
Selamat membaca
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
.........................................
"Jangan tertawa bocah!"ucap Kakek Chen dengan kesal.
"Ah~, baiklah, baiklah, aku akan berhenti tertawa"ucap Jian An yang sekarang sudah berhenti tertawa.
"Aduh~, aduddududuh~..."memegangi pinggangnya Kakek Chen yang sakit, Jian An Yang melihat itu dengan cepat mengeluarkan kursi lagi lantaran tenda dan kursi nya sudah terbang entah ke mana.
"Duduk dulu, Kakek Guru"ucap Jian An sambil mempersilakan Kakek Chen untuk duduk di kursi tersebut.
"Ah~, Jian An sekarang bawa aku kembali ke Perguruan saja"perintah Kakek Chen yang di angguk-i oleh Jian An.
"Baiklah"ucap Jian An dan segera membuka Dimensi Ruang, namun berbeda dengan tadi di mana Jian An yang melangkah, kali ini Dimensi Ruang tersebut malah yang mendekat ke arah Jian An, dan Kakek Chen.
Tak lama mereka telah sampai di kediaman Kakek Chen, melihat matahari senja yang indah dari sana, dan Kakek Chen yang masih duduk di kuris tersebut.
"Kakek Guru Chen, sepertinya aku sudah tak punya waktu untuk menemui Kakak Seperguruan Yang Shui, aku titip salam perpisahan saja ya"ucap Jian An, sambil berbalik melihat Kakek Chen.
"Apa kau harus pergi secepat ini?"tanya Kakek Chen.
"Ya, lagi pula aku sudah terlalu lama di sini, aku harus pergi ke tempat tujuan ku selanjutnya"ucap Jian An.
"Hais~, baiklah, hati-hati di tempat mu nanti"pesan Kakek Chen ke pada Jian An.
"Baik"ucap Jian An dan segera menghilang menjadi serpihan-serpihan cahaya kecil yang terbang menuju sang senja.
Memandang ke arah di mana Jian An pergi.
"Sudah ku duga dia memiliki jalan hidup lebih panjang, aku tak bisa terus menahan nya di sini"ucap Kakek Chen.
Masih tetap di tempat tersebut hingga matahari tenggelam sepenuhnya, langit kini sudah di hiasi oleh ribuan bintang, Cahaya bulan purnama, menerangi malam tersebut.
Namun walaupun malam sudah datang tetap saja Perguruan Bukit Tunggu masih ramai akan aktivitas para murid.
"Semoga kau bisa mencapai apa yang ingin kau capai murid ku"ucap Kakek Chen dan mulai berusaha bangun dari tempat nya duduk.
......................................
Kembali ke Jian An yang kini masih menjadi serpihan-serpihan cahaya kecil kini melaju dengan cepat ke arah salah satu bintang berwarna hijau, dan biru, walau biru lebih mendominasi.
Saat jarak antara Jian An dan bintang tersebut semakin dekat serpihan-serpihan tersebut bersatu di dan meluncur seperti meteor
ke arah bintang tersebut.
BUUMMMMMM.....!!!!!
Mendarat di atas Padang rumput, debu segera bertebaran menutupi tempat Jian An mendarat, hingga lama-kelamaan debu tersebut hilang dan memperlihatkan retakan dengan lubang besar di sana, dan Jian An berdiri di atas nya dengan senyum.
"Tempat ini seperti tak asing"ucap Jian An.
"Tentu saja Tuan, karena ini adalah Bumi"ucap Chu Kun.
"Bumi?, Aku kembali ke Bumi, bagaimana bisa?"ucap Jian An dengan tak percaya.
__ADS_1
"Tak ada yang tak mungkin di Dunia ini, Tuan"ucap Chan Kun.
"Bukan seperti itu, tadi perasaan aku seperti pergi ke salah satu bintang dan tiba-tiba sudah ada di bumi, jangan bilang kalau aku di sini jadi Alien gitu?"ucap Jian An.
"Gak gitu juga konsep nya, Jubaidah, kita itu bukan Alien tapi bisa di bilang kita itu seperti penjelajah Dimensi"ucap Chu Kun.
"Inti nya sama kita Alien, karena sama-sama dari luar bumi, tapi kan jiwa gw dari bumi, berarti gue setengah Alien, setengah bukan dong, eh!"ucap Jian An Yang rada bingung dengan apa yang di katakan nya.
Sedangkan semua yang ada di Ruang Dimensi, langsung tepuk jidat, melihat perilaku Tuan mereka yang bisa di bilang aneh, bin aneh.
"Tapi di bumi ini mau pagi ya?, Padahal tadi gue ke sini kan mau malam"ucap Jian An.
"Ya begitulah, nama nya juga beda tempat beda waktu"ucap Jin Kun.
"Jadi apa yang harus aku lakukan dahulu ya di sini"ucap Jian An sambil bersedekap dada.
"Cari kerjaan, cari uang?"saran Jun Kun.
"Gak butuh gw aja dah kaya buktinya nih di Ruang Dimensi, uang kertas gw banyak"ucap Jian An.
"Terus mau gimana?"tanya Shen Kun.
"Buat identitas palsu dulu kali ya?, gue sekolah gitu di sini?, atau gimana gitu"ucap Jian An.
"Yak!, Sudah di putuskan gue akan mulai buat status di sini sebagai anak yatim piatu"ucap Jian An.
