
Setelah terjadi drama antara Michael dan cinta akhirnya mobil meninggalkan peternakan. Cinta yang menolak satu mobil dengan Michael terus menunjukkan wajah kesal dalam perjalanan. Di dalam mobil tidak ada percakapan di antara keduanya, hanya keheningan yang ada. Cinta menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya, berpura-pura tidur. Dia tidak ingin Michael mengajaknya untuk berbicara. Michael tahu Cinta hanya pura-pura tidur. Dia membiarkan aksi diam Cinta. Hanya irama instrumen dari pemutar musik didalam mobil yang terdengar.
Mobil melambat, Cinta membuka matanya. "Kenapa lambat sekali? seperti nenek-nenek bawa mobil," kata Cinta.
"Akhirnya... buka suara juga," kata Michael.
Cinta melirik Michael dengan sudut ekor matanya, dan mencebikkan bibir bawahnya.
"Lapar?" tanya Michael.
Cinta tidak menjawabnya, tapi menganggukkan kepalanya.
"Lapar ?" tanya Michael kembali.
"Kan sudah aku menganggukkan kepala, lapar ," kata Cinta.
"Ada mulut kan? kenapa hanya menganggukkan kepala. Apa mulutnya lagi sariawan ? sehingga tidak bisa menjawab," kata Michael.
Cinta diam, malas dia untuk berkata-kata, Karena akan panjang urusannya.
Cinta menegakkan tubuhnya dan memiringkan kepalanya untuk melihat kebelakang.
"Mobil yang lain kemana? apa kita ketinggalan?"
"Mereka sudah didepan," sahut Michael.
"Kenapa kita ketinggalan ? percepat jalan mobilnya," kata Cinta.
"Apa kata bunda dan mama tadi? pasti lupa."
"Tapi tidak pelan seperti ini Mas !" ucap Cinta.
"Mas ! akhirnya," ucap Michael senang, karena mendengar Cinta memanggilnya dengan panggilan "MAS" kalimat yang sudah lama tidak terucap dari bibir Cinta.
"Dasar mulut tidak bisa diajak kerjasama," ucap Cinta dengan menggerutu.
"Sayang, hati dan mulut itu menginginkan mas itu diucapkan."
"Kita makan di mana?" Cinta mengalihkan pembicaraan dengan bertanya mengenai tempat makan.
"Sudah lapar ?" tanya Michael.
"Iya," sahut Cinta.
"Di depan ada tempat makan yang bagus, mereka pasti berhenti di rumah makan itu," kata Michael.
Apa yang dikatakan Michael benar. Cinta melihat dua mobil berhenti di depan rumah makan.
Begitu mobil Michael berhenti, Cinta bergegas turun dan masuk kedalam rumah makan tanpa menunggu Michael.
__ADS_1
Cinta celingukan mencari bundanya dan Ayana. "Cinta !" suara Ayana memanggilnya.
Cinta menoleh kearah asal suara dan melihat Ayana dan bundanya. Terlihat juga kedua orangtuanya Michael, Sera dan Johan.
Johan bangkit dan menarik kursi untuk Cinta duduk. Tetapi satu tangan menarik Cinta dan mendudukkan Cinta di sebelah Ayana dan kursi yang ditarik Johan diduduki oleh Michael.
"Sialan.... !" ucap Johan dalam hati.
Johan kesal... Michael senang dalam hati.
"Enak saja mau, mendekati Cinta," ucap Michael pelan, tapi telinga Johan menangkap apa yang dikatakan oleh Michael.
"Aku akan mendapatkan Cinta," balas Johan.
"Dalam mimpi," balas Michael.
Keduanya asik berbalas cakap, tetapi tidak ada yang memperhatikan Karena asik dengan ngobrol satu sama lain. Begitu juga dengan Cinta yang sangat menikmati makanan yang tersaji dihadapannya.
"Cin, lapar ya?" tanya Ayana.
Cinta hanya menganggukkan kepalanya, karena mulutnya penuh dengan ikan goreng.
"Pelan-pelan, tidak ada yang mau merebut makananmu itu, Cinta." tegur Rima.
"Tambah ikannya Cinta, biar Mama pesan lagi. Atau mau kepiting, atau udang ?" tanya Melina.
"Cukup, Ma. Masih banyak ini," Cinta menunjuk dua piring makanan laut didepannya.
"Kau kan tidak suka kepiting, Cinta," kata Johan.
