Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 54


__ADS_3

Wajah keras menghiasi raut wajah Michael, membuat Cinta takut.


"Mau apa kau? jangan mendekat!" kata Cinta takut.


Dia menggeser posisi di atas ranjang. Cinta beringsut menjauh dari bibir ranjang. Wajah Michael yang garang membuat Cinta waspada . Cinta juga menampilkan Wajah yang memperlihatkan bahwa dia tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Michael, menculiknya.


Michael berhenti melangkah, dia meletakkan bokongnya di ranjang. Ditatapnya Cinta dengan smirk menghiasi sudut bibirnya.


"Kenapa wajah sangat mengerikan ?" kata Cinta dalam hati. Dia tidak pernah melihat raut wajah Michael seperti saat ini, waktu mereka berdua masih sangat mesra dalam berhubungan.


"Apakah ini wujud aslinya.... ?" ucap Cinta dalam hati.


Michael bersedekap menatap Cinta yang berada di sudut ranjang. "Kenapa sayang ? kenapa takut pada suami sendiri ?" tanya Michael.


"Huek... !" Cinta tiba-tiba merasa ingin muntah.


"Sayang ! kenapa ?" Michael loncat dan kini tepat disamping Cinta, tanpa Cinta sadar Michael sudah berada di sisinya.


Michael berlutut di samping Cinta, menatap wajah Cinta yang pucat.


"Jangan deket-deket! menjauh lah !" seru Cinta. Saat Cinta mencium aroma parfum yang khas dari tubuh Michael, Cinta merasa perutnya bergejolak.


Cinta mendorong tubuh Michael untuk menjauhinya, aroma tubuh Michael membuat Cinta pusing.


"Hei... kenapa kau mendorongku?"


Karena dorongan dilakukan Cinta dengan sekuat tenaga yang dimilikinya, Michael terjatuh kebelakang.


"Kau bau... !" Cinta menutup hidung dan mulut dengan kedua tangannya.


"Bau? walaupun aku belum mandi, aku tidak akan bau. Apalagi aku sudah mandi, tubuhmu yang bau karena belum mandi," kata Michael.


Cinta melotot menatap wajah Michael. Dia kesal dikatakan bau oleh Michael.


Cinta menggeser tubuhnya, dia beringsut menuju ujung bawah ranjang.


"Mau kemana?" tanya Michael.


Cinta tidak menanggapi pertanyaan Michael. Dia menurunkan kedua kakinya.


Michael yang tahu dengan gelagat Cinta yang ingin melarikan diri dari kamar, bergegas turun dari ranjang dan berdiri didepan Cinta.


"Jangan mendekat!" Cinta menutup hidungnya.


"Jangan ada pikiran didalam sini untuk melarikan diri," kata Michael dengan jari telunjuknya menunjuk kepala Cinta.


"Aku mau pulang! pulangkan aku!" kata Cinta dengan membalas tatapan mata Michael, dengan tajam. Tidak ada rasa takut dalam diri Cinta. Keinginan untuk melepaskan diri, membuat Cinta merasa harus membuang rasa takut pada Michael.


"Bagaimana pun, aku harus pergi dari tempat ini! di mana ini ?" Cinta menggerakkan kedua bola matanya untuk mencari celah, untuk melarikan diri.


"Mau pulang? baiklah! aku akan membawamu untuk pulang, tapi... " Michael tidak melanjutkan perkataannya.


"Tapi apa ? katakan!" tanya Cinta dengan suara yang keras.

__ADS_1


"Tidak sekarang. Kita akan tinggal di sini sampai kita tua," ucap Michael melanjutkan perkataannya.


"Gila!" kata ketus Cinta.


Michael mengulurkan tangannya, ingin membelai pipi Cinta. Tangan Cinta menepis tangan Michael.


"Jangan sentuh aku.... !" kata Cinta dengan datar.


"Sayang, kenapa bilang Mas gila? mana Cinta yang dulu sangat lembut dan yang mencintaiku?" tanya Michael.


"Cinta itu sudah hilang! sejak laki-laki itu pura-pura mati... !" balas Cinta.


"Maafkan aku. Aku melakukan itu tanpa berpikir panjang. Kondisi Alex yang membuat aku melakukannya," kata Michael.


"Maaf? semudah itu untuk mengatakan kata maaf ? setelah menyakitiku, membawa orang tua palsu.... !" Cinta tertawa kecil.


"Orang tua palsu, alamat di kampung palsu! semua palsu! jangan-jangan pernikahan itu juga palsu, pernikahan itu tidak terdaftar," kata Cinta.


"Pernikahan itu palsu juga?" tanya Cinta.


