Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 41


__ADS_3

Rima tidak bisa lagi menahan air matanya. Hanya karena kesalahan yang belum jelas kebenarannya, Cinta di jadikan pembalasan dendam Michael.


"Kau memalsukan pernikahan dan berpura-pura meninggal. Kau termasuk manusia apa? terbuat dari apa hatimu itu?" kata Rima.


"Kau tahu, Cinta kecewa sekali denganmu. Kami ke rumah orangtuamu yang ada dikampung, yang kau katakan sebagai kampungmu. Ternyata, alamat itu area pemakaman. Kau sangat jahat! Cinta belum tentu bersalah. Jika Alex benar-benar mencintai Cinta, dan Cinta telah menolaknya. kau juga tidak berhak menyakiti putriku! Bukan salah putriku, adikmu itu kecelakaan ! kau akan menyesal Andrew. Bukan Andrew namamu kan ? Michael, itu namamu ? siapa pun kau itu.. ! kau akan menyesal karena telah menyia-nyiakan putriku. Pernikahan palsu yang kau lakukan telah membuat satu nyawa tersakiti, bukan satu tapi dua," kata Rima.


"Dua nyawa ?" Michael memikirkan dua nyawa yang dikatakan oleh Rima.


"Kau merenggut kesucian Cinta dengan melakukan pernikahan palsu! setelah kau renggut, kau pergi meninggalkannya! apa kau tidak berpikir, mungkin saja kau meninggalkan benih di rahimnya? apa kau ingin anak itu disebut orang sebagai anak haram seumur hidupnya? Eh... kau pasti tidak memikirkan itu kan? karena kau itu tidak punya hati... ! yang penting kau telah berhasil menyakitinya! selamat.. kau laki-laki terbaik... !" seru Rima dan memberikan tatapan mata yang sinis kepada Michael.


"Michael, apa yang telah kau lakukan? Mama tidak pernah mengajarkan kau melakukan seorang wanita seperti itu! menikahinya secara pura-pura, ini semua sangat..." Melina tidak dapat melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia malu dengan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh sang putra.


"Papa tidak mau tahu, kau harus menikah dengan gadis itu!" sergang Ardian.


"Aku menikah dengannya, pa. Tapi nikah siri, buku nikah ini memang palsu," kata Michael.


"Papa mau kau menikah resmi!"


"Tidak! aku tidak akan mengizinkan Cinta menikah dengannya, jika pernikahan memang pernah terjadi dan pernikahan itu dilakukan secara siri. Aku ingin kau mentalaq Cinta," kata Rima.


"Aku tidak ingin Cinta ada hubungan dengan pria seperti itu, biarlah anaknya tidak mempunyai ayah... ! dari pada punya ayah yang telah menyakiti ibunya.... !" seru Rima dengan lantang, saking kesal pada Andrew, Rima keceplosan mengatakan mengenai kehamilan Cinta.


"Anak?" gumam Michael.


"Anak? maksudnya putri ibu hamil?" tanya Melina.


"Hah... !" Rima kaget dan menutup mulutnya dengan jemari tangannya.


"Kenapa mulutku tidak bisa menyimpan rahasia." suara hati Rima.

__ADS_1


"Biarlah mereka tahu dengan kehamilan Cinta, mereka akan sengsara karena tidak bisa melihat anaknya Cinta," ucap Rima dalam hati.


"Bu... apa benar putri ibu hamil?" Ardian ikut bertanya.


Michael melangkah mendekati Rima. "Cinta hamil? aku akan mengambilnya, jika Cinta tidak menginginkan bayi itu," kata Michael.


Rima marah mendengar apa yang dikatakan oleh Michael.


"Kau betul-betul orang yang tidak ada perasaan! perasaanmu sudah mati! bisa-bisanya kau ingin mengambil anaknya! sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkan kau melihat putriku dan anaknya. Anak itu hanya milik Cinta!"


"Apa yang telah kau lakukan, Michael?" Melina benar-benar kecewa dengan perbuatan sang putra, begitu juga dengan Ardian. Dia hanya bisa tertunduk malu. Dia tidak bisa mengangkat wajahnya, menatap wajah Rima yang masih terus berbicara meluapkan emosi yang tertanam di dalam pikirannya.


