
Michael menerima minuman yang diberikan Sony, membuka tutupnya dan memberikan pada Cinta.
"Minum dulu, nanti lanjutkan marahnya," kata Michael.
Cinta menerima minuman yang diberikan Michael, karena dia juga sangat haus. Cinta meneguk minuman tersebut hampir tandas. Sejak dia dibawa paksa, tenggorokannya tidak dibasahi setetes air.
"Haus sayang?"
Cinta menganggukkan kepalanya. Dia lupa dengan marahnya, karena rasa haus melupakan rasa marah dongkol bin benci.
"Sayang ?" Cinta memicingkan matanya menatap Michael.
"Ada apa ? apa lapar ?" tanya Michael.
"Betulkan ! mas itu tidak hilang ingatan ?" semprot Cinta.
"Hilang ingatan ? kau hilang ingatan Michael ?" tanya Jack.
"Kapan kau hilang ingatan ?" tanya Sony.
"Saat kau diserang itu, Michael ?" Juan juga ikut bertanya.
"Tunggu... Papa nelpon," kata Michael.
Dia terselamatkan dari cercaan pertanyaan dari ketiga temannya dan Cinta.
"Cinta sudah selamat, Pa." beritahu Michael pada Ardian.
"Iya Pa. Michael akan langsung ke rumah sakit," jawab Michael.
"Kabarin jika Sandra sudah tertangkap, Pa," kata Michael, lalu Michael memutuskan sambungan telepon dengan Papanya yang sudah berada di rumah tempat Cinta disekap.
Michael memasukkan ponselnya ke jaket yang dikenakannya.
"Katakan !" kata Cinta.
"Michael, apa kau hilang ingatan ?" tanya Juan.
"Aku sempat tidak ingat apa yang terjadi padaku, tapi itu hanya beberapa jam saja," kata Michael.
"Waktu aku datang ke rumah sakit, sudah ingat kan ?" tanya Cinta.
"Sedikit," sahut Michael.
"Bohong !"kata Michael.
Michael menceritakan, bahwa ingatannya hilang sebentar saja, karena ada darah beku pada kepalanya, akibat lemparan batu saat dia bertemu dengan masyarakat untuk membahas permasalahan perusahaan dengan masyarakat sekitarnya.
"Aku hilang ingatan, benar. Tapi sebentar saja." akui Michael.
"Saat kau sudah mendapatkan ingatanmu kembali, kau tetap pura-pura masih hilang ingatan," kata Sony.
"Kau lakukan itu agar Cinta tidak minta cerai ?" tanya Jack.
Michael mengangguk.
"Parah kau ," kata Sony.
__ADS_1
"Untuk membawanya kembali, apapun sah dilakukan," kata Michael.
"Penipu !" kesal Cinta.
"Oh... aku lupa mengenalkan kalian dengan istriku ini. Kenalkan, ini Cinta. Istri Michael Andrew Subrata satu-satunya," kata Michael mengenalkan Cinta pada ketiga temannya.
"Cinta, mereka bertiga teman-temanku," ujar Michael mengenalkan Juan, Jack dan Sony.
"Hai Cinta....!" sapa ketiganya dengan barengan.
"Kenalkan juga, aku Cinta. Istri palsu pria ini," kata Cinta dengan ekspresi wajah yang jutek.
Ketiganya tertawa. Sedangkan Michael hanya bisa memicing tajam menatap Cinta. Cinta tidak perduli dengan apa yang ditunjukkan oleh Michael. Rasa kesal dalam hatinya masih memuncah.
"Lucu... lucu ! bagus Cinta ," kata Jack sambil mengacungkan dua jari jempolnya.
Lalu kemudian, Ketiga menyapa Cinta dengan menyebut nama dan pekerjaan masing-masing.
"Untuk apa kalian menyebutkan pekerjaan kalian ?"
"Mungkin saja Cinta bosan padamu," kata Juan.
"Jangan percaya dengan mereka ! mereka sudah sering menipu perempuan," kata Michael memperingatkan Cinta.
"Apa bedanya dengan orang yang berkata !" sindir Cinta.
Michael terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Cinta.
Ketiga teman Michael tertawa kecil, melihat Cinta selalu melawan Michael.
Polisi bergerak cepat, setelah berhasil mengetahui keberadaan Sandra, dengan cara menyuruh Bebeng yang tertangkap tanpa perlawanan menghubungi Sandra. Dan Sandra memberikan alamat spa tempat dia memanjakan diri.
Sandra berteriak dan memaki-maki polisi. Begitu melihat keberadaan Ardian, Papa Michael. Sandra meraung-raung, dengan berkata dia tidak melakukan kesalahan apapun juga.
