
Ardian sampai dibengkel tempat kemungkinan Bebeng bersembunyi.
"Tuan jangan turun!" kata Bowo, anak buahnya Handi yang menjaga Andrian, mencegah Ardian yang ingin ikut turun.
"Kau jangan mencegahku !" Ardian menatap Bowo tajam.
Bowo menggeser posisi tubuhnya yang tadi berdiri didepan pintu mobil, bergeser ke samping, agar Ardian bisa keluar dari dalam mobil. Dia tidak bisa mencegah Ardian untuk turut serta menangkap Bebeng dan komplotannya.
Dua mobil polisi tiba, dan berbicara dengan Hilman dengan cukup serius.
Hilman menghampiri Ardian dan mengatakan apa yang dikatakan oleh pihak polisi padanya.
"Kenapa aku tidak boleh ikut?"
"Polisi mengatakan, Bebeng ini penjahat yang sangat licin Tuan. Kelompok Bebeng sudah lama menjadi incaran pihak kepolisian, tetapi polisi tidak pernah berhasil menemukan tempat persembunyian orang ini," kata Hilman.
"Orang ini selalu berpindah tempat dan sangat berbahaya." tambah Hilman lagi.
"Baiklah." akhirnya Ardian menyerah.
Ardian kembali masuk kedalam mobil, karena pihak kepolisian takut ada baku tembak dengan komplotannya Bebeng. Sopir Ardian membawa mobilnya menjauhi bengkel tempat persembunyian komplotannya Bebeng.
Polisi bergerak masuk kedalam bengkel, tidak ada perlawanan dari pihak komplotannya Bebeng saat digerebek. Mereka tidak menyadari kedatangan pihak kepolisian, sehingga tidak terjadi baku tembak yang terdengar.
"Bagaimana?" tanya Ardian pada Hilman.
"Bebeng tidak ada ditempat Tuan, tapi polisi sudah mendapatkan di mana saat ini si Bebeng."
"Argh.... !" teriak Ardian kesal.
"Di mana tempat orang itu bersembunyi ?" tanya Ardian.
Rombongan Ardian mendapatkan kekecewaan. Bagaimana dengan Michael dengan ketiga temannya, apakah berhasil mendapatkan informasi dari orang tuanya Sandra.
Mobil Michael sudah berada di kantor polisi, karena Michael mendapatkan kabar bahwa orangtuanya Sandra dibawa polisi untuk mendapatkan keterangan mengenai Sandra.
"Om.... !" panggil Michael dengan berteriak, begitu berhadapan dengan Allan.
"Michael... Om benar-benar tidak tahu, kemana Sandra," kata Allan, Papanya Sandra.
"Om bohong !" kara Michael.
"Betul Michael, kami tidak tahu !" kali ini Lilis, mamanya Sandra.
"Bohong ! kalian pasti bekerjasama dengan Sandra !" tuduh Michael.
"Demi Tuhan Michael ! Tante dan Om tidak tahu apa-apa ! percayalah," kata Lilis.
__ADS_1
"Michael tidak akan mengampuni om dan Tante! jika sampai Om dan Tante ketahuan menyembunyikan Sandra.... !" ancam Michael.
"Sandra berkata pada kami, bahwasanya dia hari ini akan kembali ke Jerman," kata Lilis.
"Pak... ada satu tempat, mungkin Sandra di sana," kata Allan, Papanya Sandra.
"Di mana Om ?" tanya Michael.
Allan menyebutkan alamat rumah opanya Sandra yang kosong. Besar Kemungkinan Sandra bersembunyi di sana.
Di satu rumah yang cukup besar, tapi sangat hening. Satu tubuh terbaring diatas ranjang dalam keadaan kedua tangannya terikat dan mulut dilakban.
"Di mana aku ini?" Cinta membuka matanya dan matanya mengitari tempat dia terbangun dalam keadaan terikat.
Cinta berusaha bergerak untuk turun dari ranjang. Untung... kedua kalinya tidak diikat, karena itu dia bisa untuk turun dari ranjang.
"Aku harus bebas! siapa orang-orang itu? bagaimana dengan bunda?" kepala Cinta dipenuhi dengan kondisi sang bunda dan di mana dia saat ini, dan juga siapa yang telah menyekapnya.
"Musuh siapa mereka ? apa musuh aku dan bunda? rasanya tidak mungkin ! kami bukan orang yang kaya ," ucap Cinta dalam hati, sembari berjalan kesana-kemari untuk mencari cara untuk melepaskan tangannya yang diikat.
"Kenapa ketat sekali ikatan ini. Kalau dalam film-film, buka ikatan ini dengan cara begini sudah bisa." Cinta meniru cara dalam film untuk membuka ikatannya, tapi nihil.
