
"Katakan ! kenapa kau ingin melenyapkan Alex ? apa salah Alex padamu, Sandra ! otakmu sudah tidak waras ! tega-teganya mencelakai Alex !"
Sandra terdiam. Dia tidak mengira Michael tahu perbuatannya pada Alex. Sandra mengira kejahatan yang dilakukannya pada Cinta saja yang membuat dia berada didalam penjara.
"Alex ? aku tidak melakukan apapun padanya," kata Sandra.
"Percayalah ! ada orang yang tidak suka padaku, dan menuduh aku yang mencelakai Alex," kata Sandra.
"Tidak usah berkelit Sandra ! papa sudah mengatakan padaku ! bukti keterlibatan kau juga ada. Terlihat jelas dari Cctv, kau bersama dengan orang suruhanmu itu memasukkan Alex kedalam mobil dalam keadaan mabuk," kata Michael.
"Bukti ! tidak... aku tidak bersalah ! bukti itu palsu." Sandra tetap Keukeh tidak mengakui apa yang dituduhkan oleh Michael.
"Katakan Sandra. Mengakulah .... !" Jack membuka mulutnya.
"Diam kau ! kau tidak berhak menyuruh aku mengakui yang tidak pernah aku lakukan," kata Sandra pada Jack.
"Dasar tidak waras !" balas Jack.
"Katakan !" kata Michael.
"Baiklah !" kata Sandra.
"Aku benci Alex ! dia tidak ingin membantuku untuk mendapatkanmu, karena dia mencintaiku. Padahal aku sudah mengatakan, aku tidak bisa menerima cintanya. Aku bertambah benci padanya, karena dia mengatakan bahwa dia akan mendekatkan kak Michael pada temannya yang bernama Cinta !"
"Dia tidak ingin aku menikah dengan kak Michael ! dia lebih suka kak Michael dengan temannya itu! siapa yang tidak marah! karena itu aku merencanakan untuk melenyapkan. Aku mengajak dia bertemu. Aku berkata akan menerima cintanya. Alex yang bodo datang. Dia percaya aku mau menerima cintanya. Dasar bodoh.... ha... ha... ha... "
Michael bangkit dan meninggalkan Sandra yang tertawa seperti orang tidak waras.
"Dasar tidak waras," ucap Jack .
Sandra tertawa cekikikan, dia tidak sadar Michael dan Jack sudah pergi. Hanya tinggal dia sendiri yang berada di ruangan tersebut.
***
Sudah seminggu Michael selalu datang ke apartemen untuk menemui Cinta yang tidak ingin pulang ke rumah mereka.
"Bunda... maafkan Michael ya," kata Michael. Untuk kesekian kalinya, Michael setiap bertemu dengan Rima, selalu meminta maaf.
"Bunda sudah memaafkan semua kesalahanmu, Michael," kata Rima.
"Apa bunda setuju Cinta pisah ?"
"Bunda tidak setuju, tapi bagaimanapun, itu keputusan Cinta. Bunda tidak akan turut campur."
Michael lemas. Dia tadinya ingin minta Rima untuk membujuk Cinta, agar mau kembali padanya.
"Michael, jangan patah semangat. Wanita itu akan luluh, jika kau menunjukkan ketulusan hatimu," kata Rima.
"Boleh Michael bertemu dengan Cinta bunda ?"
"Temuilah," kata Rima.
Michael melangkah menuju kamar Cinta dan mengetuk pintu kamar Cinta.
"Masuk bunda," ucap Cinta yang mengira sang bunda yang mengetuk pintu kamarnya.
Pintu terbuka, Michael masuk dan melihat Cinta duduk di lantai.
Cinta mendengus melihat Michael yang masuk, bukan sang bunda.
"Boleh masuk?" tanya Michael.
__ADS_1
"Tanya boleh masuk ! sudah masuk begitu," ucap Cinta.
Michael tersenyum melihat raut wajah Cinta yang cemberut melihatnya.
Michael mendudukkan dirinya di samping Cinta di lantai dan menyandarkan tubuhnya di ranjang.
"Hei... jangan dekat-dekat !"
"Sayang," ucap Michael.
"Sayang sayang ! basi sayang-sayang."
"Sabar... ," ucap Michael dalam hati.
"Cinta, kita pulang ya."
"Pulang ke mana ? ini rumahku," kata Cinta.
"Rumah kita ," kata Michael.
"Kita? apa kita ada hubungan ? kita itu hanya nikah palsu ! apa lupa ?" sindur Cinta.
"Oh... pantas lupa, sudah tua." tambah Cinta mengejek Michael.
"Tidak ada nikah palsu sayang ! kita menikah resmi. Lihat ini ." Michael mengeluarkan amplop dari saku jasnya dan memberikannya pada Cinta.
"Apa ini ?"
"Bukalah." kata Michael.
"Mencurigakan," kata Cinta.
Cinta membuka amplop yang diberikan oleh Michael dan membaca surat yang ada didalam amplop.
"Aku sudah mendaftarkan pernikahan kita, dan pernikahan kita sudah diakui oleh negara. Pernikahan kita bukan pernikahan palsu, pernikahan siri kita itu sah, agama mengakuinya. Tidak ada pernikahan palsu," kata Michael.
"Cinta palsu ada," kata Cinta.