Michael tidak menjawab pertanyaan Cinta. Membuat Cinta semakin yakin, pernikahan yang terjadi tidak sah di mata hukum dan agama.


"Kita tidak menikah kan? oh... Tuhan! aku mengandung anak tidak sah! anakku anak haram !" ucap Cinta dengan nada suara yang terdengar sangat sedih


"Kita sah di mata agama!" seru Michael. Dia tidak suka mendengar Cinta mengatakan mengandung anak haram.


"Sah secara agama, tapi hukum tidak?" Cinta sadar, pernikahan mereka dilakukan secara siri.


"Talaq aku !" seru Cinta.


"Sampai kapanpun kita tidak akan bercerai! ingat itu nyonya Michael Andrew Subrata. Kau itu istri sah Michael Andrew Subrata secara agama," kata Michael.


"Aku tidak ingin menjadi istrimu Tuan Michael Andrew Subrata! aku tidak mengenal Tuan Michael Andrew Subrata. Aku hanya mengenal Andrew, seorang pria sederhana. Bukan kau!" telunjuk Cinta menjulur dan menerpa dada Michael.


Tiba-tiba.


Michael menarik tangan Cinta, dan membuat tubuh Cinta membentur dada Michael. Tangan Michael seketika mengunci tubuh Cinta, sehingga Cinta tidak bisa meloloskan diri dari pelukan Michael.


"Lepas!" Cinta meronta, tapi pelukan Michael begitu erat, sehingga Cinta tidak bisa melepaskan diri. Tenaganya benar-benar terkuras.


"Jangan buang tenaga," ucap Michael.


"Kau jahat! tolong lepaskan aku ," ucap Cinta. Suara tangis Cinta keluar, setelah dia merasa tidak mampu untuk menahannya. Pura-pura kuat yang ditunjukkannya, kini hilang. Air matanya luruh membasahi pipinya.


"Lepas aku, untuk apa kau menahan aku di sini... ? kasihani aku? aku tidak bersalah! aku tidak ada hubungan dengan Alex," kata Cinta diiringi dengan suara sedu-sedan dari bibirnya.


Michael panik, begitu merasakan tubuh Cinta lemas dalam pelukannya.


"Cinta!" Michael mengurai pelukannya, melihat wajah Cinta pucat.


"Cinta!" Michael mengangkat Cinta dan merebahkannya ke ranjang. lalu kemudian Michael bergegas keluar kamar sambil berteriak memanggil mbok Asih.


"Mbok! mbok Asih!" teriak Michael.

__ADS_1


"Iya Den... ada apa?" tanya Mbok Asih yang datang dari dapur.


"Panggilkan dokter!" titah Michael pada Mbok Asih.


"Dokter?"


"Iya Mbok! dokter!" kata Michael dengan keras.


"Baik Den!" mbok Asih keluar dengan berlari, dan Michael kembali masuk ke dalam kamar.


Lima menit kemudian mbok Asih datang bersama dengan Ramli dan diikuti oleh laki-laki seumuran dengan Michael.


Tok... tok...


"Den... dokter datang," kata mbok Asih.


Pintu terbuka. " Mana dokternya?" tanya Michael.


"Ini Den ," kata Ramli.


"Dia... Dokter Adam ," ujar Michael.


"Siapa yang sakit Tuan?" tanya Dokter Adam.


"Mbok!" teriak Michael kesal.


"Ya... Den... ," sahut mbok Asih.


"Kenapa Dokter Adam yang di bawa? apa mbok Asih kita istri saya itu sapi? sehingga Dokter Adam yang menanganinya?"


"Istri? istri Tuan Michael yang sakit?" tanya Dokter Adam.


"Iya... Ramli! panggil dokter, bukan dokter hewan!"


"Maaf Den... ," ucap mbok Asih dengan kepala menunduk.


"Den, di sini tidak ada dokter manusia," kata Ramli.


”Hah.... !" Michael kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Ramli.


"Tuan, saya juga bisa memeriksa istri Tuan. Jika Tuan izinkan," kata Dokter Adam.


"Istri saya manusia dokter!" kata Michael.


"Percayalah tuan, penduduk sini sering saya obati," kata Michael.


Dengan terpaksa Michael mengizinkan Dokter Adam untuk melihat kondisi Cinta.


"Jangan sentuh dadanya," kata Michael, saat Adam ingin melekatkan stetoskop ke area dada Cinta.


"Bagaimana saya periksa, jika tidak boleh mendekat alat ini ke dada nyonya Tuan?" tanya Dokter Adam.


"Biar aku yang melakukannya," kata Michael.

__ADS_1


"Hah... !" Mata Dokter Adam membesar menatap Michael.


__ADS_2