Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 58


__ADS_3

Cinta menyelesaikan makannya, dibawah tatapan mata Adam.


"Kenapa kau terus menerus menatapku? jika kau ingin mendapatkan ucapan terima kasih karena telah memujiku, maaf... aku tidak membutuhkan pujian darimu," kata Cinta.


"Galak. Aku suka dengan gadis galak," kata Adam.


"Tapi aku tidak suka dengan laki-laki yang suka memberikan pujian pada wanita yang baru dikenalnya," balas Cinta.


"Aku suka dengan wanita yang galak seperti kakak ipar, menarik! apa kakak ipar ada adik? bisa dikenalkan padaku?"


Cinta tidak menanggapi pertanyaan Adam. Dia bangkit dari duduknya.


"Kenapa tidak dihabiskan kakak ipar!" kata Adam.


Lagi-lagi Cinta mengabaikan perkataan Adam. Dia keluar melalui pintu yang ada di dapur, sambil ngedumel kesal.


"Keduanya menyebalkan! kenapa aku bisa membenci saudara sepupunya itu? apa anakku ini tidak suka dengan keluarga papanya? bagus baby, kita satu sekutu," ucap Cinta sambil melangkah kemana kakinya membawanya.


"Neng.... !" suara mbok Asih memanggilnya. Cinta menghentikan langkahnya dan memutar badannya sedikit melihat ke arah mbok Asih.


"Mau kemana?" tanya mbok Asih.


"Mau jalan-jalan mbok. Kenapa mbok? apa mbok di suruh untuk menjagaku? jangan khawatir, katakan pada laki-laki itu, aku tidak akan lari....," kata Cinta.


"Jika ada kesempatan dan jalan, aku akan kabur," ucap Cinta dalam hati.


"Den Michael tidak ada mengatakan apapun pada saya, Neng. Saya takut Eneng nyasar, peternakan ini luas Neng. Dan banyak pekerja kasar, saya takut nanti Eneng di godain mereka."


"Saya tidak akan pergi jauh, saya hanya ingin menghirup udara segar."


"Mari saya temani," ujar mbok Asih.


Cinta melanjutkan langkahnya, dan berbalik kearah suara siulan yang menggodanya.


"Nah... itu pekerja laki-laki yang punya nyali, mereka tidak perduli dengan wanita yang mereka goda," kata mbok Asih.


Cinta jengah mendapatkan tatapan mata para pekerja yang seperti tidak pernah melihat manusia berjenis kelamin perempuan.


"Mbok!" panggil laki-laki yang mengeluarkan siulan menggoda Cinta.


"Apa?" sahut mbok Asih.


"Pekerja baru ya? cantik mbok! boleh kenalan!" seru laki-laki tersebut dari tempat mereka melakukan pekerjaan sehari-hari, yaitu membersihkan kandang sapi.


"Jangan berani menggodanya, kalau masih ingin tetap bekerja di sini.... !" seru mbok Asih.


"Yeah... mbok Asih nggak asik! kami kan ingin kenalan, ayolah mbok ! kenalkan pada kami."

__ADS_1


"Kalian minta di pecat ya!"


"Kenapa dipecat, mbok? kami kan hanya ingin kenalan dengan gadis cantik," kata teman kerja laki-laki yang menggoda Cinta.


"Istri Den Michael! apa kau mau di pecat?"


"Hah... !" para pekerja yang mendengar apa yang dikatakan oleh mbok Asih terkejut.


"Maaf... maaf nyonya!" ucap pria yang menggoda Cinta.


"Kami tidak tahu, nyonya. Maaf ya," ucap pekerja yang ikut menggoda Cinta.


"Makanya, jaga mata! jangan melihat wanita langsung, suit... suit... ," kata mbok Asih.


"Ayo Neng," ajak mbok Asih untuk menjauhi kandang sapi, tempat para pekerja laki-laki bekerja."


"Laki-laki dewasa benar-benar sangat aneh, lihat wanita langsung menggoda. Apa mereka tidak perduli, bahwa wanita itu istri orang?" kata Cinta.


"Para pekerja peternakan begitu, Neng. Makanya sering terjadi perselingkuhan, mereka itu bertemu dengan keluarga satu bulan sekali. Ada juga satu tahun sekali," kata mbok Asih.


"Satu tahun sekali? kasihan sekali keluarga mereka yang ditinggal," kata Cinta.


