
Karena keadaan tulang yang masih baru itu maka bisa di pastikan bahwa baru saja ada manusia yang tiba di tempat ini sebelum dirinya.
Jian An juga merasa kagum dengan mereka semua lantaran mereka bisa melewati tembok itu.
Berjalan dengan santai mendekati danau, Jian An dengan santainya berjalan di atas nya, hingga akhirnya dia berhasil menyebrangi danau tersebut.
Ternyata tak sampai di sana saja perjuangan Jian An, sekitar 30 meter dari sana masih ada sebuah kawah dengan lahar yang keluar dari perut bumi membentuk sebuah danau dengan banyak sekali asap, ternyata dari sini lah kabut berasal.
"Aneh, kabut ini dari lahar tapi kenapa tak panas sama sekali?"ucap Jian An dengan bingung nya pasalnya kabut di sekitarnya tak panas sama sekali berbeda dengan kabut yang berjarak dua meter dari lahar tersebut yang memiliki suhu yang sangat panas.
"Chu Kun, Chan Kun kalian yakin tak ada makhluk di sini?"ucap Jian An yang kini menjadi waspada melihat sekitar.
Chu Kun dan Chan Kun yang mendengar itu segera menjadi waspada juga dan mulai mengubah wajah mereka menjadi serius namun itu malah terlihat sangat menggemaskan untuk di lihat.
"Kami yakin akan hal itu Tuan, hanya saja jika benar ada makhluk lain mungkin saja_"ucap Chu Kun berhenti di tengah jalan ia teringat akan sesuatu pada saat itu.
Semua tempat memang sudah dideteksi nya bahwa tak ada makhluk hidup, jika ada pun mereka semua adalah pemilik tulang-tulang tadi dan Chu Kun tak menghitung nya lantaran pada saat itu mereka sudah mendekati maut, hanya saja dia lupa ada satu tempat yang tak bisa masuk ke dalam area deteksi nya tempat itu berada di dekat sini, dan itu berada di_
BOMM!!!!!
Sebuah ledakan terdengar dari arah di mana lahar berasal sebuah makhluk seperti laba-laba muncul hanya saja ukuran nya sangat besar, bukan hanya itu saja bahkan kaki nya ada dua puluh kaki.
Jian An yang memang ada di dekat sana langsung melompat menjauh lantaran tanah yang di pijaknya tadi kini telah runtuh!.
"Itu_, jangan bercanda kau ingin aku melawan nya seorang monster dengan kekuatan setara dengan Dewa di Dunia Cultivator"ucap Jian An, sambil melihat monster tersebut seakan-akan bahwa ini lah akhir hidupnya.
Chu kun dan Chan Kun yang melihat itu tak bisa untuk tidak memasang wajah datar seakan berkata kau bahkan lebih kuat dari pada Monster jelek itu.
"Apa boleh buat"ucap Jian An sambil menghela nafas lelah seakan-akan bahwa dia sudah tak memiliki pilihan lain dan jika hari ini dia tidak membunuh Monster itu maka dia yang akan terbunuh.
Bergerak bagai kilat Jian An bergerak ke arah Monster tersebut dengan gerakan zig zag sehingga hanya sebuah cahaya kuning terang yang terlihat di setiap jejak nya
Monster tersebut pun nampak kebingungan sehingga menyerang secara brutal dan asal.
"Bagus dia mulai bingung"ucap Jian An dengan senyum iblis nya.
Sebuah pedang kini muncul di kedua tangan nya dan mulai menebas kaki dari Monster tersebut hingga membuat monster tersebut tak bisa berjalan dan akhirnya tumbang ke tanah.
__ADS_1
Namun siapa sangka bahwa itu bukan akhir melainkan hal awal dari sebuah bencana.
Tiba-tiba cahaya berwarna merah darah menyelimuti tubuh Monster tersebut, sekita tubuh Monster tersebut seperti ber evolusi bentuknya menjadi lebih menyeramkan dengan taring, serta duri-duri di seluruh tubuhnya, mata nya pun menjadi merah dan ukuran tubuhnya 10 kali lipat dari tadi.
"Yang. Benar saja!"teriak Jian An kesal pasalnya dia sudah susah-susah menghabisi monster tersebut agar tidak bisa jalan tapi kini kaki nya kembali tumbuh dan Monster itu jauh lebih kuat dari yang tadi.
"Menyebalkan!"gumam Jian An dengan cemberut.
"Tuan, mungkin anda membutuhkan pedang?"ujar Chu Kun.
"Ya aku butuh pedang yang bisa membunuhnya dalam saru kali tebas, kalau bisa pedang tersebut harus punya elemen cahaya, karena monster di depan ku ini monster kegelapan milik raja iblis alam ke 3"ucap Jian An dengan wajah datar, namun di mata nya jelas sekali bahwa Jian An kini sedang kesal, diam-diam jauh di dalam pikirannya dia ingin sekali pergi ke alam iblis ke 3 untuk menjadikan raja iblis ke 3 sebagai budak nya.
Seandainya Jian An mau Monster jelek di depannya ini akan mati dalam saru kali sentil tapi kekuatan nya yang besar tak bisa di tanggung Dunia ini, kalau dia melepaskan semua kekuatan di sini dia takut bahwa akan ada lubang Dimensi yang tercipta dan akan lama pulih nya, yang lebih menakutkan lagi alam ini akan meledak!.
Tentu saja Jian An tak mau itu terjadi, jika itu terjadi maka sia-sialah usahanya membentuk perguruan.
