
bunga lotus itu terus saja bergerak hingga sampai lah di sebuah sungai yang tenang di daerah kekaisaran Li.
Jian an yang sedang tidur di dalam bunga itu terbangun, tepat saat Jian an membuka mata nya kuncup bunga lotus itu juga terbuka.
Jian an menengok ke samping dan ia bisa melihat bahwa kelambu yang tadi malam telah hilang dan sekarang ia bisa melihat Delvin yang masih tertidur nyeyak sambil memeluk bantal guling nya.
(sungguh serasa di rumah sendiri!!)
Jian an kemudian turun dari bunga lotus tersebut dan mulai mencari tempat yang cocok untuk dia mandi pagi.
setelah mandi ia pergi kehutan untuk berburu.
dan kini ia telah mendapatkan dua ekor kelinci yang gemuk - gemuk.
Jian an berjalan ke arah sungai itu, dan ia bisa melihat Delvin yang sudah turun dari bunga lotus, yang sekarang ini sedang mencuci mukanya.
"oh, udah bangun bangbank"ucap Jian an bermaksud menyindir.
"apa sih Lo ganggu aja pagi - pagi'ucap Delvin yang masih fokus membasuh wajahnya.
"lagian jam berapa ini jam berapa, baru bangun, enak bener sih hidup Lo, kan ayah gue nyuruh Lo buat jagain gue, eh ini malah sebaliknya!!"ucap Jian an.
"ya, gak ada guna nya juga jagain Lo, karena Lo pasti akan selamat dalam hal apa pun, gue yakin 100 persen dah"ucap Delvin.
"wih, dapet kelinci dari mana Lo, imut banget pelihara boleh lah"ucap Delvin yang sekarang ini menghampiri Jian an Dan langsung mengambil dua kelinci yang di tenteng Jian an ke dalam pelukan nya.
"enak aja, ini mau gue masak ya"ucap Jian an sambil merebut kembali dua ekor kelinci tersebut dari Delvin.
"ya, elah, tuh kelinci imut banget Jian an, biar kan mereka berdua jadi binatang peliharaan gue"ucap Delvin sambil berusaha merebut dua kelinci yang sekarang ini di pegang oleh Jian an.
"apa sih lo,"ucap Jian an sambil berusaha agar dua kelinci tersebut tak jatuh ke tangan Delvin.
"dasar Lo kagak ada akhlak itu dua kelinci gak salah sama Lo kenapa Lo mau masak tuh dua kelinci"ucap Delvin yang sekarang ini masih merebut dua kelinci tersebut.
dan terjadilah aksi rebut - rebutan antara Jian an dan Delvin gara - gara dua ekor kelinci tersebut yang di mana satu kubu ingin menyelamatkan dua kelinci tersebut, dan yang satu nya ingin memasak dua kelinci tersebut.
hingga akhirnya pertarungan tersebut di menangkan oleh Delvin, segera saja Delvin memeluk ke dua kelinci tersebut dengan sayang.
Jian an yang melihat tersebut mendengus keras, ia sudah tak ada mood lagi untuk bertarung dengan Delvin hanya karena kelinci, ia sudah bosan, karena dia tau akhirnya yang kalah akan tetap ia sendiri.
dengan perasaan jengkel Jian an duduk di atas batu besar yang tak jauh dari tempatnya tadi berdiri.
karena lapar ia pun mengeluarkan makanan dari dalam ruang dimensi nya yang membuat Delvin bingung.
dari mana Jian an mendapatkan makanan tersebut??.
Jian an memakan makanan tersebut dengan nikmat tanpa membagi nya ke Delvin, yang tentu saja membuat Delvin meneteskan air liur nya.
"Jian an, bagi napa gue juga laper"ucap Delvin.
"mau"ucap Jian an sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan kepada Delvin.
Delvin yang melihat itu senang dan segera membuka mulutnya, saat makanan sudah hampir masuk ke dalam mulut Delvin tiba - tiba.
"tapi beli sendiri"ucap Jian an Sambil menarik lagi sendok berisi makanan tersebut dan memakan nya sendiri.
Delvin yang merasa di permainkan langsung mendengus sebal.
"anda berani"ucap Delvin marah.
Jian an yang saat ini sedang menyendok kan makanan ke dalam mulut nya langsung menolehkan pandangannya ke arah Delvin yang sekarang ini berdiri dengan wajah marah.
