FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 82


__ADS_3

Pada waktu itu jauh di kemah abu Ghafur sosok bayangan berkelebat sangat cepat menerjang kedalam kemah. Tak lama kemudian seorang pria tegap telah berdiri di depan abu Ghafur dengan sepotong kayu di tangan.


"Hay ... siapa kamu" teriak abu Ghafur kaget.


Pria asing itu hanya diam sebagai jawaban dia mengayun kayu pemukul dengan kuat-kuat ke arah kepala Abu Ghafur.


"Aiiih...." jerit abu Ghafur.


"Wuuuuut..."


Spontanitas abu ghafur miringkan tubuhnya sehingga kayu itu melayang lewat di atas kepalanya. namun belum sempat abu Ghafur memperbaiki posisinya, pria tersebut kembali mrnyarangnya dengan sangat cepat, tangan kirinya menghantam leher abu Ghafur yang sedang terhuyung miring.


"Krekkk!"


Abu Ghafur terlempar ke samping lalu terguling roboh tanpa bersuara lagi.


Enam orang anggota resimen Hamdani terkesima seperti terhipnotis, mereka berteriak saat menyadari apa yang terjadi.


"hay... Dia membunuh Abu Gapur!"


"Pembunuh...!"


"Tangkap pembunuh"


Enam orang anggota resimen hamdani yang melihat Abu Ghafur rebah dengan mata terpejam dan muka pucat, mengira bahwa abu Ghafur telah mati.


"Tangkap pembunuh.... tangkap penculik" seketika kemah abu Ghafur menjadi heboh, mereka berteriak tapi tak ada yang berani mendekat.

__ADS_1


Pria asing tersebut terkejut bukan main karena dia pun terpengaruh oleh teriakan-teriakan mereka, mengira bahwa abu Ghafur yang dipukulnya tadi tewas. Padahal dia hanya mempergunakan sedikit tenaga saja, lalu dia memeriksa abu Ghafur lalu memanggulnya setelah tau kalau sebetulnya abu Ghafur itu hanya pingsan.


Pria tersebut terus melarikan diri! takut kalau para anggota resimen Hamdani pafa tahu bahwa dia mrnculik abu Ghafur tentu dia akan ditangkap, mungkin mereka pun akan membunuhnya.


Ketika ia melihat beberapa orang anggota resimen hamdani telah lari mendatangi kemah abu Ghafur. Tanpa pikir panjang lagi karena takut dikeroyok anggota resimen Hamdani, pria tetsebut lalu melompat ke dalam sebuah mobil yang terparkir di jalan tidak jauh dari kemah.


Setelah meletakkan abu Ghafur dalam mobil pria tersebut tancap gas menuju kota Magrib.


"Heiii! Dia melarikan mobil...!"


"Kejar...!"


Pria asing tersebut terus melajukan mobil dengan kencang saat sebuah mobil memburunya dengan tembakan senapan serbu. Dalam keadaan panik itu dia tidak merasa betapa dia telah melajukan mobilnya sangat krncang. Mobil terus melaju sangat cepat makin mendekati Kota Magrib hingga membuat pengejarnya menghentikan aksinya.


Untung bagi pria asing tersebut bahwa bagian berbahaya dari jalan yang di awasi resimen Hamdani ini sudah lewat, yaitu bagian yang dilewatinya selama sepuluh menit.


Saat memasuki gerbang kota pria tetsebut menghentikan mobilnya lalu cepat berlari keluar memanggul abu Ghafur. melihat siapa yang datang tentara Imperium Balqis yang tadi bersiap dengan tembakan menurunkan senjatanya dan memper silahkan pria tersebut memasuki kota, pria tersebut berkelebat diantara bangunan kemudian hanya dalam sekejap telah lenyap dari pandangan.


****


Berita di culiknya abu Ghafur menghebohkan resimen Hamdani, Fhadlan terlihat meradang dalam kemarahan. Abu Ghafur bagi Fhadlan sudah tak ubahnya sebagai pengganti orang tuanya.


"Paman Fhadlan harus menyelamatkan abu Ghafur, beliau tak ubahnya sebagai orang tua pengganti bagi Fhadlan"


"Bagaimana mungkin kita bisa memasuki kota Magrib Lan.. sudah hampir sebulan kita mencoba dari berbagai sudut kota tapi kekuatan mereka tak bisa kita tembus" ucap paman Hamdi.


