FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 25


__ADS_3

Lelaki berpakayan serba hitam di depan mereka berkelebat cepat sekali hingga tubuhnya hanya terlihat seperti bayangan, meninggalkan pak Sukarjan dan Fhadlan yang memandanginya bengong dengan mata melotot hampir tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Apakah dia setan om?" tanya Fhadlan sudah bergelantungan di lengan pak Sukarjan.


"Bukan Lan, dia manusia tapi memiliki kesakitan jauh di atas kemampuan manusia normal seperti kita" ucap pak Sukarjan.


Setelah kepergian tamu tak di undang, pak Sukarjan dengan hati hati memeriksa beberapa kitab kono yang masih terbubgkus kain sutra merah.


"Wah enak dong om Sukarjan, cuma menterjemahkan tulisan tulisan kuno, di kasih uang banyak" ucap Fhadlan memperhatikan pak Sukarjan yang sibuk dengan kitab kitab kuno.


"Hanya baru ini profesi om di hargai seperti ini Lan. Hanya semenjak Fhadlan ada di sini mungkin rezeki kamu tapi Itu pun tidak gratis ada hal lain yang akan menjadi jaminan" ucap pak Sukarjan.


"Kalau sudah besar.. Fhadlan juga mau punya keahlian seperti om Sukarjan" ucap Fhadlan.


"Serius kamu Lan, profesi seperti om jarang di butuhkan orang, tapi karena langka orang orang yang memiliki keahlian ini maka mereka untuk saat ini tidak banyak yang menganggur. Kalau kamu serius kamu bisa belajar pada om Karjan, tapi kamu juga harus sekolah lalu kuliah di jurusan kepurbakalaan nanti bisa jadi penerus om Karjan" ucap pak Sukarjan.


"Bagaimana kamu sanggup?" tanya pak Sukarjan.


"Fhadlan mau om" jawab Fhadlan.


Demikian semenjak hari itu Fhadlan membantu pak Sukarjan menterjemahkan kitab kitab kuno, sekalian menjadi murid pak Sukarjan. Ketekunan dan kepintaran Fhadlan sangat menghibur hati pak Sukarjan sehingga dengan sungguh sungguh dia mengajarkan keahliannya pada Fhadlan.


****


Pak Sukarjan merasa sangat terbantu dengan kerja Fhadlan, hingga timbul pula kasih yang mendalam pada Fhadlan. Bagi pak Sukarjan hubungannya dengan Fhadlan bukan lagi sebagai murid dengan guru atau pembantu dengan tuannya. Bahkan Fhadlan sudah di anggap sebagai anaknya sendiri, di perlakukan sebagai anak sendiri, di sekolahkan sebagaimana menyekolahkan anaknya sendiri.


Saat pak Nanak akan mendaftarkan Tatang untuk sekolah di sekolah dasar tetdekat, pak Sukarjan pun meminta pak Nanak mendaftarkan Fhadlan sekalian. Hari pertama sekolah Fhadlan dan Tatang di antar om Nanak, Fhadlan dan Tatang serempak di daftarkan dan di minta untuk di tempatkan dalam satu kelas. Setelah pasti di terima seorang guru kelas membawa Tatang dan Fhadlan ke kelas mereka. Setelah mereka masuk ke kelas barulah om Nanak beranjak ke kantor di mana dia bekerja.


Materi pelajaran pertama di sekolah yang mereka ikuti adalah muatan lokal berupa pelajaran bahasa jawa dengan tulisan Kawi. Bahasa Jawa bagi Fhadlan dan Tatang yang merupakan pendatang tebtu terasa lebih rumit, dibandingin Bahasa Indonesia. Soalnya Bahasa Jawa sendiri terdiri dari jawa krama dan ngoko bahkan bagi penduduk lokalpun terasa agak rumit.

__ADS_1


Awalnya mereka di minta Memperkenalkan diri paksi Bahasa Jawa krama. tentu sangat sulit bagi Fhadlan yang berasal dari Sumatra, juga dengan Tatang yang berasal dati Cianjur Jawa Barat. Namun guru mereka mengajari mereka bahasa perkenalan, dengan kata kata yang telah di pilihkan oleh buk guru.


Setelah siswa bisa menghafal kata kata perkenalan buk guru mulai meminta murid satu persatu maju ke depan berdasarkan absen yang di urut berdasarkan abjad.


