FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 35


__ADS_3

Rahadyan membuka handphone nya lalu mencari nomor seseorang, setelah menemukan nomor yang di cari dia segera menekan tombol telepon yang berwarna hijau.


"Tuuuut tuuuuut tuuuut" terdengar nada tuut tuuut pertanda telepon sudah tersambung.


"Halooo Rahadyan, bagaimana misi kalian?" tanya seseorang di dalam telepon.


"Tuan muda.... misi sedang di jalankan, tapi saat ini kami sedang di targetkan seseorang, mohon petunjuk dan bantuan tuan muda" pinta Rahadyan.


"Hmmmm, Malang tidak aman bagi anak tersebut, sepertinya tempat yang tepat untuk perlindungan adalah kota Jogja saya akan menghubungi seorang teman di Jogja, untuk mencarikan tempat aman bagi Fhadlan"


"Ya tuan muda" timpal Rahadyan.


"Begini saja... kamu usahakan bawa Fhadlan ke Jogja saya akan menghubungi seseorang untuk mengurus Fhadlan di sana" ucap seseorang di telepon.


"Baik tuan" ucap Rahadyan sebelum menutup telepon.


Rahadyan berpikir keras, bagaimana dia dan Fhadlan bisa aman sampai di Jogja, saat melewati lintasan rel kereta api Rahadyan kepikiran untuk menggunakan kereta api.


"Usahakan saya dan Fhadlan turun di stasiun kereta api tanpa di ketahui mereka yang sedang menguntit, lalu kalian lanjutkan perjalanan ke Surabaya" pinta Rahadyan pada sopir.


Saat melihat lampu kuning di depan, sopir nekat menyalip mobil di depannya dan tancap gas, bertepatan dengan bergantinya lampu lalulintas menjadi merah.


"Pak Rahadyan, mobil kita sedang mengarah ke Surabaya, sedangkan mobil yang membuntuti kita terjebak lampu merah, bagaimana jika pak Rahadyan cari tumpangan ke stasiun lalu kami memanciing mereka mengikuti kami ke Surabaya" ucap sopir.


"Ide yang bagus .. turunkan kami di depan. itu ada taxi citra yang sedang mangkal" ucap Rahadyan menunjuk sebuah taksi.


Selama mobil yang membuntuti mereka terjebak lampu merah sudah cukup memberi waktu bagi Rahadyan dan Fhadlan berpindah Mobil. Rahadyan merasa lega saat taxi yang di tumpangi Rahadyan dan Fhadlan bergerak ke stasiun kereta api tidak melihat ada sesuatu yang nencurigakan.


Rahadyan membawa Fhadlan ke stasiun kereta api Kotabaru Malang, nasib yang mujur mereka dapat tiket ke Jogja. Malam itu Rahadyan dan Fhadlan naik kereta api Mutiara Selatan berada digerbong tambahan, gerbong ketiga dari belakang.


Waktu kereta berangkat malam yaitu jam setengah 7. Hal pertama yang dilakukan oleh Fhadlan adalah mencoba kursi kereta api. Fhadlan merasa cukup nyaman dengan kursi di kelas eksekutif empuk. Namun Fhadlan masih merasa deg degan saat berpikir kemana dia akan di bawa, dan apa yang akan di lakukan pada dirinya.

__ADS_1


"Bangkunya bisa diputar-putar senyamannya dek. Terus kita dikasih bantal dan selimut. Jadi kalian bisa menikmati perjalanan selama 8 jam ke Yogyakarta dengan sangat nyaman" kata seseorang yang duduk di belakang Fhadlan.


"Rasanya nggak beda jauh sama naik bis, cuma bebas hambatan. Kalau disuruh milih untuk perjalanan malam, aku pilih naik kereta biar bisa tidur. Tapi kalau waktu mepet saya baru pilih pesawat," Seorang wanita remaja paling umur 19 tahun bicara seolah pada Fhadlan.


Tentu saja Rahadyan yang sangat waspada segera melirik wanita remaja tersebut penuh selidik.


"Mau ke Jogja ya dek?" tanya Rahadyan.


"Iya Mas... mumpung kuliah Tika sedang libur" jawab gadis remaja yang bernama Tika.


"Namanya Tika ya.. sendirian dik?" Tanya Rahadyan masih curigaan.


"Iya Mas.. makanya tika pake kereta, karena di kereta jarang terjadi kejahatan dan juga kereta bebas hambatan" ucap Tika.


"Hhhmm begitu" dengus Rahadyan masih kurang suka melihat Tika begitu perhatian sama Fhadlan.