"Cara dalam film tidak berguna !" kesal Cinta.
Cinta menggesekkan wajahnya Kedinding untuk membuka lakban yang menutup mulutnya, tapi tidak bisa. Hidung dan kulit wajahnya sakit karena terkena dinding, saat dia menggesekkan lakban agar terlepas dari mulutnya.
"Daripada membuang waktu dengan membuka lakban ini, lebih baik aku mencari cara untuk melarikan diri." batin Cinta.
Cinta tidak patah semangat, tidak bisa membuka ikatan tangannya, Cinta mencari jalan untuk bisa keluar dari kamar dia di sekap.
Dia bergerak menuju jendela dan melihat keluar.
"Masih ada untungnya, aku tidak berada ditempat bertingkat. Tidak mungkin aku loncat."
"Baby... bantu Mama untuk berpikir mencari cara untuk keluar."
Tiba-tiba Cinta mendengar suara orang membuka pintu. Dengan langkah cepat Cinta kembali ketempat tidur dan pura-pura tidur. Cinta memejamkan matanya.
"Kenapa dia belum bangun ?"
"Sandra ! wanita itu... kenapa dia menculik aku ? pasti gara-gara Michael ! perempuan itu sudah gila.... !" suara hati Cinta.
"Saya juga tidak tahu Nona," jawab pria yang ikut bersama dengan Sandra.
"Kau harus menjaganya dengan ketat! jangan sampai dia melarikan diri. Jika dia sampai lari, aku akan meminta uang yang sudah aku gelontorkan untukmu," kata Sandra.
"Tenang Nona Sandra. Bebeng tidak pernah gagal dalam melakukan apapun pekerjaannya. Lihat saja Nona, kecelakaan pria itu tidak pernah ada yang tahu. Bahwa itu bukan kecelakaan, tapi karena kerjaan tangan ini," kata Bebeng menunjukkan jari tangannya.
__ADS_1
"Jangan sombong.... !"
"Wanita gila !" batin Cinta.
"Aku harus pura-pura pingsan, jika mereka tahu aku sadar, pasti mereka akan menganiaya aku. Seperti dalam film-film yang aku lihat." monolog dalam hati Cinta. Cinta mengatur napasnya, agar napasnya tidak terlihat Sandra dan Bebeng.
Nggak sia-sia selama ini Cinta selalu menemani Ayana nonton film action. walaupun tidak selamanya apa yang ada film action bisa diterapkan di dunia nyata. Contohnya membuka ikatan ditangan, Cinta mempraktekkan apa yang dilihatnya didalam film, ternyata tidak bisa dilakukan di dunia nyata.
"Apa yang harus aku lakukan pada wanita ini Nona ?" tanya Bebeng.
"Aku sudah mengirim pesan pada calon suamiku. Dia pasti akan datang sebentar lagi, begitu aku menikah dengannya. Kau singkirkan dia ! aku tidak membutuhkan dia, dan kak Michael akan menjadi milikku !" Sandra sinis melihat Cinta.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan Sandra.... !" kaki Sandra menendang punggung Cinta.
"Kurang ajar... apa dikiranya tubuhku ini batu !" umpat Cinta.
"Menikah saja dengan pria penipu itu, aku tidak perduli." suara hati Cinta.
"Awasi dia... aku mau pergi ke salon untuk mempercantik diri, calon suamiku akan datang sebentar lagi," kata Sandra.
Keduanya keluar. Begitu mendengar suara pintu kamar tertutup dan suara pintu dikunci dari luar, Cinta membuka matanya. Dia menghela napas.
"Sayang... maafkan Mama, ya ! sebentar lagi kita akan pergi dari tempat ini," kata Cinta sembari mengusap perutnya yang sudah mulai kelihatan besar.
Dua mobil beriringan menuju rumah yang di katakan oleh Allan, Papa Sandra.
"Michael... ponselmu bunyi tuh.... ," kata Sony yang duduk disampingnya.
Michael mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan dari Sandra.
"Kurang ajar ! aku benar-benar akan melenyapkannya perempuan sinting itu." umpat Michael.
"Siapa ?" tanya Jack.
"Sandra," jawab Michael.
"Apa katanya ?" tanya Juan.
"Baca ," kata Michael dan memberikan ponselnya pada Juan.
"Perempuan tidak waras.... !"
Juan memberikan ponsel Michael pada Jack untuk membaca pesan yang dikirim oleh Sandra.
Jack juga memaki Sandra, begitu membaca pesan Sandra pada Michael.
Apa pesan yang membuat Michael marah?
__ADS_1