"Cinta, aku mencintaimu. Aku begitu tersiksa Cinta, saat Sandra menunjukan bukti kau yang membuat Alex kecelakaan. Apalagi saat Sandra menunjukan gambar itu. Sebenarnya aku sudah tidak ingin melanjutkan balas dendamku, tapi bukti yang diberikan oleh Sandra membuat rasa marahku kembali," kata Michael.
"Bukti palsu di percaya," ujar Cinta.
"Maaf, aku buta hati dan mata saat itu. Melihat kondisi Alex yang koma, membuat aku tidak bisa berpikir jernih."
Cinta menghela napas panjang, dia bingung. Keputusan apa yang harus dipilihnya. Rasa cinta pada Michael tidak pernah padam, malah semakin besar saat kondisinya hamil sekarang.
"Kita bisa mengulangi ucap janji nikah kita, bagaimana ? Mama dan bunda juga ingin mengadakan resepsi. Mau ya ?" bujuk Michael.
"Aku tidak ingin ada perpisahan Cinta, aku ingin menikah sekali seumur hidup. kasihan baby kita."
"Jika kita tidak bersama, aku tidak akan melarang dia bertemu dengan papanya," kata Cinta.
"Anak kita akan bingung Cinta, melihat kedua orang tuanya tidak tinggal bersama. Apalagi saat dia melihat teman-temannya mempunyai orang tua yang lengkap. Pikirkan itu Cinta," kata Michael.
Cinta termenung, apa yang dikatakan oleh Michael menjadi pikirannya juga. Dia mengingat saat dia masih kecil, ada temannya yang tidak mempunyai keluarga yang lengkap.
"Tidak ! aku tidak akan sanggup melihat anakku sedih. Aku harus membuang egoku. berkorban untuk anak tidaklah sulit," kata Cinta dalam hati.
Akhirnya Cinta mau menerima Michael kembali, setelah mendapatkan masukan dari orang-orang terdekatnya.
***
__ADS_1
Kejahatan yang dilakukan Sandra, membuat Sandra dihukum kurungan penjara selama tujuh tahun dan komplotannya Bebeng mendapatkan hukuman dua belas tahun hukuman penjara.
"Akhirnya perempuan itu sudah mendapatkan ganjaran nya, tapi kenapa ringan sekali ? hanya tujuh tahun. Seharusnya tadi seumur hidup," kata Ayana.
"Tujuh tahun itu juga sudah berat bagi orang yang sudah biasa hidup bebas," kata Cinta.
"Iya sih... biasanya dia tidur di kasur yang empuk dan ber AC, kini tidur di lantai yang keras. Nasibmu lah," kata Ayana.
"Bagaimana kabar Alex ya? apa dia sudah bisa bicara lancar ?" tanya Ayana.
"Kata Mama sudah mulai lancar, dan Alex tidak membutuhkan kursi roda untuk dia bergerak. Senang aku ," kata Cinta.
"Apa saat resepsi dia akan hadir ?" tanya Ayana.
Cinta mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu, jarak Indonesia Inggris bukan dekat," kata Cinta.
"Ay, apa tidak malu, mengadakan resepsi saat perutku sudah besar begini ?"
"Kenapa harus malu? orang sering mengadakan resepsi saat sudah hamil."
"Nanti dikira orang aku hamil duluan," kata Cinta.
"Tidak usah didengar, biar saja mereka bicara apa."
"Kau bisa bilang begitu, karena bukan kau yang diceritain."
"Begini saja, nanti gambar buku nikah pajang di ruangan resepsi. Kan ada tanggal nikah kapan," kata Ayana.
Cinta memanyunkan bibirnya mendengar usul Ayana yang nyeleneh.
Selesai resepsi. Michael membawa Cinta honeymoon.
"Untuk apa honeymoon dengan perut besar begini," kata Cinta.
"Tidak ada larangan perut besar pergi honeymoon," sahut Michael.
"Tidak ada larangan, iya! tapi aku tidak nyaman pergi dengan perut bulat begini, Mas.... !"
"Kita pergi tidak jauh sayang."
"Tidak jauh, sudah satu jam didalam mobil. Kita kemana ? ikut Alex dan Ayana pasti lebih seru."
"Mas... kalau Alex dan Ayana menjalin hubungan, Mas setuju?" tanya Cinta tiba-tiba.
Michael yang menyetir mobil menoleh kearah Cinta. "Mereka pacaran ?"
"Belum mas. Setuju, nggak ?"
"Terserahlah... ," sahut Michael.
Dua bulan kemudian...
Alex dan Ayana akhirnya resmi menjalin cinta. Cinta sangat gembira, karena Ayana akan menjadi adik iparnya.
"Panggil aku kakak ipar !" titah Cinta.
"Baiklah kakak ipar," balas Ayana dengan tertawa.
Semua gembira. Hanya satu orang yang sedih. Sandra. Sejak dia menghuni sel tahanan, kedua orangtuanya tidak pernah mengunjunginya. Keluarganya seperti hilang. Perusahaan milik papanya juga ganti pemilik, entah kemana kedua orangtuanya pergi. Tinggal Sandra sendiri merenungi nasibnya.
Karena itu, berpikirlah sebelum bertindak. Mata Tuhan terus mengawasi apa yang kita perbuat.
__ADS_1
Menyesal belakangan, percuma !"
...Tamat...