EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 85


__ADS_3

Selamat membaca


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


.........................................


"Apa aku bilang"ucap Jian An.


"Bocah jangan hanya bisa mengeluh saja, lebih baik kau fokus dengan musuh-musuh mu itu, dan cepat bereskan mereka semua, lebih cepat makan akan lebih baik"ucap Kakek Chen yang tak jauh dari nya yang kini sedang memotong-motong sulur-sulur yang datang ke pada nya namun seperti nya itu percuma karena sulur itu akan tumbuh lagi dengan cepat.


Melihat itu Jian An tak mau mengambil resiko dengan membuang tenaga dalam nya secara sia-sia, jadi ia sekarang ini sedang berfikir bagaimana cara nya agar bisa langsung membuat monster daun kemangi mati dengan sekali serang.


Lama hanya menghindar saja Jian An akhirnya mengetahui di mana letak kelemahan dari Monster Daun Kemangi tersebut.


Kelemahan tumbuhan adalah api, tapi karena itu kelamaan maka cabut saja akar nya yang ada di dalam tanah itu.


Tapi masalahnya bagaimana cara nya ia bisa mendekati Monster ini jika pertahanan yang di buatnya tanpa cela seperti ini.


"Ahh...!!, Sial4n!, Bagaimana aku bisa mendekati nya jika begini terus!"teriak Jian An dengan kesal campur frustasi.


Bagaimana tidak saat Jian An berpura ke kiri, dan menebas semua sulur-sulur yang kearah nya hingga habis dan hendak sampai di maka akar dari Monster tersebut ia akan langsung di hadang oleh teman dari si Monster menggunakan sulur-sulur.


Dan saat Jian An sudah bisa menghabisi semua sulur-sulur itu, Monster yang dia incar ternyata sudah pulih kembali, lantaran kemampuan regenerasi Monster ini yang tak main-main.


"Kenapa!?, Di Dunia ini ada makhluk ciptaan seperti ini!"teriak Jian An, sekarang ia merasa akan menangis saja, mungkin jika dia menggunakan Qi atau mana mungkin dia sekarang sudah menang tapi dia ingat kalau dia sekarang sedang menyamar, apa lagi Kakek Chen yang selalu mengawasinya itu membuatnya tak bisa leluasa untuk mengeluarkan kekuatannya sembarangan.


Sedangkan Kakek Chen sendiri kini sudah berhasil membunuh sekitar 3 Monster, lantaran ia juga sudah mengetahui kelemahan dari Monster Daun Kemangi itu.


"Terpaksa, seperti terpaksa, jaring menggunakan teleportasi"ucap Jian An dengan nada pasrah nya.


Dengan cepat Jian An segera menghindari setiap sulur-sulur yang menyerang ke pada nya dengan gerakan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya bahkan Kakek Chen yang dari tadi bertarung sambil mengawasi nya pun sekarang tak bisa lagi melihat sosok nya.


BoMmmmm...!!


BOMMM....!!!


Mengangkat pedang nya sejajar dengan tinggi sulur-sulur itu Jian An mulai menebas nya dengan mulus, sambil terus melakukan teleportasi, agar tak di curigai bahwa dia bisa teleportasi Jian An berteleportasi tak terlalu jauh dari tempat nya berdiri.


Sambil berteleportasi terus-menerus, Jian An juga bergerak dengan cepat ke arah akar dari sang Monster, selain itu tangannya yang memegang pedang pun tak tinggal diam ia terus saja memotong Sulur-sulur yang di lewatinya.


Hingga saat Jian An sudah hampir sampai di akar Monster Daun Kemangi Jian An langsung membuat formasi.


Formasi ledakan hanya bisa di gunakan di jarak 2 meter dari target.


"Formasi!"ucap Jian An, tak lama lafal-lafal kuno muncul mengeliling Monster Daun Kemangi, dan.


BOOOMMMMMMMMM!!!!!.........


Ledakan yang besar pun tercipta tapi sebelum ledakan itu mengenai Jian An, ia sudah terlebih dahulu berteleportasi menjauh dari ledakan.


