
Sandra mengambil tas dan kunci mobilnya dan kemudian bergegas keluar dari dalam kamar, dan menuju mobilnya. Dia menekankan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi, Karena dia mengejar waktu, Karena takut tidak bisa bertemu dengan Alex. Klakson tidak berhenti ditekannya, sehingga caci-maki kepadanya keluar dari setiap pengendara yang berpapasan dan yang ingin disalip oleh mobilnya.
Semoga Tante Melina ada di rumah. Mama juga, diajak kerumahnya Tante Melina banyak sekali alasannya. Sibuk inilah... sibuk itulah... " omel Sandra.
Hanya membutuhkan waktu setengah jam, Sandra tiba didepan gerbang mansion. Sandra menekan tombol klakson mobilnya dan menekan panjang, sehingga seorang sekuriti keluar.
"Anda lagi, Nona. Anda mau bertemu dengan siapa?" tanya Andri yang pernah bertekak dengan Sandra, Karena berkunjung di jam yang tidak diperbolehkan lagi untuk bertemu dengan Alex.
"Hei... Kau ! Buka pintu ini !" kata Sandra dengan suara yang keras dari dalam mobil.
"Kenapa dia datang di saat nyonya tidak ada. Ah... tamu yang menyebalkan!" umpat Andri dengan suara yang hanya didengar oleh telinganya sendiri.
"Hei satpam! buka pintu... kenapa malah bengong kau di situ !" kata Sandra pada Andri yang berdiri didepan gerbang.
"Sabar Nona ! saya tanyakan pada Pak Mahmud, saya tidak bisa mengizinkan anda masuk, tanpa izin."
"Saya mau bertemu dengan Tante Melina," kata Sandra.
"Nyonya pergi," kata Andri.
"Pergi?"
Andri mengangguk, "Iya Nona."
"Alex ada ? apa aku bisa bertemu dengannya?" tanya Sandra dengan suara yang lembut.
"Saya tanya pada Pak Mahmud dulu, Nona," kata Andri, dan kemudian berlalu meninggalkan Sandra.
"Aku harus sabar, biar mereka mengizinkan aku untuk bertemu dengan Alex. Alex pasti tahu dengan siapa Michael menikah."
Andri datang dan membuka pintu gerbang untuk Sandra masuk.
"Silakan Nona," kata Andri.
"Terimakasih," ucap Sandra.
"Tumben baik Nona itu bicara," ucap Andri dengan bergumam.
Sandra keluar dari mobil dan Pak Mahmud menghampiri Sandra.
"Tante Melina tidak ada ya, Pak?"
"Nyonya dan Tuan Ardian pergi nona," jawab Pak Mahmud.
"Apa saya boleh bertemu dengan Alex, karena saya mau pamitan. Besok saya akan kembali ke luar negeri," kata Sandra.
__ADS_1
"Boleh Nona. Den Alex sedang santai di beranda belakang mansion. Ayo... saya bawa anda ke sana," kata Pak Mahmud.
"Terimakasih, Pak," ucap Sandra.
Kening Pak Mahmud mengeryit, begitu mendengar ucapan terima kasih dari mulut Sandra, Karena ucapan terima kasih tidak pernah keluar dari mulut Sandra kepada para pelayan yang ada di mansion.
"Nona Sandra kenapa hari ini? sifatnya berubah! orang yang berubah tiba-tiba patut di waspadai." monolog dalam benak Pak Mahmud.
"Alex... !" Sandra mendaratkan bibirnya di pipi Alex.
Alex sedikit menarik kepalanya.
"Sandra ! kenapa dia datang?" dalam hati Alex.
Sandra menarik kursi mendekati Alex untuk tempat dia duduk.
"Alex, apa kabar ? aku dengar kau sudah bisa bicara," kata Sandra.
"Mas Alex baru bisa bicara sepatah dua patah kata, Nona," ucap Pak Mahmud.
"Oh... ya! jangan putus asa Alex, kau pasti akan bisa bicara lagi. Sangat di sayangkan jika kau... Bisu ," kata Sandra dengan memelankan kalimat bisu yang diucapkannya pada Alex.
"Pak, bisa saya minta minum," kata Sandra pada Pak Mahmud yang berdiri tidak jauh dari keduanya duduk.
"Akhirnya, kita tinggal berdua. Alex... aku datang bukan ingin menjenguk mu... ! aku datang Karena ingin mengetahui kabar yang mengatakan kak Michael sudah menikah ! katakan... itu kabar tidak benar kan ?"
