
Happy reading guys 😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tante, Sandra akan membantu mencari siapa yang bertanggungjawab atas kecelakaan yang dialami Alex. Sandra akan menunda kepulangan Sandra ke Jerman. Sandra akan mencari keadilan atas apa yang dialami Alex," kata Sandra.
Melina senang mendengar apa yang dikatakan oleh Sandra yang akan membantunya.
"Terima kasih Sandra, betapa senangnya jika salah satu dari kedua putra Tante itu ada yang akan menjadi jodohmu," kata Melina.
"Ah... Tante, mana mau kak Michael dengan Sandra," kata Sandra.
"Michael tidak mau, kan masih ada Alex. Pokoknya, salah satu dari keduanya harus mengambil Sandra sebagai istri," kata Melina.
Sandra senang mendengar perkataan Melina, dia merasa peluangnya untuk mendapatkan Michael semakin terbuka.
"Kenapa tidak dari dulu aku mendekati Tante Melina," ucap Sandra dalam benaknya.
"Sandra mau menjenguk Alex?"
"Mau Tante, bolehkan?"
"Jelas boleh, mungkin saja dengan kedatangan Sandra Alex akan sadar," kata Melina.
"Apa mungkin Tante?" tanya Sandra.
"Semoga saja, tidak ada yang tidak mungkin. Jika Tuhan sudah berkehendak, apapun bisa terjadi," jawab Melina.
"Ayo."
Melina bangkit dari duduknya dan diikuti oleh Sandra.
Tiba didalam kamar Alex, langkah kaki Sandra berat melangkah untuk mendekati ranjang.
Melina menghentikan langkahnya dan memutar sedikit kepalanya melihat Sandra yang berada dibelakangnya.
"Kenapa? tidak tega melihat Alex seperti ini?" tanya Melina.
Sandra menganggukkan kepalanya. "Inilah pemandangan sehari-hari yang kami lihat hampir lima bulan ini," kata Melina.
"Seorang laki-laki yang periang dan penuh semangat hidup, kini berakhir di atas ranjang dalam keadaan tak berdaya," kata Melina.
"Doni, istirahatlah. Biar saya di sini menjaga Alex," kata Melina pada Doni.
"Baik, nyonya." Doni beranjak meninggalkan kamar Alex.
Kini tersisa Melina dan Sandra yang masih tidak berani mendekat ranjang tempat Alex terbaring tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Sinilah, sapa Alex," kata Melina pada Sandra.
Sandra mendekati ranjang dengan langkah pelan-pelan. Setelah dekat matanya melihat wajah Alex yang terlihat pucat.
"Lihat Alex, siapa yang datang? Sandra Lex, Sandra datang mengunjungimu Lex. Buka matamu Lex, temanmu datang jauh-jauh dari Jerman, masa kau tidak mau melihatnya. Sandra sangat cantik sekarang Lex, rugi kau jika tidak melihatnya," tutur Melina.
Sandra hanya diam, mendengar Melina berbicara. Entah apa yang ada dalam benaknya saat melihat Alex terbujur tanpa bisa melakukan apapun juga.
Tok... tok..
Pintu kamar Alex terbuka dengan kedatangan Bik Marni. Ada apa Bik?" tanya Melina.
"Ada orang yang mencari nyonya," beritahu Bik Marni.
"Siapa?"
"Nyonya Viny," jawab Bik Marni.
"Sandra, Tante ada tamu. Kami tidak apa-apa Tante tinggal sendiri kan?" tanya Melina.
"Tidak apa-apa Tante," sahut Sandra.
"Bik, tolong bawakan minuman dan cemilan ke sini," titah Melina pada Bik Marni yang masih berada didalam kamar Alex.
Melina dan Bik Marni keluar dari kamar Alex, kini tinggal Sandra.
Sandra menarik kursi dan meletakkan bokongnya.
"Halo Lex!" sapa Sandra membuka mulutnya.
"Kenapa kau bisa begini? bangunlah!" kata Sandra.
"Kau tahu, Tante menanyakan padaku, siapa gadis yang kau sukai? apa yang harus aku katakan padanya, Lex."
"Apa aku katakan, bahwa kau menyukaiku... ! he.. he..he..tapi aku tidak menyukaimu Lex... ! Aku sudah menyukai seseorang, kau tidak perlu tahu siapa yang aku sukai. Cepat sadar Lex, carilah gadis yang kau suka itu."
