EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 62


__ADS_3

Tak lama akhirnya mereka sampai di sebuah kota dekat hutan Darah, Jian An di sana mencari penginapan untuk nya dan juga Delvin.


Setelah mencari penginapan Jian An pergi mencari jajanan itu buat ngemil di dalam kamar.


Delvin sendiri meneruskan menyerap inti Beast yang dia dapatkan.


Setelah puas membeli camilan Jian An kembali ke dalam kamarnya, ia bisa melihat Delvin yang sedang berlatih di kursi dekat jendela.


Jian An langsung saja terjun ke arah kasur, sambil menikmati sensasi intim antara dia dan kasur milik penginapan, hanya ada satu kata untuk ini.


'MIRIS'


Sambil memakan camilan Jian An rebahan tak lupa ia mengeluarkan leptopnya untuk nonton drama China Genre BL.


Sebenarnya tadinya ia mau memesan dua kamar hanya saja, uang yang di bawa Jian An hanya bisa untuk menyewa satu kamar, dan jadilah seperti ini, Delvin ia usir ke kursi dekat jendela dan dia menguasai kasurnya.


"OMG, kenapa cowok, sama cowok cium*n kayak gitu"ucap Jian An yang kini menonton adegan ciuman antar jenis.


(Yak, ampun itu kan BL Jian yang mesti kayak gitu lah) Author.


Kini mulut Jian An bahkan penuh dengan camilan yang ia beli.


Kerena lelah Delvin menghentikan latihanan, pemandangan awal yang dia lihat adalah Jian An yang sekarang ini sedang menangis sambil guling - guling di atas kasur, sambil berteriak.


"MATI AJA LO PELAKOR"


"SEBEL KENAPA DIA GAK PERCAYA SAMA PASANGANNYA"


"MING AN, BANGSA*"


DST.


Delvin yang melihat itu hanya bisa melongo, untung aja kamar ini Kendap suara, karena ruangan ini adalah VVIP.


Kalau tidak mungkin si Jian An sudah di bawa ke rumah sakit jiwa oleh warga sekitar.


Dalam pikirannya ia bertanya,


'apa yang di tonton nya'


Namun yang lebih membuat Delvin bingung adalah setelah dua menit kemudian, di mana Jian An tiba - tiba senyum - senyum sendiri sambil malu - malu.

__ADS_1


'apa lagi yang dia tonton'


Jian An yang sadar bahwa Delvin melihatnya pun langsung mengubah ekspresinya menjadi datar sesingkat mungkin yang mengakibatkan Delvin membatin.


'Apa lagi yang dia pikirkan, dan lakukan'


"Ehem, Delvin kau sudah selesai berlatih bagaimana?"ucap Jian An mengalihkan perhatian.


"Lumayan, masih untuk tahap Dewa"ucap Delvin dengan santai.


"Setelah ini apa rencana mu?"tanya Jian An.


"Kembali ke markas Black King, terlebih lagi aku sudah terlalu lama berada di luar, kau sendiri?"tanya Delvin.


"Aku mau menjelajah semua Dimensi yang ada di dunia ini salah tiga tahun"ucap Jian An santai.


"Menjelajah semua Dimensi, apa itu juga berarti Bumi?"tanya Delvin.


"Mungkin, pokoknya dimana ada benda yang ku cari maka di situ lah aku akan pergi"ucap Jian An.


"Begitu ya"ucap Delvin sambil mangut - mangut.


"Oh, ya, lebih baik kau pergi ke markasnya nanti setelah upacara kedewasaan ku selesai"ucap Jian An.


"Karena tiga bulan yang lalu, aku kabur untuk jadi guru dadakan bagi seorang lelaki lemah nan tak berdaya"ucap Jian An.


Delvin yang mendengar itu mendengus dengan kesal, sambil melihat ke arah Jian An.


"Hahaha, wajahmu yang masam itu sangat menyenangkan bila di lihat"ucap Jian An sambil tertawa memegang perutnya.


Delvin hanya bisa mengumpat ketika mendengar Jian An meledek wajahnya, Delvin kemudian berdiri ia keluar dari dalam kamar penginapan untuk mencari udara segar.


