Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 43


__ADS_3

Bertindak, baru berpikir! jangan lakukan. Berpikirlah dengan matang, baru bertindak. Agar tidak ada penyesalan dikemudian hari.


Happy reading guys 😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Michael sudah dua jam berada didalam mobil, matanya melihat satu persatu mahasiswi yang keluar dari dalam area kampus. Yang di tunggunya tidak kelihatan batang hidungnya.


"Mana dia? apa betul yang dikatakan bunda, Cinta sakit?"


"Oh... God !" Michael memegang stir dengan erat, Michael membentur-benturkan kepalanya ke stir mobil berkali-kali.


"Apa aku salah? apa bukan Cinta yang membuat Alex begitu? tapi Sandra mengatakan Cinta yang telah membuat Alex frustasi. Aku harus menemui Sandra, jika dia telah menipuku. Awas kau Sandra!"


Michael mengirim pesan pada Sandra, mengajak untuk bertemu di salah satu cafe. Begitu mendapat balasan dari Sandra. Michael menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi pertemuannya dengan Sandra.


Tanpa disadarinya oleh Michael, satu mobil terus membututi mobilnya dari sejak mobil Michael berada di universitas. Mobil tersebut terus mengikuti Michael, sampai Michael tiba di cafe.


Michael tiba di cafe tempat dia berjanji bertemu dengan Sandra. Begitu dia keluar dari dalam mobil, mobil Sandra tiba. Karena letak cafe tidak begitu jauh dari rumah Sandra, sehingga dia bisa cepat sampai.


Melihat Michael, Sandra langsung bergelayut memeluk tangan Michael.


"Kak Michael... !" seru Sandra dengan senang, karena untuk pertama sekali Michael mengajaknya keluar.


"Lepaskan tanganmu!" titah Michael, karena tidak suka Sandra memeluknya didepan umum. Dia jengah karena tidak suka dengan kelakuan Sandra.


Kamera ponsel terus membidik Michael dan Sandra dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat Michael dan Sandra berada.


"Yes !" seru Hilman, orang suruhannya Ardian yang senang.


"Sepertinya Tuan Ardian akan memiliki menantu baru ," ujar Hilman.


"Ternyata Michael Subrata seorang playboy," kata Hilman sambil terus mengarahkan kamera ponsel kearah Michael dan Sandra.


Mata Hilman terus melihat Michael dan Sandra memasuki cafe. Hilman bergegas memakai kacamata dan kumis palsu untuk menyamar.


"Sial beraksi," ujar Hilman.


Hilman mencari-cari keberadaan Michael dan Sandra.


"Itu dia, tapi bagaimana aku mendekati meja mereka. Dekat mereka sudah terisi. Dari sini, tidak mungkin aku mendengar apa yang mereka bicarakan."


"Berapa orang Pak?" tanya pelayan cafe.


"Satu orang," kata Hilman.


"Ayo pak,"' pelayan cafe membawa Hilman ke kursi untuk satu orang, dan itu tempatnya sangat jauh dari tempat duduk Michael.


"Sial!" umpat Hilman.

__ADS_1


"Pesan apa Pak?" pelayan memberikan buku menu dan Hilman menunjuk asal saja Makanan pesanannya.


"Minumnya pak?"


"Ini... " Kali lagi, Hilman asal tunjuk.


"Oke.. silakan tunggu ya Pak."


"Iya... iya.. sana." Hilman mengibaskan tangannya mengusir pelayan cafe dari dekatnya.


Hilman melihat meja Michael dan Sandra dan terlihat mereka berdua bicara dengan sangat serius .


"Alangkah bagusnya jika aku bisa mendengar apa yang mereka berdua bicarakan, sepertinya Tuan Michael marah kepada gadis itu. Apa yang mereka bicarakan? apa mungkin karena masalah orang ketiga? apa gadis itu tahu, bahwasanya Tuan Michael sudah menikah? semakin seru masalah anak Tuan Ardian."


Di meja Michael dan Sandra. Michael sedang mengintrogasi Sandra, mengenai kebenaran informasi yang diberikannya.


"Kak Michael tidak percaya denganku? kita sudah kenal lama kak, masa aku mau menipu kak Michael. Alex temanku kak! aku tidak ingin dia tidak mendapatkan keadilan, wanita itu yang telah membuat Alex depresi. Sebenarnya Alex ada menceritakan mengenai gadis yang disukainya sebelum kecelakaan terjadi. Dia menghubungi aku tengah malam untuk menceritakan mengenai gadis itu, tapi Alex tidak menyebutkan namanya. Dia hanya menunjukkan gambar gadis itu secara sekilas."


"Aku harap kau tidak berbohong, jangan berkata tanpa bukti," kata Michael.


