
Cinta berada didalam kamar bersama dengannya bunda dan Ayana. Keduanya menanyakan perihal perpisahan yang diinginkannya.
"Cinta, apa kau benar-benar ingin berpisah?" tanya bundanya.
"Untuk apa dipertahankan, jika terpaksa bunda. Hanya satu pihak yang pernah ada cinta, sedangkan satu pihak hanya ada dendam," kata Cinta. Bibirnya tersenyum, tapi senyumnya itu bukan senyum bahagia.
"Apa kau sudah memikirkan kedepannya?" tanya Ayana.
"Aku sudah memikirkan apa yang akan aku hadapi kedepannya, sebagai singel mother. Pasti tidak mudah, apalagi aku masih muda. Dan sudah mendapatkan gelar janda muda, pasti kedepannya akan penuh dengan rintangan. Dan baby ku ini akan menjadi penguatku," kata Cinta.
"Baiklah, jika itu sudah keputusanmu. Bunda akan selalu mendukung apa yang Cinta ambil."
"Aku akan selalu mendukungmu, Cinta. Kita hadapi ini bersama-sama," kata Ayana.
"Terima kasih ," ucap Cinta dengan mata yang berkaca-kaca memandang bundanya dan Ayana.
"Jangan sedih!" ujar Rima.
"Enggak, Cinta tidak sedih, kan ada bunda dan temanku yang selalu di sisiku."
Saling tatap, perang terbuka dimulai oleh Michael dan ditanggapi Johan tanpa gentar. Johan membalas tatapan mata Michael dengan tajam.
"Kak, sepertinya pria itu lawanmu," bisik Adam.
"Dia! kau bilang dia lawanku?" Michael memandang Johan dengan sebelah mata, dia tidak menganggap Johan sebagai lawan berat.
Michael bangkit dan menarik kursi yang didudukinya mendekati Johan. Michael duduk dan menyilangkan kakinya, keduanya tangannya diletakkan ke atas paha. Adam juga ikut menarik kursi untuk menjadi tempat dia duduk, dia tidak ingin jauh-jauh dari Michael, karena dia takut Michael emosi dan terjadi perang antar laki-laki untuk memperebutkan seorang wanita.
"Sudah berapa lama kau mengenal "ISTRIKU" ?" tanya Michael dengan menekan kata istriku dengan tegas.
"Istri? siapa istri anda?" Johan pura-pura tidak tahu siapa istri Michael.
"kau tidak tahu istriku? ternyata kau bodo.... ! atau kau sebenarnya itu tidak punya mata dan telinga ," kata Michael menghina Johan.
__ADS_1
Johan ingin marah mendengar apa yang dikatakan oleh Michael mengenai dirinya, tapi dia menahan diri untuk tidak terpancing dengan apa yang dikatakan oleh Michael.
"Tahan, aku tidak boleh terpancing dengan perkataan orang ini. Aku tidak ingin di cap laki-laki suka membuat keributan," kata Johan dalam hati.
"Laki-laki itu sepertinya tidak ingin terpancing dengan apa yang dikatakan oleh kak Michael. Pria yang bisa menahan emosi, tidak seperti kak Michael, yang emosinya meledak-ledak. Semakin menarik." monolog dalam hati Adam.
Adam mengambil keputusan untuk menjadi penonton bagi kedua pria yang sedang bertarung, untuk mengambil hati seorang wanita.
"Kau tidak ada kepentingan di tempat ini, kenapa kau datang?" kata Michael.
"Tante Rima adalah sahabat mamaku, kami sudah sangat lama kenal. Aku mengenal Cinta sejak dia masih belum tumbuh dewasa, aku yang lebih pertama mengenal Cinta. Kau itu hanya orang baru, yang mengambil kesempatan untuk menyakitinya. Aku ingin kau melepaskan Cinta, aku yang akan membuat Cinta bahagia," kata Johan dengan lancar. Johan tidak perduli dengan raut wajah Michael yang merah dengan rahang mengeras.
Johan senang, karena telah berhasil membuat Michael murka. Itu yang diinginkannya, melihat Michael murka dan melakukan tindak kekerasan padanya, agar Cinta akan semakin membenci Michael.
