Fake Marriage

Fake Marriage
Bab 48


__ADS_3

"Cinta tidak apa-apa sendiri kan? atau bunda minta Santi untuk menemani ?"


"Cinta tidak apa-apa sendiri, Bun ! bunda pergi saja, lakukan apa yang ingin bunda lakukan."


"Santi bunda suruh datang untuk menemani Cinta?"


"Tidak usah usah Bun, Cinta tidak apa-apa sendiri saja. Cinta tidak akan melakukan apapun juga yang akan membahayakan kandungan Cinta ini," kata Cinta sambil mengusap perutnya.


"Betul ya, jangan keluar apartemen juga. Mau makan apa, bilang bunda. Biar bunda belikan."


" Tidak ada yang Cinta inginkan bunda," sahut Cinta.


"Bunda cepat kembali, bunda hanya mau bertemu dengan Tante Sera saja," kata Rima.


Mendengar nama Sera disebut, Cinta mengangkat wajahnya menatap sang bunda.


"Tante Sera datang, Bun?" tanya Cinta.


"Iya... ," sahut Rima.


"Kak Johan ikut bunda?" tanya Cinta.


"Tidak tahu bunda, Sera tidak menyebut nama Johan saat bicara dengan bunda. Kenapa? rindu dengan Johan? jika dulu dengarkan kata bunda, sekarang Cinta tidak akan begini," kata Rima.


"Bun," ucap Cinta.


"Maaf," ucap Rima, begitu sadar dengan perkataannya.


"Bunda tidak berkata yang salah, memang Cinta salah. Cinta yang minta maaf, karena telah membuat bunda malu." Cinta menundukkan wajahnya.


Rima mendekati Cinta dan mengangkat wajahnya Cinta untuk menatapnya. "Maafkan bunda, karena berkata seperti itu tadi. Sudahlah, semua sudah terjadi."


......................


Michael sedang jalan terburu-buru memasuki hotel, matanya fokus melihat ponsel yang digenggamnya.


Di depan pintu lobby hotel, tubuhnya menabrak seseorang dan membuat tubuh itu terdorong kebelakang.


Dan..


Bruk...


"Aduh... !" pekik seorang wanita.


"Maaf!" seru Michael.


"Apa kau ... !" ucap wanita yang ditabraknya dengan suara yang keras, tapi ucapan wanita tersebut tidak berlanjut. Tadinya ingin memaki-maki Michael, kini tidak. Setelah melihat sosok Michael yang perfect di pandangan mata wanita tersebut.


"Wow... laki-laki yang sangat sempurna," ucapnya dalam hati, mengagumi Michael.


"Maaf Nona," ujar Michael sambil mengulurkan tangannya untuk membantu wanita yang telah dibuatnya mendarat keras di atas lantai hotel.


"Tidak apa-apa, saya juga salah, karena tidak fokus melihat jalan. Sepertinya mata kita terlalu fokus melihat ini," kata wanita itu dengan menunjukkan ponsel yang berada di tangannya.


"Mari saya bantu," ucap Michael mengulurkan tangannya untuk membantu wanita yang telah dibuatnya jatuh.


Wanita tersebut menyambut tangan Michael.


"Terima kasih," ucap wanita tersebut, setelah berdiri dengan sempurna di atas kedua kakinya.


"Apa tidak ada yang sakit?" tanya Michael.


"Bokong saya yang sakit, he... he.. he ," ucap wanita tersebut sambil tertawa.


"Ayo saya antar ke rumah sakit," kata Michael.

__ADS_1


"Ah... tidak usah, bokong saya sekuat baja. Tidak akan cedera, jatuh begitu saja," ucap wanita itu dengan tertawa.


"Sangat cantik," ucap Michael dalam hati. Tawa Abigail membuat Michael mengaguminya.


"Nona Abigail," panggil seseorang. Wanita yang bertabrakan dengan Michael memalingkan wajahnya ke asal suara.


"Saya mencari-cari anda," ujar wanita tersebut.


"Saya tadi ke toilet," ucap wanita yang bernama Abigail.


"Abigail? apakah wanita ini Abigail Aisyah, wanita yang akan aku temui?" suara hati Michael.


"Ayo Nona."


"Sebentar," ucap Abigail.


"Permisi Tuan," ucap Abigail pada Michael dengan menggerakkan sedikit kepalanya kepada Michael. Lalu kemudian memutar tubuhnya.


"Sebentar!" panggil Michael.


Abigail kembali menghadap Michael. "Ada apa tuan?" tanya Abigail.


"Siapa nama anda?" tanya Michael penasaran.


"Saya Abigail Aisyah, senang bertemu dengan anda," kata Abigail dan kemudian memutar tubuhnya dan melangkah meninggalkan Michael.


"Abigail Aisyah! ternyata dia perwakilan dari perusahaan PT Makmur Sejahtera," ucap Michael.


'Wanita yang menarik." pujian keluar dari mulut Michael.


"Kenapa aku mengagumi kecantikannya? tidak boleh, ada Cinta yang harus aku perjuangkan."


