Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 78


__ADS_3

Michael sudah berhasil dioperasi untuk mengeluarkan pembekuan darah di kepalanya.


Ardian dan Handi dan Hilman serius bicara mengenai apa yang menimpa Michael. Sedangkan Melina duduk menunggu sang putra untuk sadar. Setelah operasi Michael dibawa ke ruang pemulihan paska operasi. Melina menunggu di depan ruang pemulihan ditemani adiknya yang datang.


"Mba, makan ini. Jangan sampai Michael sembuh, mba yang sakit," Kata Elina.


"Mba tidak habis pikir, kenapa kedua putra mba bermain-main dengan maut ! pertama Alex, kini Michael. Apa salah mba ?"


"Saya tidak tahu mba salah apa?" jawab Elina.


"Apa mba kurang sedekah pada orang tidak punya? tapi mba selalu menyisihkan waktu untuk mengikuti semua kegiatan sosial yang mengajak mba ikut andil. Apa kurang?"


"Apa yang terjadi bukan Karena itu, mba Mel. Ini teguran dari Tuhan untuk kita, agar kita selalu hati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku."


"Mba makan dulu, jangan sampai mba tumbang. Alex bagaimana mba?" tanya Elina.


"Alex sudah bisa diajak berbicara, walaupun dia belum sepenuhnya bisa bicarakan yang pasti dia mengerti dengan apa yang kita katakan."


"Alhamdulillah," ucap Elina.


"Istri Michael sudah tahu dengan apa yang terjadi pada Michael, mba ?"


"Ibunya sudah tahu, tapi mba larang untuk mengatakan kejadian ini Cinta. Khawatir mba pada kondisi kandungannya."


"Aku tidak percaya Michael tega berbuat begitu pada seorang wanita, mba. Hanya Karena marah! salah sasaran lagi, apa Michael tidak menyelidiki terlebih dahulu, siapa yang salah ?"


"Mba kecewa dengan perbuatan-perbuatan Michael, apalagi setelah ada fakta baru yang didapat, bahwa kecelakaan Alex itu bukan murni kecelakaan akibat Alex mengkonsumsi minuman keras, tapi dikarenakan mobilnya dirusak oleh orang yang ingin melenyapkan Alex."


"Hah... ! serius mba?" Elina kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Melina.


"Benar... Baru diselidiki," kata Melina.


"Kenapa tidak dari pertama terjadi kecelakaan dilakukan penyelidikan ? sekarang dilakukan, pasti sulit untuk menemukan bukti-bukti," kata Elina.


"Michael dengan Papa tidak berpikir ada orang yang berniat jelek pada keluarga kita."


"Sekarang ini kita harus hati-hati, mba! istri Michael juga harus diberi perlindungan. Bisa saja dia akan menjadi korban."


"Belum ada yang tahu Michael sudah menikah. Cinta pasti aman," kata Melina.


Andrian, Hilman dan Handi bicara cukup serius.


"Apa yang menimpa Alex, tidak berhubungan dengan apa yang terjadi pada Tuan Michael," kata Handi.


"Apa sudah pasti? mungkin saja orang itu berbohong," kata Ardian.


"Orang yang menyerang Tuan Michael itu marah pada pengembang. Dia sudah sering melanggar hukum dengan menyerang proyek-proyek yang ada di daerah sini. Hanya saja tidak sampai menjeratnya ke ranah hukum, Karena dia baru memberikan berupa ancaman kepada para pekerja. Baru kepada Tuan Michael dia berani melukai, mungkin karena pengamanan Tuan Michael tidak ketat. Sehingga ada kesepakatan dia untuk menyerang Tuan Michael," kata Hilman.


"Maafkan saya tuan, karena sudah lalai menjaga Tuan Michael," kata Handi.

__ADS_1


"Ini menjadi pelajaran untuk kita, agar lebih waspada," kata Ardian.


***


Cinta tidur dalam keadaaan gelisah, keningnya mengeryit dan tiba-tiba dia tersentak dan berteriak.


"Tidak.... !" pekik Cinta.


"Cinta ," ujar Rima yang terbangun.


Rima bergegas bangkit dari sofa dan mendekati Cinta di ranjang pasien.


"Ada apa ? kenapa teriak ?"


"Bunda, Cinta mimpi yang mengerikan," sahut Cinta.


"Mimpi ? mimpi apa?" tanya Rima.


"Ada raksasa mengambil anak Cinta bunda, sepasang raksasa bunda. Mereka menculik anakku ini, dan memakannya," kata Cinta.