Michael sudah ingin berdiri dari tempatnya duduk, tapi Adam mencekal tangan Michael.
"kak tahan," kata Adam.
Michael menoleh menatap Adam, matanya menatap Adam dengan tajam. "Kau membelanya?" tuduh Michael.
Michael mengarahkan pandangan matanya menatap Johan, dan dia melihat Michael tersenyum menatapnya.
"Kurang ajar!" umpat Michael kesal, saat melihat senyuman Johan seakan-akan mengejeknya.
Michael kembali meletakkan bokongnya dan membalas senyuman Johan dengan mencibir.
"Kau pulang saja! Cinta tidak membutuhkan pertolonganmu, Cinta tidak membutuhkan orang yang sok menjadi pahlawan," ujar Michael dan lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Johan dan Adam.
Begitu Michael menjauh, Adam berbicara dengan Johan dan menanyakan niat Johan terhadap Cinta.
"Apa niat anda terhadap kakak iparku itu?" tanya Adam.
"Niatku membuat Cinta bahagia! saudaramu tidak akan pernah bisa membahagiakan Cinta. Tidak ada cintanya untuk Cinta, sedangkan aku sangat mencintai Cinta. Cinta akan bahagia bersamaku," kata Johan berterus-terang mengenai hatinya.
__ADS_1
"Kau mencintai kakak iparku? apa kakak iparku mencintaimu?" pertanyaan Adam membuat Johan mematung sejenak.
"Aku akan mendapatkan cintanya, Cinta. Dengan seiringnya waktu, dia pasti akan bisa menerima kehadiranku disisinya."
"Jika dia menolakmu, bagaimana? apa kau akan menyerah?" tanya Adam.
"Aku tidak akan menyerah, aku akan tetap berada di sisinya. Kebaikanku, akan membuat Cinta luluh. Dan akan merasakan, bahwasanya aku itu cocok untuk menjadi ayah dari anaknya."
"Apa kau bisa menerima anak yang bukan darah dagingmu? di wajah anak itu terlihat wajah ayah kandungnya dan itu sulit untuk dilupakan oleh seorang wanita. Kakak ipar itu marah, jelas. Tapi itu sekarang, mungkin bulan depan atau tahun depan, kemarahannya itu sudah hilang. Dan wajah anak itu akan membayanginya. Apa kau siap menerima itu?" tanya Adam.
Johan terdiam, tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Adam.
Adam berdiri. "Pikirkan apa yang aku katakan, jangan karena obsesi, kau menikahi wanita yang sudah memiliki anak dan kau tidak bisa menyayangi anak itu seperti kau akan menyayangi anak kandungmu nantinya. Dan anak itu nantinya akan menjadi korban," kata Adam dan kemudian berlalu meninggalkan Johan.
Apa yang dikatakan oleh Adam membuat Johan melamun. Tepukan tangan di bahunya, menyadarkan dia dan lamunannya.
"Jo, kenapa kau melamun?" Sera, bundanya menegur sang putra yang dilihatnya melamun cukup lama.
"Mana Cinta, ma?" tanya Johan.
"Di kamar, kau belum menjawab pertanyaan Mama. Kau melamunkan apa?" tanya Mama kembali.
Johan berterus terang apa yang menjadi pikirannya. Dia menceritakan apa yang dikatakan oleh Adam.
"Jo, kau mencintai dan menyayangi Cinta kan?" tanya Sera.
Johan menganggukkan kepalanya.
"Jika kau mencintai dan menyayangi Cinta, kau juga harus mencintai dan menyayangi apa yang dimilikinya. Kau harus menyayangi dan mencintai anaknya dan juga bundanya Cinta juga. Kau tidak boleh melupakan keduanya," kata Sera.
"Tapi anak itu akan membuat Cinta akan selalu terhubung dengan Michael, Ma," kata Johan.
"Kau harus terima itu, mereka berdua akan terhubung sebagai ayah dan anak. Walaupun mereka berpisah, anak itu tetap anaknya. Tidak ada itu mantan anak atau mantan ayah. Mantan istri, tapi bukan mantan anak." penjelasan Sera membuat Johan merenung.
__ADS_1
Jangan mau makanya Jo, anaknya tidak mau. Kebangetan lu...