FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 49


__ADS_3

Hari libur puncak sangat ramai pengunjung, begitupun kebun strowbey di sepanjang jalan terlihat ramai pengunjung, kendaraan yang yang di parkir di pinggir jalan membuat kemacetan yang cukup parah.


"Ayo Fhadlan perhatikan mungkin di antara pengunjung ada orang tua Fhadlan" ucap paman Danuwarsa.


"Baik paman" ucap Fhadlan mencoba mendekati pintu masuk.


Saat itu di jalan menuju kebun juga terlihat pasangan suami istri umur tiga puluh tahunan dengan anak perempuan berumur empat tahun juga menuju pintu masuk di mana Fhadlan memperhatikan mereka.


Sang ibu hanya tersenyum setelah menyadari di perhatikan Fhadlan, sementara itu Fhadlan mengalihkan pandangannya setelah memastikan kalau bapak dan ibuk tersebut bukan umi dan abinya.


Dua buah sepeda motor melintas di jalan tersebut ke empat pengendara terlihat memandang ke belakang ke arah ibu yang sedang membimbing anak perempuan nya. lalu Salah satu motor tampak memutar arah sepeda motornya. Saat ibu muda tersebut tepat berada di sampingnya, salah satu pengendara dengan cepat menarik dan mengambil tas milik korban dan langsung melarikan diri.


"Hai jambret" teriak Fhadlan yang melihat kejadian.


Kejadiannya sangat ceoat membuat ibu muda kaget hingga terjatuh saat mempertahankan tasnya. Sementara suaminya juga taampak kaget tak bisa berbuat sesuatu. Salah satu pengunjung dan pemotor lainnya yang ada di lokasi mencoba mengejar pelaku tetapi dia terhalang kemacetan.


"Hai jambret berhenti" teriak Fhadlan.


Fhadlan yang melihat pelaku melarikan diri dengan ugal ugalan di tengah ramainya kendaraan, langsung melesat melakukan pengejaran, namun saat menyadari ada anak yang mengejar mereka, pekaku tersebut tidak berhenti malah kabur tancap gas.


"Ambil jalan tikus, ada dua orang sedang mengejar kita" ucap salah satu pelaku saat melihat Fhadlan dan paman Danuwarsa membayangi mereka.


Melintasi jalan tikus pengendara motor justru tak bisa tancap gas karena jalur tersebut sangat curam. Sehingga, mereka harus sangat berhati-hati dan memiliki tingkat kemahiran yang cukup.


Fhadlan terus membuntuti pengemudi dan penumpang motor merupakan pelaku penjambretan. Sementara paman Danuwarsa mengambil jalan memotong mencoba menghadang pengendera motor di ujung lorong.

__ADS_1


Proses kejar-kejaran yang panjang dan menegangkan itu pun terjadi kejadian yang sempat pula di rekam dari handphone salah satu pengunjung secara tidak sengaja, bagai aksi Film laga terlihat seorang anak berumur 11 tahun mengejar penjahat yang mengenderai motor dengan ugal ugalan. Sebuah aksi kejar-kejaran yang seru, melebihi serunya kejar kejaran antara polisi dan pelaku kriminal di Inggris atau di Amerika.


Kembali memasuki jalan raya, kedua pria tersebut memotong kemacetan dengan memakai bahu jalan di sebuah jalan raya yang menuju Bogor. Sial bagi mereka, saat itu paman Danuwarsa menghadang di depan mereka yang terjebak macet. Salah satu pelaku lalu mengeluarkan pistol di arahkan pada paman Danuwarsa.


"Tar tar tar" tiga kali bunyi tembakan di arahkan ke paman Danuwarsa. Paman Danuwarsa terpaksa menghindar dengan melompat ke samping jalan, Kesempatan ini di gunakan pelaku kembali menerobos bahu jalan dengan pistol masih teracug.


Fhadlan tak ketinggalan menyusul ke bahu jalan untuk langsung mengejar dua motor yang kembali melaju kencang itu. Hingga pada satu titik, tiba-tiba motor mereka keluar dari jalan menerobos taman. Pengendara paling belakang kembali mengarahkan pistol pada Fhadlan. melihat ini reflek Fhadlan melemparkan stik bambunya.


