FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 41


__ADS_3

Sesampai di kamar Tika kembali meminta Fhadlan duduk shemedi untuk membuka jalan darahnya yang tertutup.


"Fhadlan.. coba kamu semedhi biar mbak bantu membuka jalan darah Fhadlan" ucap tika.


Fhadlan segera melakukan perintah tika kemudian menggeser duduknya mendekati Tika yang akan membatunya membuka jalan darah. Tika mengangkat kedua tangannya, yang kiri dia taruh di atas ubun-ubun kepala Fhadlan, dan yang kanan diletakkan di punggung pemuda itu, baru kemudian dia berkata lirih.


"Pusatkan pikiran dan buka semua pergunakan tenaga murni-mu untuk membuka semua jalan darah, jangan pernah menentang sedikit pun juga, biar mbak bantu dengan teenaga murni mbak" kembali tika memberi instruksi.


Sebentar saja sudah terasa oleh Fhadlan betapa hawa murni yang sangat kuat menerobos masuk melalui kepala serta punggungnya, hawa yang sebentar hangat, lalu panas dan perlahan-lahan berubah dingin lalu panas kembali. Terasa pula olehnya betapa dari dirinya sendiri timbul semacam tenaga menyedot yang membuat aliran hawa murni itu makin lancar menerobos, berputaran di dalam pusarnya lantas buyar dan menyusup-nyusup ke seluruh bagian tubuhnya.


Hebat bukan main tenaga murni dari Tika dan hampir dia tidak kuat menerimanya. Ada kalanya hawa yang memasuki tubuhnya sedemikian panasnya hampir tidak tertahankan, akan tetapi karena dia pun sudah bertahun-tahun mengalami pergolakan tenaga dalam dalam tubuhnya, sehingga dia dapat melawannya dengan menyesuaikan diri melalui kekuatan kemauannya sehingga secara perlahan-lahan yang panas itu terasa hangat-hangat saja.


Entah berapa lamanya Fhadlan dan Tika ini duduk tak bergerak. Fhadlan sendiri tidak tahu karena dia telah memusatkan seluruh perhatiannya ke dalam tubuh. Dia seolah-olah berada dalam keadaan mimpi atau pingsan. Baru dia sadar ketika merasa betapa hawa yang terasa seolah-olah air mancur memasuki tubuhnya melalui kepala dan punggung itu telah berhenti, dan betapa ubun-ubun dan punggungnya terasa dingin.


Fhadlan membuka mata, melihat Tika masih bersila sambil memejamkan mata, bibirnya tersenyum membayangkan kepuasan. Akan tetapi ada sesuatu yang membuat Fhadlan cepat memegang kedua lengan Tika yang tadinya masih terletak di atas ubun-ubun dan punggungnya.


"Terima kasih mbak tika" ucap Fhadlan. nntuk pertama kalinya ia berlutut dan membungkuk di depan Tika.

__ADS_1


"Kamu hebat Fhadlan, mbak Tika bisa membuka seluruh jalan darah setelah berlatih berbulan bulan di bantu guru mbak" Tika tersenyum puas setelah membuka jalan darah Fhadlan.


"Fhadlan mandi dulu gih, kita sudah di tunggu romo di bawah" ucap Tika.


*****


Fhadlan merasa sangat girang akhirnya timbul gairah hidupnya untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi di masa depan dengan dada lapang. Dia tidak lupa akan ajaran ayah bundanya, namun dia juga terkesan dengan ajaran romo Adiwilaga sekeluarga, yang mendidiknya dengan watak kebangsawan keraton.


"Mbak Tika seorang periang, mengapa dia tidak mencontoh watak Mbak Tika?" pikir Fhadlan. Ia harus menghadapi segala rintangan yang mungkin timbul dengan hati riang dan penuh kepercayaan kepada diri sendiri! Dengan terbukanya jalan darah Fhadlan kini dia netasa bebas lepas seperti seekor burung terbang di udara.


"Fhadlan jangan murung lagi ya!, Fhadlan tidak perlu takut lagi pada semua orang yang mencoba memburu Fhadlan, selagi fhadlan bersama keluarga Adiwilaga kamu aman, mengapa tidak gembira bukan kah Fhadlan juga sudah punya keahlian untuk menjaga diri" ucap tika menasehati Fhadlan.


"Gitu dong jangan murung terus, kamu ganteng kalau banyak senyum" ucap Tika.


