Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 19


__ADS_3

Happy reading guys 😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cinta intens menatap Andrew, dia bingung dengan jalan pemikiran Andrew. Bagaimana kisah cinta tidak bahagia, dikatakan kisah cinta yang bahagia.


Andrew yang tahu dirinya ditatap Cinta dengan tatapan wajah yang bingung, berkata pada Cinta untuk fokus menatap layar televisi yang sedang menayangkan film.


"Lupakan apa yang Mas katakan tadi. Fokus saja dengan apa yang ada didepan," kata Andrew.


Cinta mengalihkan pandangannya menatap layar televisi. Dan bertepatan dengan adegan dimana sepasang kekasih yang sempat berpisah dan bertemu kembali itu saling meluapkan perasaan dengan saling memadu kasih. Cinta merasa malu untuk melihatnya. Apa lagi saat adegan pasangan kekasih itu bercinta didalam mobil. Pipi Cinta langsung bersemu merah. Cinta semakin merasa malu dan jengah untuk melihatnya apa yang dilakukan oleh pasangan kekasih dalam layar tersebut.


"Kenapa adegan filmnya seperti itu," ucap Cinta dengan bergumam.


Andrew yang tahu Cinta malu melihat apa yang dilakukan oleh pasangan kekasih dalam layar kaca tersebut, melirik Cinta. Andrew  tersenyum melihat Cinta yang terlihat nervous.


"Kenapa sayang, ingin seperti itu juga?" Andrew merengkuh Cinta kedalam pelukannya. Bibir Andrew mendarat di pucuk rambut Cinta. Kata-kata sayang yang sering sekali diucapkan Andrew belakangan hari ini, membuat Cinta merasa terhipnotis.


"Jika mau seperti itu, Mas mau mengabulkan keinginan Cinta."


"Mas.." Cinta mendaratkan pukulan manja ke.dada Andrew.


"Kalau mau seperti itu, mas bisa mewujudkannya.." Andrew menari tubuh Cinta untuk berbaring. Tanpa mengatakan apapun, Andrew kemudian menindih Cinta.


"Mas.." lirih suara Cinta.


Andrew langsung menyergap bibir Cinta dengan penuh napsu. bibirnya mengigit bibirnya Cinta agar terbuka. Sehingga bibir Andrew dapat dengan mudah mengabsen semua isi dalam rongga mulut Cinta. Andrew memasukkan lidahnya dan sensasi yang geli membuat terdengar suara eerangan yang keluar dari dalam mulut Cinta.


"Mas Andrew... ah.. ah.. !" Suara Cinta menyebut nama Andrew dibarengi dengan suara desahann yang lolos dari bibir Cinta, karena kenikmatan yang dilakukan oleh bibir dan tangan Andrew yang bergerilya menjamah sekujur tubuh Cinta yang berada dibawah Kungkungan tubuh kekar Andrew.


Cinta tersadar, saat merasakan jemari tangan Andrew bergerilya meraba area sensitif Cinta yang berada di balik segitiga. Resleting jeans yang dikenakannya telah terbuka.


"Mas..!" Tangan Cinta menarik tangan Andrew yang meremas apa yang ditutupi oleh kain segitiga hitam yang dikenakannya.

__ADS_1


"Sayang, mas tidak tahan lagi.." Andrew mengangkat wajahnya dari mainan yang dimainkannya oleh bibirnya. Yaitu area benda sintal yang ada didepan dada Cinta. Sedangkan tangan Andrew memainkan lembah surgawi milik Cinta.


"Tapi mas, kita Belum sah.." Cinta menolak apa yang diinginkan oleh Andrew.


"Mas akan tanggung jawab sayang, kita akan menikah.." bujuk Andrew.


"Tunggu kita sah saja Mas," kata Cinta.


"Mas tidak tahan lagi, Sayang. Kepala Mas pusing ini, jika tidak tersalurkan." Tutur Andrew yang berusaha untuk membujuk Cinta.


"Mas akan menikahi kekasih pujaan mas ini. Mas akan tanggung jawab sayang, hemh..mau ya..?" mata Andrew menatap Cinta dengan rasa penuh harap.


Dengan malu-malu, akhirnya Cinta menganggukkan kepalanya. Dan tangannya menutupi wajahnya yang merah merona.


Melihat Cinta menganggukkan kepalanya. Andrew bangkit dan langsung membuka balutan kain yang masih menempel ditubuhnya.


Cinta kaget melihat Andrew membuka bajunya, dan kini Andrew hanya mengenakan dalaman yang menutupi area bawah tubuhnya. Tubuh Andrew yang tidak putih dan juga tidak gelap, terpampang jelas didepan mata Cinta.


