Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 63


__ADS_3

Sandra meninggalkan Handi yang melotot melihatnya.


"Perempuan sinting!" umpat Handi.


"Dekati Tuan Michael, sudah tahu Tuan Michael tidak suka dengannya, masih juga maksa."


Sandra meninggalkan perusahaan Michael, dia berdiri disamping pintu mobilnya. "Kenapa kak Michael tidak masuk kerja? apa dia pergi bersama dengannya? apa dia sudah belum berhasil membalaskan dendamnya?"


Sandra membuka pintu mobilnya dan masuk. Di dalam mobil, di termenung memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk bisa mendapatkan Michael.


"Kenapa sulit sekali untuk mendapatkan cinta kak Michael. Argha.... !" teriak Sandra dengan kedua tangannya memukul-mukul stir mobil. Sandra benar-benar kesal dengan Michael yang selalu menolak dirinya.


"Aku datang ke rumahnya saja, bertemu dengan Tante Melina. Mau anaknya, harus dekati Mamanya," ujar Sandra dengan tertawa kecil.


Sandra menghidupkan mesin mobil dan mobilnya dengan perlahan-lahan keluar dari area gedung perusahaan milik Michael.


***


"Mau kemana?" Michael mengejutkan Cinta yang sedang berjalan keluar dari kamar.


Cinta kaget, karena dia tidak menyadari ada orang di dekatnya.


"Kau ini!" kesal Cinta.


"Kau ? kenapa tidak panggil mas seperti biasanya?" Michael tidak suka Cinta memanggilnya dengan sebutan "Kau".


"Suka-suka aku... ! ini mulut aku, nggak ada yang bisa melarang," jawab cinta.


"Oh... ya, tidak ada yang bisa melarang," kata Michael.


Michael mendekati Cinta, memangkas jarak keduanya. "Kau mau apa?" Cinta mundur, karena Michael semakin mendekat dengan raut wajah yang tajam menatapnya.


"Mulut sendiri ya? kalau mulut sendiri bebas untuk berkata apapun juga? baiklah... ini mulutku. Aku bebas untuk melakukan apapun juga ." Michael mengikuti apa yang dikatakan oleh Cinta padanya.


"Jangan mendekat! kau mau apa?" Cinta merinding melihat tatapan mata Michael yang tajam padanya.

__ADS_1


Michael tidak menanggapi perkataan Cinta. Dia semakin mendekat, sehingga jarak keduanya hanya tinggal satu langkah saja.


Dan, kemudian.


Michael menarik tangan Cinta dan tubuh Cinta membentur dada Michael, dengan cepat Michael menarik tengkuk Cinta dan kemudian tanpa berkata apa-apa, Michael membenamkan bibirnya di bibir Cinta yang mangap karena kaget dengan apa yang dilakukan oleh Michael kepadanya.


Michael melu-mat bibir Cinta dan mengigit bibir Cinta dengan lembut. Tangan Cinta terus berusaha untuk lepas dari cengkraman tangan Michael, tapi tidak bisa. Karena tangan Michael membelit pinggang Cinta dengan erat. Satu tangan Michael berada di pinggang, satu tangannya memegang tengkuk Cinta agar tidak lolos dari sergapan bibirnya.


"Lepas!" ujar Cinta, begitu bibir Michael lepas dari bibirnya.


"Bajing-an... lepas!" ucap Cinta kembali, setelah perkataannya yang pertama tidak ditanggapi oleh Michael. Michael asik menyapukan lidahnya di ceruk leher Cinta.


"Tolong!" pekik Cinta dengan suara bergetar. Perbuatan tangan Michael yang dengan lembut membelai kulit punggung Cinta, membuat tubuh Cinta lemas. Sentuhan tangan Michael yang dulu sering diterimanya, kini terulang kembali. Michael tahu, Cinta mulai luluh, semakin bergerak membangkitkan gairah Cinta yang padam.


"Diam! tidak ada yang akan mendengar, semua sedang keluar. Mereka sedang keliling peternakan. Kita tidak ada yang akan menganggu," kata Michael.


"Lepas," ucap Cinta dengan suara yang lirih.


"Diam lah... nikmati saja, anak kita ingin bertemu dengan papanya," kata Michael.


