Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 82


__ADS_3

Michael memberikan tatapan mata menohok pada Sandra, sehingga Sandra terdiam. Dia tidak berani membuka mulutnya. Sandra menarik kakinya mundur menjauh dari ranjang Michael.


Setelah Sandra diam, Michael mengalihkan pandangannya menatap Cinta.


"Dia istriku Ma?" tanya Michael.


"Iya ," sahut Melina.


"Hei... sini !" Michael memanggil Cinta dengan memainkan jemari tangannya.


"Hei... dia memanggilku hei...! hilang ingatan dengan tidak hilang ingatan, sama-sama menyebalkan," gumam Cinta, dengan bibir komat-kamit seperti sedang membaca mantra. Sepasang mata memberikan tatapan mata kesal membalas Michael.


"Michael ! manggil Cinta koq hei....," kata Melina.


Sandra senang melihat Michael memanggil Cinta dengan suara yang datar dan wajah yang tidak ada ekspresi.


"Emh... ternyata kak Michael tidak menyukainya juga ." suara hati Sandra.


Tadi dia sempat down, kini wajahnya kembali bersinar. Raut wajah kesal tidak menghiasi wajahnya.


"Lalu aku manggil apa, Ma? dia tidak ada dalam ingatanku!"


Mendengar perkataan Michael. Cinta melangkah mendekati ranjang Michael.


"Aku tidak ada dalam ingatan ? baguslah! ceraikan aku sekarang juga!" kata Cinta dengan suara yang sinis.


"Cinta, tenang. Ingat dengan apa yang dikatakan oleh dokter, Cinta tidak boleh stress." Rima memegang bahu Cinta.


"Michael !" seru Melina.


"Maaf....," kata Michael akhirnya, setelah melihat mamanya memberikan tatapan mata yang memicing tajam padanya.


Melina meraih tangan Cinta dan membawanya mendekati Michael.


"Oh... ini istriku, Ma. Koq wajahnya jutek sekali Ma ? apa selama ini dia seperti ini? tidak sopan pada suami ? apa benar yang Mama katakan, dia istriku ?"


"Mama tidak berbohong Michael ! kau tanyakan pada Handi, asistenmu itu. Pasti dia mengiyakan apa yang Mama papa ceritakan."


Melina mendekatkan bibirnya ke telinga Michael dan berbisik. "Pasti Handi tahu rencanamu untuk membalas dendam pada Cinta."


Cinta berdiri dengan kedua tangannya melipat didepan dadanya. Matanya menelisik wajah Michael, dia curiga Michael tidak amnesia. Hanya berpura-pura amnesia.


"Dekat sini ," kata Michael.


"Untuk apa?" tanya Cinta.


"Kalau kau istriku, harusnya tahu bagaimana adab seorang istri pada suaminya," kata Michael.

__ADS_1


"Adab ? Maksudnya?" Cinta tidak mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Michael kepadanya.


Michael mengulurkan tangannya, "Salim...cium tanganku," titah Michael.


"Otaknya benar-benar sudah rusak! Kenapa dia menyuruhku untuk menyalaminya dan mencium tangannya. Dulu dia tidak seperti ini?" pertanyaan dalam pikiran Cinta melihat perubahan Michael.


Dia semakin curiga dengan perubahan Michael. "Awas jika sampai dia berpura-pura amnesia." suara hati Cinta.


Cinta mengambil tangan Michael menempelkannya bibirnya kepunggung tangan Michael dan keningnya. Bibir Michael tersenyum, saat Cinta melakukannya.


"Duduk sini Cinta, jangan berdiri." Melina menarik kursi untuk Cinta duduki. Cinta menurut dan meletakkan bokongnya di kursi yang diberikan oleh Melina.


"Kak Michael, katakan! kenapa kak Michael menikah dengan diam-diam? Dengan wanita seperti itu lagi." Sandra kembali membuka mulutnya.


"Maafkan saya Nona. Apa ada yang salah dengan putri saya? Saya perhatikan, sejak kami masuk, anda itu tidak pernah sekalipun menunjukkan raut wajah ramah pada kami," kata Rima yang tidak bisa mendiamkan Sandra yang bicaranya terus menyerang Cinta.


"Ibu diam saja, saya tidak ada urusan dengan ibu," balas Sandra.


"Sandra, kau pulang saja," ucap Michael mengusir Sandra.


"Kau membuat aku pusing !" ketus Michael.


Sandra semakin murka mendengar perkataan Michael.