Tika duduk Sendiri di deretan bangku belakang Fhadlan, rangkaian kereta dengan jumlah bangku penumpang per gerbong. Bangku disusun dengan format 2-2. Artinya dua bangku di kanan dan dua bangku di kiri per baris-nya. Fasilitas toilet, AC, alat pemadam kereta api, dan rem darurat. kereta penumpang yang menyediakan fasilitas tempat makan seperti layaknya restoran atau rumah makan selama perjalanan kereta.


Rahadyan berusaha untuk bersikap biasa bisa saja dan menerima tawaran Tika, apalgi tidak ada alasan untuk mencurigai Tika gadis remaja yang lemah, kalaupun tika punya maksud jahat apa susahnya baginya untuk membekuk Tika.


"Samakan aja dengan pesanan adik Tika" ucap Rahadyan.


"Saya pesan nasi rawon sama bakwan kuah. Rasanya lumayan, porsi sedikit jadi kalau dibandingkan harganya sih kemahalan, hahahaha dasar rakus" ucap Tika.


Selama perjalanan Fhadlan tidur dengan lelap mungkin masih terlalu lelah, selama pelarian di rambah kondisinya yang masih sangat lemah.


Saat mereka sampai di stasiun kereta Jogja atau di kenal dengan stasiun Tugu sekitar jam tiga dini hari. Rahadyan dan Fhadlan masih tertidur lelap. Tiba tiba Tika yang duduk di belakang Fhadlan melakukan sebuah gerakan cepat menotok leher Rahadyan, seketika Rahadyan terkulai lemas.


"Fhadlan bangun kita sudah sampai" ucap Tika. Namun Fhadlan tidak bangun bangun, sehingga tika mengambil inisiatif untuk menmanggul tubuh Fhadlan.


Tika meninggalkan Rahadyan yang masih tetkulai lemas, sambil memanggul tubuh Fhadlan yang masih tidur. Tika membawa Fhadlan ke parkiran stasiun dimana di situ telah tersedia sebuah mobil Fajero sport. Dengan mengenderai pajero sport Tika membawa Fhadlan ke kabupaten gunung kidul.

__ADS_1


"Mbak tika kita dimana?" tanya Fhadlan yang sudah bangun.


Tika menghentikan mobilnya di kawasan Pantai timang.


"Fhadlan sudah bangun ya, sekarang Fhadlan ikut Mbak Tika liburan ya" ucap tika.


"Lalu pak Rahadyannya mana Mbak?" tanya Fhadlan.


"Pak Rahadyan sedang sibuk, katanya harus ke Jakarta untuk menemui bosnya, Fhadlan di titipkan mbak Tika" ucap Tika bohong.


Fhadlan tak bayak tanya dia hanya ikut siapa saja yang bersedia membawanya, apakah dia laki laki atau perempuan asal orangnya baik dan dia merasa nyaman maka dia ikut saja.


"Di Kabupaten Gunungkidul, terdapat banyak pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Timang yang terletak 35 kilometer di selatan Wonosari. Mbak rindu p?emandangan ombak yang menghantam tebing dan batu karang di sini sungguh menakjubkan" ucap Tika berusaha pedekate.


"Harga tiket masuk pantai ini juga terbilang terjangkau oleh masyarakat, tapi kita sarapan dan ganti baju dulu ya" ucap Tika.


Setelah sarapan pagi tika membawa Fhadlan memasuki kawasan Timang. menikmati pasir putih dan indahnya pantai di pagi hari. tika juga membelikan baju ganti untuk Fhadlan yang bayak di jual di kios yang berada di kawasan pantai timang.


"Ini punya Fhadlan kan?" tanya Tika mengeluarkan sebuah kalung.


Fhadlan sangat kaget saat melihat di tangan Tika ada kalung pemberian ibu Cicilia yang di cari carinya.


"Iya mbak itu punya Fhadlan, kok bisa ada pada mbak Tika?" tanya Fhadlan heran.


"Kebetulan nemu di pinggir sungai" ucap Tika bohong lagi.


Setelah mengusir penat dengan menyusuri keindahan pantai di Gunungkidul, hari hampir zuhur. Tika membawa Fhadlan kembali ke pusat kota Jogja.


Anehnya Fhadlan tidak merasa tetacam sedikitpun saat berada di samping mbak Tika. Mereka menghabiskan waktu dengan mengunjungi wisata yang ada di pusat kota.


Sore harinya Tika membawa fhadlan mengunjungi keraton, yang juga disebut sebagai museum hidup kebudayaan Jawa, karena hingga saat ini masih digunakan sebagai tempat tinggal raja.

__ADS_1


__ADS_2