Kini ledakan yang besar berada sekitar 20 meter dari Jian An berdiri membelakangi asal ledakan tersebut.

__ADS_1


Tentu saja ledakan yang besar itu mengundang banyak perhatian, dari para Pendekar.


"Hehehe..., Hebat nya aku bisa membunuhnya, hahahaha!"ucap Jian An sambil tertawa bangga dengan diri nya sendiri.


Kakek Chen, dan para Pendekar yang melihat itu rasanya sangat jengah sekali dengan omongan Jian An yang begitu bangga dengan diri nya sendiri, namun itu juga tak bisa di pungkiri karena Jian An bisa menggunakan formasi dengan mudah di mana seorang pengguna formasi sangat sedikit.


Masih asik tertawa lagi, dan lagi Jian An di ganggu oleh para Monster Daun Kemangi.


Jian An yang tau bahwa diri nya hendak di setang kangsung menghindar dan menyebabkan sulur-sulur itu menghantam tanah dengan keras.


BUUMMMMMM!!!...


Saat sulur itu bangkit kembali untuk menyerang Jian An bisa terlihat bahwa tanah tadi menjadi retakan.


Jian An yang melihat itu langsung tersenyum.


"Rupanya sang teman sudah marah ya, hehehe"ejek Jian An yang di akhiri dengan tawa kecil nya.


Seperti mengetahui bahwa dia sedang di ejek oleh Jian An, Monster Daun Kemangi tersebut mulai menyerang Jian An jauh lebih cepat lagi, hal tersebut bahkan tak bisa membuat Jian An kesusahan.


Bahkan jika di perhatikan dengan baik Jian An kini hanya sedang bermain-main.


"Ah~, aku sungguh ingin sekali membunuh mu dengan cepat hanya saja aku mau terlihat yang paling lemah di sini, kau tau kenapa?, Karena aku tadi sudah mengeluarkan formasi, dan aku tak mau di manfaatkan di perjalanan kali ini"ucap Jian An dengan berbisik, di sebelah Monster Daun Kemangi, yang entah sejak kapan ia sudah berada di sana tanpa di sadari oleh siapapun.


Monster Daun Kemangi yang tau bahwa Jian An ada di sebelah nya langsung menyerang nya namun, sebelum sulur-sulur nya mengenai Jian An, Jian An kini sudah berpindah jauh dari nya, bahkan sulur-sulur nya tidak bisa mencapai Jian An lagi.


"Aku sudah bosan"ucap Jian An.


Jian An mengeluarkan sebuah jam dari dalam Ruang Dimensinya.


Jam tersebut bukanlah jam biasa namun jam tersebut bisa menghentikan waktu, mempercepat, memperlambat, dan memutar ulang waktu, Jian An mendapatkan jam itu saat ia mulai mengambil semua harta sebuah organisasi di Dunia Sihir.


Pasti kalian tau lah di mana itu.


Mengalirkan mana ke dalam jam tersebut hingga jam tersebut bercahaya ke emasan, tiba-tiba waktu berhenti, tak ada siapapun yang bergerak kecuali Jian An.


Melihat bahwa waktu telah berhenti Jian An kemudian tersenyum.


"Heh!, Mati saja semua Monster itu"ucap Jian An Dan mulai membentuk sebuah formasi yang besar di mana formasi tersebut mampu menutupi seluruh area pertarungan.


Di atas langit sebuah formasi berwarna emas terbentuk.


"Menyala lah" ucap Jian An, setelah kata itu di sebuah sebuah Manyar dengan tulisan Yunani kuno mengelilingi setiap Monster Daun Kemangi yang kini tidak bergerak.


1...


2...


3...


BOOOMMMMMMMMMMM....!!!!!

__ADS_1


BOMMMMMM!!!!


BOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM....!!!!!!!


Ledakan yang sangat kuat terdengar di mana-mana, dan segera menghadirkan para Monster Daun Kemangi dengan mudah, namun sebelum ledakan Jian An sudah membuat perlindungan bagi para Pendekar, dan Kakek Chen sehingga mereka tak terluka sedikitpun.


