Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 21


__ADS_3

Happy reading guys 😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perkataan sang bunda membuat wajah Cinta seketika mendung, kedua bola matanya berkaca-kaca.


Rima yang melihat raut wajah Cinta berubah, menarik Cinta masuk kedalam pelukannya.


"Ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Itu roda kehidupan, jangan sedih! bunda akan bersama Cinta sampai akhir waktu yang diberikan oleh Tuhan," kata Rima, bundanya Cinta.


"Bunda." Cinta semakin sedih mendengar perkataan sang bunda. Andrew yang melihat keduanya saling berpelukan dengan dibaluti kesedihan, meninggalkan keduanya.


Andrew melihat bayangan Handi diluar rumah Cinta, dengan perlahan-lahan Andrew meninggalkan rumah Cinta untuk menemui sang asisten yang berada di jalan depan rumah Cinta.


Handi memakai kacamata dan kumis tipis di atas bibirnya, karena dia takut Cinta mengenalinya. Karena Cinta sudah pernah melihatnya.


"Tuan, semua sudah beres," kata Handi.


"Pergilah, jangan kau tunjukan dirimu di sini," kata Michael.


"Pak Muklis bagaimana Tuan?" tanya Handi.


"Kau berikan apa yang dijanjikan padanya. Segera dia pergi meninggalkan kota ini, jangan sampai Cinta bertemu dengannya. Dan rencana selanjutnya, kau atur dengan rapi," kata Michael dan kemudian berlalu meninggalkan Handi.


Dalam rumah Cinta, tamu yang hanya tetangga Cinta sedang menikmati jamuan sederhana yang di masak sendiri oleh Rima, bundanya Cinta.


Cinta sudah lebih tenang, dia terlihat ceria berbincang-bincang dengan Ayana dan Santi, karyawan toko roti yang hari ini toko roti tutup.


"Cie... cie.. yang sudah jadi bini orang," ujar Ayana meledek Cinta.


"Jadi bini oranglah, kau kira aku jadi bini mahluk jadi-jadian," balas Cinta.


"Mbak Cinta, Masnya ganteng ya," kata Santi.


"Jangan dipandangi, itu sudah ada sertifikat pemilikannya. Siapa yang berani memandanginya, akan diberi label pelakor!" kata Ayana.


"Mandang juga tidak boleh, Mbak? gawat! saat berpapasan dengan Masnya mbak Cinta harus memejamkan mata," balas Ayana.


"Cukup membahas suamiku ya! suamiku bukan untuk menjadi perbincangan!" kata Cinta.


'Cie... ! sudah klaim suamiku ya! sombong nian nyonya ini," ucap Ayana mengejek Cinta.


"Memang suamiku kan?" kata Cinta.


"Iya.. iya suami! Cinta, malam pertama kau sudah menyediakan baju yang kurang bahan?" tanya Ayana.


"Baju kurang bahan, baju apa itu ?" tanya Santi bingung dengan ucapan Ayana.


"Baju untuk merayu suami, dan itu wajib harus dikenakan oleh istri di malam pertama," kata Ayana.


"Oh.. " ujar Santi.


"Ih... pembahasan yang tidak berguna," ucap Cinta dan kemudian dia berlalu meninggalkan Ayana dan Santi. Cinta malu dengan apa yang ditanyakan oleh Ayana. Karena dia merasa bahwa pernikahannya sudah tidak ada malam pertama lagi, karena dia sudah melakukan apa yang harus dilakukan di malam pertama.


"Cinta!" panggil Ayana.

__ADS_1


Cinta tidak menanggapi panggilan Ayana, dia menuju kamar mandi.


"Apa Mbak Cinta marah, mbak?" tanya Santi.


"Tidak, pasti dia kebelet," jawab Ayana.


**


"Rim, besok aku akan pindah," kata Sera.


"Besok? bukannya bulan depan?" Rima kaget mendengar kepindahan Sera yang dipercepat.


"Johan di suruh melapor Senin ke kantor cabang. Dia tidak ingin aku berangkat sendiri."


"Rumah di sini bagaimana? mau di jual?" tanya Rima.


"Rumah penuh kenangan dengan Papa Johan, tidak mungkin aku jual. Mungkin sesuatu waktu Johan akan pindah kembali ke sini," kata Sera.


"Tolong bantu lihat-lihat ya, Rim," kata Sera, Mama Johan.


"Jangan khawatir, aku akan bantu jaga. Apa tidak lebih baik disewakan saja rumahnya, lama-lama kosong juga tidak baik," kata Rima.


"Kenapa tidak baik? apa nanti akan ditempati mahkluk halus, jika lama tidak ditempati?" tanya Sera dengan mimik wajah yang serius menunggu jawaban apa yang keluar dari mulut Rima.


"Hi.. hi.. hi.. ya nggaklah! bukan itu, rumah tidak ditempati cepat rusak," kata Rima.


"Oh... itu. Aku kira akan diambil alih mahluk tak kasat mata," kata Sera.


"Nanti aku rundingkan dengan Johan, mau diapakan rumah itu. Mungkin saja Johan tidak ingin kembali lagi ke sini, anakku pada hati," kata Sera.