Alex memandang Sandra, tanpa mengatakan apa-apa.
"Katakan Alex.... !" tangan Sandra mencengkeram kuat lengan Alex. Alex berusaha untuk menepiskan cengkeraman jari tangan Sandra. Cengkeraman jari tangan Sandra terlepas dan meninggalkan bekas dilengan Alex.
"Jahat.... !" kata Alex.
"Jahat ? kau bilang aku jahat? kapan aku jahat, Lex? kita berteman sudah cukup lama. Hanya karena aku menolak cintamu, kau katakan aku jahat," kata Sandra.
"Kau memberiku harapan, tapi kau menolak ku. Kau dekat denganku, untuk mendekati kak Michael ! kau tidak akan bisa mendekatinya, kak Michael sudah menjadi milik Cinta ! kau itu wanita yang jahat! aku salah, Karena telah jatuh cinta pada wanita yang jala-ng.... !" ucap Michael yang hanya dapat diungkap Alex dalam hati.
"Ayolah... Alex, beritahu padaku, berita itu tidak benarkan? kak Michael belum menikah kan? katakan Alex.... !"
Sandra mencondongkan tubuhnya mendekati Alex, dan berkata dengan sedikit lebih pelan.
"Kau tahu, aku mencintai kak Michael sudah lama. Tapi kau tidak mau membantuku, kau malah ingin mendekatkan kak Michael dengan wanita lain ! kau itu yang jahat ! tidak memikirkan perasaan aku. Aku tidak akan membiarkan kak Michael menjadi milik wanita lain, Alex! ingat itu, kak Michael hanya milik Sandra !"
"Pergi.... !" usir Alex.
"Aku tidak akan pergi, sebelum kau mengatakan mengenai pernikahan kak Michael. Katakan !" Sandra terus mendesak Alex.
__ADS_1
"Gila! aku tidak akan mengatakannya, kau pasti akan berbuat jahat pada Cinta," ucap Alex dalam hati.
"Katakan!" desak Sandra.
"Tidak!" balas Alex.
"Kau tidak mau mengatakannya? apa kau ingin mendapatkan lebih dari ini? aku bisa memenuhi keinginanmu Alex!" bisik Sandra ditelinga Alex.
"Per...gi ka...u.... ! a...ku benci!" ucap Alex dengan terbata-bata.
"Wow... kau semakin bisa bicara Alex. Sepertinya kedatanganku sangat membantu," kata Sandra.
"Aku yakin, Alex. Jika aku menjadi kakak iparmu, kau akan cepat sehat."
Tak... tak... suara langkah kaki membuat Sandra memundurkan tubuhnya, dia mengambil sedikit jarak dengan Alex.
"Aku senang kau baik-baik saja Alex, tapi aku sedih, karena kita tidak akan bisa bertemu. Aku akan kembali ke Jerman, Lex," kata Sandra.
"Bagus," sahut Alex.
Sandra mendelik menatap Alex, karena Alex senang mendengar dia akan kembali ke Jerman.
"Silakan Nona." Pak Mahmud meletakkan satu gelas minuman dingin dan cemilan.
"Pak ," panggil Alex, melihat Pak Mahmud ingin meninggalkan dia berdua dengan Sandra.
"Iya Den Alex, bapak akan tetap di sini," kata Pak Mahmud, yang tahu apa yang akan dikatakan oleh Alex.
"Pergi saja, Pak. Saya akan menemani Alex," kata Sandra.
"Sudah lama kami tidak berbincang." tambah Sandra.
"Maaf Nona, ini jam Den Alex untuk melakukan terapi wicara." usir Pak Mahmud dengan cara halus. Pak Mahmud tahu, Alex tidak suka dengan kehadiran Sandra.
"Pelatihnya sudah datang," kata Pak Mahmud lagi.
"Terapi wicara? apa ada terapi wicara?" Sandra tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Pak Mahmud.
"Ada Nona. Terapi wicara adalah memberikan terapi pada penderita gangguan komunikasi, yaitu kelainan kemampuan bicara, suara, dan kelancaran. Sehingga penderita mampu kembali berinteraksi dengan lingkungan secara wajar," ucap Doni yang datang bersama dengan seorang wanita.
"Apa saya bisa melihatnya ?" tanya Sandra.
"Silakan Nona," kata Doni.
Hanya sepuluh menit Sandra melihat, bosan menyerangnya. Sandra meninggalkan Alex.
__ADS_1