Jian an pun mendekat ke arah Delvin dan memegang dahi milik Delvin dan dahi nya sendiri.
"enggak panas, tumben Lo Vin ngomong pakai bahasa formal"ucap Jian an tanpa bersalah.
"cih"dengan berbalik ke arah hutan.
"mau kemana Lo, tadi di sana sprit beast Lo gak bakal bisa melawan mereka semua"ucap Jian an memberi peringatan.
__ADS_1
"saya tidak perduli, saya lapar dan saya harus mencari nya sendiri"ucap Delvin dengan gaya formal nya, sambil terus berjalan ke arah hutan.
Jian an yang melihat Delvin memang marah hanya bisa menghela nafas.
'kenapa laki - laki ini seperti perempuan sukanya ngambek, kan seharusnya gue yang ngambek kan gue perempuan kok jadi dia sih, serasa dunia terbalik dah'batin Jian an.
"ok, ok, Lo makan aja makanan ini"ucap Jian an Sambil menyodorkan makanan yang baru saja ia ambil dari ruang dimensi.
"saya sudah tak memiliki selera memakan, makanan dari anda, saya mau mencari sendiri"ucap Delvin.
"ih, makan aja sih, kalau Lo ke dalam hutan terus Lo gak sengaja ke temu sprit beast, nanti gue yang susah Vin, Lo makan makanan ini aja ya"bujuk Jian an.
ia mah Tak mau susah melawan sprit beast, cuma gara - gara Delvin yang keras kepala ini.
"kagak mau"ucap Delvin sambil berlari ke dalam hutan.
Jian an yang melihat itu hanya menghela nafas dan berteriak.
"dasar keras kepala!!!!!!!!"teriak Jian an.
setelah berteriak itu Jian an pun melanjutkan makannya, namun sekitar 5 menit sesudah itu ia mendengar suara hewan sprit beast mengamuk.
GROAAA.......
mendengar itu sendok yang akan masuk ke dalam mulut nya langsung jatuh.
ia ingat kalau Delvin belum kembali ia sungguh sangat khawatir bagaimana pun Delvin sekarang sudah ia anggap temannya walau pun hanya sedikit rasa pertemanan nya si!!.
Jian an pun langsung melesat dengan cepat ke arah hutan dan menuju ke arah di mana sprit beast itu berada.
ia berdoa semoga saja di sana tak ada Delvin,kalau ada kan berabe.
.....,...................
dan kini ia telah sampai di tempat di mana sprit beast itu bertarung ia bisa melihat banyak sekali sprit beast yang sudah terjatuh mengenaskan namun ia juga melihat seorang laki - laki yang sudah tak berdaya yang sekarang ini tergeletak di tanah.
sedangkan di depannya, terlihat seseorang sprit beast yang mendekat ke arah laki - laki tersebut.
yah laki - laki itu adalah Delvin, Jian an yang melihat itu pun menggunakan elemen api nya untuk membakar sprit beast itu.
dan dalam satu serangan sprit beast itu hangus terbakar.
Jian an pun mendekat ke arah Delvin tergeletak lemah di tanah.
ke adaan Delvin sekarang sangat mengenaskan tubuh yang berlumpuran darah luka yang ada di sana - sini.
melihat ke adaan Delvin Jian an menangis ia merasa sudah menjadi rival yang tak berguna sama sekali.
Jian an langsung memeluk Delvin sambil menangis keras, Delvin yang mendengar Jian an menangis keras kaget, pasal nya ini baru pertama kali nya ia mendengar Jian an menangis begitu keras.
"hiks, hiks kan gue dah bilang Vin gak usah ke dalam hutan di hutan itu banyak sprit beast Lo ngeyel banget si"ucap Jian an sambil menangis dan masih memeluk Delvin dengan erat.
Delvin yang mendengar itu bingung apa yang harus ia lakukan, ia pun hanya bisa membalas pelukan Jian an Dan mengangkat tangan nya untuk mengelus lembut Surai milik Jian an.
ia sungguh meniru gerakan yang pernah ia lihat saat ia sedang menonton drama.
"ma maafin gue Jian an, gu e ceroboh"ucap Delvin lemah.
"lepasin gue Jian an malu di lihat orang"ucap Delvin lagi.
Jian an yang melihat itu langsung mengangkat wajah nya namun masih tetap memeluk Delvin, agar ia bisa melihat wajah Delvin, dan berkata.