Michael menoleh melihat Johan dan kesal melihat Johan tersenyum senang, Karena lebih tahu makanan kesukaan Cinta daripada dirinya sebagai suami.
"Cinta tidak suka kepiting ?" tanya Melina.
"Bukan tidak suka, Ma. Suka, tapi tidak terlalu sekali, ribet makannya," ucap Cinta kenapa dia tidak suka dengan kepiting.
"Kebalikannya dengan Michael. Dia suka sekali dengan kepiting, semua makanan laut dia suka," kata Melina.
Michael mendekatkan diri ke dekat Cinta, dan berbisik. "Anakku ini seperti aku, suka dengan makanan laut. Lihat sudah berapa ekor kepiting yang masuk kedalam perut," Kata Michael.
Cinta melihat dua piring dihadapannya yang sudah berkurang isinya. "Masa bodo... mau mirip siapa," balas Cinta.
Michael tertawa kecil melihat raut wajah manyun Cinta menatapnya.
***
"Pak Handi."
Citra asisten Abigail datang menghampiri Handi yang ingin masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Nona Citra, bagaimana kondisi anda?" tanya Handi.
"Sudah lebih baik Tuan Handi. Saya ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan Tuan malam itu," kata Citra.
"Saya minta maaf juga, Nona Citra. Jika saja kami tidak membawa Nona Abigail ke club, Nona Citra tidak akan terluka," kata Handi.
"Maafkan Nona Abigail juga Tuan Handi, tidak biasanya Nona minum begitu banyak. Jika perasaannya galau, Nona memang begitu," kata Citra.
"Kami akan kembali ke kota B, Tuan. Karena Tuan besar memanggil Nona Abigail untuk pulang. Minggu depan kami akan datang untuk membicarakan proyek kerjasama kita selanjutnya ," kata Citra.
Di dalam mobil, Abigail duduk menunggu Citra. Dia tidak ingin bertemu dengan Handi , Karena malu dengan apa yang telah dilakukannya.
"Kenapa lama sekali ? apa Citra lupa aku menunggu di sini. Pasti dia terlalu senang bertemu dengan Michael ! awas kau Citra... jika kau sampai menyukai Michael," kata Abigail.
Pintu mobil terbuka dan Citra masuk, dan langsung mendapatkan pertanyaan dari Abigail.
"Kenapa lama sekali ? apa sangat senang bertemu dengan Michael ? sehingga lupa waktu ! aku kepanasan menunggu di dalam mobil.... !" semprot Abigail.
"Saya tidak bertemu dengan Tuan Michael, Nona," kata Citra.
"Kau tidak bertemu Michael ? betul ? apa kau tidak bohong ?" Abigail menatap Citra dengan lekat. Dia mencari kebohongan dalam wajah asistennya tersebut.
Setelah merasa asistennya tidak berbohong, Abigail bertanya mengenai Michael.
"Kenapa kau tidak bertemu dengan Michael?"
"Tuan Handi mengatakan Tuan Michael cuti," jawab Citra.
"Sudah kau katakan kita akan pulang, dan Minggu depan akan datang kembali."
"Sudah nona."
"Ayo kita pergi, jangan sampai kita ketinggalan pesawat," kata Abigail.
"Jalan Pak," ucap Citra pada sang sopir.
***
Dua mobil memasuki satu rumah yang tergolong besar. Dibandingkan dengan mansion, rumah yang akan didiami oleh Cinta hampir sama besarnya.
Cinta turun dan di sambut oleh Mama Melina. Sedangkan bundanya dan Ayana tidak ikut. Karena Johan harus secepatnya kembali ke kita tempat dia tinggal sekarang.
"Apa Cinta mau tinggal di sini?" tanya Melina.
"Mau tak mau, harus mau kan ma," jawab Cinta.
"Cinta, Michael sebenarnya pria yang baik. Hanya karena terlalu menyayangi Alex, dia sampai melakukan hal yang tak terpuji. Mama mohon, tolong pertimbangkan kembali perpisahan kalian setelah anak kalian lahir," kata Melina.
"Cinta mengikuti alur yang telah Tuhan gariskan pada jalan kehidupan Cinta, Ma. Jika Tuhan tidak ingin kami berpisah, Cinta bisa bilang apa. Cinta akan menerima apa ketentuan dari Tuhan," kata Cinta.
__ADS_1
"Semoga Tuhan tidak memisahkan anak dan menantuku. Dan cucuku akan bahagia bersama dengan kedua orangtuanya." dalam hati Melina.