Sedangkan Jian An ia kembali menonton acara nya sendiri.


Tak terasa malam telah tiba, Jian An yang baru saja selesai mandi kini sedang berbaring dengan nyaman di kasur.


Delvin sendiri ia baru saja datang dan langsung duduk di kursi.


Tak lama Jian An terlelap, begitu pun Delvin yang berada di kursi.


Pagi ini adalah hari dimana Jian An serta Delvin akan melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang kekaisaran.

__ADS_1


Saat matahari sudah hampir di atas kepala mereka baru lah sampai di gerbang kekaisaran, dengan berteriak keras, dan bergaya layaknya seorang yang sombong dalam memerintah, serta tersenyum bahagia Jian An berteriak.


"BUKA GERBANGNYA, PUTRI INI MAU MASUK"ucap Jian An.


Pengawal yang berjaga langsung membukakan gerbang, bahkan tanpa meminta identitas Jian An, karena mereka tau bahwa itu adalah Putri mereka, bisa di katakan kalau Jian An itu populer.


"Selamat datang Yang Mulia Putri Mahkota"ucap kedua pengawal, sambil memberi hormat ke pada Jian An.


Jian An kemudian melangkah masuk, setelah itu ia langsung berjalan menuju kediamannya.


Sampai di kediaman ia di sambut oleh semua sahabat nya yang menangis gaje dengan kedatangan Jian An yang mengharukan.


"Huhuhu...., Jian An sayang akhirnya Lo pulang juga"ucap Yu Mei sambil memeluk Jian An dengan erat.


"Hiks..., Hiks, akhirnya Lo sampai rumah, tau gak kalau kita itu khawatir sama Lo!?"ucap Qian He sambil menangis di depan Jian An.


"Jian An kemana aja sih?, kenapa gak ngajak kita juga?"ucap Ming Meng sambil memeluk Jian An yang tak lupa dengan air mata yang mengalir namun hanya matanya nya saja yang mengeluarkan air mata sedangkan untuk Sura dan raut wajah iya tampak bahagia akibat kembalinya Jian An.


"Kalian semua tenang aja, aku cuma pergi ke hutan Darah selama ini buat ngajari si Delvin tentang Kultivasi"ucap Jian An sambil memenangkan ke tiga sahabatnya tersebut.


"Huh!!,tau gak satu Kekaisaran itu heboh gara-gara Lo hilang tanpa kabar, dan lagi karena Lo tiba-tiba pergi ayah, ibu, seta Gege baru Lo sampai kayak kesurupan setan buat cari keberadaannya Lo doang"ucap Yu Mei.


"Eh, benarkah itu?"ucap Jian An dengan terkejut.


"Tentu saja, jika kau tak percaya sekarang temui saja orang tua, dan Gege mu"ucap Ming Meng serius.


"Biarkan saja, palingan mereka sudah tau kalau aku kembali"ucap Jian An malas.


Jian An pun duduk di tepi ranjang nya sambil memikirkan dari mana kah dia harus memulai perjalanan nya itu?, Ke barat kah?, Timur kah?, Selatan?, Atau Utara?.


Pertanyaan itu lah yang mengganjal di dalam otak nya, biasa lah itu terjadi pada seorang manusia yang baru saja akan melalukan kegiatan mengembara, alias mengelilingi dunia, tapi masalahnya ia bukan hanya mengelilingi dunia tapi juga di mensi.


"Bodo ah"Ucap nya pelan agar para sahabat nya tak mendengar apa yang di kata kan nya.


"Kalian semua keluar dari kamar aing, aing mau tidur dulu"usir Jian An ke pada teman-teman nya.


"Kejam nya kau"ucap Yu Mei dramatis


Sedangkan Ming Meng serta Qian He, mereka keluar tanpa protes mereka juga tau bahwa Jian An pasti butuh istirahat, agar tubuh nya bisa Vit kembali.


Se pergi nya mereka, Jian An langsung saja masuk ke dalam alam mimpinya, rasanya badannya mau remuk karena sering tidur di alam bebas.

__ADS_1


...........


Maaf banget ya semuanya kalau Author baru aja up, maklum lah lagi gak punya ide sama sekali jadi Author libur dulu deh.


__ADS_2