
Pertarungan terus berlanjut hingga pada akhirnya Jian An bosan karena ia harus duduk di dalam kereta, dan itu membosankan.
Padahal ia berharap untuk sampai di Kekaisaran Han, dan pergi tidur di kasur empuk yang nyaman.
Karena lama menunggu ia akhirnya keluar dari dalam kereta dan ikut membantu Prajurit yang sudah kewalahan.
Kaisar, Permaisuri, dan Putra Mahkota yang melihat Jian An turun dari keretanya kaget, jantung mereka seketika seperti berhenti ketika melihat Jian An melawan para Perampok itu dengan mudah nya.
Sedangkan Selir Li Yuyu dan Putri Li Bo Doh berharap Jian An mati dan tak akan pernah kembali di hadapan mereka, namun realita lebih menyakitkan mereka berdua dan lebih mendukung Jian An, karena pada kenyataan nya Jian An dapat menghindari semua serangan dengan mudah dan juga dapat membunuh para Perampok hanya dengan batu kerikil yang di simpan oleh Jian An di tangan nya.
Jian An kini melemparkan batu kerikil dari tangannya menuju kepal para Perampok yang berhasil langsung memecahkan kepala para Perampok tersebut.
Jumlah para perampok pun berkurang dengan derastis,
Jian An saat ini tidak berada di tanah namun ia berada di atas keretanya.
Namun tak berapa lama batu yang ada di tangan nya habis dan ia menjadi sangat kesal.
'Hai, apa - apaan ini, ayolah aku sedang bersenang - senang kenapa senjataku habis aku hari ini sungguh sangat malas untuk bertarung lansung'ucapnya dalam batin.
Tak berapa lama ia mendapat kan ide, H
hay kenapa ia tak mengalirkan pistol saja dari ruang di Mensi nya bukan kah itu akan lebih baik dari pada harus memungut batu kerikil dan melempar mereka semua dengan tenaga yang lumayan besar untuk membuat kepala mereka pecah.
Dia sungguh mencemoh diri nya sendiri kenapa hal simpel macam ini ia tak bisa menyelesaikannya.
Tak berapa lama muncul lah sebuah pistol volt 1911, di tangan kanan dan kirinya.
Sementara para orang yang di sana sangat bingung dengan apa yang di pegang oleh Putri Li Jian An, namun itu semua tak berlaku bagi Ming Meng, Qian He, dan Yu Mei, tentu saja karena mereka sudah tau bahwa itu adalah pistol.
Kening Jian An berkerut, eh kenapa yang keluar ini???. namun ia tak memperdulikannya ia hanya menembak para pe6ramapok tersebut dan tak butuh waktu lama akhirnya semua Perampok habis tak tersisa.
Akhirnya mereka semua melanjutkan perjalannya untuk mencari tempat istirahat sementara waktu.
Dan juga hari mulai gelap, dan mereka belum istirahat dari kemarin, karena mereka ingin sampai di Kekaisaran Han lebih cepat.
Para Prajurit langsung membuat tenda di sebuah tempat yang luas.
__ADS_1
..........
Skip.
Jian An saat ini tengah berada di tenda nya dengan bersama Yu Mei, Ming Meng, dan Qian He.
"Eh, kok gue gak sabar ya sampai di Kekaisaran Han, di sana pasti banyak pemuda tampan"ucap Ming Meng kegirangan.
Yang membuat ke tiga orang lainnya menatap nya dengan pandangan aneh, yang mereka dengan sangat - sangat jelas di wajah mereka.
Ming Meng yang menyadari pandangan mereka menjadi tak nyaman, dan mengerutkan keningnya.
"Huh, kenapa dengan wajah kalian itu, kenapa memandangku dengan eskpresi seperti itu" ucap Ming Meng sambil mendengus kesal.
"Lo kagak salah minum obat kan"tanya Jian An sambil memeriksa suhu di kening Ming Meng dengan ketiaknya.
Ming Meng yang memperhatikan itu menjadi kesal.
"Apakah, kening gue ini, lo sama in sama ketiak lo, apa"ucap Ming Meng dengan wajah galak, serta mata yang melotot.
