Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 60


__ADS_3

Mata Michael terarah kearah dua mobil yang mulai mendekati peternakan.


Cinta juga mengarahkan pandangan matanya, kemana mata Michael melihat. "Itu seperti mobil kak Jo," ujar Cinta.


Michael mendengar apa yang dikatakan oleh Cinta. "Siapa Jo?" tanya Michael.


"Kak Jo laki-laki yang menyukaiku," sahut Cinta.


"Kenapa dia bisa sampai di sini? datang bersama papa juga," kata Michael.


"Papa? Om Ardian dan Tante Melina? itu mobil mereka?"


"Iya, mobil depan itu mobil papa. Apa Adam menghubungi mereka? awas kau Dam!" kesal Michael melihat papanya datang.


Cinta berdiri dan melangkah menuju depan. "Hei... mau kemana?" Michael menarik tangan Cinta.


"Mereka datang untuk menjemputku.... !" kata Cinta.


"Ingat Cinta, kau tidak akan bisa meninggalkanku. Aku tidak akan melepaskanmu, jika kau ikut dengan mereka!" Michael mengeluarkan ancamannya.


Cinta menghentikan langkahnya dan memutar badannya. Cinta menatap Michael dengan marah. Dia tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Michael, yaitu mengeluarkan ancamannya. Dan ancamannya itu membuat Cinta tidak bisa melakukan apapun juga.


"Kau menyebalkan!" Cinta menghentakkan kakinya, lalu memutar badannya dan kembali melanjutkan langkahnya.


"Tahan Cinta, sebentar lagi kau akan bisa bebas," ucap Cinta seraya melangkah. Sedangkan Michael mengikuti Cinta, langkahnya dipercepatnya.


Dua mobil sudah berhenti sempurna dan pintu mobil yang membawa Melina dan Ardian terbuka. Melina keluar dan berlari mendekati Cinta.


"Menantuku.... !" kata Melina dengan memeluk Cinta. "Akhirnya kami menemukanmu," tambah Melina.


"Kenapa Mama bisa datang?" tanya Michael.


Melina mengurai pelukan dan kemudian menghampiri Michael dan tanpa berkata apa-apa, Melina mendaratkan pukulan di tangan Michael sambil meluapkan emosinya, atas kelakuan Michael yang membuat mereka panik.


"Dasar anak kurang ajar! percuma Mama menyekolahkan sampai keluar negeri. Perbuatanmu ini telah membuat kami kecewa!" Melina marahin Michael.


Rima memeluk Cinta. " Cinta tidak apa-apakan? apa ada yang sakit? kita harus ke rumah sakit," kata Rima.


"Apa yang Michael lakukan tidak ada yang salah! Michael hanya ingin dekat dengan istriku! apa yang salah?" kata Michael.


Bugh...


Ardian tanpa berkata apa-apa, langsung mendaratkan pukulan ke perut Michael. Sehingga Michael terjungkal ke tanah.


"Papa!" pekik Melina, karena baru sekali ini melihat Ardian main tangan.


Cinta yang melihat apa yang dilakukan oleh papanya Michael juga kaget. Dia berteriak dan menutup mulutnya.

__ADS_1


"Kenapa papa memukul Michael?" Melina mendekati Michael yang jatuh.


Ardian diam, dia berkacak pinggang melihat Michael terduduk di tanah berumput.


Michael tidak mengatakan apapun juga, mengaduh kesakitan juga tidak terdengar dari mulutnya. Dia bangkit dibantu mamanya, dengan memegangi perutnya yang kena tinju tangan Ardian, papanya.


Johan, Sera dan Ayana menghampiri Cinta.


"Kau tidak apa-apa, kan beib?" tanya Ayana.


"Aku tidak apa-apa," sahut Cinta.


"Kenapa tidak menghubungiku ?" tanya Johan. Dia menatap Cinta intens.


"Aku malu kak Jo, ternyata pernikahanku belum seumur jagung juga sudah bermasalah," ucap Cinta.


"Kakak akan membuatmu lepas dari pria itu," kata Johan.


"Jo.... !" tegur Sera. Dia menggelengkan kepalanya, agar Jo tidak mengatakan apapun yang akan membuat dia akan mendapat masalah.


Melina menghampiri Rima dan mengajak mereka untuk masuk kedalam rumah. "Ayo kita masuk," ajak Melina.


Michael menarik tangan Cinta dan melingkarkan tangannya di pinggang Cinta. Dia ingin menunjukkan pada Johan, bahwa Cinta miliknya. Mata keduanya saling bertemu pandang, dan tidak ada suara untuk bertukar sapa.


