Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 22


__ADS_3

Happy reading guys 😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keduanya berbincang-bincang sebelum kantuk membawa keduanya memasuki alam mimpi.


Andrew yang berbicara, sadar. Cinta tidak menanggapi perkataannya. Dia mengangkat sedikit kepalanya dan melihat Cinta yang sudah tertidur dalam dekapannya.


"Tidur," gumam Andrew dalam benaknya.


"Apa kau benar-benar jahat? tapi bukti yang aku dapat, kau yang telah membuat Alex kecelakaan," ucap Andrew dalam benaknya.


Andrew benar-benar galau, sebenarnya dia tidak ingin melakukan ini semua. Tetapi bukti mengarah kepada Cinta.


"Apa yang kulakukan ini sangat jahat? tapi wanita ini sudah membuat adikku terbaring tak berdaya. Aku tidak jahat! orang yang telah menyakiti keluargaku harus mendapatkan pembalasan yang setimpal!"


Andrew melepaskan pelukannya dan meletakkan Cinta begitu saja di kasur. Lalu kemudian Andrew bangkit dari ranjang dan melangkah meninggalkan ranjang tanpa menoleh kebelakang.


Andrew keluar dari dalam kamar, dan mematung sejenak didepan pintu kamar yang tidak tertutup. Lalu kemudian Andrew menutup pintu kamar dan melangkah menuju pintu depan.


"Nak Andrew mau kemana?" suara yang menyapa dirinya, membuat Andrew menghentikan langkahnya dan memutar tumitnya.


"Bunda belum tidur?" tanya Andrew.


"Baru jam sepuluh malam, mata bunda belum bisa diajak untuk beristirahat," kata Bunda Rima.


"Bunda sedang melakukan apa?" Andrew melihat bunda Rima memakai celemek didepan dadanya.


"Bunda sedang masak roti, ada pesanan mendadak dari toko kue. Cinta sudah tidur?" tanya Rima.


"Iya Bun," sahut Andrew seraya menganggukkan kepalanya.


"Apa Bunda butuh bantuan Cinta? biar Andrew bangunkan," kata Andrew.


"Tidak usah, Cinta pasti letih. Biarkan dia beristirahat," kata Bunda Rima.


"Nak Andrew mau kemana?" tanya Rima.


"Ada kerjaan kantor yang harus Andrew selesaikan sesegera mungkin, teman kantor menghubungi tadi, terpaksa Andrew ke kantor. Katakan pada Cinta, Andrew lembur ya bunda," kata Andrew.


"Malam-malam begini kekantor? apa tidak bisa besok di selesaikan?" tanya Bunda Rima.


"Besok pagi harus di serahkan pada bos Bun, tidak mungkin Andrew leha-leha di rumah, sedangkan teman-teman lembur di kantor," kata Andrew.

__ADS_1


"Iya juga, pergilah. Jaga kesehatan, tunggu sebentar," kata Bunda Rima dan kemudian bergegas menuju dapur, dan tidak membutuhkan waktu lama, Bunda Rima kembali dengan membawa bungkusan.


"Bawa ini cemilan," kata bunda Rima memberikan bungkusan yang dibawanya dari dapur kepada Andrew.


Andrew mengambilnya dan mengucapkan terima kasih."Terima kasih bunda," kata Andrew.


"Apa mau kopi juga? atau coklat hangat untuk menemani lembur?" tawarkan Bunda Rima.


"Tidak usah bunda, di kantor ada pantry. Biar kopi Andrew buat di sana saja," kata Andrew.


"Permisi bunda," ujar Andrew.


"Hati-hati," ujar bunda Rima.


"Iya bunda."


Bunda Rima memandang punggung Andrew. Terlihat dari raut wajah Bundanya Cinta ada yang dipikirkannya.


"Malam pengantin, kenapa Andrew pergi? apa mereka ribut? belum sehari juga, mereka sudah ribut," gumam Rima.


"Semoga apa yang aku pikirkan tidak terjadi, Andrew pergi di malam pertama mereka sebagai suami istri karena apa yang seperti yang dikatakan oleh Andrew," kata Rima, bicara sendiri seraya kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.


***


"Akhirnya kau pulang juga? kemana saja kau Michael? Papa tadi ke perusahaan, kau tidak ada," kata Ardian, saat melihat kemunculan sang putra.


Dilingkungan keluarga dan teman-temannya, orang mengenal Andrew sebagai Michael. Hanya pada Cinta, Andrew mengenalkan diri sebagai Andrew.


