Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 64


__ADS_3

Michael menarik selimut yang menutupi tubuh Cinta dan melihat mata Cinta terpejam.


"Cinta! hei... !" Michael menepuk pipi Cinta dengan lembut, untuk membuat Cinta meresponnya.


Tidak ada pergerakan dari Cinta. Tidak ada mulut yang mengeluarkan suara mengumpat kepada Michael. Hal itu membuat Michael semakin panik. Dia mendekatkan telinganya ke dada Cinta yang masih polos.


Michael mengangkat kepalanya dan melihat pergerakan napas Cinta yang stabil, seperti orang yang sedang tidur.


"Tidur? bukan pingsan," ucap Michael dengan pelan.


"Cinta, bangun. Bersihkan tubuh dulu, Cinta.... !" ucap Michael sembari menyentuh lengan Cinta untuk membuat Cinta terbangun, tapi semua yang dilakukan oleh Michael tidak berhasil membuat Cinta membuka matanya.


"Cinta!" panggil Michael.


"Berisik... ! pergi sana!" seru Cinta yang tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Michael.


"Bersihkan badan dulu, baru tidur," kata Michael.


"Sana!" Cinta membalikkan badannya, memunggungi Michael.


Akhirnya Michael menyerah, dia turun dari ranjang dan memungut bajunya dan baju Cinta yang bertebaran di lantai. Lalu kemudian Michael masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa percintaan yang baru saja dilakukannya pada sang istri.


Semua berkumpul dimeja makan. Hanya Cinta yang tidak terlihat. "Mana cinta ?" tanya Melina.


Sebelum Rima menjawab pertanyaan Melina, Michael mendahuluinya dengan berkata, bahwa Cinta tidur.


"Tidur? kenapa anak itu doyan sekali tidur?" kata Rima.


"Dia tidak ada di kamar, Tan. Ay kira dia di kamar bunda," kata Ayana.


"Cinta tidur di kamar kami," sahut Michael.


Melina melirik Michael, begitu juga dengan Ardian. Dia curiga Michael telah melakukan sesuatu pada Cinta, sehingga Cinta tertidur karena keletihan di jam-jam seperti. Di mana orang-orang sedang melakukan makan malam.


"Apa? kenapa Mama dan Papa menatap aku seperti aku ini sedang melakukan kesalahan?"


Semua yang berada di meja makan menatap Michael. Johan menatap Michael dengan tajam.


"Apa mereka tadi.... ?" isi kepala Johan yang curiga dengan ketidakhadiran Cinta di meja makan.


"Cinta letih, semalam itu dia tidak bisa tidur. Karena dia tidak terbiasa dengan ranjang yang tidak biasa dia tiduri. Bunda tahu kan, Cinta itu tidak biasa tidur di tempat yang baru," kata Michael.


Rima menganggukkan kepalanya. "Iya, Cinta pasti tidak akan bisa tidur pulas," ucap Rima, yang sependapat dengan Michael katakan.

__ADS_1


"Nah... bunda juga tahu dengan kebiasaan Cinta, sekarang kita makan. Cinta nanti akan Michael suruh mbok Asih bawa makanan kedalam kamar."


Semua memulai makan. Suasana hening, hanya suara sendok dan piring saling bersenggolan.


Adam melirik Michael, dan mendekatkan kepalanya dan berbisik kepada Michael. "Kak, apa sore tadi kakak wik... ewik dengan kakak ipar.... ?" tanya Adam jahil.


Michael memberikan tatapan mematikan, membuat Adam menarik kursi yang didudukinya menjauhi Michael dan kembali melanjutkan makannya.


"Mata kak Michael sangat dahsyat, es saja bisa menjadi panas," ucap Adam dalam hati.


***


"Pak, buka!" Sandra membuka kaca mobilnya dan berteriak pada petugas keamanan mansion Subrata.


"Mau bertemu siapa, Nona?"


"Mau bertemu siapa? bapak "NANYA" pada saya?" tanya Sandra dengan mata sedikit melotot.


"Iya, nona. Saya tanya nona mau bertemu dengan siapa?" tanya petugas keamanan mansion pada Sandra.


Sandra membuka pintu mobilnya dan turun. Dengan sombongnya dia melangkahkan kakinya mendekati sekuriti yang berdiri didepan gerbang. "Dasar petugas keamanan bodo... ! kau tidak lihat saya siapa?"


