FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 23


__ADS_3

Keesokan harinya pak Sukarjan mendatangi rumah pak Nanak, untuk menjemput Fhadlan yang di minta pak Nanak menemani Tatang. Semenjak mereka kembali dari cianjur tatang selalu di temani ibunya tidur di kamar. Untuk membiasakan tatang tidur terpisah dengan orang tuanya pak Nanak meminta Fhadlan untuk menemaninya sementara.


Pak Sukarjan menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya sore kemaren, dan minta izin membawa Fhadlan kembali menemaninya, bagaimanapun pak Sukarjan merasa lebih nyaman dengan keberadaan Fhadlan di rumahnya.


"Mereka datang seperti hantu saja tiba tiba leher saya di ketuk, seketika itu saya merasa lemas dan tidak lagi bisa bergerak, saya hanya melihat tiga laki laki kurus telah membawa pak Budi dan artefak yang sedang saya teliti" ucap pak Sukarjan.


Pak Nanak sangat terkejut mendengar cerita tentang apa yang terjadi pada pak Sukarjan dan pak Budi, dia baru saja membaca sebuah koran lokal tentang tewasnya pak Budi seorang juru kunci pusaka peninggalan kerajaan Kediri.


"Pak Sukarjan saya baru saja baca berita koran hari ini, kalau pak Budi tewas dengan luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya" ucap pak Nanak.


"Ah masak iya? kapan kejadiannya?" tanya pak Sukarjan.


"Kalau menurut berita di surat kabar sekitar jam enam sore kemaren" ucap pak Nanak.


"Dugaan sementara motip pembunuhan berkenan dengan adanya ramalan kalau tahun 2020 akan muncul pusaka berupa senjata dan kitab peninggalan kerajaan kediri, Ramalan tersebut mengatakan kalau orang yang menemukan kitab pusaka tersebut akan menjadi penguasa di akhir zaman" cerita pak Nanak.


"Ah... Mereka terlalu terobsesi dengan Ramalan Jayabaya yang paling tersohor yaitu tentang kedatangannya Ratu Adil dan Satrio Piningit, yang memiliki pedang pasutren dan trisula sakti " timpal Pak Sukarjan.


"Iya pak Karjan tiap ahli kepurbakalaan yang kuliah di indonesia pasti tau tentang ramalan Jayabaya, karena memang di ajarkan dalam kuliah sejarah umum, secara harfiah, Ratu Adil dapat diartikan pemimpin yang bijak dan adil sedangkan Satrio Piningit diartikan kesatria yang tersembunyi oleh zaman. Satrio Piningit ini pun telah diramalkan oleh Prabu Jayabaya akan muncul di tahun dua ribu dua puluh dua (2022), setelah melewati titik balik yang ada tiap seratus tahun" kata pak Nanak.


"Sekarang tahun dua ribu delapan artinya makin mendekati titik balik itu pak Nanak, kalau menurut kepercayaan kuno titik balik zaman akan terjadi pada tahun ganda setiap seratus tahun misalnya 1818, 1919 kemudian 2020, artinya titik balik akan ada pada tahun dua ribu dua puluh" ucap pak Sukarjan


"Mungkin ada benarnya misalnya sepseperti Gerakan perlawanan rakyat Cirebon melawan kezoliman kolonial Belanda meletus pada awal tahun 1818. Secara garis besar perlawanan tahun 1818 terbagi atas dua tahap, yang pertama terjadi pada bulan Januari dan Februari, dan tahap yang kedua terjadi pada bulan Juli dan Agustus pada tahun yang sama".


"Kemudian pada awal abad ke-19 atau tahun 1919, dalam buku sejarah yang dianut sampai sekarang pada tahun tersebut terjadi gerakan perlawanan rakyat serentak di seluruh Nusantara menentang pihak kolonial Belanda, demukian juga di wilayah jawa barat tempat kelahiran pak Nanak, perlawanan terjadi di Palimanan dan sekitarnya, Kandanghaur, Distrik Blandong, Kedondong, dan Majalengka. Tokoh-tokoh yang berperan dalam memimpin gerakan perlawanan rakyat tersebut di antaranya Bagus Rangin, Bagus Jabin, dan Bagus Serit" ucap pak Sukarjan.


"Saya pribadi percaya jika sejarah akan selalu berulang di mana rakyat akan bangkit melawan kezoliman setiap seratus tahun, bahkan tahun 1919 merupakan titik balik perlawanan rakyat seluruh dunia yang berakhir dengan meletusnya perang dunia kedua pada tahun 1939" ucap pak Sukarjan.

