FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 45


__ADS_3

Tika memeriksa ada lima gulungan sutra yang tersimpan dalam dua ruas bambu betung senjata Fhadlan.


"Tahukah Fhadlan.... apa maksud yang tersurat dalam lembaran lembaran yang kupegang ini?" tanya Tika.


Fhadlan memperhatikan tulisan tulisan aksara kuno pada lembaran sutra tersebut.


"hmmm yang ini Ajian Saifi Angin, yang ini Pernapasan Suci untuk pelajaran peringan tubuh, pemulihan stamina dan menghimpun tenaga dalam. Yang sebuah lagi adalah kitab pelajaran ilmu pedang. Sebuah lagi kitab pelajaran ilmu pengendalian hawa panas dan dingin dan yang terakhir adalah kitab pelajaran ilmu silat tangan kosong" ucap Fhadlan.


"Kita memang beruntung lan, mbak Tika yakin Karno sendiri tidak pernah memeriksa isi stik bambu nya" teriak Tika kegirangan


Demikianlah, mulai hari itu juga, Fhadlan dan Tika mulai membalik-balik lembaran sutra berisi dasar pelajaran ilmu silat yang tinggi. Tiga tahun sudah mereka berlatih jurus jurus yang ternyata merupakan inti sari dari pada ilmu silat yang dangat tinggi. Fhadlan dengan cepat dapat memperdalam ilmu silatnya yang masih mentah dengan melatih diri dengan rajin.


Biar pun Tika juga melatih jurus jurus tersebut, namun kemajuannya tidak sepesat Fhadlan hal ini karena dalam diri Fhadlan sudah ada dasar tenaga mujizat akibat penawar racun yang dulu di berikan kakek Ammar di desa.


Ilmu penapasan dan semedhi ternyata juga membuat Fhadlan mampu memindahkan jalan darah, mengendalikan tenaga panas dan dingin dalam tubuhnya juga menghimpun tenaga mujizat yang selama ini menguasai tubuhnya saat ketakutan.


*****


Sebagai seorang Putri Bangsawan Keraton, Tika juga di perlakukan sama seperti bangsawan lainnya pihak Keraton memandang bahwa pendidikan bangsawan merupakan unsur terpenting dalam pembentukan karakter Istana.


Tak ada beda laki laki atau perempuan mereka di jejali pendidikan agama, tata krama semenjak kecil, hal ini juga berlaku pada calon raja atau calon permaisuri raja.


Untuk penguatan mental putra-putri bangsawan, ketaton juga dididik berbagai keahlian agar mereka mandiri, sehingga hampir mewajibkan putra putri bangsawan untuk bersekolah di luar negeri, kecuali bagi mereka yang menolak atau tidak di izinkan orang tuanya, sehingga setelah mereka lulus pendidikan mereka juga punya bendera sendiri tanpa tergantung pada keraton.


Demikian halnya dengan Tika yang di wajibkan melanjutkan pendidikannya di Amerika setelah menamatkan pendidikan sarjana-nya. Seminggu sebelum kebetangkatannya romo Adiwilaga memdatangkan seorang ulama lulusan Al Azhar, untuk mengembangkan kepribadian islami Tika.

__ADS_1


Jam delapan malam ustadz Basri Soleh lebih di kenai kyai Soleh sudah berada di rumah Adiwilaga, demikian juga Tika tak ketinggalan Fhadlan yang selalu nempel bagai pengawal Tika mengikuti wejangan kyai Soleh.


"Pada intinya agama itu adalah aqidah dan syariat, yang berhubungan dengan ibadah dan sikap hidup atau karakter" ucap kyai soleh.


"Karakter yang mengerti baik, buruk, halal dan haram, benar dan salah serta berpendirian benar dengan kaidah Akhlak Mulia"


"Puncaknya adalah amar makruf nahi mungkar, mencegah kejahatan dan menganjurkan kebaikan. Apalagi bagi penguasa urusan jihad menegakkan kebenaran adalah salah satu dari tugasnya"


"Misalnya jika jeng Tika menjadi Ratu jogja merupakan kewajiban mendirikan kebenaran sekalipun harus bertentangan dengan para bangsawan lain yang merupakan keluarga sendiri" kyai Sholeh memandang Tika minta tanggapan.


"Tika mengerti pak kiyai. Sesungguhnya Tika hendak mohon penjelasan dalam urusan kehidupan bolehkah ..."