"Kak Michael sudah berjanji padaku ya! Jika aku bisa menemukan orang yang telah menyakiti Alex, kak Michael akan memenuhi permintaanku," kata Sandra.


"Sandra ! kau yang telah memberikan informasi tidak benar, sehingga Michael melakukan tindakan tidak terpuji pada Cinta?" tanya Melina.


Cinta bangkit dan melangkah kakinya mendekati Sandra.


"Kau menuduhku yang telah membuat Alex kecelakaan? jangan tuduh orang jika tidak punya bukti. Kau menuduhku hanya karena gambar aku bersama dengan Alex. Gambar yang telah diedit! jangan-jangan kau yang mengedit gambar aku bersama dengan Alex." balik Cinta menuduh Sandra.


"Jangan memutarbalikkan fakta, kau itu yang telah menolak Alex ! sehingga Alex sedih dan melampiaskan kekecewaan dengan meneguk minuman keras dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan," kata Sandra menuduh Cinta.


"Diam !" seru Michael.


"Sandra... aku tidak ingat pernah menjanjikan apa-apa padamu. Jangan karena aku kehilangan ingatan kau mengada-ada," kata Michael.


"Aku tidak terima ya! karena informasi tidak benar yang kau berikan, aku menjadi sasaran balas dendam pria gila itu !" kata Cinta dengan raut wajah geram dan suara yang sedikit keras, dan jari telunjuknya mengarah pada Michael.


"Hei... aku ini suamimu! enak saja bilang aku gila!" ucap Michael.


"Suami yang menikahi wanita, karena dendam !"


"Kalian berdua cocok ! wanita gila dan pria gila !" seru Cinta pada Michael dan Sandra.


"Jika itu katamu... pergi ! tinggalkan kak Michael," kata Sandra.

__ADS_1


"Kau yang pergi Sandra !" usir Michael.


"Baiklah, aku akan pergi. Aku datang karena permintaan Mama," kata Cinta.


"Ayo bunda, kita pulang," kata Cinta.


"Jangan berani-berani kau meninggalkan ruang ini!" ancam Michael pada Cinta.


"Biarkan dia pergi kak Michael."


"Diam kau Sandra ! aku tidak ada urusan denganmu. Pergilah !"


"Kita ada urusan kak Michael, kau belum menepati janjimu," kata Sandra.


"Tunggu pulih ingatanku, itu juga kalau ingatanku bisa pulih. Karena janjiku itu terjadi saat aku belum hilang ingatan kan ," kata Michael.


"Tidak bisa... ," kata Michael.


"Sandra... apa janji Michael ?" tanya Melina.


"kak Michael berjanji akan menikahi aku ," kata Sandra.


" Apa.... ?!" Michael kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Sandra.


Bukan hanya Michael yang terkejut. Semua orang yang ada di dalam ruangan, juga terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.


"Bagus... sebelum kalian menikah, ceraikan aku," kata Cinta.


Cinta ingin keluar, tapi tangannya dipegang Melina, sehingga dia tidak dapat keluar dari kamar tempat Michael di rawat.


"Mana buktinya?" Michael tenang kembali. Karena dia tidak menyakini dengan apa yang dikatakan oleh Sandra. Dia yakin, Sandra berbohong.


"Ya... setiap janji itu pasti ada buktinya. Mana bukti Michael mau menikah denganmu Sandra ?" Melina juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.


"Bukti ?"


"Iya bukti," kata Michael dan Melina.


Sandra tidak bisa menunjukkan bukti dan diam tetap Keukeh dengan janji Michael.


Karena situasi tidak kondusif, Melina menarik tangan Sandra dan menghela Sandra keluar dari dalam kamar.


"Sandra ... ikut !" Melina menarik tangan Sandra.


Sandra meronta. Dia menolak dibawa keluar oleh Melina.


"Kenapa Tante melakukan aku seperti penjahat seperti ini? wanita yang Tante sebut menantu itu penjahat yang sebenarnya ! dia telah menyakiti Michael dan Alex, Tante ! kedua anak laki-laki Tante sudah masuk kedalam tipu daya perempuan itu!" ucap Sandra dengan lantang, sehingga orang yang melihat dan mendengar mengarahkan pandangan mata melihat kearah mereka.

__ADS_1


"Sandra ! kau sudah sangat keterlaluan ! karena informasi palsumu itu, Michael menyakiti Cinta," kata Melina.


"Sekarang kau mengarang janji palsu...!" marah Melina.


__ADS_2