
Berjalan di atas air dengan kecepatan cahaya dalam waktu kurang dari detik Jian An kini sudah sampai di daratan.
Tanah yang sekarang di pijak nya bernama LongYan, daerah dengan banyak gunung api aktif, serta perbatasan antara dua musim, panas dan musim salju, di sini pula terdapat satu gunung dengan lava panas, dan dingin di mana gunung tersebut adalah gunung yang di cari Jian An selama ini.
Karena banyak gunung aktif di sini sangat jarang ada nya kehidupan manusia jangan kan manusia hewan saja tak ada, seperti sekarang ini sepertinya Jian An adalah satu-satunya Makhluk hidup di sana, tanah yang di pijak oleh Jian An pun nampak tak ada kehidupan.
Tadi nya Jian An mau pergi ke pulau di sebelahnya yang lumayan jauh sekalian cari benda-benda yang bermanfaat, namun mood nya sudah hancur jadi dia langsung pergi saja ke sini untuk berendam di gunung es dan api.
"Di mana gunung itu?"tanya Jian An sambil melihat pulau tersebut dengan seksama, setengah pulau ini di selimuti salju, setengah nya lagi sangat gersang dan perbedaan tersebut sangat jelas, dan saat ini Jian An berdiri di perbatasan hingga saat ini kulit Jian An yang putih bersih menjadi kemerahan dalam sekejap namun tak lama cahaya emas menyelimuti tubuhnya hingga membuat kulit nya kembali normal.
Hanya di penuhi oleh gunung-gunung yang menjulang tinggi kalau boleh jujur Jian An kini bingung lantaran tak tau gunung yang mana yang harus ia hampiri.
"Tuan jalan saja lurus, nanti anda akan bertemu dengan satu gunung yang berada di antara dua wilayah"ucap Chu Kun, memberi tau Jian An bahwa di tak perlu bingung selama ada mereka.
"Lurus?, Jadi begitu ya"ucap Jian An dan mulai berjalan lurus.
"Tapi_, hati-hati Tuan tepat ini memang hanya gunung tanpa ada makhluk hidup tapi alam tetap ada"peringatan dari Chan Kun bergema di pikiran nya saat Jian An baru mengambil dua langkah maju.
Benar apa yang di katakan oleh Chan Kun alam tetap ada hukum nya tak mungkin tempat ini tak memiliki bahaya walaupun tak ada makhluk hidup di sini.
"Baik aku mengerti, lagi pula aku akan menanti bahaya apa yang akan menghadang ku di depan sana"ucap Jian An dengan sedikit senyum tipis merasa tertarik sekaligus tertantang.
Beberapa menit Jian An berjalan di depan Jian An bisa melihat sebuah tembok menjulang tinggi membentengi nya.
Mengamati benteng tersebut, Jian An tak mau jadi orang ceroboh yang asal pegang sana sini, alih-alih menegang nya Jian An lebih suka memberi umpan!.
Slasss~....
Seekor kelinci putih yang imut kini muncul di tangan nya, kelinci tersebut adalah salah satu hewan peliharaan di dalam Ruang Dimensi.
Melempar kelinci tersebut mengenai tembok, benar saja dalam sekejap kelinci tersebut berubah menjadi es, dan kemudian hancur dan terbakar menjadi abu dan hilang tertiup angin yang memang lumayan kencang saat ini.
"Jebakan yang bagus, bisa untuk ide hukuman selanjutnya"ucap Jian An yang merasa sedikit kagum akan tembok di depan nya ini.
Kali ini muncul lagi sebuah benda di tangan nya namun bukan makhluk hidup tapi sebuah batu besar biasa tanpa kekuatan.
__ADS_1
Tak!
Melempar nya lagi ternyata tak ada reaksi yang terjadi arti nya mungkin tembok di depan nya ini hanya akan bereaksi dengan benda hidup?
Mengangkat satu alis nya entah kenapa Jian An memiliki ide yang lumayan gila, menjetikkan jari nya sebuah sepatu yang terbuat dengan batu terbentuk di kaki nya.
Hap!
Tak!
Tak!
Tak!
Melompat dari sisi lain ke sisi lainnya Jian An memanjat tembok tersebut, kaki nya seperti magnet sehingga dia bisa berjalan di permukaan tembok yang datar dan menjulang tinggi tanpa beban.
Saat sudah sampai di atas tembok Jian An segera melompat ke tanah melewati tembok tersebut.
Hap!
"Gila!, Tuan anda sangat gila!"tak lama setelah Jian An mendarat sebuah teriakan nyaring terdengar menggema di pikiran nya.
"Tuan apa kah anda tau bahwa tadi saya tak bisa bernafas barang sedetik pun!"ucap Chu Kun yang kaget karena aksi Jian An barusan bagaimana Tuan nya memiliki keberanian seperti itu?, Bagaimana kalau Tuan nya akan bernasib sama seperti kelinci itu, dia sangat takut, dan baru saja terjadi sangat cepat sehingga Chu Kun dan yang lain nya sama sekali tak bisa merespon selama beberapa saat.
