Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 11


__ADS_3

Happy reading guys 😘.


......................


"Baru beberapa bulan tinggal di Indonesia kembali, kenapa bicara kak Michael seperti orang-orang Indonesia, yang sukanya memberi nasehat. Dan lama-lama kak Michael sudah bisa menjadi penceramah," ucap Sandra meledek Michael yang berkali-kali memberikan wejangan pada Sandra yang menurutnya menganut pergaulan bebas.


Orang bicara yang benar, dengarkan nasihat orang yang lebih tua! kapan kau berubah, aku bertemu dengan Om Hendra dua hari yang lalu. Om bilang kau itu terlalu boros,"kata Michael.


"Ternyata kak Michael mau bertemu denganku, karena Papa yang minta?" Sandra mendengus kesal, karena Michael menerima undangan makan malamnya karena ada campur tangan Papanya.


"Kau pasti tidak tahu kan?"


"Tidak tahu apa, kak?" tanya balik Sandra.


"Perusahaan Om Hendra sedang bermasalah?"


"Hah! perusahaan Papa bermasalah? kenapa aku tidak tahu?"


"Karena kau tidak perduli dengan keluargamu! kau terlalu asik dengan duniamu dengan teman-temanmu yang tidak benar di luar negeri. Lebih baik kau bantu Om Hendra, untuk apa kau di luar negeri. Jika kuliahmu saja sudah drop out," ejek Michael.


"Waduh... ! dari mana kak Michael tahu aku dikeluarkan dari universitas? apa ada yang mengatakan padanya?" pertanyaan dalam benaknya Sandra.


"Aku tidak bisa lama-lama, apa yang ingin aku katakan sudah aku katakan. Pikirkan apa yang aku katakan itu," kata Michael. Dan tanpa menunggu apa yang akan dikatakan oleh Sandra, Michael bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan private yang dipesan oleh Sandra.


"Loh... koq aku ditinggal kak Michael!" seru Sandra.


......................


Setelah sibuk selama dua hari membantu ibunya menyelesaikan pesanan kue. Hari ini Cinta bersama-sama dengan Ayana berjanji untuk berjalan-jalan ke Mall, setelah selesai kuliah.


"Tumben ngajak jalan-jalan, biasanya tidak ada waktumu untuk berjalan-jalan dengan ku. Kemana dengan mas tersayang, kemana tuh si Mas?" tanya Ayana.


"Mas Andrew sedang pulang kampung, katanya hanya sehari. Ini sudah dua hari tidak ada kabar."


"Karena tidak ada dia, baru kamu butuh aku.."


"Hi..hi..." Cinta tertawa kecil mendengar perkataan Ayana.


"Perutku lapar, Cin! makan dulu ya, nanti kita nonton. Mau? ada film baru yang tayang di bioskop," kata Ayana.


"Baru jam berapa ini? kau sudah lapar... ?" Cinta melirik Ayana sekilas.

__ADS_1


"Lambung aku tadi pagi hanya diisi roti, sekarang minta diisi lagi." Ayana mengandeng Cinta untuk memasuki restoran yang ada di dalam Mall tersebut.


Mereka mencari tempat duduk disudut yang agak jauh dari keramaian.


Saat menunggu pesanan mereka datang, Ayana membahas hubungan Cinta dengan Andrew.


"Bagaimana hubungan mu dengan kang Mas Andrew mu itu ?" tanya Ayana.


"Baik, kenapa? Apa ada yang kau ketahui tentang Mas Andrew ?" tanya Cinta.


"Tidak ada, apa yang aku tahu mengenai kang Mas Andrew. Aku tidak kenal betul dengannya, penasaran saja. Kau dan dia kan jarak umur kalian lumayan jauh tuh... Apa kau bisa mengimbangi pola pikirnya," tutur Ayana.


"Saat ini, aku masih bisa berkomunikasi normal dengan Mas Andrew. Dia tidak menyuruh aku untuk mengikuti pikiran dewasa, jarak umur kami tidak jauh. Aku sudah 20 tahun. Sedangkan Mas Andrew 30 tahun," kata Cinta.


"Sepuluh tahun, tidak jauh amatlah... Si amat dengan si amit juga jauh, mereka bisa kompak," kata Ayana bergurau.


"Apa hubungan amat dengan amit?" tanya Cinta.


"Ada, mereka sepupuan... he... he..," ucap Ayana diakhiri dengan kekehan kecil dari mulutnya.


"Garing.... !"


"Cuma yang aku risau kan saat ini, sudah dua hari Mas Andrew tidak menghubungiku. Katanya dia dikampung hanya untuk menjemput kedua orangtuanya," tutur Cinta.