Telah diperhitungkan oleh para pimpinan resimen Hamdani bahwa amat sukar untuk menyerbu kota magrib yang kuat, apa lagi pada saat sekarang setelah seluruh tentara Imperium Balqis di kota Magrib bersiaga penuh. Mereka dengan cerdik menggunakan siasat yang sangat berani dengan menculik anggota resimen Hamdani, mereka bahkan mengutus orang-orang yang dipercaya, mereka yang memiliki kepandaian tinggi akan tetapi belum dikenal oleh tokoh-tokoh resimen Hamdani, untuk menggunakan kesempatan selagi mereka lengah untuk melakukan aksi mereka.

__ADS_1


Tentu saja mereka tidak berani berterang terangan, menghadapi Fhadlan mereka merasa jeri dengan kemampuan Fhadlan yang makin tersohor. Mereka dengan cerdik menyusup lalu setelah memastikan Fhadlan sedang lengah barulah mereka beraksi.


"Pangglima ... di barat daya Kota Magrib tempat itu kabarnya adalah tempat tinggal kaisar dan petinggi Imperium Balqis yang berkepandaian tinggi. Seorang di antara mereka seniman bela diri yang menguasai bagian timur Tiongkok, juga berada di sana yang sekarang menjadi guru kaisar Linggo" ucap salah satu korban penculikan yang selamat pada Fhadlan.


"Saya yakin abu Ghafur di bawa kesana untuk di intimidasi lalu di siksa, mengingat betapa Imperium Balqis sudah berkali kali menderita kekalahan dengan kerugian yang sangat besar, yang pertama telah menewaskan petinggi mereka, sangat boleh jadi kalau imperium balqis berusaha membalas dendam dengan meculik petinggi resimen hamdani pula, lalu berusaha mengorek informasi tentang resimen Hamdani" sambung paman Hamdi.


"Salah satu sasaran mereka adalah orang terdekat dengan panglima ?Fhadlan, yang kiranya akan dapat memberi keterangan tentang Fhadlan dan singa aden pasukan elit resimen Hamdani yang mereka takuti, mereka juga berharap dengan menculik orang terdekat Fhadlan akan dapat memaksa panglima singa Aden menyerahkan diri atau mundur dari medan perang" lanjut anggota resimen Hamdani yang selamat dari penyiksaan.


"Oooo begitu .. Karena tempatnya yang terdekat dari sini. maka tepatlah kalau kita menyerbu dari barat daya kota Magrib semoga pamanmu abu Ghafur ada di sana" kata Hamdi.


"Kumpulkan semua komandan... kita akan segera melakukan serangan terakhir secara habis habisan, apa kita akan berakhir dengan memperoleh kemenangan atau mati sebagai sahid" perintah paman Hamdani pada ajudannya.


Saat ajudan paman Hamdi menghubungi para komandan resimen Hamdani, Fhadlan berpikir keras bagaimana teknik untuk membuka pertahanan Imperium Balqis, hingga sebuah ide terbit di pikirannya.


Fhadlan mengambil sebuah mobil lapis baja yang penuh bahan peledak lalu dengan kecepatan tinggi menuju kota Magrib, namun di sepanjang perjalanan Fhadlan di tembaki senjata berat dan tank. Fhadlan terus tancap gas sambil menghindari tembakan tank dan artleri berat Imperum Balqis.


Semakin mendekati gerbang tembakan semakin gencar, Fhadlan tak perduli apapun akhirnya dia terus tsncap gas.


"Berhenti.." teriak beberapa tentara Imperum Balqis menghadang dengan senjata siap tembak.


"Zuuuuuut....... brak" sebagai jawaban Fhadlan mempercepat laju mobilnya menabrak portal yang di pasang Imperium balqis.


"tar .. tar tar" tembakan makin gencar.


"Ting... ting... ting" peluru peluru menhujani mobil Fhadlan, untungnya mobil telah di lapisi baja anti peluru sehingga tiap peluru hanya mental dan rontok tanpa mampu menembus dinding mobil.


"Hadang .... dia... " teriak salah satu komandan jaga gerbang masuk kota.

__ADS_1


"Hubungi markas... katakan mortir resimen Hamdani mendekati kediaman kaisar dan petinggi Imperium Balqis" perintah sang komandan saat mobil Fhadlan terus melaju menghantam portal yang mereka pasang.


__ADS_2