"Kenapa ? belum pernah melihat badan yang sempurna seperti badan Mas ya?  Mas tanya sekali lagi mau kan..? Andrew merangkak naik ke atas tempat tidur. Tubuhnya mengungkung badan Cinta. Tangannya bertumpu di siku, agar badan besarnya tidak menindih tubuh mungil Cinta.


"Kita belum sah, Mas," kata Cinta lagi.


"Minggu depan Cinta sudah sah menjadi istri Andrew, sekarang kita melakukan malam pertama, tidak ada yang melarang," ucap Andrew yang berusaha untuk membujuk Cinta.


"Mau kan..?" tangan Andrew mengelus pipi dan bibir Cinta. Lalu kemudian Andrew mendaratkan kecupan di sudut bibir Cinta. Lalu kemudian Andrew menatap Cinta dengan lekat.


"Tapi.. "


"Aku mencintaimu," ujar Andrew menyela ucapan Cinta.


Akhirnya, Cinta tidak bisa menolak pesona Andrew yang sudah berhasil meluluhlantakkan pikiran Cinta. Cinta menganggukkan kepalanya. Dia lupa akan dosa dan nasihat sang Bunda. Rayuan Andrew berhasil membuat dia melupakan apa yang selalu dikatakan oleh sang Bunda. Untuk selalu berhati-hati dalam pergaulan.


Cinta menyerah. Dia tidak dapat lagi mengontrol napsu nya. Apa yang dialaminya untuk pertama sekali, yang seharusnya dilakukan pada saat dia sudah sah menjadi seorang istri. Padahal Minggu depan keduanya akan mengikat janji suci sebagai suami istri, karena tidak bisa mengontrol napsu, apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan, kini akan terjadi.

__ADS_1


Tubuh Cinta melengkung, kaki dan tangannya mengunci tubuh Andrew. Sehingga kedua tubuh itu menyatu sempurna. Bergerak bersama-sama dalam satu irama kenikmatan yang baru pertama dirasakan oleh Cinta. Walaupun apa yang dilakukannya dengan Andrew, baru pertama sekali dilakukannya. Tetapi Cinta secara otodidak berhasil mengimbangi gairah Andrew yang menggebu-gebu.


Kedua anak manusia itu, sama-sama mencapai *******, tubuh keduanya bergetar. Mulut keduanya sama-sama mengeluarkan jeritan kepuasan.


"I love u sayang.." teriak Andrew saat melakukan pelepasan pertamanya. Begitu juga dengan Cinta, ucapan kata cinta hanya bisa dilakukan dalam benaknya. Dia tidak mampu berteriak dalam mengungkapkan rasa cinta pada pria yang telah berhasil merenggut kesuciannya.


Setelah hampir setengah jam mengarungi bahtera cinta yang baru pertama dilakukan oleh Cinta. Andrew mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Cinta yang tergeletak lemas.


"Terimakasih sayang.." Andrew mendaratkan kecupan ringan dibibir Cinta yang masih tergeletak lemas tak berdaya. Cinta merasa tubuhnya remuk dan tidak bertenaga untuk melakukan apapun lagi. Dia terlihat pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Andrew terhadap tubuhnya.


Setelah itu, keduanya berbaring diam dengan mata terpejam. Tubuh keduanya basah kuyup karena keringat.


Mata Cinta terasa berat setelah selesai memadu kasih dengan Andrew. Perlahan-lahan Cinta tertidur. Begitu juga dengan Andrew yang ikut tertidur.


Setelah kejadian Cinta kehilangan kesuciannya. Andrew selalu menjemput Cinta dan membawanya ke apartemen atau ke hotel. Dan sekali lagi, Cinta dan Andrew melakukan aktifitas yang seharusnya tidak terjadi pada keduanya. Karena keduanya yang belum memiliki ikatan yang sah. Tetapi bujukan mulut manis Andrew membuat Cinta luluh. Dan Andrew berhasil meniduri Cinta yang mati otak, akibat mulut manis Andrew yang mengucapkan kata-kata manis yang terus meluncur dari dalam mulutnya.


Ucapan kata-kata cinta yang keluar dari mulut Andrew, didengar Cinta seperti orkestra Mozart yang menghipnotis setiap pendengarnya.


Menyesal? Mungkin saja. Tapi apa yang telah terjadi, dan telah rusak. Tidak akan bisa kembali normal seperti semula.


Cinta sudah dirias, karena hari ini pernikahan keduanya akan dilakukan di rumah Cinta.


"Cinta, kenapa kau tidak gembira?" tanya Ayana.


"Aku gembira, kenapa kau bilang aku tidak gembira?" tanya Cinta.


"Kau diam saja sedari tadi, saat aku melucu," kata Ayana.


"Tidak mungkin aku katakan, bahwa aku khawatir Mas Andrew tidak datang," ucap Cinta yang hanya dapat diucapkannya dalam batinnya.


"Hei! melamun lagi, ada apa katakan!" titah Ayana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2