Dengan wajah berseri, Fhadlan dan Tika menuruni tangga menuju ruang keluarga di lantai satu. Setelah mengoper tenaga murni pada fhadlan, selama satu jam, Tika merasa lemas, sebaliknya Fhadlan merasa tubuhnya demikian penuh hawa yang amat kuat, yang membuat dia dapat meringankan tubuhnya. Sehingga saat menuruni tangga dapat dia lakukan dengan amat mudahnya, jauh lebih mudah dari pada yang sudah sudah.


"Sudah satu jam lebih lamanya romo menunggu kalian. Apakah yang menyebabkan engkau terlambat sampai berjam jam baru turun?" tanya romo Adiwilaga yang masih duduk santai di ruang keluarga bersama Ajeng Atmariani istrinya.

__ADS_1


"Maaf romo, Tika harus menyelesaikan membuka jalan darah Fhadlan, kalau tidak Tika bantu Tika takut malah merusak kultivasi Fhadlan" ucap Tika setelah mereka duduk di ruang keluarga.


"Tika dan Fhadlan ada beberapa hal penting yang ingin romo sampaikan pada kalian" ucap romo Adiwilaga kalu diam sejenak.


"Tika.... Fhadlan... ketahuilah bahwa baik kaum sesat atau orang-orang gagah banyak berkeliaran di kota Jogja saat ini, mereka sedang mengincar Fhadlan untuk memperoleh rahasia penyimpanan kitab-kitab pak Sukarjan dan mereka meyakini kalau Fhadlan juga menyimpan rahasia tentang petunjuk penyinpanan harta raja Nusantara dan pusaka sorgawi" ucap romo Adiwilaga.


"Untuk itu kalian jangan terlalu sering keluar, romo tidak ingin keluarga kita bentrok dengan salah satu mereka. mereka pasti punya seribu cara untuk memperoleh apa yang mereka inginkan, tak perduli kalau Fhadlan berada di bawah perlindungan Kraton sekalipun" ucap romo Adiwilaga mengingatkan Tika dan Fhadlan.


"Iya romo... nasehat romo akan Tika laksanakan" ucap tika patuh.


"Pelajarilah semua buku buku kuno di ruang kerja romo, Tika salin atau catat semua pesan pesan di buku tersebut, Romo sama sekali bukanlah orang yang serakah dan tidak juga ingin ikut ikutan menghendaki harta warisan atau benda pusaka. Akan tetapi romo kuatir jika buku buku tersebut hilang atau di musnahkan maka sejarah masa lalupun akan musnah bersamanya"


"Romo... seperti apa sih pusaka pusaka yang mereka cari?, hingga begitu menghebohkan" tanya tika penasaran.


"Soal Itu Romo juga tidak tau, tapi kabarnya pihak keraton ada juga yang mulai percaya dan terpengaruh, mereka merasa sebagai pewaris yang sah pula" kata Romo Adiwilaga.


"Rumor turun temurun mengatakan kalau sang maha tunggal atau Tuhan Yang Maha Esa pernah menurunkan beberapa benda beda sakti untuk orang orang terpilih seperti tongkat nabi Musa, Seruling nabi Daud, Cincin Sulaiman. Di yakini juga ada panah api Neraka, Cambuk Samandiman, Pedang pesutren yang sangat tajam. Mereka meyakini kalau senjata senjata tersebut juga pernah di gunakan dalam perang Mahabarata seperti Ganda Rajapala milik Bima, panah pasopati milik Arjuna yang anak anak panahnya bisa meledak bagai memiliki hulu ledak nuklir, saat meledak bisa memuaskan satu kota" ucap romo Adiwilaga.

__ADS_1


"Ada juga senjata Brahmastra merupakan senjata yang sangat kejam dan berbahaya, beberapa ilmuwan masa kini meyakini senjata ini memiliki daya hancur yang setara bom atom, bahkan dikatakan dapat menghancurkan bumi. Senjata ini juga dapat menghalau hampir semua senjata dewa lainnya. Brahmastra merupakan senjata yang berbentuk anak panah, yang tidak akan pernah meleset dari sasarannya"


"Romo merasa kalian lebih aman dengan menyimpan ilmunya dari pada menyimpan kitabnya. Kitab yang berupa benda-benda itu hanya akan mendatangkan mala petaka pada kalian, sementara ilmu yang ada dalam kirab kitab tersebut akan menjadi rahmat dalam kehidupan kalian" ucap romo Adiwilaga.


__ADS_2