Jian An dan yang lain memandang Ming Meng aneh juga bukan tanpa alasan, pasalnya Ming Meng adalah salah satu perempuan di yang tak terlalu menyukai pemuda tampan tapi kali ini yang ada di depan mereka adalah Ming Meng yang menyukai pemuda tampan, apa lagi ia bertindak alay.
Jika ia benar meminumnya maka akan menjadi masalah bagi Jian An, untuk menyembuhkan nya.
"Apa kalian pikir gue minum obat salah, tentu saja tidak karena dari kemarin gue kagak minum ramuan apa - apa"ucap Ming Meng sambil melihat eskpresi mereka satu persatu.
Yah, akhirnya mereka bertiga menemukan jawabannya, ini semua karena Ming Meng telat minum obat sehingga ia menjadi geser sedikit.
"Sepertinya kita harus cepat membuat Ming Meng meminum obatnya"ucap Qian He.
"Lo bener banget"ucap Yu Mei menimpali.
"Kalau gitu ayo kita bikin obat untuk Ming Meng agar otaknya tak geser lagi"ucap polos Jian An, yang langsung membuat bom di depan mereka langsung meledak.
BOMMM...
Jian An dan yang lainnya menyadari bahwa da sesuatu yang baru saja meledak langsung merasa dingin di belakang punggung mereka, bulu kuduk mereka seketika berdiri tegak, mereka langsung menelan ludah mereka dengan barat, entah apa yang akan terjadi berikutnya hanya Tuhan dan sang pelaku lah yang tau.
__ADS_1
Namun yang jelas sesuatu yang akan terjadi berikutnya adalah sesuatu yang buruk dan itu semua berhubungan dengan orang yang ada di depan mereka yaitu: Ming Meng.
Apa mereka masih menganggap ia gila, yang benar saja, aku tak akan melepaskan kalian kali ini!!!.batin Ming Meng kesal setengah mati.
........
Skip.
Malamnya mereka semua tidur dengan nyenyak namun tidak dengan Jian an, Dan temanya kecuali Ming Meng yang saat ini tengah tidur dengan nyaman di kasur miliknya sendiri.
Mereka benar - benar tak akan membuat Ming Meng marah lagi atau mereka tak akan tidur dengan tenang.
Mereka masih ingat akan hukuman yang di berikan Ming Meng kepada mereka.
Mereka langsung bergidik ngeri, tapi setelah Jian An pikir bahwa hukuman dari ming Meng tak ada apa - apa di banding dengan hukuman yang dulu pernah ia terima, saat melakukan pelatihan untuk menjadi seorang Agent yang hebat.
Padahal waktu itu ia hanya melakukan kesalahan kecil saja namun, Ketua pelatihan langsung menghukum nya dengan sangat berat sekali bahkan ia hampir saja menyerah jika ia tak memiliki tekat yang kuat.
Di mana waktu itu ia langsung di kirim ke sebuah lautan yang bahkan tak ia ketahui di mana ia waktu itu.
Dan hukuman yang ia terima hampir membuat, para Guru dan Murid hampir mati berdiri.
Hukuman nya adalah ia harus mengkap setidaknya satu hiu putih di lautan itu.
Tentu saja hukuman yang ia terima di tentang keras oleh para Guru yang lainya namun mereka tak dapat membantu banyak.
Karena jika ucapan Ketua sudah bulat ia tak akan pernah lagi menarik apa yang sudah ia katakan, ia juga berkata bahwa Jian An adalah Murid yang berbakat dan hebat jika ia tak dapat menangkap hiu putih maka sebaiknya ia tak usah menjadi seorang Agent.
Jika mengingat itu entah mengapa membuat Jian An ingin sekali membunuh Ketua itu padahal saat itu ia baru berumur 10 tahun.
.......................
**JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN, DAN SHARE YA.😊😊😁
OK AUTHOR MALAM INI KAN UP BANYAK SEPERTI JANJI AUTHOR KARENA MALAM INI ADALAH JUMAT KELIWON.
YANG ADA DI RUMAH SENDIRIAN HARAP HATI², DAN JANGAN PERNAH NENGOK KE BELAKANG,🦇🦇
__ADS_1
AUTHOR KELAWAR🦇🦇**