"Kau.." ucapan Ayana terputus, karena makanan yang mereka pesan sudah tiba.


"Kau sudah menghubunginya.." Ayana melanjutkan ucapannya.


"Sudah, handphone-nya selalu di luar jangkauan," kata Cinta sambil mengaduk-aduk makanannya yang ada dihadapannya.


"Mungkin dia sibuk, setelah pulang kampung. Apa lagi dia kerja makan gaji. Sudah seharusnya dia fokus pada kerjaannya, jangan sampai dia akan dituduh makan gaji buta,"kata Ayana.


"Mungkin.."


"Sudahlah, makan tuh makananmu. Jangan diaduk-aduk begitu." ucap Ayana, saat melihat Cinta hanya mengaduk-aduk makanannya.


"Sudah tidak selera." Cinta mendorong makanan yang dipesannya, menjauh dari hadapannya.


"Tidak selera juga harus makan, apa kau mau sakit. hanya gara-gara memikirkan kekasih hatimu itu..," kata Ayana.


"Makan! sayang tidak di makan sudah di order. Di luar sana masih banyak orang yang tidak dapat makan yang kenyang, jangan buang-buang makanan," kata Ayana dengan mendorong makanan yang di pesan Cinta kedepannya.

__ADS_1


"Kau seperti Mak tiri saja," kata Cinta.


"Aku bukan Mak tiri, kalau aku Mak tiri yang jahat tadi, mungkin kau sudah tidak dikasih makan," balas Ayana.


Tiba-tiba pandangan mata Ayana mengernyit memandang kearah pintu restoran.


"Bukan kah itu pacarmu, Cinta ?" mata Ayana melihat kearah pintu restoran.


"Mana..?" tanya Cinta.


"Tu.." tunjuk Ayana dengan mengerucutkan bibirnya kearah dua pria yang ingin keluar dari restoran tempat Cinta dan Ayana sedang menikmati makan siang.


Mata Cinta melihat kearah mata Ayana, dan dia melihat Andrew dengan seorang pria sedang melangkah keluar dari dalam restoran.


"Iya.." Cinta langsung bangkit, dan berlari kecil menuju ketempat Andrew berada.


"Mas... Mas Andrew.." panggil Cinta, tetapi orang yang dipanggilnya tidak mengindahkannya. Mereka asik berbincang serius seraya melangkah.


"Mas Andrew.." Alana memegang lengan Bayu, setelah dekat dengannya.


"Nona..!" orang yang bersama Andrew menarik tangan Cinta yang memegang lengan Andrew.


"Apa yang kau lakukan, aku adalah kekasihnya..!" ucap Cinta kepada orang yang bersama Andrew.


"Nona, trik anda untuk mendapatkan lelaki kaya sudah tidak jamannya lagi.." sindir laki-laki yang dipanggil Andrew oleh Cinta.


Cinta kaget mendengar perkataan Andrew, yang ditujukan kepada dirinya.


"Cin.." Ayana memegang lengan Alana, dia juga kaget mendengar perkataan Andrew. Walaupun dia tidak begitu mengenal sosok dengan Andrew sebagai kekasih Cinta, dan hanya bertemu dengan kekasih Cinta beberapa kali. Dia menyakini, bahwa pria yang beberapa langkah didepannya itu adalah kekasih Cinta.


"Apa yang Mas Andrew katakan, trik? trik apa mas ? ini Cinta mas! baru dua hari kita tidak bertemu, masa secepat itu Mas Andrew melupakan Cinta," kata Cinta dengan tatapan wajah yang bingung menatap wajah Andrew yang tidak menatapnya. Pria yang mirip Andrew memalingkan wajahnya.


"Nona..! saya katakan ya, saya ini bukan pria yang anda sangkakan.." kata orang yang mirip dengan Andrew dengan suara yang datar. Raut wajah tanpa ekspresi.


"Tidak..! Mas pasti Mas Andrew. Kenapa mas bohong? Mas mau ngerjain Cinta kan ?" terlihat kebingungan di raut wajah Cinta.


'Maaf Nona, ini boss saya. Boss saya bernama Michael, bukan Andrew seperti yang anda sebutkan tadi.." kata pria yang berdiri didekat pria yang disangka Andrew oleh Cinta.


"Mas bohong, kenapa mas tidak mengenali Cinta..!" teriak Cinta. Dan Cinta tidak menyadari sudah ada beberapa orang yang memperhatikan mereka, karena suara Cinta yang keras mengundang orang ingin tahu apa yang terjadi.


Next

__ADS_1


__ADS_2