
"Apa mama bisa hidup sederhana ? ke mana-mana naik bus atau naik taxi? naik taxi juga tidak bisa setiap kita pergi, Ma. Harus ikatkan ikat pinggang, makan seadanya dan Mama tidak bisa ikut dengan teman-teman Mama yang sosialita itu keluar negeri untuk belanja," kata Ardian, jika dia menutup perusahaannya.
"Daripada hidup dalam ketakutan begini, Pa ! tidak punya musuh lebih baik, daripada hidup berkecukupan tapi banyak musuh ," kata Melina.
"Apa mama kira hidup secara sederhana itu tidak punya musuh ? hidup di dunia ini pasti kita akan memiliki orang yang tidak suka dengan kita."
"Ah... nggak tahu Mama, Pa!"
"Tenang, Ma. Papa tidak akan membiarkan orang berbuat jahat pada keluarga kita," kata Ardian.
Di kantor polisi Handi berbicara dengan wakil penduduk yang mengenal orang yang melempar Michael dengan batu.
"Apa orang itu memiliki tanah di sekitar proyek?" tanya Handi.
"Saya juga kurang tahu Pak. Karena dia sudah lama tidak tinggal di daerah sini, baru seminggu ini dia terlihat lagi."
Kalau dia tidak punya tanah, kenapa dia ikut?" tanya Handi.
"Dia mewakili Bu Anshar, Pak. Jamil itu keponakan Bu Anshar, Karena Pak Anshar tidak bisa ikut pertemuan ini, Jamil diutus Bu Anshar," ujar seorang pria yang baru datang dan mendengar pertanyaan Handi.
"Pak Anshar itu, tanahnya di area mana?" tanya Handi.
"Tanah Pak Anshar sedikit, Pak. Dekat sungai, tapi letak tanahnya itu sangat bagus.
Polisi memanggil Handi untuk masuk bertemu dengan tersangka, Jamil.
Handi ingin melayangkan pukulan ke wajah Jamil yang menatapnya dengan tatapan mata arogan. Tidak ada rasa takut dari raut wajahnya.
"Sabar, Pak. Jangan terpancing emosi," kata polisi yang melihat tangan Handi yang ingin melayang mendaratkan tinjunya pada tubuh Jamil.
"Kenapa kau menyerang Tuan Michael?" tanya Handi.
"Aku tidak perlu mengatakan alasanku!" balas Jamil.
"Ohhh... kau suka mendekam di dalam penjara? baiklah, aku akan mengabulkannya. Kau akan lama mendekam dalam terali besi. Kau telah melakukan kejahatan terencana!" kata Handi.
"Jika kau ingin mendapatkan hukuman yang ringan, kau katakan! siapa yang telah menyuruhmu ?" kata Handi.
__ADS_1
"Tidak ada yang menyuruhku! aku berdiri sendiri, Karena aku tidak suka dengan perusahaan yang seenaknya saja ingin membangun hotel di daerah sekitar rumahku... ! kalian itu datang dan membuat daerah kami tercemar dengan berdirinya hotel-hotel dan hotel-hotel itu akan membawa orang-orang hidung belang menginap dan akan mengincar anak-anak gadis di daerah sekitar hotel.... !" Jamil akhirnya mengeluarkan tidak sukanya dengan kehadiran hotel yang akan dibangun oleh perusahaan Michael.
"Karena itu kau mencelakai Tuan Michael? kau bohong! sebelum perusahaan Tuan Michael mendirikan hotel, sudah banyak hotel berdiri di tempat wisata di daerah sini! kau sangat mengada-ada mengatakan hotel yang dibangun perusahaan Tuan Michael menjadi tempat mesum," kata Handi.
"Pak , orang ini berkata bohong ! hotel sudah berjamur ditempat yang akan didirikan hotel oleh perusahaan Tuan Michael. Orang ini mencari alibi untuk membenarkan tindakannya. Saya serahkan kasus ini kepada bapak, tekan dia, agar mengatakan yang sebenarnya."
Handi pergi meninggalkan kantor polisi dan kembali ke rumah sakit.
Rima Melamun di luar ruangan kamar tempat Cinta di rawat. Dia tidak menyadari keberadaan Ayana yang berdiri dibelakang tempat dia duduk.
"Katakan, Tan," ujar Ayana.