"Saya lihat, Nona! tapi saya tidak tahu anda siapa? anda artis Nona?"


"Bapak orang baru?" tanya Sandra.


"Tante Melina! cepat buka gerbang, saya ingin masuk !" perintah Sandra.


"Nyonya tidak berada di rumah, Nona."


"Pergi?"


"Tidak ada di rumah, ya pergilah Nona," sahut petugas keamanan mansion yang bernama Andri.


"Sial!" umpat Sandra.


"Alex ada?" tanya Sandra.


"Den Alex ada, tapi sudah beristirahat Nona. Den Alex tidak menerima tamu lagi."


"Ini baru jam setengah delapan!"


"Den Alex tidak sehat, Nona. Dan dokter menyarankan Den Alex mengurangi aktivitas bertemu dengan orang luar."

__ADS_1


"Aku temannya, kenapa aku tidak diperbolehkan untuk bertemu?"


"Silakan Nona untuk datang besok lebih siangan, jangan malam begini. Jam untuk membesuk Den Alex itu jam 11 sampai jam empat sore. Lewat dari itu tidak diperkenankan untuk bertemu dengan Den Alex."


"Aku sahabat keluarga pemilik mansion ini! bisa-bisanya kau melarang aku untuk bertemu dengan Alex! siapa kau ini? kau hanya orang rendahan!" suara keras Sandra berhasil membuat orang-orang yang berada didalam mansion keluar untuk melihat keributan apa yang terjadi didepan gerbang mansion.


"Ini dia !" Sandra melihat Pak Mahmud keluar dan dibelakang pak Mahmud ada dua orang pekerja mansion yang ingin mengetahui apa yang terjadi.


"Nona Sandra," ucap Pak Mahmud menyapa Sandra.


"Pak Mahmud, wanita ini memaksa untuk bertemu dengan Den Alex. Sudah saya katakan bahwa Den Alex tidak boleh bertemu tamu di atas jam lima sore, tetapi Nona ini tetap memaksa," ucap Andri kepada Pak Mahmud.


"Kenapa saya dilarang untuk masuk bertemu dengan Alex? saya sahabat Alex dan Michael! dan kau, tunggu saja! kau akan di pecat!" ancam Sandra.


Sandra beralih pada Pak Mahmud, "Saya ingin bertemu dengan Alex!"


"Ada keperluan yang sangat mendesak nona? sehingga mau bertemu dengan Den Alex, saat Den Alex sudah beristirahat," kata Pak Mahmud.


"Pelayan sok menjadi majikan, begini," kata Sandra kesal.


"Ada yang ingin saya tanyakan pada Alex. Alex sudah bisa bicara kan?"


"Maaf Nona, Den Alex belum bisa berbicara dengan lancar," jawab Pak Mahmud.


"Kak Michael ada di rumah?" tanya Sandra.


"Den Michael pergi dengan istrinya," ucap Pak Mahmud.


"Hah .... !"


Perkataan Pak Mahmud berhasil membuat Sandra kaget. "Istri? kau bohong pria tua! kak Michael belum punya istri ! kapan mereka menikah? kau bohong!" Sandra marah kepada Pak Mahmud.


"Terserah anda, Nona. Den Michael pergi bersama dengan istrinya dan Tuan dan nyonya juga ikut bersama," kata Pak Mahmud.


"Bohong! ini pasti bohong! kak Michael tidak boleh menikah ! dia sudah berjanji padaku, karena aku telah membantunya menemukan wanita yang telah menyakiti Alex. Tidak boleh... ini tidak boleh terjadi." Sandra memutar badannya dan masuk kedalam mobil dan mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi.


"Siapa orang tadi Pak Mahmud? gadis sombong," kata Andri.


"Dia sahabat keluarga ini, sejak kecil sudah keluar masuk kedalam mansion ini, sehingga dia sedikit arogan," kata Pak Mahmud.


"Bukan sedikit Pak Mahmud, banyak!" celetuk Andri.


"Nona Sandra memang begitu, sombong!" timpal Mina, pelayan yang mengikuti Pak Mahmud.

__ADS_1


Dalam mobil, Sandra terus menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mulutnya terus menerus mengoceh. Dia tidak terima Michael telah menikah.


"Tidak boleh! kak Michael tidak boleh menikah! sia-sia apa yang telah aku korbankan untuk mendapatkan kak Michael."


__ADS_2