"Hemm, boleh. Bicara tentang apa jeng?"


"Mengapa manusia hidup harus melakukan kebajikan?" tanya Tika.


Tika dan Fhadlan mengangguk-angguk dan mendengarkan penuh perhatian.


"Kebajikan merupakan kewajiban dari tuhan pada umat manusia. Secara logika perbuatan selalu mengikuti hukum sebab akibat. Jika ingin menerima kebaikan dia harus melakukan kebaikan. Dalam pepatah di sebutkan siapa yang menamam dialah yang akan menuai."


"Begitulah tuhan menggariskan hukumnya untuk manusia, dan dalam hal ini Tuhan mengatakan dia sendiri akan membalas setiap perbuatan hambanya. dimana perbuatan baik akan di balas kebaikan berlipat ganda sedangkan kejahatan di balas kejahatan setimpal perbuatannya." ucap kyai soleh.


Setelah kyai Sholeh memberikan jawaban pertanyaan nya. Kembali Tika mengajukan pertanyaan lainnya.


"Bagaimana pendapat pak kyai tentang rezeki?" tanya Tika

__ADS_1


"Kenapa jeng Tika bertanya tentang rezeki bukankah kalian hidup dalam keadaan berkecukupan?" tanya kyai Sholeh.


"Begini pak kyai.. Tika pernah mengikuti pelatihan cara peningkatan flapon rezeki di kampus, menurut tutor, kita bisa meningkatkan flapon rezeki dengan melakukan sugesti pada diri. misalnya dengan duduk membayangkan kita hidup dengan gaji ratusan juta sebulan, tinggal di gedung megah punya mobil mewah, sambil mengucapkan saya akan kaya dan ini di lakukan tiap hari hingga pikiran bawah sadar kita tersugesti, sampai pikiran kita hanya mengenal kaya kaya kaya" ucap Tika.


"Cara ini ustadz baru dengar, sepertinya sama dengan teori berpikir positif dengan mengucapkan kata positif saat sendirian, umumnya di terapkan oleh orang yang sedang dalam kondisi sulit, bahkan sedang dalam keputus asaan misalnya pengangguran yang mengharap pekerjaan bicara pada diri sendiri Saya akan dapat pekerjaan yang mapan" ucap ustad Sholeh.


"Benar pak kyai... yang ingin Tika tanyakan bagaimana pandangan kiyai di pandang dari sudut pandang aqidah Islam".


Kyai Sholeh berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Tika.


"Boleh saja jeng... dalam islam ada yang di kenal dengan asa yaitu harapan. Semua orang berharap yang terbaik baik, berharap kaya, berharap punya anak anak yang sholeh dan islam mewajibkan kita punya asa, memelihara asa dan mengharap pada Tuhan memberikan semua rahmatnnya berupa asa atau harapan tersebut"


"Banyak dalil alquran tentang kewajiban berharap rahmat Allah, bahkan yang tidak berharap tuhan memberinya rahmat akan di golongan sebagai orang ingkar atau kafir seperti ayat alquran surat yusuf ayat 87 yang berbunyi. ...... Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".


"Tidaklahlah salah jika kita memelihara semua yang kita harapkan dengan meyakini tuhan melihat dan mengetahui semua yang kita harapkan, meyakini jika tuhan mampu mewujudkan semua harapan kita, apakah itu tentang harta bahkan dalam hal lain yang di luar logika sekalipun"


"Bahkan tuhan juga memberikan rahmatnya bagi mereka yang berdosa sekalipun denga syarat harus bertaubat dan kembali pada jalannya, seperti di sebutkan dalam alquran surah Az Zumar ayat 53.... Jangankan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"


"Sebagian ulama berpendapat kalau di akhirat harapan untuk memperoleh rahmat Allah juga berlaku untuk memperoleh surganya. Dimana saat kita berdiri menghadap tuhan tuhan berkata"


"Hambaku apa yang kau bawa memghadapku"


"Sang hamba akan menjawab saya hanya membawa harapan memperoleh rahmat mu untuk di masukkan ke sorga"


“Lalu tuhan berfirman pada malaikat Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga karena rahmat-Ku”. 

__ADS_1


"Nah dalam islam untuk memperoleh harapan harapan baik dalam hidup, kita harus berharap pada tuhan. mengharap rahmatnya pada kita supaya harapan harapan tersebut terkabulkan, dengan tetap mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku" ucap kyai sholeh.


__ADS_2