"gak mau biar kayak gini aja terus sampai kekaisaran Li, biar Lo gak kabur"ucap Jian an dan langsung melakukan teleportasi menuju kekaisaran Li.
tak seberapa lama akhirnya mereka sudah sampai di dalam kamar Jian an.
Delvin yang baru saja mengalami gimana rasanya ber teleportasi hanya mematung, dan langsung menurunkan pandanganya untuk melihat Jian an yang sekarang ini memandangnya dengan mata berlinang air mata.
"Lo yang lakuin ini semua"ucap Delvin.
__ADS_1
"ya"ucap Jian an singkat, yang langsung melepaskan pelukannya.
"sana Lo mandi terus ganti baju"ucap Jian an kepada Delvin sambil melempar hanfu laki - laki yang entah dari mana datangnya.
Delvin pun menerima nya dan langsung menuju kamar mandi dan mandi di dalam.
sedangkan Jian an ia langsung berganti pakai di dalam ruang dimensi dan ia keluar dengan pakaian yang rapih.
dan di atas adalah pakaian yang kini di pakai Jian an.
Tak lama Delvin pun keluar dengan memakai hanfu yang tadi di berikan oleh Jian an.
"eh, kira - kira rombongan kaisar Li udah sampai apa belum ya"tanya Delvin ke Jian an.
"palingan bentar lagi"ucap Jian an.
Dan benar saja tak lama terdengar suara seseorang yang berteriak.
"YANG MULIA KAISAR LI BESERTA ROMBONGANNYA TIBA" ucap orang tersebut.
"kan apa aku bilang ayo ke sana"ucap Jian an sambil memegang tangan Delvin dan menarik nya untuk menyambut kaisar Li.
Delvin yang di tarik hanya bisa pasrah.
dan sampailah mereka di depan aula penyambutan, di sana Delvin dapat melihatnya dengan jelas seberapa ramai nya penyambutan itu.
Jian an menarik Delvin ke bagian paling depan di mana seharusnya para anggota kekaisaran Li berada saat melakukan penyambutan.
Jian an melakukan penyambutan tersebut tanpa melepas genggaman tangan nya, Delvin yang di genggam tangan nya berusaha melepaskannya.
namun bukan Jian an jika melepaskannya tanpa bersenang - senang dahulu.
semakin Delvin berusaha melepaskannya semakin Jian an berulah.
Delvin berusaha melepaskan genggaman tangan nya ia malah memeluk lengan Delvin, Delvin berusaha melepaskan pelukannya pada lengan nya Jian an malah memeluk Delvin dari samping.
...............
kan ba*ot(author)
........................(Jian an, senyap tanpa menjawab)
...............
Delvin yang melihat itu langsung memerah apa lagi ia kini bisa mendengar Jian an yang cekikikan dan melihat Jian an menjulurkan lidah nya ke arah nya.
ia hanya bisa pasrah dan menunduk kan kepala nya untuk menyembunyikan wajah nya yang memerah.
Jian an yang melihat itu hampir saja tertawa keras namun ia langsung menahannya.
untung saja ia tadi sempat memasang formasi agar semua kegiatannya dan Delvin tak dapat di lihat oleh orang lain.
yah mereka semua hanya bisa melihat Delvin dan Jian an berdiri dengan sopan untuk menyambut kaisar Li beserta rombongan.
setelah puas menggoda Delvin, Jian an langsung melepaskan pelukannya, walau pun ada perasaan tak rela si.
entah kenapa setelah kejadian ia memeluk Delvin di hutan barusan ia jadi ingin meluk Delvin terus, entah mengapa rasa nya itu nyaman sekali.
tak lama terdengar suara Kasim berteriak keras.
"YANG MULIA KAISAR LI BESERTA ROMBONGAN TIBA" teriak Kasim tersebut.
Jian an dan Delvin pun langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah di mana rombongan kaisar Li.
.................
***SEGINI DULU YA, NIH KAYAK NYA AUTHOR MAU CEPAT - CEPAT BONGKAR SEMUA KEBUSUKAN DARI SI SELIR LI YUYU DAH, SOALNYA KAN JIAN AN MAU MENGEMBARA MENCARI PECAHAN JIWA NYA.
__ADS_1
JANGAN LUPA BUAT LIKE ,VOTE, KOMEN, DAN SHARE KE TEMAN² KALIAN😊😁
BY👋👋👋👋👋***