"Bukti gambar yang aku kirim kepada kakak itu, dalam gambar terlihat jelas mereka terlihat mesra. Tidak mungkin mereka begitu mesra, jika tidak ada hubungan spesial."


"Apa kak Michael mau kita berfoto saling berangkulan, seperti Alex dengan wanita itu? pasti kak Michael tidak mau kan? aku peluk saja kak Michael marah ," kata Sandra.


"Jika aku tahu kau berbohong, siap-siap kau menerima akibat dari kebohonganmu itu Sandra."


Michael berdiri dan meninggalkan Sandra.


"Iyah... koq ditinggal."


"Makanannya belum di sentuh," kata Sandra.


Di meja Hilman juga hampir sama seperti yang terjadi di meja Sandra. Hanya saja, makanan di meja Sandra ditinggalkan karena Michael pergi. Hilman meninggalkan makanannya, karena makanan yang dipesannya berupa salad sayuran dan juice brokoli.


"Makanan apa ini ?" tanya Hilman, begitu pelayan menghidangkan makanan yang dipesannya.


"Ini yang anda pesan, pak," kata pelayan .


"Ini! makanan untuk kambing dan sapi? apa kau kira aku butuh diet?" tanya Hilman pada pelayan.


"Saya antar sesuai dengan pesanan anda, Pak," kata pelayan cafe yang tidak terima di salahkan oleh Hilman.


"Sudahlah!" Hilman bergegas bangkit dari duduknya, karena melihat Michael sudah keluar dari dalam cafe.


"Pak!" panggil pelayan.


Hilman terus berlari keluar. Di luar matanya mencari-cari keberadaan mobil Michael.


"Sial!" umpatnya, karena sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


"Gara-gara makanan kambing. Makanan apa itu, sayuran mentah dipotong-potong dikasih saus.." dumel Hilman sambil melangkah menuju mobilnya terparkir.


**


Rima membawa Ayana menuju balkon apartemen.


"Ada apa Tante, sehingga kita harus menjauh dari Cinta?"


"Tadi Tante ketemu Andrew," kata Rima.


"Ketemu Andrew! di mana Tante?"


Rima menceritakan mengenai pertemuannya dengan Andrew.


"Ternyata Andrew itu Michael! pria yang kami jumpa dulu benar-benar dia," kata Ayana.


"Kalian pernah bertemu dengan Michael?" tanya Rima.


"Pernah Tante, sebelum terjadi pernikahan."


"Kenapa tidak cerita, jika cerita tadi. Ini semua bisa kita cegah," kata Rima.


"Maaf Tante, Cinta sudah teramat cinta pada laki-laki itu."


"Michael itu kau tahu siapa?"


"Saya tidak tahu Tante, siapa dia Tante?" tanya Ayana.


"Alex ingat?"


"Ingat Tan, dia teman kami. Tapi sudah lama dia tidak masuk kampus, menurut selentingan yang beredar. Alex pindah kuliah, tapi kenapa dia tidak mengabari kami," kata Ayana.


"Alex tidak pindah kampus, dan Michael itu saudaranya Alex. Tepatnya, Michael kakak kandung Alex."


Rima menceritakan semua apa yang diketahuinya mengenai Alex.


"Dendam? gila itu orang! Alex tidak pernah jatuh cinta pada Cinta, Tante. Aku tahu, karena Alex sudah memiliki gadis yang di sukainya. Kami juga pernah menemani Alex untuk membeli kado ulang tahun untuk gadis itu," kata Ayana.


'Siapa gadis itu?" tanya Rima.


"Alex tidak mengatakannya Tante, katanya rahasia. Jika gadis itu menerima cintanya, baru dia mengenalkan gadis itu pada kami," kata Ayana.


"Kau harus katakan itu pada mereka, Ay. Biar mereka tahu, Cinta tidak ada hubungan apa-apa dengan alex.'


"Gila mereka, menuduh Cinta!" kata Ayana kesal.


"Alex itu anak orang kaya ya Tante?"


"Iya, Michael itu lama di luar negeri. Kecelakaan Alex yang membuat dia pulang, karena dia ingin mencari wanita yang telah membuat Alex kecelakaan."

__ADS_1


"Betulkan, Alex dan Cinta tidak ada hubungan cinta. Atau Alex suka Cinta tapi Cinta tidak sadar?"


"Alex tidak suka dengan Cinta Tante. Bukan tidak suka karena benci, bukan. Tidak ada rasa cinta, Alex mengaggap Cinta hanya sebagai seorang teman kuliah. Apalagi kami sering mendapatkan tugas kelompok satu grup, membuat kami bertiga akrab," kata Ayana.


__ADS_2