
Siang, Sore, Malam, Pagi Semuanya.
πππππππ.
..........................
~Selamat Membaca~
π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
Chapter 80
..........................................
"Ak-aku dan ibu memang jauh bodoh dari mu, tapi setidaknya sekarang ku sudah sadar bahwa menjadi bodoh sebenarnya tak selalu buruk"ucap Bo Doh dengan kesal.
"Apanya yang kau syukuri dari kebodohan mu itu"ucap Mei Ling.
"Setidaknya orang bod0h seperti ku lebih baik dari pada orang munafik seperti mu!"teriak Bo Doh.
"Apa yang kau katakan"ucap Mei Ling sambil mendorong Bo Doh yang kini sedang hamil.
Untung nya Bo Doh jatuh dengan nada Slowmo, jadi gak apa-apa mungkin, tapi, soalnya Author gak tau juga.
Setelah mendorong Bo Doh, Mei Ling langsung pergi meninggalkan Bo Doh yang kini sedang merasa kan keram di perutnya.
Sedangkan ketiga orang yang dari tadi mengintip apa yang terjadi mulai ber oh-ria dengan apa yang terjadi.
"Gila, ternyata, Mei Ling itu saudara nya Bo Doh"ucap Yu Mei.
"Baru tau gw"Ming Meng.
"Bakal jadi berita, dan bahan ghibah hot ini di kalangan kita berenam"ucap Qian He.
"Ayo kits pergi"ajak Qian He kepada ke dua teman nya sambil menarik tangan dari kedua nya.
"Ehh.., kita tak menolong Bo Doh dulu dia kasian Loh lagi hamil"ucap Ming Meng.
"Gak usah gak guna, lagi pula apa guna buat kita, anggap aja kalau hari ini yang kita lihat bukan Bo Doh, dan buka seorang ibu hamil, paham gak"ucap Yu Mei.
"Tapi ini.., emm.. baik lah terserah kalian saja"ucap Ming Meng dan dengan rada bersalah dia mengikuti langkah dari kedua teman nya itu untuk pergi dari sana.
.....................................
Kini Jian An berdiri di tengah-tengah tumpukan mayat, dan genangan darah.
Ya semua nya sudah mati, di tanga nya serta di tangan para hewan kontrak nya.
Kini ke tujuh hewan kontrak nya pun sudah kembali masuk ke dalam Ruang dimensi nya.
Dengan santai Jian An melewati mayat, demi mayat, dan sampai kah ia di pintu masuk gedung besar itu membukanya dengan perlahan, hingga terbuka sepenuhnya Jian An mulai masuk ke dalam gedung tersebut.
"Apa ada orang?"ucap Jian An, beg0 nih orang orang semuanya udah di bantai sama dia juga masih tanya ada orang lagi, ada tuh ada tapi cuma mayat sama roh nya doangππ€£.
Tak ada Jawaban, dan itu pasti, mengangkat kedua bahu nya Jian An menelusuri setiap sudut gedung tersebut hingga akhirnya ia sampai di sebuah ruang harat.
Hal pertama yang di lihat Jian An adalah tumpukan emas dan berlian yang seperti gunung, serta beberapa rak-rak yang tersusun kari yang di isi buku-buku serta senjata-senjata.
"Wih, berapa lama mereka semua mengumpulkan harta sebanyak ini"kagum Jian An.
Mengibaskan tangannya seluruh harta yang ada kini sudah berpindah tangan, dan menjadi milik nya.
__ADS_1
Setelah mengambil semua harta yang ada Jian An kemudian menghilang yang di susul dengan sebuah hembusan angin.
.....................................
Kini Jian An berada di kota Trance.
Hari ini rencananya adalah hari terakhir Jian An di dunia sihir, sebelum ketemu dengan sosok yang kuat di dunia ini Jian An bermaksud lagi terlebih dahulu.
Namun jika pergi tanpa menikmati kuliner khas dunia ini seperti nya kurang lengkap perjalanan selama ini.
