Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 49


__ADS_3

Teriakan Cinta mengundang Rima, sang bunda tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar Cinta.


"Cinta! ada apa?" Rima duduk di sisi ranjang.


Ditatapnya wajah Cinta yang basah bermandikan keringat dan air mata.


"Di-dia ingin mengambil anak Cinta bunda! dia ingin memisahkan Cinta dengan bayi ini," kata Cinta dengan diiringi sedu-sedan keluar dari mulutnya.


"Siapa? siapa yang akan mengambil cucu bunda? apa ada yang menelpon Cinta? bukannya nomor telepon Cinta sudah ganti? kenapa dia masih bisa menghubungi Cinta?" tanya bundanya, dengan berbagai macam pertanyaan yang ditujukannya pada Cinta.


"Dia mengancam akan mengambil anakku, bunda!"


"Dia akan mengambilnya!" kata Cinta kembali.


"Siapa? kapan dia mengancam? apa bunda tinggal pergi tadi? tidak aman apartemen ini, kita harus pindah dari sini," kata Rima.


"Andrew bunda! dia mengancam Cinta, saat Cinta tidur."


"Apa?!" Rima terperanjat.


"Dia masuk kedalam kamar? bagaimana bisa dia masuk kedalam kamar? bunda sedari tadi ada di luar buat kue. Pintu apartemen juga tidak terbuka, bagaimana dia bisa masuk? apa dari jendela? rasanya tidak mungkin dia bisa naik, kita ini berada di lantai sepuluh," kata Rima kebingungan mendengar perkataan Cinta.


"Dia datang ke mimpi Cinta, bunda," kata Cinta sambil menangis.


"Hah.... !" Rima, bundanya tersentak mendengar apa yang dikatakan oleh Cinta.


"Mimpi.... ?" tanya Rima.


Cinta menganggukkan kepalanya dengan wajah bersimbah air mata.


Rima memijat keningnya, menarik bibir menatap Cinta.


"Mimpi!" Rima menggelengkan kepalanya.


"Dia datang bersama seorang wanita, bunda! mengancam akan mengambil bayiku, bunda!"


"Dalam mimpi?" tanya bundanya.


Lagi-lagi Cinta menganggukkan kepalanya.


"Sudah bunda bilang, jangan tidur sore. Begini, mimpi kan!"


"Bunda sampai bingung memikirkan, bagaimana dia bisa masuk dalam apartemen! ternyata... dia masuk kedalam pikiran."


"Bunda ! bagaimana jika mimpi ini menjadi kenyataan ?" Cinta menatap bundanya dengan menangis.


"Kita hadapi ,"jawab Rima, bundanya.


"Bagaimana menghadapinya, bunda? kita tidak tahu di mana dia? apa masih ada atau benar-benar meninggal? ibu dan bapak juga kita tidak tahu berada di mana?" kata Cinta.


"Cinta tidak tahu dengan status Cinta sekarang ini juga? janda atau bukan? Bunda, besok kita ke kantor urusan agama. Cinta mau tanyakan, apa status Cinta ini sekarang?"


"Apa benar dia sudah meninggal, Bunda?" tanya Cinta kemudian.

__ADS_1


"Bagaimana ini? aku katakan, apa tidak? jika tidak dikatakan, bagaimana jika Cinta tahu bahwa Andrew masih hidup. Cinta pasti akan kecewa, karena ini semua dirahasiakan padanya." suara hati Rima.


"Bunda! ada apa?" Cinta melihat wajah bundanya dengan lekat, dia merasa ada yang dirahasiakan padanya oleh sang bunda.


"Tunggu," kata Rima sebelum dia mengangkat bokongnya dari ranjang.


"Bunda! ada apa?" Cinta melihat sang bunda melangkah keluar dari kamarnya.


"Tunggu di situ, bunda ambil air minum sebentar," kata Rima sambil melangkah keluar.


"Ada apa ini? bunda terlihat sangat aneh?" Cinta turun dari ranjang dan ikut keluar menyusul sang bunda. Dia penasaran dengan ekspresi wajah sang bunda.


Cinta melangkah menuju dapur dan melihat Bundanya mengisi gelas dengan air hangat.


"Apa yang bunda rahasiakan?" tanya Cinta.


"Kenapa ikut bunda keluar?kan sudah bunda bilang, tunggu. Bunda hanya ambil air hangat," kata Rima.


"Apa yang bunda sembunyikan? katakan bunda!" desak Cinta yang sudah tidak sabar dengan rahasia yang disembunyikan oleh bundanya.


"Ayo kita duduk," ajak Rima.


