
Selamat membaca
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
.........................................
Sementara itu di Ruangan kerja Kaisar kini Kaisar Li sedang mengerjakan tugas nya sebagai kaisar di sana, sambil di temani oleh bawahan setia nya.
"Yang Mulia, maaf sebelumnya jika saya lancang namun ada satu hal yang ingin saya tanyakan ke pada anda"ucap bawahan Kaisar Li.
"Apa itu?"tanya Kaisar Li tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada di depan nya tersebut.
"Apa anda tak akan marah dengan saya?, jika saya mengatakan nya?"tanya bawahan tersebut memastikan.
"Ya tentu saja aku tak akan marah, lagi pula kau sudah bekerja dengan ku sejak dulu, saat aku masih kecil hingga sekarang, kau sudah ku anggap bukan hanya sebatas majikan, dan Tuan, atau pula sebatas teman, tapi kau sudah ku anggap sebagai saudara ku"ucap Kaisar Li, sambil memandang ke arah bawahan nya tersebut.
Mendengar itu sang bawahan merasa terharu memiliki Tuan seperti Kaisar Li, di mana dia tak ragu untuk mengatakan bahwa diri nya adalah saudara nya walaupun mereka berdua dari kasta yang berbeda.
"Apa yang ingin kau tanyakan?"tanya Kaisar Li, kepada bawahan nya.
"Itu..."sedikit ragu dengan apa yang akan di katakan nya, hingga Kaisar Li berkata.
"Tak apa tanyakan saja"ucap Kaisar Li.
"Baiklah, Yang Mulia, itu apa anda yakin bahwa Organisasi Black King bisa menjalan kan tugas yang anda berikan ke pada mereka itu?"tanya bawahan Kaisar Li tersebut.
Mendengar apa yang di katakan oleh bawahan nya Kaisar Li malah tersenyum, dan mulai fokus kembali ke pada berkas yang ada di depan nya.
"Jika anggota nya yang melakukan nya maka mereka pasti akan kalah, namun jika Ketua dari Organisasi Black King yang melakukan nya sendiri maka aku sangat yakin bahwa dia akan menjalankan tugas ini dengan mudah"ucap Kaisar Li sambil menulis menggunakan kuas nya.
"Itu, bukan nya tak mungkin jika Ketua Black King pergi sendiri, pasti dia akan memiliki untuk mengirim kedua wakilnya saja bukan"ucap bawahan Kaisar Li, dengan tak percaya.
"Ya, itu jika dia yang dulu tapi sekarang aku yakin bahwa dia akan pergi sendiri, lantaran ada yang dia inginkan dari ku"ucap Kaisar Li.
"Ada yang di inginkan oleh Ketua Organisasi Black King dari anda?, Apa itu Yang Mulia, seperti nya anda tak punya benda yang berharga menurut saya selain Kekaisaran ini"ucap bawahan Kaisar Li, yang langsung mendapat ketukan di kepalanya oleh Kaisar Li dengan pena nya.
"Bukan itu, dia menginginkan anak ku"ucap Kaisar Li.
"Maksud anda Ketua Black King menginginkan Putra Mahkota!, Itu bukan kah tak mungkin, apa Ketua Black King itu Homo Yang Mulia"ucap bawahan Kaisar Li dengan terkejut, yang lagi-lagi membuat dia mendapat pukulan di kepala nya, namun berbeda dengan tadi dia kini mendapat pukulan dari buku tebal yang memang masih di baca oleh Kaisar Li.
"Bod0h!, maksud ku di menginkan Putri ku!"ucap Kaisar Li yang pada akhirnya kesal juga dengan perilaku bawahan nya yang bisa di bilang rada-rada gobl0k!!!.
"Ah~, Putri Jian An ternyata"ucap bawahan Kaisar Li yang akhirnya paham.
__ADS_1
"Tapi memang nya Putri Jian An mau?"tanya bawahan Kaisar Li lagi.
"Mungkin aku pun tak tau, pikiran dan hati nya yang sekarang sangat susah untuk di tebak oleh ku, bahkan oleh Kakak nya sendiri yang selalu dekat dengan nya"ucap Kaisar Li sambil menghela nafas.
"Eh~, benar kah itu, Yang Mulia, setahuku Putri Jian An bukan orang yang seperti itu, aku ingat dengan betul tiga tahun yang lalu saat aku bertemu dengan nya"ucap bawahan Kaisar Li.
"Ya, itu dulu namun entah lah setelah dia bangun dari koma nya akibat di racun-i oleh Yuyu, dan Bo Doh dia menjadi sosok yang berbeda, aku bahkan sampai sekarang tak yakin jika dia masih anak ku yang dulu, namun jika dia bukan lagi Putri ku yang dulu, aku akan tetap menerima, bagaimana pun juga dia tetap Putri ku"ucap Kaisar Li.
"Apa sebegitu berbeda nya hingga bahkan anda tak yakin jika dia Putri mu yang Mulia?"tanya bawahan Kaisar Li.
"Ya, nanti kau akan tau sendiri setelah anak ku pulang satu tahun lagi"ucap Kaisar Li.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, kini Jian An, dan Kakek Chen sudah bisa membuat Perguruan mereka menjadi terkenal di benua tersebut.
Bahkan sekarang Jian An di panggil Tetua ke 2, di mana jabatan nya berada di posisi ke 3 di Perguruan tersebut.
Di dalam teras rumah nya Jian An kini sedang duduk sambil memperhatikan pedang hadiah dari Kakek Chen, yang tak lain dan tak bukan adalah Pedang Suci milik Kakek Chen yang malah di berikan ke pada nya alih-alih memberikan nya ke pada Yang Shui yang telah lama menjadi murid nya.
