
"Anak kecil saja tahu ini gambar hasil editan! kau itu kurang jauh mainnya, Mich! jangan main file-file perusahaan saja, kau ! sekali-kali keluar... lihat perkembangan teknologi." ledek Jack.
"Lihat ini ," ujar Sony. Dia menunjukkan tangan Alex yang bersama dengan wanita seperti sedang berciuman dengan gambar Alex dan Cinta yang duduk sembari tertawa.
"Adik sendiri kau tidak familiar dengan bentuk tubuhnya," kata Juan.
"Aku saja langsung tahu, nih... bukan Alex!" tambah Juan.
"Apa kau tidak perhatikan tubuh pria yang ini sangat berbeda dengan tubuh Alex yang duduk dengan istrimu. Pria ini lebih tegap, sedangkan Alex tidak," kata Sony.
"Aku akui, jika dilihat sekilas, gambar ini sangat sulit untuk kita lihat editannya," ujar Jack.
"Ini editan... kau tanya Sandra, dari mana dia mendapatkan gambar ini," kata Sony.
"Apa Sandra mengenal istrimu, Michael ?" tanya Juan.
"Sepertinya tidak! Sandra tidak kuliah di Indonesia, dan saat SMA Sandra juga di luar kota," jawab Michael.
"Mungkin Alex mengenalkan mereka berdua? coba kau tanya istrimu, mungkin dia mengenal Sandra," kata Jack.
"Alex bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Sony.
"Perkembangan sangat bagus, hanya dia belum bisa bicara dengan jelas. Sehingga tidak bisa ditanyakan dengan jelas kronologis kejadian yang sebenarnya. Hanya menurut saksi mata mobilnya melaju kencang dan oleng, dan pada saat itu Alex dikatakan dalam keadaan mabok," kata Michael.
"Menurut keterangan polisi bagaimana? apa sama seperti yang dikatakan oleh saksi mata?" tanya Jack.
"Papa tidak ingin polisi menyelidiki, karena papa takut efek tidak baik terhadap Alex dan juga akan berakibat buruk kepada perusahaan," kata Michael.
"Selidik secara diam-diam. Ah... payah kau Michael... ! pengusaha besar, tapi tidak kepikiran untuk menyelidikinya. Bagaimana jika itu bukan kecelakaan? tapi ada unsur kesengajaan? mungkin dari saingan bisnis? apapun bisa terjadi Michael. Aku sarankan, kau selidik!" kata Jack.
"Betul kata Jack, Michael. Kau harus selidik kecelakaan yang menimpa Alex, belum terlambat. Club yang didatangi Alex pasti ada cctv-nya. Club mana itu, mungkin aku kenal pemiliknya," kata Sony yang seorang pengusaha hiburan malam.
Michael mengatakan club yang didatangi oleh Alex kepada Sony. "Kau mengenal pemiliknya?" tanya Michael.
"Aku tidak mengenal pemiliknya, club baru itu. Dan aku pernah dengar club itu sarangnya barang haram. Kenapa Alex bisa pergi ke club itu? pasti ada yang mengajaknya," kata Sony.
"Kecelakaan Alex penuh dengan misteri, Michael. kalian serahkan pada polisi untuk menyelidiki kecelakaan Alex, kau bujuk Om Andri ," kata Sony.
"Kau sewa saja penyelidik pribadi," ujar Juan.
"Aku akan suruh Handi untuk menyelidiki kasus kecelakaan Alex." akhirnya Michael menerima usulan teman-temannya untuk menyelidiki kasus kecelakaan Alex.
"Asistenmu itu pasti banyak kenalan, pasti tidak akan bocor," kata Sony.
__ADS_1
Michael bangkit dari duduknya, "Mau kemana?" tanya Jack.
"Pulang," sahut Michael.
"Cepat sekali Bro... baru sebentar kita di sini, kau sudah mau balik saja! belum subuh Bro," kata Sony.
"Istriku sendiri di rumah."
"Kau tidak tinggal di rumah biasa?" tanya Jack.
Michael menggelengkan kepalanya. Dia menyebutkan alamat rumahnya yang baru.
"Kapan kau mau mengenalkan kami pada istrimu? apa kau tidak akan mengadakan resepsi?" tanya Juan.
"Aku akan mengadakan makan-makan di rumah Minggu depan, dan ingat! tidak ada yang boleh tebar pesona pada istriku."
"Kau kan tidak cinta! relakan saja cinta kami untuk istri dan anakmu," balas Jack.