"Jika papa sudah tidur, tidak mungkin bisa berbicara denganmu di sini," jawab Ardian.


"Papa bisa juga bergurau," kata Michael.


Michael meletakkan bokongnya di kursi di samping sang Papa. "Mama mana Pa?" tanya Michael.


"Kamar Alex," sahut Ardian.


"Bagaimana perkembangan Alex, pa?" tanya Michael.


"Perkembangannya cukup, bagus. Matanya semakin sering terbuka, tapi dengan tatapan kosong. Sepertinya Alex tidak menyadari ada orang disekitarnya," kata Ardian.


"Apa yang terjadi pada Sandra saat dia datang menjenguknya, seperti Alex sadar ada orang disekitarnya, Pa!" kata Michael.


"Kejadian? kejadian apa? Papa tidak tahu apa-apa, apa Mama juga tidak tahu? biasanya Mama pasti akan menceritakan kejadian sekecil apapun."

__ADS_1


"Jadinya Papa tidak tahu kejadian yang menimpa Sandra? apa Mama mungkin tidak tahu? perawat yang menjaga Alex apa juga tidak tahu?"


"Bukan Doni yang merawat Alex sejak semalam, karena Doni cuti. Apa mungkin Doni lupa mengatakannya?"


Kedatangan Melina ikut bergabung dengan keduanya, membuat keduanya bertambah bingung. Karena Melina juga tidak tahu kejadian yang sebenarnya menimpa Sandra.


"Waktu Sandra datang, Mama menemaninya sebentar. Lalu Bik Marni datang mengatakan ada tamu mencari Mama, lalu mama pergi meninggalkannya. Mama kembali, dia sudah tidak ada lagi. Doni saat itu juga mengatakan akan cuti, karena ada keperluan mendesak dia harus pulang kampung," ucap Melina menceritakan apa yang terjadi saat Sandra datang menjenguk Alex.


"Apa Bik Marni tidak tahu juga?" tanya Michael.


"Bik Marni hanya tahu Sandra pulang," kata Melina.


"Apa Sandra yang mengatakan bahwa dia disakiti oleh Alex? Mama koq tidak yakin dengan apa yang dikatakannya. Alex itu belum bisa mengangkat atau menggerakkan tubuhnya, bagaimana dia bisa menyakiti Sandra?"


"Iya Ma, dia menghubungi Michael," kata Michael.


"Jangan ditelan bulat-bulat apa yang dikatakan orang, Michael. Mungkin saja itu tidak terjadi," kata Mamanya.


"Apa maksud Mama, gadis itu berbohong?" tanya Ardian pada sang istri.


"Apa Mama mencurigai Sandra berkata tidak benar?" tanya Michael.


"Mungkin saja dia mencari simpati mu, Mama tahu bahwasanya dia suka denganmu."


"Sandra suka dengan Michael? bukannya Alex suka dengan Sandra?" apa yang ditanyakan oleh Ardian membuat dua kepala memandang sang kepala keluarga.


"Apa yang papa katakan? Alex suka dengan Sandra?" tanya Melina pada sang suami.


"Tidak mungkin!" kata Michael tegas.


"Mereka selama ini akrab kan? sebelum gadis itu pergi keluar negeri, di mana ada gadis itu, pasti ada Alex," kata Ardian.


"Karena itu Papa mengatakan Alex suka Sandra?" tanya Michael.


"Bukan hanya Papa saja, siapapun orang yang melihatnya pasti mengatakan bahwa mereka mempunyai hubungan spesial," kata Ardian.


"Kenapa kau mengatakan tidak mungkin Michael ?" tanya Melina, Mama Michael.


"Kau tidak menyukainya Alex menyukai Sandra, karena kau yang menyukai Sandra Michael?" tebak Melina, karena terlihat Michael tidak menyukai Alex suka dengan Sandra.


"Michael tidak menyukai Sandra! Michael menganggap Sandra sebagai adik saja. Kenapa Michael tidak suka Alex menyukai Sandra, karena Sandra itu bukan gadis yang cocok dengan Alex. Alex pemuda yang baik, dia harus mendapatkan gadis yang memiliki kepribadian yang baik," kata Michael.


"Apa Sandra tidak baik? Mama lihat dulu dia baik anaknya," kata Melina.

__ADS_1


"Lingkungan bisa merubah seseorang, di luar negeri entah apa yang dilakukannya. Apa kau tahu sesuatu Alex?" tanya Ardian.


next...


__ADS_2