
Sakitnya Michael sudah sampai ke telinga rekan bisnis Ardian dan Michael.
Karangan bunga untuk mendoakan kesembuhan Michael sudah memenuhi ruangan Michael, sehingga membuat sulit untuk bergerak.
"Buang semua bunga-bunga itu, Ma!" Michael sumpek melihat ke depan dan sampingnya, dipenuhi bunga-bunga yang terus berdatangan.
"Buang?"
"Iya ," sahut Michael.
"Sayang dibuang! bunganya bagus," kata Melina.
Kalau Mama sayang pada bunganya, mama bawa pulang."
"Bawa pulang?"
"Iya... Mama bawa pulang, sudah seperti ditempat kematian kamar ini."
"Michael!" Melina tidak suka mendengar Michael menyebut kamar yang ditempatinya seperti tempat kematian.
Please... ma! Mama beri saja pada rumah sakit ini, biar dibagi-bagikan pada pasien yang lain. Dan katakan pada pihak rumah sakit, kamar ini tidak menerima karangan bunga lagi,"kata Michael.
Melina memenuhi keinginan Michael, beberapa perawat bolak-balik masuk kedalam kamar Michael membawa keluar bunga-bunga yang dikirim oleh kolega Michael dan Ardian dan juga beberapa teman Mamanya.
Setelah semua bunga-bunga tidak berada didalam kamar, Michael mewanti-wanti sang Mama untuk menolak semua karangan bunga.
"Makanan juga, Ma. Jangan terima, siapa yang makan itu semua ? kita tidak orang yang kekurangan ! untuk apa mereka kirimi kita makanan," kata Michael.
"Itu kan niat baik mereka, Michael. Masa kita tolak, tidak bagus Michael. Itu rezeki ! rezeki tidak boleh ditolak," kata Melina.
Pintu kamar diketuk dan tanpa menunggu Melina menyuruh masuk, pintu kamar sudah terbuka lebar.
Sandra masuk dan langsung melangkah cepat dan menubruk Michael.
"Kak Michael.... !" Sandra meletakan kepalanya di dada Michael sambil menangis.
"Kak Michael kenapa bisa sampai terluka seperti ini ? siapa yang melakukannya ?" kata Sandra.
"Sandra... Michael belum sehat ," ujar Melina.
"Hei... menjauh!" Michael menolak pelukan Sandra.
"Kak Michael ! kenapa kakak tidak beritahu aku jika kakak terluka ? aku tahu dari Papa," kata Sandra.
__ADS_1
"Kenapa kau di Indonesia? bukannya kau di luar negeri? kau datang ke Indonesia Karena mendengar aku sakit?" tanya Michael.
Sandra bingung dengan apa yang dikatakan oleh Michael.
"Sandra, Michael lupa dengan kejadian yang baru terjadi belakangan ini," kata Melina dan menceritakan mengenai geger otak yang dialami oleh Michael akibat lemparan batu yang menerpa kepalanya.
"Apa kak Michael tidak ingat dengan kejadian yang pernah kak Michael alami ?" tanya Sandra.
"Michael tidak ingat, kenapa dia berada di Indonesia," kata Melina.
Sandra menggenggam jemari tangan Michael. "Kak Michael tidak melupakan aku kan? aku sangat menyayangi kak Michael," kata Sandra.
"Aku sudah lama mencintaimu kak Michael." tambah Sandra.
"Lepas Sandra ! menjauh... lah !" tolak Michael yang tidak suka dengan apa yang dilakukan Sandra.
"Sialann... ! saat lupa ingatan saja, dia tidak suka denganku..... !" kata Sandra dengan hati yang dongkol.
"Sandra, beri ruang Michael untuk menemukan memorinya yang hilang. Jangan paksa dia," kata Melina.
"Aku harap kak Michael tidak melupakan aku, Tante... selama ini aku memendam rasa cinta pada kak Michael." beritahu Sandra pada Michael.
"Aku tidak akan pernah membalas cintamu Sandra. Sadarlah !" balas Michael dan suara yang ketus.
"Kak Michael.... " rengek Sandra.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Sandra, Ma. Walaupun ingatanku ada yang hilang, tapi aku tahu. Dalam otakku ini tidak ada nama Sandra !"