Michael tidak menanggapi perkataan Jack. Dia keluar dari private room, tempat khusus mereka kumpul.
"Kemana itu orang?" Cinta keluar dari dalam kamar dan suasana hening menyambutnya.
"Apa pergi? rumah sebesar ini hanya tinggal aku sendiri. Tahu begini tadi, mending ikut ke apartemen bersama dengan bunda. Perut lapar." Cinta melangkah menuju dapur.
"Masak apa? koq ingin makan mie rebus. Masak mie rebus saja," ujar Cinta.
Cinta mengeluarkan sayuran untuk campuran mie rebus.
"Ini saja, aku lagi tidak ingin makan telur."
Entah kenapa, sudah hampir seminggu Cinta tidak suka melihat telur. Dulu dia sangat menyukai telur rebus setengah matang, kini Cinta mual melihat kuning telur dan bau telur mentah.
Setelah mie rebus ala kadar, hasil racikan tangannya siap di santap, Cinta membawanya ke depan televisi. Dengan berselonjor di atas karpet, Cinta sangat menikmati mie rebus yang tidak ada campuran sama sekali. Hanya ada satu jenis sayuran dan mie warna kuning.
"Makan apa itu?" suara Michael berhasil membuat Cinta tersedak.
Uhuk... uhuk.... Cinta menepuk-nepuk dadanya dan mengelus lehernya.
"Kau mau buat aku mati?" kesal Cinta.
"Kenapa makan mie ?" Michael berdiri tegak menunduk melihat Cinta yang duduk di lantai, hanya karpet tipis dijadikannya alas untuk duduk.
"Makan mie, karena lapar! pertanyaan yang aneh," kata Cinta dan kembali melanjutkan makannya.
__ADS_1
"Kenapa makan mie?" Michael tetap bertanya, kenapa Cinta makan mie.
"Lagi ingin makan mie! kenapa nanya-nanya terus. Ganggu saja," kata Cinta.
Tiba-tiba mangkuk mie yang dipegangnya diambil paksa Michael, dan dibawa Michael ke dapur.
"Hei... mie ku.... !" Cinta bangkit dan mengejar Michael yang membawa mie yang sedang di makannya.
"Kembalikan.... !" Cinta ingin merampas mangkuk mienya, tetapi Michael dengan cepat menuangkan mienya tersebut kedalam tempat sampah.
"Mie ku.... !" tatap Cinta dengan raut wajah yang sedih, melihat mie yang di masaknya sudah berakhir didalam tempat sampah, bercampur dengan sampah-sampah sisa-sisa Cinta masak.
"Kenapa di buang?" air mata Cinta merembes menatap mienya didalam tempat sampah.
"Wanita hamil tidak boleh makan mie instan seperti itu," kata Michael.
"Siapa bilang? kalau hanya dengar dari mulut ke mulut, atau dari berita dunia maya, jangan percaya. Di kampung-kampung banyak wanita hamil makan mie instan, mereka baik-baik saja," kata Cinta.
"Mereka... mereka! aku tidak ingin anakku masih dalam kandungan sudah diberi makan mie instan. Apa lagi tadi mienya itu polos, tidak ada diberi sayuran dan daging ataupun bakso," kata Michael.
"Menyebalkan!" umpat Cinta dalam hati.
"Tunggu di sini," kata Michael.
"Tunggu... tunggu ! emang aku wanita penunggu." Cinta menggerutu, tapi dia menurut perintah Michael.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Michael kembali dengan membawa dua bungkus kotak, dan meletakkannya di atas meja.
"Duduk, makanan ini bagus untuk wanita yang sedang mengandung. Dan tidak mengandung penyebab," kata Michael.
Air liur Cinta sudah ingin menetes, begitu melihat daging yang di atasnya atas keju. Dan aroma masakan itu membuat dia menelan saliva. Tapi dia pura-pura tidak berselera melihat makanan yang sudah berhasil menggodanya dan melupakan rasa kesalnya, akibat mienya dibuang Michael.
Michael tersenyum melihat Cinta tidak berkedip melihat makanan yang ditatanya di atas meja.
"Makan!" perintah Michael.
"Tidak mau, aku mau tidur," kata Cinta.
Cinta bangkit dari tempat dia duduk dan berjalan menuju kamar.
"Cinta!" panggilan Michael tidak ditanggapi Cinta.
Sampai dalam kamar, Cinta mengusap perutnya.
__ADS_1
"Sabar baby, besok kita beli," ucap Cinta sambil mengelus perutnya.