Rima menoleh kearah asal suara, melihat Ayana berdiri dibelakangnya. "Apa Cinta tidur?"
Ayana mengangguk dan mendudukkan bokongnya di kursi.
"Apa yang Tante cemaskan? Ay lihat Tante tidak seperti biasanya," kata Ayana.
"Apa yang Tante ceritakan ini jangan sampai Cinta dengar," kata Rima.
"Baik, Tan," sahut Ayana.
"Untuk sekarang ini, kita menyimpan semua berita tentang Michael Tante. Tunggu kondisi Cinta baik-baik saja. Tante, apa yang dialami Cinta ini ada hubungannya dengan apa yang menimpa Michael ? mungkin kontak batin dengan anak yang dikandung Cinta pada bapaknya."
"Bisa jadi," jawab Rima.
"Selama ini Cinta baik-baik saja kan, Tan? tidak ada yang dikeluhkannya mengenai kandungannya ?"
"Tidak ada, terakhir cek up ke dokter dua hari yang lalu, dokter mengatakan baik-baik saja. Hanya berat baby-nya tidak sesuai dengan bulannya."
"Pasti ada kaitannya dengan musibah yang dialami Michael, Tan ! ikatkan batin antara si bayi dengan bapaknya," kata Ayana lagi.
"Bagaimana kondisinya sekarang Tan.... ?"
"Tante belum menghubungi Bu Mel lagi, nanti saja. Tadi Bu Melina masih dalam perjalanan saat Tante hubungi "
"Siapa yang telah berani menyerangnya, Tan? mengerikan sekali, dia pasti banyak musuh. Untung saat kejadian itu, Cinta tidak bersamanya. Bagaimana jika tadi ada Cinta, tidak bisa aku bayangkan apa yang akan dialami Cinta."
__ADS_1
"Bu Melina tadi belum bisa bicara banyak, dari suaranya terdengar dia sangat sedih."
"Sudah pasti shock Tante Melina, dua anaknya mendapatkan musibah." timpal Ayana.
"Tan... pasti itu karma untuk Michael, Karena dia telah mempermainkan perasaan wanita," kata Ayana.
"Hus... jangan bilang begitu !" kata Rima.
"He... he... he... kesal Ay dengan suami Cinta itu, Tante."
"Ayo kita kembali, nanti Cinta kecarian kita."
Keduanya bangkit dan kembali masuk kedalam kamar tempat Cinta di rawat.
***
Michael sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit di kota. Melina tidak bergeser dari sisi Michael, dia terus menggenggam erat tangan Michael.
"Apa anak saya tidak sadar, suster?" tanya Melina pada suster yang ikut mendampingi Michael didalam ambulance.
"Bukan tidak sadar Bu, tapi di buat tidak sadar. Kan tadi sudah diterangkan oleh dokter."
"Darah beku yang ada dikepala pasien akan membuat kepala pasien sangat sakit. Dengan ditidurkan, pasien tidak akan merasakan sakit. Dan pengobatan terhadap pasien juga bisa lebih maksimal " tambah suster.
Melina tidak bertanya lagi. Dia memandangi wajah Michael yang tidur Karena obat.
"Tuhan... semoga Michael tidak apa-apa." doa Melina dalam hati.
***
Sandra baru saja mendapatkan laporan dari orang suruhannya untuk mengawasi rumah Michael. Orang suruhannya mengikuti mobil yang membawa Ardian dan Melina. Tetapi didalam perjalanan, mereka kehilangan jejak mobil yang membawa Ardian dan Melina.
"Dasar bodo!" umpat Sandra setelah selesai berbicara dengan orang suruhannya.
"Kerja mudah begitu saja, tidak bisa !"
"Aku tidak bisa diam saja, tapi apa yang harus aku lakukan?" Sandra memikirkan ide untuk mencari tahu, siapa istri Michael.
__ADS_1
"Apa aku mencari informasi dari Tante Melina saja? Baiklah, aku akan menemui Tante Melina. pura-pura saja aku ingin membesuk Alex."
Sandra mengambil tas dan kunci mobilnya dan kemudian bergegas keluar dari dalam kamar, dan menuju mobilnya. Dia melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Karena dia mengejar waktu, Karena takut tidak bisa bertemu dengan Alex. Karena jadwal untuk bertemu Alex tidak boleh lebih dari jam lima sore.