Kini Jian an sedang ada di lestoran ceoat saji yang terkenal di kota ini, menurut gosip, yang dia dengan makanan di kota Trance. Adakah makanan paling enak di dunia ini.
Maka dari itu sekarang ini Jian An sedang memborong makan di lestoran ini, dengan bukti bahwa meja yang di duduki Jian An kini penuh dengan makanan, bahkan pelayan lestoran ini harus menyatukan sekitar 5 meja hanya untuk menyajikan makanan yang di pesan Jian An.
Untungnya Jian An hari ini tak makan sendiri jika ia makan sendiri mungkin tatapan orang-orang ke pada nya akan lebih horor dari pada sekarang.
Bagiamana tidak umumnya orang-orang di sini akan menjaga image nya, dan hanya akan makan sedikit tapi ini, makanan 5 meja penuh di makan oleh 7 laki-laki dewasa, seorang gadis kecil, dan 2 anak kecil.
Kalian tau kan siapa yang di maksud, dan sekilas info nih ya meja yang di gunakan kata pelayan untuk menyajikan makanan Jian An bukan meja bundar yang kecil itu tapi meja panjang.
"Nah ayo kalian semua makan, anggap saja ini sebagai hadiah, karena kalian sudah berkerja keras selama ini"ucap Jian An.
"Sebenarnya kita kata hewan ilahi tak perlu makan, tapi berhubung ini ada di dunia yang bernada mungkin aku bisa mencicipi nya"ucap Shen Kun.
"Kau benar Shen"ucap Long Kun.
"Kalau begitu mari makan"ucap Feng Kun.
"Terima kasih Tuan"ucap Chan Kun.
"Iya sama-sama"ucap Jian An.
"Tuan aku ingin menyerahkan ini untuk mu"ucap Chan Kun sambil menyerahkan dua kristal bundar dengan warna pelangi.
"Di dalam itu ada mana yang tak terbatas, aku dan Chan Kun menyiapkan nya untuk Tuan"ucap Chu Kun.
"Wah, baiklah makasih"ucap Jian An dengan gembira dan langsung memasukkan kedua bola kristal itu ke dalam ruang dimensi.
Mereka ber 10 pun makan dengan gembira tanpa menghiraukan tatapan, serta berbagai ekspresi, dan bisikan-bisikan sekitar yang kini makin memanas.
"Wah lihat meja itu sangat penuh"
"Apa mereka bisa menghabiskan semua nya?"
"Sungguh tidak berpendidikan siapa mereka semua, kenapa pihak lestoran mengijinkan mereka semua masuk"ucap seorang nyoya, sambil menutupi setengah wajah nya dengan kipas.
"Sttt.., Nyoya Ember jaga ucapan Mia jika pihak lestoran mengijinkan mereka masuk pasti mereka adalah orang-orang dari kalangan kaya, atau bangsawan"ucap seorang nyoya di samping nya.
"Benar, Nyoya apa barusan kau tak lihat dia seperti memegang batu langka di tangan nya aku yakin mereka orang kaya"ucap satu nya lagi.
Dan kelanjutan nya mohon untuk di bayangkan secara mandiri, kawan.
......................................
Sesudah dari makan, Jian An kini tengah duduk di atas awan sambil melihat sebuah kediaman yang tak lain dan tak bukan adalah kediaman dari pada Jason.
"Sampai bertemu kembali murid ku, 2Β½ tahun lagi"ucap Jian An.
Sesudah mengucap kan itu Jian An berdiri dari duduknya dan membalikkan badan sekaligus membelah dimensi.
Masuk ke dalam nya Jian An muncul di antara ribuan bintang.
__ADS_1
"Chu, Chan, menurut mu bintang (dimensi) mana yang harus ku tuju?"tanya Jian An.
"Itu bintang yang bersinar dengan sinar kuning"ucap Chu Kun.
Tanpa basa-basi Jian An langsung terbang ke arah bintang dengan sinar kuning tersebut.
Tak akan sinar putih memenuhi penglihatan nya dan membuat nya mau tak mau harus menutup mata.