Sandra memegang jemari tangan Alex, dan tiba-tiba.
"Aduh... !" pekik Sandra, begitu merasa tangannya dipegang Alex dengan kuat. Seakan-akan tangan Alex ingin meremukkan tangannya.
"Alex! lepaskan!" seru Sandra dengan suara yang keras, seraya menarik tangannya. Tetapi pegangan tangan Alex begitu sulit dilepaskan Sandra. Sehingga Sandra berteriak meminta tolong.
"Tolong... tolong! siapa di luar? tolong!" suara nyaring Sandra menarik pendengaran Doni yang sedang melintas didepan kamar Alex mendengar teriakkan Sandra. Dia bergegas membuka pintu dan melihat Sandra telungkup di atas dada Alex.
"Tolong! dia ingin membunuhku!" seru Sandra begitu melihat kedatangan Doni.
"Ada Apa?"
__ADS_1
"Lepaskan! dia memegang tanganku, ini!" teriak Sandra.
Doni melihat tangan Alex mencengkram pergelangan tangan Sandra. Doni berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Alex, tapi dia juga cukup kerepotan melakukannya. Sampai akhir dia berhasil melepaskan pegangan tangan Alex.
Sandra mundur sembari mengelus tangannya yang sakit akibat perbuatan Alex.
"Dia sudah gila!" seru Sandra.
"Apa yang nona lakukan pada Tuan Alex?" tanya Doni.
"Aku tidak melakukan apa-apa! aku hanya berbicara dan kemudian memegang tangannya, dan dia tiba-tiba memegangi tanganku dengan erat sekali," ucap Sandra menceritakan apa yang dialaminya.
"Apa dia sadar?" tanya Sandra.
Doni memeriksa kondisi Alex, dan dia menggelengkan kepalanya. "Tuan Alex belum sadar, mungkin ada percakapan Nona yang memicu gerakan refleks tangannya memegang tangan nona," kata Doni.
"Aku tidak mengatakan apapun yang bisa memicunya, aku hanya bercerita masalah biasa saja," kata Sandra.
"Kurang ajar kau Alex! mau ingin membuatku mati ketakutan! mati saja kau Alex! hidup juga kau menyusahkan," ucap Sandra dalam batinnya, yang kesal karena dibuat takut oleh tindakan Alex yang mencengkram pergelangan tangannya.
Sandra mengambil tasnya, dan tanpa berkata apapun lagi Sandra meninggalkan kamar Alex. Dan dia pulang tanpa pamit pada Melina. Sandra hanya menitipkan pesan pada Bik Marni.
***
"Kau benar-benar akan menikah Minggu depan?" Ayana kaget begitu mendengar Cinta menceritakan pernikahannya yang akan diadakan Minggu depan.
"Iya, hanya akad saja. Bulan depan baru diadakan resepsi," kata Cinta.
"Kau sungguh-sungguh akan menikah? kau bukan mau membohongi aku kan? seperti April mop, tapi ini tidak bulan April."
"Ini serius, Ay! bukan April mop. Dua hari yang lalu orang tuanya Mas Andrew datang dan di situ ditentukan pernikahan kami diadakan Minggu depan."
"Tapi kenapa mendadak begini, apa kau sudah begini?" Ayana membuat gerakan tangan membulat diperutnya.
"Ih... aku masih suci, aku masih punya akal pikiran yang jernih. Tidak mungkin aku melakukan itu dulu," kata Cinta dengan raut wajah kesal, karena dituduh Ayana menikah karena married by accident.
"Sorry, kau mendadak nikah. Siapa yang tidak curiga," ucap Ayana.
"Terus masalah laki-laki yang mirip dengan Mas Andrew itu bagaimana? apa saudara kembar Mas Andrew?" tanya Ayana.
"Bukan, Mas Andrew tidak ada saudara kembar, Mas Andrew itu anak tunggal. Dan saat kita melihat Mas Andrew di Mall, Mas Andrew masih dalam perjalanan dari kampung bersama dengan kedua orangtuanya."
"Apa kau percaya dengan apa yang dikatakannya?"
"Aku sudah bertanya dengan ibu dan bapak, dan mereka juga mengatakan seperti yang dikatakan oleh Mas Andrew.
Next
__ADS_1