Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 55


__ADS_3

"Bagaimana saya meriksa, jika tidak bisa menyentuhnya?" Dokter Adam menarik tangannya, kemudian dia sedikit membesarkan kedua bola matanya menatap Michael .


"Aku tidak peduli bagaimana cara kau meriksa, yang penting kau jangan menyentuh istriku! oh... satu lagi, kau juga jangan melihat tubuh istriku!" kata Michael .


"Gila... !" umpat Dokter Adam tanpa merasa takut pada Michael .


"Tuan... !" kata Dokter Adam.


"Apa ?" jawab Michael dengan ekspresi wajah galak.


"Bagaimana saya meriksa dengan mata terpejam?" tanya Dokter Adam.


"Alat itu dilekatkan ke telinga kan? bukan ke mata?" jemari Michael menunjuk stetoskop yang dipegang Dokter Adam. Dokter Adam menganggukkan kepalanya.


"Matamu tidak dibutuhkan... !" kata Michael dengan nada suara yang ketus.


"Semakin tua, otaknya semakin ruwet," ucap Dokter Adam dalam hati.


"Aku tahu apa yang ada dalam otakmu!" kata Michael pada Adam.


"Sini stetoskop itu! kau itu lambat sekali," kata Michael.


Michael mengambil stetoskop dari tangan Dokter Adam.


"Aku yang meriksa, kau dengarkan! awas... jangan kau curi lihat! aku cungkil matamu!" ancam Michael.


"Baiklah Tuan Michael Andrew Subrata. Terserah anda, sukanya anda," kata Dokter Adam.


Akhirnya tangan Michael memegang stetoskop, menggerakkan stetoskop di dada Cinta. Adam mendengar sambil memejamkan kedua matanya.


"Apa yang kau dengar? istriku sakit apa?" tanya Michael.


"Jangan buka matamu!" kata Michael. Dia buru-buru mengancingkan baju Cinta dan kemudian menarik selimut sampai leher.


"Sudah Tuan? apa saya boleh buka mata?" tanya Dokter Adam.


"Sakit apa istriku?" tanya Michael kembali, karena pertanyaannya yang pertama belum dijawab oleh Dokter Adam.


"Tidak ada yang aneh Tuan Michael, hanya detak jantung sedikit lebih cepat."


"Hah... jantung? istriku sakit jantung? kau gila! tidak mungkin istriku sakit jantung!"


"Saya bukan bilang sakit jantung, Tuan Michael. Detak jantung cepat, apa istri tuan tadi pingsan karena lelah dan emosi?" tanya Dokter Adam.


Michael tidak menjawab pertanyaan Dokter Adam. Dan Adam tahu, kenapa pertanyaannya tidak dijawab Michael. Dia sudah tahu jawabannya.


"Hei.. mau apa kau?" tanya Michael, karena Dokter Adam mengulurkan tangannya untuk memegang pergelangan tangan Cinta untuk merasakan denyut nadinya.


"Saya ingin meraba nadinya Tuan Michael. Apa tidak boleh juga?" tanya Dokter Adam.


"Lakukan! tapi jangan lama-lama, dan curi-curi pandang melihat wajah istriku," kata Michael.


"Dasar bucin!" dengus Dokter Adam.


Michael diam, bukan dia tidak mendengar Dokter Adam berkali-kali mengumpat. Dia diam karena memikirkan Cinta yang belum sadar.


"Bagaimana ? apa kandungannya tidak apa-apa?" tanya Michael.

__ADS_1


"Dia hamil ?" tanya Dokter Adam.


"Iya! kandungannya tidak ada masalahkan?"


"Lemah, perutnya kosong. Sejak kapan dia tidak makan?" tanya Dokter Adam.


"Sudah tiga atau empat jam yang lalu," jawab Michael.


"Buat teh hangat, beri minum."


"Teh saja? makan tidak?" tanya Michael.


"Makan juga, tapi yang lembut. Perutnya kosong," kata Dokter Adam.


"Apa benar dengan apa yang kau katakan? kau kan dokter hewan," kata Michael.


"Percayalah Tuan Michael, soal begini saja tidak perlu sekolah dokter. Apa Tuan tidak dengar tadi, ada suara dari dalam perut istri anda?"


Michael menggelengkan kepalanya.


"Beri teh hangat," perintah Dokter Adam.


Michael keluar dari dalam kamar untuk memerintahkan bagian dapur untuk membuat bubur dan teh hangat. Dokter Adam tinggal di kamar.


"Tuan Michael keluar nyonya, buka mata anda," kata dokter pada Cinta.