Menghilangkan ke dua tangannya untuk menghalangi cahaya, Jian n kini sudah merasakan kaki nya yang menapak di tanah.
Kali ini perpindahan nya tak menyebabkan fenomena alam, lantaran semuanya sudah di dalam kendali Jian An.
Membuka mata nya dengan perlahan pemandangan di depan nya membuat nya kaget.
"Ini dimana?.."tanya nya pada diri sendiri.
Pasalnya kini ia berada di Medan pertempuran.
Di depan nya ia bisa melihat seorang laki-laki sekitar berumur 20 tahun tapi dia yakin betul bahwa laki-laki sudah berumur ratusan tahun.
Sedang melawan ribuan, tidak jutaan para pendekar.
Melihat senjata, dan cara bertarung mereka yang seperti nya mengandalkan pedang dan tenang dalam Jian An langsung bisa menyimpulkan bahwa ia berada di dunia pendekar pedang?.
Kenapa main nya jadi jauh-jauh ya?!.
Seperti patung Jian An kini terbengong-bengong dengan apa yang dilihat nya, pasalnya laki-laki tersebut tetap saja kuat dalam menghadapi mereka semua, dia seperti tak memiliki lelah sama sekali.
"Wow!!, Ini barulah yang namanya hebat yang sebenar nya"ucap Jian An, dan tanpa sadar ia mengangkat kedua jempol ππ.
Dia terus bengong hingga sebuah adegan membuat nya geram, pasalnya mereka semua nampak terus menyerang laki-laki tersebut terus-menerus secara bersama-sama padahal bisa di lihat bahwa laki-laki itu sudah memiliki luka pajang, akibat pedang di punggungnya.
Karena geram Jian An terbang ke tengah-tengah pertempuran mengunakan pedang, bukan pedang Qi kali ini tapi pedang mana, jika kalian tanya dari mana jawaban tentu saja nyolongπΏ.
Kalian tau lah dari mana, Yap dari batu kristal yang di berikan oleh Chu, dan Chan Kun bersaudara.
Tanpa aba-aba Jian An langsung menebas orang yang pertama kali di tangkap oleh mata nya.
Kepala orang yang di penggalnya langsung jatuh ke tanah, dengan darah yang masih keluar dari tubuhnya, hal tersebut ternyata merebut perhatian banyak orang di sana.
Mendarat tepat di samping laki-laki tersebut Jian An kemudian, menengok ke arah nya.
"Kakek tak apa?"tanya Jian An, bukan salahnya ok jika ia memanggil orang tersebut dengan sebutan kakek, toh orang yang ada di sebelah nya ini memang dah tua.
"Aku tak apa, nak apa yang kau lakukan di sini gadis kecil seperti mu tak baik jika ikut perang seperti ini"ucap laki-laki itu Dengan lemas, kini bahkan ia sudah menimpa tubuhnya dengan pedang.
"Huh!, Dari kecil aku memang sudah di takdir kan selalu di mendan perang, dan berhadapan langsung dengan maut"dengus Jian An rada kesal dengan kakek muda di samping nya itu.
"Hey gadis kecil, apa yang kau lakukan di Medan perang seperti ini?"tanya salah satu Ari kerumunan yang ada.
"Bukan nya jelas untuk membantu Kakek muda di sebalah ku ini, apa niat ku kurang bisa kau tangkap?, apa kau tak melihat mayat tanpa kepala di sana?"ucap Jian An sambil menunjuk mayat yang tadi di tebas kepala nya.
.......................................
Jangan pernah bosan dalam membaca novel ini kawan, oh iya kalau ada yang mau bisa tolong Follow IG Author.
Ig : sukma_761100
Kalua ada yang mau ya, kalau gak pun tak apa, aku hanya promosi IGπ.
Author bikin iG ini secara diam-diam Games, kawan Author gak ada yang tau, jadi yang follow baru 4 kalau gak salah.
__ADS_1
toh awalnya Author bikin IG cuma but cari NCT doang, tapi sekarang Author sudah dapat hidayah, yaitu dengan mencari juga IG para Author terkenal, biar bisa belajar dari mereka.