Setelah ledakan itu semua formasi langsung menghilang, berbeda dengan Jian An yang langsung berlari ke arah tempat di mana kristal para Monster berada dan segera mengantongi nya.


Sesudah mengambil semua nya untuk diri nya sendiri Jian An juga mengambil beberapa koin dari para Pendekar yang membawa banyak uang.


Sesudah itu Jian An langsung mendekat ke arah Kakek Chen beda dan memegang ujung baju Kakek Chen.


"Semuanya terima kasih atas kristal Monster nya, dan beberapa koin yang kalian punya, anggap saja jika kalian sedang memberi uang saku ke pada junior kalian semua ini"ujar Jian An, fan langsung menghilang dari sana bersama Kakek Chen.


Sedangkan waktu kini sudah mulai berputar lagi, tentu saja melihat hal yang terjadi di depan mereka, para Pendekar kaget, sekaligus marah dengan apa yang terjadi.


Bagiamana mungkin mereka bisa kecolongan dan di rampok dalam beberapa detik saja itu tak masuk akal sama sekali ok.


Kini Jian An dan Kakek Chen sudah berada di luar pertarungan, hanya saja Kakek Chen belum bisa bergerak hingga Jian An menepuk pundaknya nya dan membuat Kakek Chen sadar.


"Apa yang terjadi?"tanya Kakek Chen, ke pada Jian An.


"Huh!, Tak ku sangka kau dan para Pendekar yang lebih kuat dari ku bisa terkena ilusi dari para Monster Daun Kemangi itu"ucap Jian An sambil mengarang cerita.


"Maksudmu, Monster Daun Kemangi memiliki kemampuan ilusi begitu, tapi kenapa aku tak bisa merasakannya ya"ucap Kakek Chen.


"Mungkin Monster Daun Kemangi memiliki ilusi lebih kuat dari mu"ujar Jian An.


"Mungkin saja begitu lagi pula selama 1000 tahun mereka hanya tersegel dan kita tak tau apa yang terjadi saat mereka di segel itu, dan bagaimana kita bisa lolos?"tanya Kakek Chen.


"Kakek Chen tadi ada seorang Pendekar yang sangat kuat, dia memakai jubah emas, yang berkilau, dan dia lah yang menolong kita"ucap Jian An.


"Oh, begitu, jadi apa kita berhasil mendapatkan Kristal nya?"tanya Kakek Chen.


"Aku tidak percaya dia mempercayai apa yang aku katakan"gumaman Jian An yang hanya bisa di dengar oleh nya sendiri.


"Tentu sebelum pergi Pendekar itu mengambil beberapa koin milik para Pendekar, dan mengambil semua kristal yang ada tapi dia memberiku 10 buah kristal, dia berkata bahwa aku terlaku lebah, dan alat terbunuh kapan saja di Medan perang maka nya dia memberiku ini"ucap Jian An sambil memperlihatkan 10 Kristen berwarna hijau di tangannya.


"Syukur lah jika orang tersebut memberimu beberapa kristal, berterima kasih lah kenapa nya jika bertemu lagi"ucap Kakek Chen, sambil mengelus puncak kepala Jian An.


"Baik Kakek Guru Chen"ucap Jian An.


"Hey, nama apa lagi itu kenapa sangat aneh sekali"ucap Kakek Chen sedikit kesal.


"Hehehe, bukan kah itu jauh lebih baik dari yang sebelumnya lagi pula kau Guru ku, dan juga seorang Kakek tua bernama Zhao Chen, jadi jika di gabung menjadi Kakek Guru Chen kan!?"ucap Jian An sambil nyengir.


"Terserah kau saja lah, lagi pula kalau di larang pun kau akan tetap memanggil ku dengan sebutan itu"ucap Kakek Chen.


........................................


Selamat menunggu Chapter berikut nya kawan semua😂😅.

__ADS_1


IG : sukma_761100


__ADS_2