"Tak usah khawatir toh aku melapisi kaki ku dengan sepatu batu"ucap Jian An dengan santai seakan tak takut jika dia akan bernasib sama seperti kelinci yang dia lempar.
Cukup!, Sudah cukup!, Jawaban Jian An mampu membuat semua nya terkena penyakit jantung secara jama'ah!.
"An'er, bagaimana kamu bisa begitu santai nya?"ucap Jin Kun sambil memegang dada nya yang terasa sesak, dan sakit secara bersamaan, setelah mendengar jawaban Jian An.
"Hey!, Ada apa dengan kalian ini?"bukan nya menjawab Jian An malah kembali bertanya dengan pertanyaan yang mampu membuat semua nya bergetar hebat lantaran mereka merasa tak sanggup lagi berdiri.
"Ah!, Biarkan aku mati sekarang kawan"ucap Han Kun sambil bersandar di pohon dan merosot ke bawah dengan Dramatis nya.
"Si4l!, Kenapa dia selalu membuatku frustasi"ucap Jin Kun sambil mengacak rambut nya dengan kuat
__ADS_1
"Sudah, sudah, sudah aku tak kuat"ucap Hong Kun sambil memegang dada nya dan tangan melambaikan bendera putih ke arah kamera
"Jantung ku semakin sakit"ucap Jun Kun sambil meremas semakin kuat dada nya di mana letak jantung berada sambil terduduk di tanah dengan lemas
"Aku lemah"ucap Shen Kun sambil terbaring lemas dengan wajah pucat seperti tak ada kehidupan
"Sudah aku lelah aku diam"ucap Feng Kun dan segera pergi dari sana, memilih membaca buku dari pada melihat kebod0han yang sedang terjadi dengan begitu dramatis nya, bisa di katakan bahwa dia yang paling normal saat ini
Chu kun, dan Chan Kun Depresi tingkat 5
Dan masih banyak lagi kata-kata yang di keluarkan oleh mereka semua minus Long Kun yang memang sedang menjalankan tugas nya.
Melihat reaksi mereka semua Jian An hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi, menurut nya hal seperti ini sudah biasa terjadi jadi dia merasa tak terlalu kaget akan hal itu.
"Sudahi kaget kalian ayo kita lanjutkan perjalanan ke depan"ucap Jian An yang sekaan magnet yang memerintah mereka untuk berhenti benar saja tak lebih dari 3 detik semua nya sudah kembali normal keadaan awal di mana tak ada drama sama sekali.
"Baiklah Tuan anda hanya perlu berjalan ke depan lagi dan nanti mungkin anda akan menemukan sebuah danau yang berada di area es hanya saja tak beku di sana air dan kabut nya beracun jadi berhati-hatilah Tuan"ucap Chan Kun memperingati Jian An untuk hal kedepan yang bisa di katakan lumayan sulit dari pada tembok itu
"Hmm..., Aku tau"ucap Jian An yang memang sudah menggunakan mata Dewa nya untuk melihat keadaan didepan nya.
Berjalan ke depan dengan cepat akhirnya Jian An sampai di batas kabut beracun tersebut.
"Kabut di sini beracun, racun ini aku takut jika itu adalah seorang Cultivator rahan tinggi pun akan hilang setelah melewati tempat ini"ucap Jian An sambil mengamati kabut yang berwarna putih di depan nya.
"5 meter ke dalam aku tau bahwa di dalam sana ada danau"ucap Jian An lagi dengan mata yang menyala emas yang berarti bahwa dia menggunakan mata Dewa nya untuk melihat keadaan di dalam sana.
Mengambil sebuah pil berwarna perak di kantung baju nya Jian An langsung menelan pil tersebut tanpa basa-basi.
Sensasi pertama yang di rasakan nua adalah sensasi dingin dari pil yang di telan nya, yang meleleh di dalam mulut, dan kemudian rasa nyaman tercipta saat pil tersebut tertelan secara keseluruhan ke dalam tubuhnya nya bahkan Jian An memejamkan mata nya untuk menikmati sensasi yang tercipta oleh pil tersebut di dalam tubuhnya.
Membuka mata nya dengan perlahan Jian An sedikit tersenyum, merasa aman Jian An kemudian melangkah masuk ke dalam kabut tersebut, pemandangan pertama yang di lihat oleh Jian An adalah banyak nya tulang belulang manusia yang berserakan di sana dari keadaan nha yang hanya tinggal separuh saja Jian An tau bahwa tulang tersebut masih baru beberapa menit yang lalu.
Racun yang ada di kabut dan danau tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup pasalnya saat kulit menyentuh racun tersebut kulit akan meleleh begitu pula dengan tulang dan seluruh organ tubuh, dan hal tersebut tak akan memakan waktu lebih dari sepuluh menit.
Racun tersebut memang bisa di tangkal dengan cara melapis kulit dengan energi Tenaga Dalam hanya saja jika memiliki Tenaga Dalam sedikit maka siap-siaplah untuk mati, lantaran saat masuk ke dalam sini Tenaga Dalam orang tersebut akan seperti di hisab 100x lebih cepat dari pada penggunaan jurus Pendekar.
__ADS_1