak🙏😊


__ADS_2