"Cinta menjadi rebutan, dan akan semakin seru nih.... ," ujar Ayana dalam hati.


"Kau itu masih istriku," bisik Michael.


"Ayo ." Michael menggandeng Cinta untuk masuk.


Adam yang baru tiba, memberi salam pada Melina dan Ardian. Kemudian Adam mendekati Michael, dan berkata kepada kakak sepupunya, bukan dia yang mengatakan keberadaan Michael di peternakan.


"Kak, bukan aku yang mengatakan keberadaan kakak di sini. Sumpah... kak ," kata Adam.


"Jika sampai kau yang bocorkan, lihat saja. Aku tidak akan berinvestasi lagidi peternakan ini, aku akan menarik sahamku," ucap Michael mengancam Adam.


"Kak Michael!" Adam merengek seperti anak kecil.


Melina yang mendengar apa yang dikatakan oleh Michael dan Adam, menengahi keduanya. Dan berkata, Alex yang mengatakan mengenai peternakan milik Michael.


"Alex sudah sadar Tan?" tanya Adam.


"Sudah sadar sepenuhnya, tapi dia belum bisa berbicara," ujar Melina.


"Alex yang mengatakannya, dasar bocah tengil! awas dia aku memberikan pelajaran padanya," ucap kesal Michael.


"Kau selesaikan masalahmu, dulu. Baru kau memberikan pelajaran pada putraku," kata Melina.

__ADS_1


Melina meraih tangan Cinta dan membawanya untuk duduk di dekatnya. Michael hanya bisa pasrah. Untuk menghadapi sang Mama, Michael tidak bisa melawan. Jika dengan papanya, Michael masih bisa untuk membantah perkataan pria berusia lima puluh delapan tahun tersebut.


"Kedepannya, apa yang akan kalian lakukan?" Ardian membuka suara, bertanya pada Michael dan Cinta.


"Aku ingin bercerai," kata Cinta.


"Aku tidak akan bercerai," balas Michael.


"Wanita hamil tidak boleh bercerai, apa kalian tidak berpikir, bagaimana bayi itu nantinya?" kata Ardian.


"Cinta, apa tidak bisa tidak bercerai?" Melina membuka suaranya.


"Maaf, Tan...ehh... Mama. Cinta tidak bisa bersama dengannya lagi, setiap melihatnya, Cinta teringat dengan apa yang telah dilakukan. Penipuannya itu sudah sangat menyakitiku, bukan hanya aku di sini yang tersakiti, bundaku juga. Berhari-hari kami menyelidiki semua, datang ke kampung, alamat yang diberikannya pemakaman umum."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Cinta, Michael hanya bisa menunduk.


"Kak Michael benar-benar terlalu," ucap Adam dalam hati.


Johan mendengar keluh kesah Cinta, geram. Tangannya mengepal, jika dia hanya berdua saja tadi, mungkin saja Michael sudah remuk dibuat tangannya.


Cinta sedikit terisak saat bercerita, Rima dan Melina yang duduk di sampingnya, berusaha untuk menguatkan Cinta.


"Kau menyia-nyiakan gadis cantik kak Michael, aku saja terpesona baru pertama bertemu," ujar Adam dengan berbisik.


Michael mengarahkan pandangan matanya menatap Adam yang duduk di sampingnya. Tatapan mata Michael mengintimidasi Adam, untuk Adam berhenti berkata menyudutkan dirinya.


Adam mengembangkan bibirnya untuk tersenyum.


"Awas kau." Michael menggerakkan bibirnya tanpa bersuara, mengancam Adam.


"Sorry," balas Adam.


"Aku tidak akan memisahkan baby ini, jika terjadi perceraian. Mama dan Papa adalah nenek dan kakeknya," kata Cinta mengakhiri ceritanya.


"Michael akan mengabulkan keinginan Cinta untuk berpisah, tapi tidak sekarang."


"Michael, kenapa kau ... "


"Ma..." Michael memotong ucapan sang Mama.


"Setelah anak lahir, baru kami berpisah," kata Michael.


"Kenapa kalian tidak memikirkan nasib anak kedepannya? apa kalian tidak sayang melihat dia tidak mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orangtuanya," kata Melina.


"Maaf Ma, Cinta tidak bisa. Pernikahan yang tidak didasari kejujuran dan rasa cinta, tidak akan bagus untuk anak ini juga," kata Cinta.


Rima diam. Dia tidak ikut masuk kedalam percakapan, karena Rima tahu, putrinya sudah memikirkan keputusan yang diambilnya dengan matang.

__ADS_1


__ADS_2