"Tapi hanya mengaguminya, tidak ada masalah kan? laki-laki mengagumi kecantikan seorang wanita, wajar." tambah Michael.


"Aku tidak tahu. Ganteng ya? pria yang sempurna," kata Abigail.


"Ganteng Nona, sesuai dengan Nona," kata Citra.


"Anda cantik dan kaya, pria tadi ganteng. Dan terlihat juga bukan orang dari kalangan biasa, Nona," kata Citra.


"Mulutmu manis seperti ada pabrik manisan saja didalamnya...," kata Abigail.


"He...he.. saya berkata yang sebenarnya Nona, bukan karena saya ingin mencari muka. Anda dan pria tadi, pasangan yang sempurna."


"Emh... baiklah, kau cari informasi mengenai dia. Dua Minggu, kau aku beri waktu," kata Abigail.


"Baik Nona."


Keduanya masuk kedalam pertemuan dan di sambut oleh perwakilan dari perusahaan milik Michael.


"Selamat datang Nona Aisyah." Handi mengulurkan tangannya, dan di sambut Abigail.


"Panggil saja Abigail," kata Abigail pada Handi.


"Baik Nona Abigail."


Lalu kemudian Handi beralih pada wanita yang berada di sisi Abigail dan mengulurkan tangannya pada asisten Abigail, Citra.


"Selamat datang Nona Citra," ucap Handi pada Citra.


"Terima kasih atas penyambutannya Tuan Handi," kata Citra.


"Silakan, Nona." Handi mempersilakan Abigail dan Citra untuk duduk.


"Kita menunggu kedatangan Tuan Michael. Tuan Michael sedang dalam perjalanan," kata Handi.

__ADS_1


Pintu terbuka. "Maaf... saya terlambat," kata Michael sembari melangkah masuk.


"Dia.. !" dalam hati Abigail.


"Tuan Michael pria yang tadi. kalau jodoh tidak akan lari kemana. Mungkin jodoh Nona Abigail, Tuan Michael." suara hati citra.


Michael masuk dan duduk di samping Handi yang berdiri menyambut kedatangannya.


"Nona, kenalkan Tuan Michael Andrew Subrata," kata Handi.


"Kita bertemu lagi Nona," ucap Michael. Dia berdiri dan mengulurkan tangannya.


Abigail menyambut tangan Michael dan tersenyum menatap Michael.


"Ternyata kita berjodoh Tuan Michael, pertemuan pertama kita karena insiden tidak sengaja," kata Abigail.


"Anda bisa saja," balas Michael.


Apa yang terjadi pada keduanya, tidak lepas dari kedua pasang mata Handi dan Citra.


"Tidak biasanya Tuan Michael bermulut manis dengan klien wanita, apa Tuan Michael tertarik dengan Nona Abigail Aisyah?" suara hati Handi yang heran dengan sikap Michael.


Citra senang, akhirnya bisa menemukan dengan mudah pria yang diinginkan oleh Abigail Aisyah.


"Tidak perlu dua Minggu, pria itu sudah ketemu," gumam Citra dalam hati.


Setelah membahas kerja sama dengan perusahaan milik Abigail Aisyah, keduanya menyepakati kontrak kerja sama. Yang bergerak dalam pembangunan taman bermain bertaraf internasional.


"Saya senang, akhirnya perusahaan kita bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan milik anda Tuan Michael," kata Abigail.


"Perusahaan ini bukan milik saya, Nona. Milik keluarga, dan dikelola oleh papa saya. Saya hanya membantu," kata Michael merendahkan diri.


"Saya dengar, PT Angkasa jaya dikelola tiga pria hebat," kata Abigail memuji Michael.


"Anda salah dengar, Nona," kata Michael.


"Tuan, saya sudah memesan tempat di club' untuk merayakan kerjasama sama ini," kata Handi,


"Merayakan kerjasama? saya suka!" seru Abigail.


"Nona.. " Citra menyentuh lengan Abigail, agar Abigail tidak menunjukkan rasa senang, saat dikatakan Handi merayakan kerjasama di club'.


"Maksudnya, saya senang merayakan kerjasama. Tapi apa harus di club malam?" kata Abigail.


"Anda tidak suka ke club, Nona?" tanya Michael.


"Tidak Tuan Michael, saya tidak suka mendengar suara musik yang berisik," jawab Abigail.


"Club' malam ini tidak berisik Nona, club ini milik teman saya ."


"Baiklah," kata Abigail.


"Saya akan menyuruh sopir menjemput jam delapan," kata Michael.


"Terima kasih," ucap Abigail.


Cinta tertidur di sofa dengan televisi menyala. Sang bunda belum kembali, karena Rima menemani Sera menunggu orang yang ingin menyewa rumahnya.


Tiba-tiba..


Suara melengking tinggi keluar dari mulut Cinta yang tertidur pulas.


'Tidak.... !" pekik Cinta.


Apa yang membuat Cinta berteriak?

__ADS_1


__ADS_2