"Om... kenapa Sandra ditangkap ? Sandra tidak melakukan apapun yang melanggar hukum ?" tanya Sandra, begitu dia bertemu dengan Ardian diruang penyelidik.
"Jangan bohong ! kau itu sudah mencelakai Alex dan menculik menantuku ! dan orang suruhanmu juga telah membuat dua orang terkapar di rumah sakit dan satu akan cacat selamanya !"
"Tidak ! itu bukan aku !" ucap Sandra dengan berteriak, sehingga Sandra mendaratkan peringatan keras dari polisi.
"Jangan berteriak-teriak ! ini bukan hutan!" kata polisi pada Sandra dengan nada suara yang datar.
"Haaa.... !" bukannya diam. Sandra semakin berteriak dan mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Cukup Nona ! jangan pura-pura gila untuk menghindari dari hukuman penjara !" seorang polwan menarik tangan Sandra dan memasang borgol, agar Sandra tidak melakukan sesuatu yang semakin memberatkan hukuman yang diterimanya.
Ardian dan Hilman keluar dari ruang penyidik, teriakan Sandra memanggil dianggap angin lalu oleh Ardian.
Di depan kantor polisi, Ardian bertemu dengan Allan dan Lilis, orangtuanya Sandra.
"Tidak ada kata damai," kata Ardian, sebelum Allan membuka mulutnya.
Allan yang ingin meminta agar Ardian menarik tuntutan, diam.
Tidak banyak yang dibicarakan keduanya, lalu Ardian meninggalkan kantor polisi untuk pergi ke rumah sakit.
***
__ADS_1
Michael membawa Cinta untuk memeriksa kondisi kandungan terlebih dahulu, sebelum bertemu dengan Rima.
Cinta menangis dalam pelukan Rima, begitu dia bertemu dengan sang bunda.
"Cinta tidak apa-apa kan ? apa kata dokter ?" tanya Melina.
Pelukan keduanya terurai. "Cucu Mama sangat kuat," kata Cinta.
"Alhamdulillah," ucap Melina.
"Bagaimana kaki Bunda ?" tanya Cinta.
"Kaki bunda tidak apa-apa, peluru itu tidak mencederai tulang kaki bunda. Pak Deden sungguh kasihan," kata Rima.
"Pak Deden... mereka juga melukainya ?" tanya Cinta.
"Iya... tempurung lutut Pak Deden luka parah," jawab Melina.
"Perempuan itu tidak waras! dia sangat terobsesi dengan Mas Andrew," kata Cinta.
"Michael mana? kenapa Cinta sendiri ?" tanya Melina.
"Mas Andrew bersama dengan temannya ke kantor polisi, Ma," jawab Cinta.
"Untuk apa dia ke sana ?" Melina kesal begitu tahu Michael pergi kekantor polisi.
"Papa tadi mengatakan, Mas Andrew harus memberikan keterangan mengenai wanita itu kepada polisi." beritahu Cinta.
"Semoga Michael tidak mau damai dengan wanita iblis itu. Sudah ingin membunuh Alex, kini menculik dan menyuruh orang untuk melakukan kejahatan," kata Melina.
"Membunuh Alex !?" Cinta kaget.
"Ternyata kecelakaan yang terjadi pada Alex itu ada campur tangan Sandra ! gila kan itu orang ? temannya... sahabat yang sudah lama saling kenal. Tega dia menyuruh orang untuk merusak mobil Alex dan mencekoki Alex dengan minuman keras. Untung cctv di klub yang didatangi Alex masih ada." tutur Melina.
"Jahat sekali orang itu," kata Rima.
"Kenapa dia melakukannya ? apa dia ada dendam pada Alex ?" tanya Cinta.
"Belum tahu motifnya, apa? Alex juga belum bisa bercerita," kata Rima.
***
"Kak Michael ! tolong lepaskan aku ," kata Sandra.
"Lepaskan ! enak saja mulutmu itu minta aku untuk melepaskanmu," ucap Michael dengan sinis.
"Kak Michael ! kakak itu berjanji untuk menikah denganku," kata Sandra.
"Menikah ? Michael kau mau beristri dua," kata Jack yang ikut dengan Michael untuk bertemu dengan Sandra.
"Ha... ha... ha... !" tawa Michael terbahak-bahak.
"Janji apa ? kau ingin menipuku Sandra ? apa kau kira aku hilang ingatan ? otakku masih sehat dan fresh Sandra ! aku tidak pernah kehilangan ingatan. Kau ingin mengambil kesempatan saat aku kehilangan ingatan ! kau sungguh licik !" Michael menertawai Sandra.
"Katakan ! kenapa kau ingin melenyapkan Alex ? apa salah Alex padamu?"
satu bab menuju ending...
__ADS_1