"Kita miwiti adhedhasar absen, Andina ayo kang introduce dhewe" kata buk guru meminta Andina memperkenalkan diri.


"Assalamualaikum Wr.Wb.


Nami kula Andina. Kula lair wonten Semarang, rikala 28 Maret 2002. Umur kula sakniki sampun 7 tahun. Agami kula Islam. Griya kula wonten ing Perumahan Hijau Asri No. 10, gunung kawi. Kula putra mbarep. Sederek kula wonten setunggal. Adik kula namine Rian. Asma bapak kula Suratman. Menawi ibu kula asmanipun Siti. Bapak kula ngasta wonten kantor pajak. Piyambakipun dados petugas security" ucap Andina Memperkenalkan diri.


"Cekap semanten tetepangan saking kula, matur nuwun. Wassalamualaikum Wr. Wb" ucap Andina menutup perkenalannya.


Artinya :


Assalamualaikum Wr.Wb.


Nama saya Andina. Saya lahir di Semarang, pada tanggal 28 Maret 2002. Saat ini saya berusia 7 tahun. Agama saya Islam. Rumah saya di Perumahan Hijau Asri No. 10, Gunung Kawi. Saya anak sulung. Saudara saya punya satu. Nama adik laki-laki saya adalah Rian. Nama ayah saya adalah Suratman. Jika nama ibuku adalah Siti. Ayah saya bekerja di kantor pajak. Dia adalah seorang petugas keamanan.


"Bagus Andina.. cita citanya apa?" tanya buk guru.


"dadi dokter.. buk" jawab bu guru.


"Cocok bangat dengan namanya... dokter Andina" puji buk guru.


Setelah semua memperkenalkan diri tibalah saatnya Fhadlan dan Tatang.


"Sekarang giliran murid baru memperkenalkan diri, ayo kamu perkenalkan diri" ucap buk guru menuntun Tatang ke depan kelas.


"Assalamualaikum Wr.Wb.

__ADS_1


Nami kula Tatang Goga Sapariah. Kula lair wonten Cirebon, rikala 5 Mai 2002. Umur kula sakniki sampun 7 tahun. Agami kula Islam. Griya kula wonten ing Perumahan Hijau Asri No. 62, gunung kawi. "


"Cekap semanten tetepangan saking kula, matur nuwun. Wassalamualaikum Wr. Wb" ucap Tatang dengan logat sunda kental.


"Cita cita Tatang apa" tanya bu guru.


"Dadi Presiden" ucap Tatang.


"Bagus tatang... namamu ada kecocokan dengan ramalan ki Jaka Baya tentang pemimpin Nusantara yang di kenal dengan No To No Go Ro" ucap buk guru.


"Go bisa jadi maksud nya Goga pada nama Tatang, semoga cita citanya berhasil" bu guru memberi semangat.


"Yang terakhir juga anak baru ayo nak perkenalan dengan teman teman" ucap bu guru.


Dengan agak gemetar Fhadlan berdiri di depan kelas, mulai memperkenalkan diri.


"Assalamualaikum Wr.Wb.


Nami kula Fhadlan Mahendra. Kula lair wonten Kota Tapus, rikala 20 Mei 2002. Umur kula sakniki sampun 7 tahun. Agami kula Islam. Griya kula wonten ing Perumahan Hijau Asri No. 64, gunung kawi" sekalipun bahasa jawa Fhadlan sangat payah tapi logatnya terdengar bagus.


"Cekap semanten tetepangan saking kula, matur nuwun. Wassalamualaikum Wr. Wb" Fhadlan menutup perkenalannya.


"Apa cita cita nak Fhadlan?" tanya bu guru.


"Dadi presiden" ucap Fhadlan meniru cita cita Tatang.


"Ha ha ha cita citanya sama dengan Tatang, tapi namanya tidak cocok dengan ramalan, maunya nama belakang Fhadlan di ganti Mahendra jadi Mahendro biar sesuai dengan nama pemimpin terakhir yaitu Ro, bisa jadi adalah Mahendro" kata buk guru.


"Bagaimana Fhadlan mau nama belakangnya di ganti Mahendro" saran bu guru.

__ADS_1


"Gak mau buk... biar Fhadlan ganti cita cita aja" ucap Fhadlan keberatan.


"Ha ha ha.. cita cita Fhadlan mau di ganti apa?" tanya buk guru.


__ADS_2