Keduanya duduk di sofa dan bundanya menyuruh Cinta untuk minum air hangat yang diambilnya tadi.


"Cinta tidak haus bunda." Cinta menolak gelas minum yang di sodorkan Rima.


"Minum! jika tidak minum, bunda tidak akan mau cerita apa-apa.'


"Cinta juga sekarang ini suka membantah apa yang bunda katakan," balas Rima.


"Bunda balas," kata Cinta.


"Sudah bunda, ceritakan Bun."


"Apa yang bunda ceritakan, jangan sampai membuat Cinta sedih," kata Rima.


"Tidak bunda, Cinta harus semakin kuat. Sudah banyak yang Cinta alami, apa yang akan bunda ceritakan pasti menyangkut apa yang sudah Cinta alami kan? katakan saja bunda," kata Cinta.


"Ini semua... " Rima menceritakan saat pertama bertemu dengan Andrew dan berakhir di rumah Andrew.


"Michael! namanya bukan Andrew, bunda?"


"Nama lengkapnya Michael Andrew Subrata."


"Cinta ingat dengan teman Cinta yang sudah lama menghilang, yang bernama Alex.... ?" tanya bundanya.


"Alex? apa hubungannya Andrew dengan Alex?" tanya Cinta.


"Mereka bersaudara," kata Rima.


Bundanya melanjutkan ceritanya dan apa yang dikatakan oleh bundanya mengenai Michael yang menikahinya karena dendam. Membuat Cinta terdiam.


"Kenapa dia dendam dengan Cinta, bunda? Cinta tidak menaruh rasa cinta pada Alex. Kami bersahabat saja, Bun!"

__ADS_1


"Bunda sudah tahu, Ayana sudah mengatakannya."


"Ayana tahu juga, dengan cerita ini ?" tanya Cinta.


Rima menceritakan mengenai kedatangan Ayana untuk menjelaskan bahwa Cinta tidak tidak ada hubungan dengan Alex.


"Bunda, ayo kita ke rumah Alex. Cinta akan membersihkan sendiri nama Cinta," kata Cinta.


"Cinta juga ingin minta Andrew atau Michael, siapapun namanya untuk menjatuhkan talaq untuk Cinta. Cinta tidak ingin berlama-lama lagi untuk menjadi seorang istri, yang pernikahannya terjadi karena terpaksa."


"Cinta akan bertemu dengan Michael, bagaimana?" tanya bundanya, tentang perasaan Cinta bertemu dengan Michael.


"Bagaimana apanya, Bun?"


"Apa Cinta sudah siap bertemu dengan Michael?"


"Tidak siap juga, Cinta juga harus siap bunda. Cinta tidak mungkin bersembunyi darinya terus-menerus," kata Cinta.


"Tidak mungkin kita ke sana, sekarang. Sudah jam berapa ini? mobil belum diambil dari bengkel."


"Baru jam enam bunda, belum malam ini."


"Cinta hubungi, Ayana. Dia pasti mau menghantarkan kita." tambah Cinta.


Teng.. tong. Teng... tong..


"Pasti itu Ayana bunda, panjang umur dia ," kata Cinta.


Rima bangkit dan berjalan menuju pintu, benar dengan apa yang dikatakan oleh Cinta. Ayana datang.


"Selamat sore menjelang malam, bumil !" sapa Ayana, setelah menyapa bundanya Cinta dahulu.


"Untung kau datang, Ay," kata Cinta.


"Untung? apa aku ditunggu-tunggu kehadirannya?" tanya Ayana.


"Antarkan aku ke rumah Alex!"


"Ke- kerumahnya Alex?" gugup Ayana. Dia melihat bunda Cinta.


"Aku sudah tahu... ! jangan sembunyi lagi padaku apapun lagi. Kau jahat, kenapa menyembunyikan masalah Alex kepadaku?"


"Maaf, Cinta. Kami takut kau sedih, dan akan berakibat tidak baik pada kandunganmu," kata Ayana.


"Aku baik-baik saja! kandunganku juga baik-baik saja," kata Cinta.


"Anakku ini harus kuat sejak dalam kandungan," kata Cinta.


"Di sini kau bilang kuat, sampai di sana dan melihat laki-laki itu, kau terlihat sedih! aku tidak mau kau menunjukkan raut wajah sedih ya! tunjukkan pada pria bajingan itu, bahwa kau itu wanita tangguh!"


"Aku tidak akan sedih, jangan khawatir."


Apa yang terjadi? saat pertama Cinta bertatapan langsung dengan Michael?

__ADS_1


__ADS_2