"Bushett... ! dia tahu aku sudah sadar.


Sebenarnya, sejak dokter Adam masuk ke dalam kamar, Cinta sudah membuka matanya, tetapi dia masih melanjutkan pingsannya. Karena dia ingin minta bantuan pada dokter Adam.


"Dokter, tolong saya," kata Cinta.


"Tolong ! apa anda bukan istrinya ?" tanya Adam.


"Bukan ! saya di culik pria itu," jawab Cinta.


"Culik ! serius? jangan bohong ," kata Adam.


"Serius ! saya dibawa paksa oleh pria itu."


"Tolong saya Dokter! saya tidak akan melupakan jasa anda, jika saya bisa bebas dari sini. Apa anda minta bayaran untuk mengeluarkan saya dari sini? saya akan membayar anda Dok! begitu bebas, saya akan memberikan anda uang," kata Cinta memohon pada Adam.


"Apa... " ucap Adam terhenti, karena pintu kamar terbuka dan Michael masuk bersama dengan mbok Asih.


Melihat Cinta sudah sadar, Michael senang. "Sayang! akhirnya kau sadar juga," kata Michael.


"Jangan dekat!" kata Cinta.


"Sayang! jangan marah-marah ya! kata dokter sayang lemah karena tidak makan, minum ya," kata Michael.


Michael mengambil gelas yang dibawa mbok Asih. Begitu dia ingin duduk di sisi ranjang, Cinta langsung bereaksi. "Jangan dekat-dekat !" seru Cinta.


Michael mengangkat tubuhnya, dia batal untuk duduk, karena penolakan dari Cinta.


"Sayang !"


"Jangan panggil aku sayang! muak aku mendengar suaramu yang memanggil aku dengan sebutan itu."

__ADS_1


"Tuan Michael, apakah benar wanita ini istri anda?" tanya dr Adam.


"Kau bukan lagi menjadi dokter! cukup bermain-main seolah-olah kau itu pekerja peternakan ini !" semprot Michael.


Adam tertawa menatap Michael yang kesal melihatnya.


"Jangan marah-marah kak Michael," kata Michael.


"Nanti cepat keriput," tambah Adam.


Cinta terperangah mendengar Adam memanggil Michael, kak.


"Kak... !?"


Adam tahu, Cinta kaget mendengar dia memanggil Michael Kakak, menjelaskan hubungannya dengan Michael.


"Kenalkan, Adam Subrata. Adik sepupu pria galak itu," kata Adam menunjuk Michael.


"Dan kau Dam.. ! jangan berani-berani membantu istriku untuk kabur, jika kau sampai berani. Aku tidak akan membantumu untuk mendirikan klinik hewan," kata Michael mengancam Adam.


Cinta lemas, tidak ada kesempatan dia untuk kabur dari tempat yang tidak dia tahu di mana dia berada saat ini.


"Bye... bye kebebasan," ucap Cinta dalam hati.


Dia merebahkan diri dan membalikkan badannya memunggungi dua pria yang sedang bicara. Dan Cinta tidak ingin ikut dengan apa yang keduanya bicarakan.


"Jadi benar dia istrimu, kak?" tanya Adam.


"Iya," sahut Michael singkat.


"Kapan kau menikah? kenapa aku tidak dikasih tahu? apa Papa melarang aku untuk tahu?"


"Panjang ceritanya, kau pergilah. Ingat, jangan ada yang tahu aku berada di sini," kata Michael.


"Kenapa? apa kau menikahinya tanpa seizin orangtuanya?"


"Kau tidak perlu tahu! tutup mulutmu! sana keluar!" Michael menarik tangan Adam untuk keluar dari kamar dan kemudian menutup pintu dan menguncinya.


"Cinta, minum ini."


Cinta diam. Mulutnya tertutup rapat.


"Jangan siksa diri, kasihan baby kita," kata Michael.


Cinta membalikkan badannya. "Baby ini anakku! ingat itu!" ucap Cinta ketus.


"Kalau tidak ada andil dariku, kau tidak akan bisa memilikinya. Aku yang telah membuatnya ada," balas Michael.


"Sekarang kau bilang begitu! dulu kau tinggalkan aku. Sejak kau pergi, aku sudah menutup hatiku untukmu Tuan!'


"Aku ingin cerai!" kata Cinta.


"Baiklah, aku akan mengabulkan keinginanmu. Tapi sekarang minum ini, jangan siksa bayi itu," kata Michael.


"Kau janji?"


Michael mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2