"Mereka lakukan itu untuk keluarga juga, Neng. Tapi itu tadi, ada yang main wanita, sampai keluarga yang ditinggalkan tidak mendapatkan kiriman uang."


"Laki-laki begitu, katanya cinta keluarga. Lihat kulit bening, lupa dengan keluarga," kata Cinta.


"Wanita juga ada, Neng. Tidak bisa kita samakan semua laki-laki itu sama, wanita juga ada begitu. Terpikat laki-laki yang lebih dari suaminya, pergi meninggalkan keluarga," kata mbok Asih.


"Termasuk laki-laki yang menikahi ku," ucap Cinta dalam hati.


Cinta manggut-manggut mendengar cerita mbok Asih.


"Ayo kita balik, Neng. Nanti Den Michael mencari-cari Eneng lho...," kata mbok Asih.


"Untuk apa dia cari-cari," ucap Cinta dengan bergumam.


"Males sekali melihatnya," ucap Cinta.


Mbok Asih tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Cinta, dia tahu posisinya, yang tidak berhak untuk ikut campur dengan masalah sang majikan, tanpa di minta pendapat oleh sang majikan sendiri.


***


"Kemana Michael membawa Cinta? di villa juga tidak ada," ucap Melina.


"Pe...tenakan."


"Apa?" Melina kaget mendengar suara Alex mengatakan peternakan. Karena satu kalimat peternakan yang meluncur dari mulut Alex dengan jelas.

__ADS_1


Melina bangkit dari duduknya dan mendekatkan kepalanya ke Alex, agar Alex mengucapkan apa yang dikatakannya.


"Pe...te..nakan," ucap Alex kembali.


"Petenakan? apa itu ? Doni, apa kau tahu apa yang dikatakan oleh Alex ?" tanya Melina pada Doni yang sedang duduk di dekat Alex untuk memberikannya obat.


"Apa maksud Mas Alex, mungkin peternakan?" tanya Doni pada Alex.


Alex memainkan matanya.


"Michael membawa Cinta ke peternakan?" tanya Melina.


Alex berusaha untuk menganggukkan kepalanya, tapi leher yang dipasang alat penyangga membuat dia tidak bisa melakukannya.


"Jangan gerakan lehernya, katakan saja melalui mata," kata Melina.


Alex kembali memainkan matanya.


"Di mana lokasinya? Mama tidak tahu Lex," kata Melina.


"Papa mungkin tahu, Mama akan bicara dengan papa," kata Melina.


Di hotel tempat Abigail menginap, terjadi keributan. Abigail mengamuk karena terbangun dalam satu ranjang dengan Handi.


"Kau.... !" pekik Abigail sambil memukuli Handi dengan bantal. Handi yang masih dalam kondisi tidur, tersentak.


"Hei... ! apa-apaan kau ini ?" Handi menarik bantal yang dipukulkan Abigail padanya.


"Kenapa kau di sini? kau telah melecehkan ku !"


"Aku? apa kau tidak salah Nona? kau itu yang telah melecehkan aku! lihat tubuhku ini, kau menciumi aku! lihat tanda yang kau buat." Handi menunjukkan bekas perbuatan bibir Abigail di tubuhnya.


"Kau bohong! kau yang telah memperkosa aku! aku akan melaporkan kau pada polisi!" kata Abigail.


"Laporkan Nona, biar tahu, siapa yang korban dan siapa yang menjadi tersangka," kata Handi dengan tenang, karena dia memiliki bukti, bahwa dia tidak bersalah.


"Lagi pula kau itu masih memakai pakaian lengkap, lihat saja, tubuhmu itu tidak ada tanda kemerahan seperti yang ada di tubuhku ini," kata Handi.


Abigail tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Handi, dia menanyakan keberadaan sekretarisnya. "Citra mana? kau apakan Citra? apa kau melenyapkannya?"


'Otakmu benar-benar sudah rusak! kau terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras," kata Handi dengan kesal.


"Mana Citra.... ?"


"Apa kau lupa ? apa yang sudah kau lakukan diluar club malam?" tanya Handi.


"Aku ? club malam?"

__ADS_1


"Kau sudah membuat sekretarismu itu, mendapatkan lima jahitan di keningnya. Karena perbuatanmu," kata Handi.


Abigail bertambah bingung.


__ADS_2