Saat ini Jian An hanya menggunakan ilmu pedang di mana itu sudah rahan suci, namun tetap saja Jian An merasa kewalahan, pasalnya kalau ada 2 pendekar Pedang suci pun akan kalah, paling tidak untuk menghabisi bawahan raja iblis membutuhkan 4 arau 5 Pendekar Suci.
"Kalau begitu bagaimana dengan pedang cahaya ini, anda mendapatkan nya saat berburu senjata di gua-gua"ucap Chan Kun yang bahkan sudah lupa di mana Tuan nya itu menemukan pedang tersebut, mungkin itu efek dari banyaknya hal yang masuk ke dalam Ruang Dimensi sehingga menyebabkan nya harus menatanya dengan cermat dan tentu saja pekerjaan itu melelahkan.
"Mungkin anda lupa, tapi saya yakin itu ada di tumpukan barang yang kemarin anda masukkan"ucap Feng Kun dari kejauhan.
"Baik berikan aku pedang itu"ucap Jian An.
Tak lama sebuah cahaya berwarna putih membentuk pedang hingga menjadi sepenuhnya pedang asli dengan permata putih yang bersinar terang, pedang dengan permata putih serta ganggang emas itu kini ada di genggaman nya.
"Baik mari bunuh dia dalam sekali tebas, persetan!, Dengan kutukan yang akan ku dapat aku tak perduli!, Jika nanti aku kena kutukan akan ku bunuh raja iblis itu, atau jika perlu akan ku buat dia di lupakan oleh sejarah dan legenda"ucap Jian An sambil melompat ke melakukan salto di udara menghindari serangan kegelapan yang di tunjukan ke pada nya.
Memutar tubuhnya dengan indah untuk menghindari serangan yang menuju ke arah nya Jian An seketika melompat tinggi ke udara dengan pedang yang kini di selimuti cahaya warna emas dan putih yang bersatu dengan indah.
"Pedang cahaya!"ucap Jian An sambil menebas kepala Monster tersebut hingga tubuhnya terbelah jadi dua dan kini Jian An bisa melihat sebuah batu kristal menggelinding di tanah.
"Cih!, Menyebalkan"ucap Jian An sambil berjalan dan mengambil batu kristal tersebut.
Memeriksa batu tersebut tak berapa lama Jian An tersenyum bahagia.
"Tak ku sangka ternyata kualitas batu ini lumayan bagus dan memiliki energi yang lumayan banyak padahal Monster itu hanya monster yang lemah"ucap Jian An sambil memasukan batu kristal tersebut ke dalam Ruang Dimensi nya.
__ADS_1
Dan lama setelah itu sebuah portal Dengan energi tak menyenangkan terbuka di depan nya, tak lama sosok raja iblis keluar dari dalam sana dengan ekspresi marah.
"Siapa!, Siapa yang sudah membunuh bawahan setia ku itu!"ucap nya dengan nafsu membunuh yang kuat.
Dengan santai nya Jian An mengangkat tangan nya.
"Aku yang membunuhnya, lalu kau mau apa"ucap Jian An.
Hal tersebut sontak saja membuat raja iblis melihat Jian An dengan marah.
"Kamu manusia rendahan!, berani nya!, Mencari gara-gara dengan ku raja iblis!" Ucap raja iblis membanggakan statusnya.
"......"Jian An tak menjawab dan hanya menatap datar ke arah raja iblis dengan bosan, dalam hati dia berfikir untuk pensiun saja dari pekerjaannya dan menjadi pemalas yang hanya tidur saja.
"Kau!, Tidak menjawab!, Baik!, Seperti aku bertemu dengan manusia sombong, kalau begitu terimalah ku_"ucap raja iblis tersebut namun sebelum dia bisa menyelesaikan ucapannya kepala nya kini sudah meledak.
Rupa nya Jian An baru saja menyetikkan jarinya dan membuat raja iblis mati seketika
"Berisik, aku malas mendengar ocehannya itu, padahal dia kan laki-laki kenapa cerewet sekali sih"ucap Jian An dan mulai berjalan lagi dengan santai.
Kini Jian An bisa melewati semua rintangan dengan mudah yang ternyata rintangan tadi adalah yang paling sulit.
Kalau boleh bilang sih Jian An ingin berkata bahwa sistem keamanan pulau ini sangat aneh, namun begitu berfikir lagi kalau pulau ini hanya tempat kosong dan semua jebakan yang ada terpasang secara alami hal tersebut bukan nya tak mungkin.
Berdiri dia atas batu besar dengan teropong di tangan nya Jian An seperti sedang menatap ke sebuah tempat di mana di sana bisa terlihat dengan jelas kalau ada gunung di sana.
"Apa yang kau maksud gunung itu, ukuran lumayan besar"ucap Jian An sambil terus melihat gunung tersebut dari teropong.
"Benar gunung itu yang aku maksud tuan"ucap Chu Kun.
"Emm~, baiklah karena sudah dekat lebih baik malam ini aku tidur di sini saja rasanya tubuh ku sakit semua"ucap Jian An dan mulai membaringkan tubuhnya yang lelah di atas batu.
Menjadikan ke dua tangan nya sebagai bantal Jian An kini menatap langit malam yang indah, mungkin karena tempat ini jarang di injak oleh manusia dan tentu saja alam di sini masih alami walaupun hewan pun tak ada sama sekali sih.
Tentu saja setelah Jian An melawan monster di depan tadi perjalanan Jian An tak lagi bisa menemukan makhluk hidup entah itu manusia hewan atau pun tumbuhan.
Kalau tumbuhan mungkin Jian An masih bisa bertemu namun itu hanya tumbuhan aneh yang bisa bergerak dan menyerang serta membuat pertahanan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1