Semua saling berdebat, tidak ada yang menyadari. Alex bangun dari tidurnya, matanya nyalang menatap kearah Michael.


"Kau jahat kak Michael! kau menghancurkan sahabatku," ucap Alex dalam hati.


"Tolong! dengarkan aku!" Alex berteriak kembali, tapi tetap tidak ada yang bisa mendengarnya.


Alex frustasi, karena suaranya tidak bisa keluar.


"Untuk apa aku hidup, jika aku tidak bisa menolong sahabatku !" kata Alex dalam hati. Dia berusaha untuk mengangkat kakinya, tapi kakinya seperti tak bertulang, sehingga tidak bisa untuk digerakkan.


"Aku harus bisa... aku harus bisa... ," Alex menyemangati diri sendiri, agar bisa bergerak atau mengeluarkan suaranya.


"Aku katakan, Cinta, putriku itu tidak terlibat dengan kecelakaan yang menimpa Alex. Saya harap selidiki dengan benar, jangan langsung menghukum anakku," kata Rima.


"Bunda, katakan. Apa Cinta benar-benar hamil?" tanya Michael, yang belum yakin dengan cerita yang disampaikan oleh bundanya Cinta.


"Aku sebenarnya tidak ingin kau tahu mengenai kehamilan putriku, tapi karena emosiku yang membuat aku keceplosan. Iya.. Cinta hamil, dia terpaksa bed rest. Karena beban pikiran yang kau buat. Dokter menyarankan dia untuk beristirahat. Selamat! kau hampir saja membunuh darah dagingmu." ejek Rima.

__ADS_1


Melina bangkit dari ranjang dan melangkah mendekati Rima. "Bu, bagaimana juga ini sudah terjadi. Kita bicarakan dengan kepala dingin. Michael mengatakan ada pernikahan, walaupun secara siri. Itu sah di mata agama," kata Melina dengan lembut. Dia ingin Rima menarik ucapan mengenai talaq yang diinginkannya untuk putrinya.


"Karena hanya pernikahan siri, saya ingin anak ibu menjatuhkan talaq pada putri saya. Pernikahan yang terjadi itu tidak sehat, pernikahan yang dilakukan karena ada misi untuk membuat Cinta tersakiti. Itu tidak sehat untuk perkembangan jiwa anak saya dan cucu saya kedepannya. Tidak ada cinta diantara ibu bapaknya," kata Rima.


"Aku tidak akan menjatuhkan talaq pada Cinta, anakku harus punya ayah," kata Michael.


"Cucuku akan punya ayah! Tapi bukan ayah sepertimu, yang penuh dendam dihati! aku akan menikahkan anakku dengan pria yang bertanggung jawab, dan laki-laki yang mencintai Cinta dan anaknya," kata Rima.


"Dan pastinya, itu bukan kau!" sambung Rima.


"Aku tidak akan menceraikan istriku sampai kapanpun, Cinta tidak akan bisa menikah lagi," kata Michael.


"Tidak ada bukti, Cinta istrimu, sudahlah ! Maaf Bu, Pak. Putri saya tidak bersalah." Rima keluar dari dalam kamar Alex.


Kamar hening sepeninggal Rima. Michael berdiri dengan tangan berada di kedua sisi pinggang.


"Papa tidak mau tahu, Michael. Kau harus menyelesaikan kekacauan yang telah kau lakukan. Keturunan Subrata harus berada di sini. Cucu sulung keluarga Subrata, harus menyandang nama Subrata. Kau legalkan pernikahanmu, biar sah secara agama dan negara."


"Mama juga, mama ingin melihat cucu Mama tumbuh besar. Kau harus membawa anak dan ibunya ke dalam keluarga kita," kata Melina.


Rima meninggalkan rumah Michael yang sangat besar. Dia menolak saat seorang sopir ingin menghantarkannya, karena dia tidak ingin Michael mengetahui di mana Cinta saat ini tinggal.


"Aku tidak akan mengizinkan putriku masuk ke dalam rumah ini," kata Rima yang berdiri didepan pintu gerbang rumah Michael.


"Sampai kapanpun, Cinta tidak boleh bertemu dengan laki-laki itu... !"


Dia kemudian memutar tumitnya dan melangkah dengan langkah yang tegak, karena dia merasa puas telah mengeluarkan unek-unek yang selama ini bersemayam di dalam hatinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2