EMPEROR OF THE EARTH

EMPEROR OF THE EARTH
Chapter 107


__ADS_3

Efek Baca Novel Terjemahan Di Aktifkan 🗿🙂.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Jian An dengan jelas melihat sosok pemuda tersebut menghampiri pemilik penginapan, dengan ketajaman indra pendengaran nya, Jian An bisa dengan mudah mendengar pembicaraan mereka berdua walaupun jarak nya dan mereka sangat jauh.


"Paman!, Hari aku memiliki sebuah lukisan yang sangat bagus"ucap pemuda tersebut sambil tersenyum.


Pemilik Penginapan yang melihat pemuda yang sering datang ke penginapan untuk sekedar menjual karya nya, menjadi bersemangat saat tau bahwa pemuda tersebut memiliki lukisan baru untuk di beli nya.


Mungkin jarang orang tau nyata nya pemilik Penginapan sebenarnya bukan orang biasa, dia adalah seorang Tuan muda bangsawan nomer satu saat dia muda, saat pergi dia dengan sengaja membawa banyak harta dengan nya.


Selain itu dia juga adalah seorang pendekar sebelum ia memutuskan untuk menetap di desa kecil ini dia sering berpetualang di luar sana, menantang berbagai macam bahaya dan rintangan, bukan hanya itu saja dia juga berburu harta sehingga harta nya tak perlu di ragukan lagi!, Mungkin itu sudah bisa setara dengan seorang pangeran!?


Namun masa-masa itu sudah lewat hingga saat berumur 25 tahun dia menikah dengan orang yang di cintai nya dan sekarang bahkan dia memiliki dua orang anak seorang laki-laki, dan perempuan.


"Shen Quan!, Akhirnya anda datang juga saya sudah lama menunggu!, Cepat perlihatkan pada ku lukisan seperti apa yang kamu bawa?"ucap nya mendesak Shen Quan.


Shen Quan yang melihatnya tentu saja senang, paman pemilik Penginapan ini begitu menghargai nya sehingga dia dengan senang hati menjual beberapa lukisan nya ke pada pemilik penginapan.


"Tenang lah paman, aku sudah membawanya, ini di sini"ucap Shen Quan sambil memperlihatkan sebuah lukisan tebing yang curam dengan air mancur, tak lupa dengan hiasan bebatuan di bawah dengan ikan yang berenang di dalam nya, serta seekor rusa yang nampak sedang minum air di sana, bukan hanya itu langit yang biru dengan awan tergores dengan indah.


Burung-burung bisa di lihat berterbangan di langit bukan hanya di langit beberapa juga ada di pohon-pohon sekitar sungai, hutan lebat yang di buat juga nampak asri, sehingga seolah-olah lukisan tersebut membawa siapa yang melihat nya ke dalam keadaan di dalam lukisan.


Pemilik Penginapan yang melihat itu tak bisa untuk tidak terpesona, pemuda di depan nya ini memang tampil, bahkan sekarang diri nya seperti bisa mendengar suara kicauan burung serta air mancur yang deras, serta perasaan segar seperti tertiup angin.


Hanya ada satu kata untuk menggambarkan lukisan itu....


"Sempurna!, Jadi anak muda berapa banyak yang anda mau?"tanya pemilik Penginapan, dengan perasaan puas yang bisa di lihat di wajah nya.


"Seperti biasa nya saja paman"ucap Shen Quan


"Baik, baik, tunggu di sini sebentar saya akan segera kembali"ucap pemilik penginapan sambil berjalan masuk ke dalam dengan tergesa-gesa.


Di sisi lain Jian An juga tertarik akan lukisan lagi pula saat ia memikirkan nya dengan sungguh-sungguh dia ingin membawa hadiah untuk Kakek Guru nya, untuk kakak seperguruan tidak perlu, dia sudah dewasa jadi bukan kah dia bisa merawat diri nya sendiri?, namun sepertinya tak sopan jika mengambil hal yang sudah di klaim milik orang lain.


Jadi hal yang bisa lakukan adalah mendekat dan berbicara dengan Shen Quan tersebut agar mau membuat lukisan untuk nya.


Berjalan mendekat Jian An memanggil Shen Quan tersebut dengan lumayan sopan.


"Tuan muda, saya lihat anda memiliki lukisan yang bagus, saya ingin tau apa nona ini bisa memiliki nya?"tanya Jian An dengan sopan dia bahkan memakai bahasa formal.

__ADS_1


Untuk beberapa saat Shen Quan tersebut terpesona akan keindahan yang da pada Jian An namun dia segera sadar dan membalas dengan sopan di sertai senyum yang indah di bibir nya.


"Maaf nona, tapi lukisan ini sudah di beli oleh paham Wang"ucap Shen Quan tersebut sopan.


Mendengar nama yang di sebutkan itu Jian An secara tak langsung tau bahwa pemilik Penginapan bernama paman Wang.


Memasang ekspresi sedih di wajah nya, dalam hati Jian An berkata, 'sulit untuk membujuk nya', karena pemuda


di depannya sudah berkata begitu Jian An tak memaksa.


"Begitu ya, sayang sekali, lalu Tuan muda jika saya ingin anda untuk membuat kan saya satu lukisan apa anda mau?"tanya Jian An lagi jelas sekali wajah serta wajah nya yang penuh harap.


"Ini_" jelas sekali bahwa Shen Quan di depan nya ragu, jadi dengan cepat Jian An mengatakan hal yang mungkin bisa mengubah pikirannya.


"Tuan muda tenang saja saya akan membayar di muka, saya akan memberi 25 koin emas untuk awal nya dan jika saya puas akan hasil nya maka saya akan menambah kan nya, bagaimana apa anda setuju?"ucap Jian An tawar menawar.