"Iya, aku tidak kecewa koq. Aku juga dulu pernah nolak laki-laki yang ingin melamar ku, jadi aku mengerti perasaan Cinta," kata Sera.


"Semoga Johan bertemu dengan jodohnya ditempat baru," kata Rima, bundanya Cinta.


***


Sandra berada di club' malam bersama dengan teman-temannya.


"Apa kau belum jera juga untuk mendapatkan cinta abangnya Alex, San?" tanya Laura temannya.


"Sebelum kak Michael terikat dengan seorang wanita dalam ikatan pernikahan, aku masih tetap bertahan," kata Sandra.


"Kalau dia sudah menikah, kau akan berhenti?" tanya Vania.


"Sudah tentu... " Sandra menghentikan ucapannya dan memainkan kedua bola matanya.


Dan..


"Aku tetap melanjutkannya, he... he..," ucap Sandra dan diakhiri tawa kecil terdengar dari mulutnya.


"Dasar jallang..!" umpat Laura.


"Hei! aku bukan jallang! cinta harus diperjuangkan, walaupun orang itu sudah ada yang miliki. Jangan menyerah, mungkin saja jodoh mereka bukan yang sebenarnya. Denganku jodohnya yang sebenarnya," kata Sandra dengan pongahnya.


"Pemikiran yang rada-rada aneh kau, Sandra! kelamaan bergaul dengan rambut pirang, otakmu semakin kacau!" kata Laura mengejek Sandra.

__ADS_1


"Aneh dari mananya? apa yang aku katakan satu kebenaran. Lihat saja orang-orang yang bercerai dengan adanya orang ketiga, ketika mereka menikah, ada yang bahagia sampai ajal menjemput yang memisahkan keduanya," kata Sandra.


"Maksudmu, pasangan yang tercerai-berai akibat orang ketiga itu, karena mereka tidak berjodoh?" tanya Vania.


Sandra menganggukkan kepalanya seraya berkata. "Jodoh yang dipaksakan, cinta yang sesaat. Dan begitu ada wanita atau laki-laki yang datang menggoda, mereka tidak bisa mempertahankan cinta sesaat mereka," kata Sandra.


"Cinta sejati mereka orang baru, katamu? orang yang disebut orang sebagai pelakor?" tanya Laura.


"Menurut aku mereka bukan pelakor! tapi jodoh yang tertunda," kata Sandra.


Kedua temannya, Laura dan Vania hanya dapat menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Sandra.


***


"Mas tidak apa-apa tinggal di rumah ini?" tanya Cinta saat keduanya sudah berada didalam kamar untuk beristirahat.


"Apa masalahnya tinggal di rumah mertua? tidak ada larangan seorang suami tinggal bersama dengan mertua, kan?" tanya Andrew.


Cinta menggelengkan kepalanya. "Mungkin saja Mas lebih suka tinggal di rumah sendiri," kata Cinta.


"Kasihan Bunda tinggal sendiri, jika kita tinggal di rumah sendiri. Jika Bunda kita ajak tinggal bersama dengan kita, pasti bunda tidak akan mau kan," kata Andrew.


"Bunda tidak akan mau meninggalkan rumah ini, Mas. Rumah ini berisi kenangan Bunda dengan ayah," kata Cinta.


"Ayah sudah lama meninggal? kenapa kita tidak ziarah ke makam ayah?" tanya Andrew.


Cinta diam, dia merebahkan tubuhnya. Melihat Cinta diam, Andrew meninggalkan apa yang dikerjakannya saat berbincang dengan Cinta tadi.


"Kenapa?"


Cinta memiringkan kepalanya, melihat Andrew yang kini duduk disampingnya yang baring.


"Sudah selesai pekerjaan Mas?"


"Pekerjaan tidak pernah selesai, tapi ini malam pengantin kita, masa mengerjakan pekerjaan," kata Andrew.


Andrew merebahkan tubuhnya dan menarik Cinta kedalam pelukannya.


"Kenapa kita tidak ziarah ke makam ayah?" Andrew menanyakan kembali apa yang tadi belum dijawab Cinta.


Cinta menghela nafasnya. "Kami tidak tahu makam ayah di mana," jawab Cinta.


"Tidak tahu, kenapa?" heran Andrew mendengar Cinta yang mengatakan bahwasanya dia tidak tahu di mana makam sang ayah.


Cinta menceritakan semua, kenapa dia tidak tahu di mana makam ayahnya. Karena keluarga sang ayah yang menutup akses untuk dia dan sang Bunda untuk mengetahui makam ayahnya.


"Di mana keluarga ayah tinggal?" tanya Andrew.


"Cinta juga tidak tahu dengan jelas, karena ibu dan ayah dulu tidak pernah membahas keluarga ayah. Yang Cinta tahu, keluarga ayah tinggal di Sumatera. Tapi tidak tahu letak pastinya, Sumatra bagian mana."


"Kenapa tidak tanya pada Bunda?" tanya Andrew.


"Bunda selalu sedih jika ada yang bertanya, biarlah itu sebagai kenangan indah saja. Cukup dengan doa saja, jika rindu dengan ayah," kata Cinta.


Next..

__ADS_1


__ADS_2