"Kak Michael ! kakak melupakan janji kakak ?"
"Maaf Sandra ! di pikiranku tidak ada namamu, aku merasa ada sesuatu yang ada didalam pikiran dan otakku. Tapi bukan kau," kata Michael.
Michael memejamkan matanya, membuat Sandra kesal. Karena Michael sudah menunjukkan dirinya tidak ingin diganggu dengan kehadirannya.
Sandra Kesal dengan apa yang dikatakan oleh Michael, tapi dia tidak ingin menyerah.
"Semakin kau menolak aku, kak Michael. Semakin semangat aku untuk mendapatkan cintamu," monolog dalam hati Sandra dengan menatap Michael yang pura-pura tidur.
"Bagus... semoga lupa dengan istrinya juga. Tapi mana istrinya? di sini hanya ada Tante Melina?" Sandra mengitari seluruh ruangan tempat Michael di rawat untuk mencari istri Michael.
"Cari apa?" tanya Melina. Dia melihat mata Sandra seperti mencari-cari sesuatu.
"Aku dengar kak Michael sudah menikah ! mana istrinya ? apa kak Michael tidak mengenalinya juga?" tanya Sandra. Tapi pertanyaannya hanya ada dalam pikirannya saja.
__ADS_1
"Cari apa Sandra?" tanya Melina kembali.
"Om Ardian mana, Tan ?" tanya Sandra.
"Om keluar," jawab Melina.
"Sandra pulang dulu, Tan... besok Sandra datang lagi," kata Sandra.
"Terimakasih atas kunjungannya Sandra, maafkan Michael ya. Dia begitu karena masih merasa sakit pada lukanya," kata Melina.
"Ya Tan... Sandra maklum, kak Michael... Sandra balik ya..."
Mata Michael tetap terpejam, dia tidak menanggapi perkataan Sandra.
"Sudah tidur, Michael. Tadi malam dia tidak bisa tidur, maaf ya Sandra."
"Tidak apa-apa Tan."
Sandra keluar, dan Melina spontan menepuk paha Michael untuk membangunkannya.
"Bangun ! Mama tahu Michael pura-pura tidur !" kata Melina.
Michael membuka matanya, "Apa, Ma?"
"Sama tamu tidak boleh begitu," kata Melina.
"Michael tidak suka dengan tingkah Sandra yang sok dekat," kata Michael.
"Kan dulu kalian dekat berempat, Sandra Michael, Alex dan Andika. Kenapa sekarang tidak suka ? katakan pada Mama, apa kalian tidak ada hubungan yang spesial? ingat dengan apa yang mama dan papa katakan kemarin! Michael itu sudah, MENIKAH.... !" Melina menekan kata menikah saat berkata.
"Aku tidak ingat dengan pernikahan yang Mama katakan ! jika sudah menikah, mana istriku itu, Ma? masa sejak Michael terluka dan dirawat di rumah sakit, yang mama katakan istriku tidak terlihat wujudnya," kata Michael.
"Cinta sedang hamil Michael, mama tidak mengatakan padanya Cinta bahwa kau sakit," jelaskan Melina.
"Hamil? Mama katakan aku menikah untuk membalas dendam padanya, kan. Kenapa dia bisa hamil?"
"Kenapa tanya pada Mama ? kau itu yang tidak bisa menahan napsu untuk membuat Cinta menderita. Kau membuatnya hamil dan kemudian meninggalkannya ! kau benar-benar telah membuat Mama malu, mungkin kejadian ini terjadi karena kau telah menyakiti wanita yang tidak bersalah !" kata Melina yang tidak bisa lagi mengerem mulutnya untuk tidak berkata sedikit pedas pada Michael.
"Mama ! tidak mungkin Michael sebejat itu pada seorang wanita, mama terlalu membesarkan cerita." Michael tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Melina.
"Mama bukan pembohong, Michael... ! dan satu lagi yang belum mama katakan padamu. Cinta meminta kau menceraikan dia setelah dia melahirkan," kata Melina.
"Oh... ya! baguslah ," jawab Michael santai. Dia tidak kaget dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya, mengenai perceraian yang diinginkan oleh Cinta.
__ADS_1
Melotot...
Melina menatap Michael dengan melotot. Dia kesal dengan jawaban Michael.