"Anak yatim piatu, Tuan anda tak ingin mengakui Kaisar Li dan Permaisuri Qi Xin An sebagai orang tua anda, bukan kah anda sangat berdosa sekali"ucap Feng Kun.
"Ck, kau pikir ini di mana Feng, ini di bumi jika gue ngomong orang tua gue Kaisar Li pikir mereka percaya, maka dari itu uew mau buat status menjadi anak yatim piatu yang tak tau siapa orang tua nya, dan itu akan lebih menguntungkan ku juga kelak"ucap Jian An.
"Oh..., Baru paham saya"ucap Feng Kun.
"Kenapa harus yang gak ada penghuni nya"tanya Hong Kun.
"Karena gue gak mau masuk panti, gue cuma mau naroh data gue di sana aja gitu, terus buat identitas palsu di kantor polisi, biar gak ketahuan banget lah kalau gue bohong"ujar Jian An.
Akhirnya Jian An melakukan berbagai macam prosedur untuk mendapatkan indentitas dengan mudah.
Keluar dari kantor polisi, Jian An kini baru sadar bahwa dia ada di Indonesia tempat kelahiran nya hanya ssja dia bukan di Jakarta seperti saat menjadi Safa tapi dia ada di kota Pekalongan, kota batik atau bisa juga di sebut kota santri.
"Cari kos-kosan murah ah"ucap Jian An dan mulai berjalan menaiki alat teleportasi umum di sana.
Jian An udah pakai baju Zaman Modern loh, kan di dalam Ruang Dimensi ada banyak
Tempat yang akan di tuju oleh Jian An adalah sebuah toko Handphone, lantaran Handphone nya sudah melayang waktu itu (kejadian di Padang pasir).
Memilih Handphone yang bisa di bilang tak terllau mahal, Jian An kemudian memesan ojek online, dari Handphone nya tersebut.
Sekitar 5 menit menunggu akhirnya ojek yang dia pesan pun datang.
"Bang antar ke hotel terdekat ya"ucap Jian An.
"Loh, neng bukan orang sini ya?"tanya sang tukang ojek.
"Ya, gitu lah bang rencana nya sih mau cari kos-kosan tapi gak terlalu hafal daerah sini juga, jadi ya pilihan terbaik untuk sekarang cuma di hotel"ucap Jian An.
"Oh, mba nya mau cari kos-kosan, saya tau kalau itu, lumayan murah lah"ucap sang tukang ojek.
__ADS_1
"Yang bener tau, kalau gitu saya ganti ke kos-kosan aja gak masalah kan bang?"tanya Jian An.
"Gak sama sekali"ucap bang ojek.
Perjalanan tersebut ternyata memakan waktu sekitar 30 menit, dan sampai lah mereka di kota Kajen.
"Kos-kosan nya yang di mana ya pak?"tanya Jian An.
"Tenang neng bentar lagi juga sampai kok"ucap bang ojek.
Hingga sampai lah mereka di sebuah rumah sederhana.
"Nah di sini neng tempat nya"ucap bang ojek, sambil menunjuk sebuah rumah berwarna hijau.
"Kok, kecil sih"ucap Jian An.
"Ya iya lah orang ini baru rumah pemilik kos-kosan, kos-kosan mah masih ke sana lagi"ucap bang ojek sambil menunjuk jalan depan nya.
"Oh, ya udah makasih bang"ucap Jian An sambil menyodorkan uang RP. 100.000.
"Eh ini kelebihan"ucap bang ojek.
"Anggap aja rejeki buat Abang sama keluarga"ucap Jian An dan segera pergi menuju rumah berwarna hijau tersebut.
"Makasih neng!"teriak bang ojek ke pada Jian An Yang sudah berjalan lumayan jauh, Jian An sendiri hanya melambaikan tangannya ke atas seperti berkata, 'sama-sama'.
Mengetuk pintu rumah tersebut.
"Assalamualaikum"ucap Jian An seraya mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali, hingga akhirnya dari dalam terdengar jawaban.
"Waalaikumsalam"sahut seseorang dari dalam, sambil membukakan pintu.
"Eh, ada apa mba?"tanya orang tersebut yang ternyata seorang perempuan.
"Maaf, itu mba saya mau ngekost"ucap Jian An.
"Oh, silakan masuk dulu"ucap perempuan tersebut mempersilakan Jian An untuk masuk.
Dengan malu-malu, Jian An menuruti hal tersebut, dan duduk di sofa yang bisa di lihat sederhana.
"Jadi mau kost berapa bulan?"tanya perempuan tersebut.
"Untuk sekarang sebulan dulu, mba"ucap Jian An.
"Oh, sebulan palingan RP. 500.000"ucap perempuan tersebut.
Mendengar apa yang di katakan oleh perempuan yang ada di depan nya Jian An secara langsung mengeluarkan uang senilai lima ratus ribu rupiah dari kantong celananya.
"Ini, mba"ucap Jian An sambil menyerahkan uang tersebut, yang di terima dengan sopan oleh perempuan di depan nya.
"Kalau gitu ayo saya antar dulu"ucap perempuan tersebut mengantar Jian An, menuju kos-kosan nya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Maaf banget kemarin gak up, Author butuh istirahat, sama Author pikiran nya lagi garing gitu loh dan maaf juga kalau part ini kurang memuaskan bagi kalian karena jujur aja, Author bingung mau nulis apa.
........................................
__ADS_1
Selamat menunggu Chapter berikut nya kawan semua😂😅.
IG : sukma_761100