"Tidak mau!" Cinta berusaha untuk mendorong tubuh Michael. Dekapan tangan Michael membuat Cinta tidak bisa melepaskan diri. Akhirnya Cinta berhenti meronta untuk lepas dari dekapan Michael. Tenaganya hilang, karena berusaha untuk keluar dari pelukan Michael. Dia pasrah dengan apa yang dilakukan Michael. Tapi dalam hatinya, dia berharap ada orang yang melihat mereka. Tapi sepertinya harapan Cinta tidak akan terkabul, karena posisi mereka saat ini jauh dari dapur dan ruang keluarga. Bagian kamar adalah area private bagi para pelayan, jika tidak dibutuhkan.


Cinta begitu menikmati sentuhan Michael, sehingga dia tidak sadar di mana dia saat ini. Tubuhnya sudah berada di atas ranjang dalam kondisi setengah berbusana, begitu juga dengan Michael. Sungguh dahsyat sentuhan Michael, hingga membuat Cinta tidak menyadari dirinya sudah kalah. Tubuhnya menggelinjang dan menggeliat ketika mendapatkan sentuhan bibir dan jari-jari tangan Michael yang menyapu seluruh tubuhnya. Dia sangat menikmati sentuhan yang sudah lama tidak di rasanya. Keduanya sudah polos, Cinta tidak menyadarinya. Kedua pahanya terbuka lebar menyambut sang pemilik mendaratkan pemberi kenikmatan.


"Aa..ah.... !" surah desa-an keluar dari mulut Cinta, begitu Michael membenamkan miliknya yang sangat berharga kedalam sarang terhangat milik Cinta.


Michael mendiamkan senjata pamungkasnya didalam tubuh Cinta. Dia mengangkat wajahnya dan mengamati Cinta yang terpejam dibawah Kungkungan tubuhnya.


Michael mendekatkan bibirnya dan meraup bibir cinta dengan menggebu-gebu, sembari pinggulnya naik turun dengan tempo yang lambat, karena Michael takut dengan apa yang dilakukannya akan membuat sang baby tidak nyaman. Dia tidak ingin mengambil resiko pada keselamatan sang baby.


Setelah mendapatkan pelepasan, Michael melepaskan diri dari Cinta. Dan kemudian berbisik pada Cinta.


"Terima kasih, masih seperti yang dulu," kata Michael.


Dugh..

__ADS_1


Cinta membuka matanya dan melihat wajah Michael didepan wajahnya dengan seringai tipis di bibir.


"Apa? mau marah? kau juga tadi menikmatinya, sayang!"


"Kau kurang ajar! kau memperkosaku!" umpat Cinta. Dia mendorong tubuh Michael dari atas tubuhnya dan mencari-cari selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Cinta mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Ahhh.... !" pekik Cinta dalam hati.


"Kenapa aku bisa jatuh dalam jebakannya! aku begitu murahan sekali." suara hati Cinta.


"Ha... ha... ha... ha.... !" Michael tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Cinta.


Michael menghentikan tawanya, setelah puas.


"Memperkosa? laporkan ke polisi, mau? biar aku antar," kata Michael mengejek Cinta.


"Apa yang akan dikatakan oleh polisi, nanti ya? seorang Istri melaporkan suami yang memberikan nafkah batin untuk sang istri, dan sang istri juga sangat menikmatinya. Jangan-jangan nanti istri itu yang dianggap gila!"


"Sayang... apa mau dianggap gila? jika sayang gila, hak asuh anak ini akan jatuh padaku. Karena sayang dianggap tidak mampu untuk menjadi seorang ibu. Aku sangat senang," kata Michael.


Cinta menarik turun selimut yang menutupi wajahnya. "Sampai mati aku tidak akan menyerahkan anakku padamu! dan satu lagi, jangan panggil aku "SAYANG" ," kata Cinta.


"Dulu suka di panggil sayang, kenapa sekarang tidak? baiklah aku tidak akan panggil sayang, dan jangan panggil kau padaku. Bagaimana juga, kita masih dalam ikatan pernikahan yang resmi," kata Michael.


"Kita hanya nikah siri," kata Cinta.


"Siri dalam agama, pernikahan yang sah," kata Michael.


"Handi sudah aku perintahkan untuk mendaftarkan pernikahan kita, pernikahan kita akan sah menurut agama dan negara. Anak kita akan mendatangkan akta kelahiran. Aku tidak ingin anakku menjadi anak tidak sah menurut hukum negara," kata Michael.


Michael bicara panjang lebar, Cinta diam dibalik selimut. Tidak ada pergerakan.


"Cinta!" panggil Michael.


"Cinta!" ulang Michael memanggil namanya. Nihil, tidak ada sahutan dan pergerakan.

__ADS_1


Michael terlihat khawatir...


__ADS_2