"Chan Kun, menurutmu apa sekarang saat nya aku pergi ke Dunia selanjutnya?"tanya Jian An, sambil memandang ke arah langit yang indah, dengan warna biru, dengan hiasan awan-awan putih seperti kapas yang lembut.
"Ya, saat nya pergi lagi pula di Dunia ini hanya memiliki Batu Safir yang waktu itu saja, dan berdoa lah semoga saja ini adalah perjalan terakhir Tuan, sehingga Tuan bisa kembali ke Dunia Tuan dengan lebih cepat"ucap Chan Kun.
"Ya, tapi sebaiknya anda berpamitan dengan Guru, dan Kakak Seperguruan anda Tuan"saran Chu Kun.
"Begitu ya"ucap Jian An, dan langsung pergi ke rumah Kakek Chen.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Pagi yang tenang dengan kicauan burung yang merdu untuk di dengar, udara yang segar tanpa polusi, langit biru yang indah dan awan putih yang menghiasi langit seperti kapas yang lembut, pemandangan yang indah dari puncak bukit memanjakan mata.
Bunga-bunga bermekaran, kupu-kupu bertebaran, bau pasak pagi tercium dengan jelas, embun-embun yang menetes dari daun-daun pohon.
Suara riuh para Murid di Perguruan Bukit Tinggi( Nama Perguruan milik mereka), menambah kenyamanan, dan kesan harmonis.
Kakek Chen kini memandang ke arah di mana para murid Perguruan nya masih melakukan kesehatan mereka dengan tenang, tentram, dan damai.
Hingga.....
BRAAAKKKKK................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
"Kakek Guru Chen!!!"teriak Jian An sambil membuka pintu rumah Kakek Chen dengan keras.
__ADS_1
Kakek Chen yang sedang berdiri dengan tenang nya seketika hampir saja terjatuh ke bawah bukit, lantaran kaget.
Untung nya dengan cepat Kakek Chen segera memutar tubuhnya agar tak jatuh ke bawah bukit.
Memandang ke arah sang pelaku yang kini berdiri di depan pintu di mana sang pelaku hanya menatapnya dengan polos, sambil menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum tanpa dosa, dengan ekspresi yang bisa di katakan ingin sekali membuang nya.
'Andai di Dunia ini ada toko tukar tambah, maka aku akan menukarnya dengan benda lain' batin Kakek Chen dengan kesal.
Mengambil nafas panjang.
"Ada apa Jian An?"tanya Kakek Chen ke lada Jian An yang kini masih berada di depan pintu sambil memasang senyum tanpa dosa nya.
"Hehehe, itu Kakek Guru, sebenarnya nya aku mau bilang, jika aku ingin berpetualang di luar sana"ucap Jian An dengan berbohong, dan dengan nada serius untuk mengucapkan kalimat terakhir.
"Bilang saja jika kau ingin kembali ke Dunia mu bukan?"tanya Kakek Chen dengan tenang, sedangkan Jian An kini sudah melotot hingga mata nya minta di cokel dan di jadikan bakso.
"Ba-bagaimana Kakek Guru..."ucap Jian An berhenti dan akhirnya ia sadar, bod0h nya dia jika dia selalu menggap jika Kakek Chen mudah di tipu, bagaimana pun juga umur Kakek Chen sudah tak muda lagi, yang di mana dia pasti memiliki pengalaman lebih banyak dari nya, dan juga bagaimana dia bisa dengan acuh nya meremehkan Pendekar rahan Suci!.
Diam-diam Jian An mengutuk diri nya sendiri karena lagi-lagi ceroboh akan hal itu.
"Sial4n, jadi selama ini Kakek Guru Chen hanya berpura-pura bod0h"ucap Jian An sambil tersenyum miris dengan diri nya sendiri yang terlalu tol0l.
"Kapan?, Kapan Kakek Guru Chen mengetahui nya?"tanya Jian An.
"Dari awal kita bertemu, walaupun waktu itu kau hanya menggunakan formasi tapi sebenarnya di formasi tersebut memiliki perbedaan yang fatal dengan Dunia ini, di mana seharusnya formasi Dunia ini memiliki cahaya terang dan akan langsung menghilang, sedangkan formasi mu itu selalu bersinar hingga akhir, tak ada yang sadar akan hal itu karena bisa di bilang bahwa ahli formasi di Dunia ini sudah tak ada, lantaran aku sudah tak bisa merasakan nafas dari mereka, dan itu juga menjadi jawaban nya, sebenarnya seseorang yang sudah berada di rahan Pendekar Suci bisa merasakan nafas dari beberapa ahli di Dunia ini hanya saja tak semua nya, dan aku merupakan sebagain kecil dari orang-orang tersebut, jadi sebenarnya tak ada guna nya jika kau menyembunyikan kenyataan bahwa kau bukan dari Dunia ini"ucap Kakek Chen dengan panjang.
"Hah~"Jian An sungguh tercengang dengan apa yang di katakan oleh Kakek Chen ke pada nya.
"Jadi kapan kau akan pergi?"tanya Kakek Chen yang langsung membuat Jian An tersadar.
"Sekarang setelah aku berpamitan dengan kakak Seperguruan Yang Shui, dan ini untuk Kakek Guru Chen"ucap Jian An sambil menyerahkan sebuah kalung dengan liontin perak.
"Apa ini?"tanya Kakek Chen sambil menerima kalung tersebut.
"Kalunh itu bisa membawa Kakek Chen untuk langsung menuju di mana pun aku berada bahkan jika itu di Dunia lain"ujar Jian An.
"Barang bagus, baiklah akan ku pakai walaupun liontin ini terlalu feminim"ucap Kakek Chen dan langsung memakai nya.
........................................
Selamat menunggu Chapter berikut nya kawan semua😂😅.
IG : sukma_761100
__ADS_1