__ADS_1


"Luar biasa pengetahuan pak Sukarjan" puji pak Nanak, "Saya yang muda benar benar dapat ilmu pengetahuan".


Saat itu Fhadlan dan Tatang yang tadi asik bermain di luar datang menghampiri mereka dengan langkah tergesa gesa dan napas terengah engah, dari wajahnya terlihat mereka sangat ketakutan.


"Om Karjan ... ada polisi sedang menunggu di rumah" ucap Fhadlan.


Mendengar Fhadlan mengatakan polisi sedang menungunya pak Sukarjan segera pamit lalu kembali kerumahnya di ikuti Fhadlan.


"Tatang ayo masuk" ucap pak Nanak pada Tatang sedangkan dia sendiri ikut nyusul ke rumah pak Sukarjan.


****


Empat orang polisi sudah berdiri di halaman rumah pak Sukarjan, pak Sukarjan menduga kedatangan mereka sangat terkait dengan terbunuhnya pak Budi juru kunci pusaka kerjaan Kediri.


"Selamat pagi pak Sukarjan, bisa kami minta waktu pak Sukarjan sebentar?" tanya seorang polisi.


Setelah mereka duduk pak Sukarjan di dampingi pak Nanak sudah di hujani beberapa pertanyaan.


"Pak Sukarjan mengenal pak budi kan?" tanya seorang polisi sambil memperlihatkan photo pak Budi.


"Kenal pak" jawab pak Sukarjan setelah memperhatikan photo yang di terimanya lalu menyerahkan kembali pada pak polisi.


"Kapan terakhir pak Sukarjan bertemu pak Budi?" tanya pak Sukarjan.


"Kemaren.. kebetulan pak Budi datang kesini menanyakan perihal tulisan pada artefak yang di simpan keluarganya" jawab pak Sukarjan.


"Lalu setelah itu pak Budi bilang mau kemana pak?" tanya polisi tadi, sementara temannya seperti mencatat semua keterangan dari pak Sukarjan.

__ADS_1


"Saat itu pak Budi tidak bilang apa apa, dimana kami di datangi tiga orang misterius pak Budi dan saya di totok hingga lemas, lalu ketiga mereka membawa pak Budi dan artefak yang sedang saya teliti" ucap pak Sukarjan jujur.


"Jadi artefak itu juga di bawa pergi?" tanya polisi lagi.


"Benar" jawab pak Sukarjan singkat.


Pak polisi juga minta melihat ruang kerja pak Sukarjan di mana tempat kejadian penculikan pak Budi oleh orang tak di kenal. Setelah mengambil beberapa photo di ruang kerja pak Budi, ke empat polisi tersebut lalu pamit.


"Pak Sukarjan untuk sementara cukup, kami akan menghubungi pak Sukarjan kembali jika ada informasi yang kami perlukan" ucap pak polisi.


"Siap komandan" jawab pak Sukarjan.


"Oooo iya pak Sukarjan, bapak perlu hati hati, sepertinya mereka menargetkan keluarga juru kunci pusaka kerajaan kediri, pak Subroto, Nona Cicilia, pak Budi semua tewas, bisa jadi selanjutnya mereka menargetkan orang orang yang ada hubungan kerabatan atau semacamnya dengan mereka" ucap pak polisi mengingatkan.


Mendengar nama Cicilia di sebut polisi, reflek pak Nanak melirik Fhadlan yang dia tau, Cicilia adalah ibu dari Fhadlan.


"Hmmm pak Sukarjan" seorang polisi kembali berbalik.


"Jika ada orang yang menghubungi pak Sukarjan berkenan dengan artefak kuno, kitab kuno atau pusaka kuno, tolong beri tahu kami" ucapnya.


"Siap komandan" ucap pak Sukarjan singkat.


Setelah polisi pergi pak Nanak juga pulang kerumahnya dan meminta Fhadlan tetap menemani pak Sukarjan.


"Fhadlan disini saja ya.. temani om Sukarjan" ucap pak Nanak.


Fhadlan hanya mengangguk setuju.

__ADS_1


"Pak Sukarjan saya pamit pulang, jika terjadi sesuatu hubungi saya segera" kata pak Nanak pada pak Sukarjan, setelah pak Sukarjan mengangguk diapun kembali kerumahnya yang hanya berjarak lima puluh meter dari rumah pak Sukarjan.


__ADS_2