Cinta membayangkan raksasa yang memangsa anaknya. Dua taring di sudut mulut raksasa mencabik perut anaknya dan darah menetes dari mulut raksasa dalam mimpinya.


"Ihh.... !" bergidik Cinta membayangkan mimpinya.


"Mana ada raksasa sekarang ini Cinta ! makanya sebelum tidur itu berdoa dulu, biar tidak bermimpi buruk. Ada-ada saja yang dimimpikan," kata Rima sembari menggelengkan kepalanya menatap Cinta.


"Setengah dua malam bunda?"


"Iya toh... nduk... malam. Tidak ada dengar suara dari luar kan? ini malam."


"Nduk... bunda, rindu ayah," kata Cinta, karena mendengar bundanya memangilnya dengan panggilan "nduk". Panggilan yang diucapkan oleh ayahnya kepada Cinta, sedari Cinta terlahir ke dunia.


"Kirim doa untuk ayah. Biar ayah tenang di sana."


"Tidurlah.... " bundanya mematikan lampu dan menghidupkan lampu kecil di samping ranjang.


Cinta kembali memejamkan mata. Kini sang bunda yang tidak bisa melanjutkan tidurnya. Ungkapan rasa rindu yang dikatakan oleh Cinta membuatnya mengingat sosok sang suami yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya dengan Cinta.


"Ayah tenang saja, Bunda akan menjaga Cinta," ucap Rima dengan bergumam dalam hati.


***


"Nak...."


"Mama ," ucap Michael.


"Mana yang sakit?" tanya Melina, melihat Michael meraba keningnya.


"Apa ini?" Michael memegang perban yang menutupi keningnya.

__ADS_1


"Jangan dipegang, ini bekas operasi," kata Ardian.


"Operasi ? kenapa aku di operasi? Mama dan Papa kapan datang ke Jerman? ini rumah sakit ?" Michael melihat tangan dan infus menggantung di sisi ranjang.


"Jerman? ini Indonesia, bukan Jerman," kata Melina.


"Indonesia ? tidak mungkin ! aku kan tinggal di Jerman, kenapa ak sekarang di Indonesia? perusahaan ku bagaimana? siapa yang menghandle semua pekerjaan, jika aku berada di Indonesia ?"


"Michael, lihat ! ini siapa?" Ardian menunjuk padanya.


"Apa Papa kira Michael amnesia ? masa Papa sendiri tidak ingat," ujar Michael.


"Ah... sakit sekali ! kenapa kepala sakit sekali ?" Michael meringis menahan sakit yang menerpa kepalanya.


"Pa.... !" Melina panik melihat Michael kesakitan.


"Efek obat bius sudah hilang, Ma. Karena itu sakit," kata Ardian yang ingat dengan apa yang dikatakan oleh perawat yang mengantarkan Michael masuk keruangan.


"Nak... apa yang sakit bekas operasi?" tanya Melina.


Michael membuka matanya, melihat Mama dan mengangguk.


"Kenapa aku di operasi, Ma? karena sakit, aku dibawa pulang ke Indonesia? katakan, Pa! kenapa denganku ini?"


"Sudah setahun ini kau pulang ke Indonesia Michael. Apa kau lupa dengan kecelakaan yang dialami Alex, yang menyebabkan kau pulang ke Indonesia ?" tanya Ardian.


"Kecelakaan Alex ? Alex kecelakaan bersama denganku ini ? bagaimana Alex ? dia baik-baik saja kan ?" tanya Michael.


"Alex kecelakaan sudah lama, sedangkan kau ini di serang oleh orang saat pertemuan dengan penduduk."


Ardian menceritakan apa yang terjadi pada Michael, agar Michael ingat.


"Ahh... aku tidak ingat dengan apa yang Papa ceritakan," kata Michael.


Kepalanya pusing, saat mencoba untuk mengingat apa yang diceritakan oleh papanya.


"Cinta ! apa kau ingat?" tanya Melina.


"Cinta ? aku tidak sedang menjalani hubungan cinta dengan seseorang, Ma. Untuk apa aku mengingat masalah cinta."


Degh...


Papa dan Mama kaget dengan apa yang dikatakan oleh Michael.


"Pa, apa Michael amnesia?" tanya Melina pada sang suami.


"Michael tidak amnesia, Ma," kata Michael yang mendengar apa yang dikatakan oleh Mamanya.


"Michael ingat Mama dan Papa. Michael tidak hilang ingatan " kata Michael tegas.

__ADS_1


__ADS_2