Mendengar 25 koin emas di muka wajah Shen Quan tersebut langsung berbinar dan tanpa berfikir lagi dia langsung menyetujui nya.


"Baik 25 koin emas di muka, saya setuju"ucap Shen Quan.


"Baik kalau begitu berapa banyak waktu yang anda perlukan untuk membuat lukisan saya?"tanya Jian An.


"Tak lama hanya butuh waktu satu hari untuk membuat nya, asalkan anda memberi saya gambar tentang lukisan yang anda inginkan"ucap Shen Quan.


"Tentu saja saya mengetahui nya bagaimana mungkin saya tak mengetahui perguruan tersebut"ucap Shen Quan dengan bingung.


"Kalau begitu, apa anda sudah pernah pergi ke sana?"tanya Jian An lagi.


"Ya, dua Minggu yang lalu saya ke sana untuk mendaftar kan adik saya"ucap Shen Quan.


"Bagus, kalau begitu lukis perguruan itu dari bawah"ucap Jian An.


"Baik nona"ucap Shen Quan.


"Ini 25 koin emas untuk awal, aku harap kau bisa menyelesaikan nya besok"ucap Jian An sambil memberikan kantong uang dengan isi 25 koin emas.


Shen Quan menerima nya dengan senang hati.


"Baik nona akan saya usahakan agar besok sudah selesai"ucap Shen Quan dengan mata yang masih belum bisa berpaling dari kantong uang di tangan nya.


"Kalau begitu aku akan pergi dulu, nama ku Jian An, besok jika ke sini bilang saja bahwa itu milik ku"ucap Jian An dan segera kembali ke tempat duduk nya, rencananya harus Jian An atur ulang, karena dia akan menginap satu malam lagi di sini.

__ADS_1


"Ayo sekarang"ucap Shen King ke pada ketiga teman nya yang lain nya.


"Iya sebentar"ucap Xiao Nan sambil merapikan baju serta wajah nua agar terlihat lebih baik.


"Ck, terlalu lama"ucap Dong Gan sambil berdiri dan berjalan dengan cepat ke arah Jian An.


Jian An yang duduk di seberang tentu saja menyadari pergerakan mereka secara tiba-tiba, namun dia sama sekali tak merasa ada nya niat buruk dari ke empat murid tersebut, sehingga dengan tenang Jian An tetap duduk dengan anggun.


Beberapa langkah dari Jian An Dong Gan dengan cepat melambatkan langkah nya dan dengan sopan menyapa Jian An.


"Senior, maaf sebelum nya jika mengganggu"ucap Dong Gan sambil membungkuk sopan, melihat Itu Jian An yang hendak minum mengangkat satu alis nya.


"Ya, tak apa"ucap Jian An dengan ringan.


"Senior boleh kah saya bertanya?"ucap Dong Gan lagi dengan nada sopan.


"Bertanya apa?"tanya Jian An balik nada nya jelas tenang, tenang, dan tenang, sehingga membuat Dong Gan nyaman.


"Apa senior mengenal perguruan Bukit Tinggi?"tanya Dong Gan secara jelas.


Mendengar apa yang di katakan oleh Dong Gan, alis Jian An sedikit mengerut, jelas sekali bahwa Dong Gan ini ingin mengorek informasi dari nya.


Namun dengan tenang lagi Jian An berkata.


"Tentu saja, bagaimana mungkin saya tak mengetahui nya, Perguruan Bukit Tinggi adalah perguruan terkenal di daratan ini"ucap Jian An, mengatakan seakan-akan dia adalah orang luar yang bahkan tak ada hubungannya dengan perguruan Bukit Tinggi, namun dia mengagumi Perguruan tersebut, nyata nya berbanding balik di mulut nya hati nya berteriak.


'Perguruan itu di buat dengan jerih payah dari diri nya, Guru serta Senior nya bagaimana dia tak kenal dan tak memiliki hubungan sama sekali!' dalam hati Jian An diam-diam juga memakai Dong Gan dengan satu kata 'Bod0h!'


Mendengar jawaban dari Jian An Dong Gan tak visa untuk menunjukkan ekspresi kecewa di wajah nya, tentu saja ekspresi itu di tangkap oleh mata tajam Jian An.


"Begitu ya, maaf kan aku Senior saya kira anda adalah pendiri ke tiga perguruan kami"ucap Dong Gan dengan jelas.


Kata-kata Dong Gan seperti Sambaran petir bagi Jian An, pantas!, Pantas!, Saja dia merasa kenal dengan model, dan bahan dari baju yang ke empat murid itu kenakan ternyata itu dari nya sendiri!.


Dan apa itu barusan dia bahkan membohongi murid Perguruan nya sendiri!, Sungguh perilaku tak terpuji!.


Tapi karena sudah terlanjur tak mungkin Jian An tiba-tiba berkata bahwa dia adalah pendiri ketiga yang di sebutkan oleh Dong Gan, lagi pula nanti mereka akan tau sendiri saat dia sampai di perguruan.


Dengan senyum canggung yang di paksa Jian An berkata.


"Junior tak masalah jika anda salah mengenali saya, tapi lain kali tolong kenali dengan jelas siapa pendiri ketiga perguruan anda itu"kata-kata jelas bermakna ganda.

__ADS_1


Satu sisi berkata bahwa Dong Gan tak terlalu baik dengan mengenali orang lain sebagai Pendiri ketiga perguruan Bukit Tinggi, satu sisi lagi cara sengaja menyindir Dong Gan yang bahkan ragu akan Jian An yang seorang pendiri ketiga perguruan Bukit Tinggi.


__ADS_2