"Trak .. ... tar" terdengar letusan dan terdengar buyi stik bambu menghantam pistol, bersamaan dengan bunyi letusan pistol.


"Ahhhh" jerit pengendera terdepan, saat pistol temanya terlontar, lalu meledak dengan peluru telah menembus bahunya.


Motor terdepan langsung jatuh di tengah jalan, tanpa dapat di elakkan motor di belakang telah menabraknya pula, lalu semua penumpang turun, mencoba melarikan diri dari tempat kejadian dengan membawa tas hasil jambretan.


Sementara Fhadlan dengan cepat melesat menyambut stik bambu nya yang masih melayang di udara, lalu dengan kecepatan luar biasa telah berdiri menghadang ke empat pelaku yang akan melarikan diri.


"Tar-tar-tar!" Pistol ditangan salah satu penjambret meledak-ledak pekuru menyambar kearah fhadlan yang menghadang jalan mereka, akan tetapi tanpa hasil karena Fhadlan telah lebih dulu menyerbu detik berikutnya ke empat pelaku penjambretan sudah terkurung oleh cahaya kuning yang berasal dari stik bambu Fhadlan.


Tanpa banyak cakap lagi Fhadlan melompat menerjang ke empat orang pelaku penhambretan, gerakannya amat hebat, maka begitu kaki tangannya bergerak, tiga orang penjambret roboh, dengan pistol dan tas korban penjambretan sudah berpindah ke tangan Fhadlan. Sementara penjambret yang satunya telah roboh oleh paman Danuwarsa.


Paman Danuwarsa segera mengeluarkan borgol, setelah memborgol keempat pelaku, laku menelepon kapolres Kota Bogor. tak lama kemudian petugas kepolisian sudah sampai kelokasi mengamankan pelaku berikut barang bukti.


Kempat pelaku dengan muka tertunduk mengikuti polisi meninggalkan tempat itu. Setelah kepergian ke empat orang-orang yang mengacaukan suasana teman. Satu demi satu pengunjung yang tadi berkerumun menonton akhirnya ikut membubarkan diri.


"Paman bangga sama kamu lan, ayo paman traktir sarapan" ucap paman Danuwarsa lalu membawa Fhadlan menuju ke sebuah warung tak jauh dari sana.

__ADS_1


Fhadlan duduk menghadapi meja, berhadapan dengan paman Danuwarsa yang semenjak tadi menatap wajah penuh kekaguman, lalu berkata.


"Lan kamu jadi terkenal lihat semua orang membicarakan aksi kamu menangkap penjahat, semua pengunjung juga sedang memperhatikan Fhadlan" ucap paman Danuwarsa saat menyadari mereka jadi pusat perhatian.


Saat Fhadlan dan paman Danuwarsa bergegas menghabiskan sarapannya, beberapa pengunjung mendekati mereka hanya sekedar ingin berpose dekat Fhadlan.


Lalu terlihat pasangan suami istri yang menjadi korban penjambretan memasuki warung lalu mengambil tempat de meja mereka.


"Permisi pak, kenalkan saya Andrian bersama istri menghaturkan banyak terima kasih dan merasa bersyukur sekali atas bantuan Bapak dan anak bapak, yang telah menyelamatkan kami dari korban penjambretan" ucap Andrian


"Bolehkah saya mengenal tuan penolong? Sukaksh tuan memperkenalkan diri? Siapakah tuan dan penolong kecil ini?" tanyanya beruntun.


"Saya Dabuwarsa dan ini ponaan saya Fhadlan" jawab paman Danuwarsa singkat.


"Tuan Danu tinggal di mana? bolehkah kami berkunjung ke rumah tuan Danu?" taya Andrian lagi.


Paman Danuwarsa mengerutkan kening mempertimbangkan keinginan Andrian.


"Maaf pak Andrian, kami tidak tinggal di sini jika pak Andrian ada keperluan temui saya besok di penginapan" paman Danu memberikan alamat hotel tempat mereka menginap.


Pak Andrian membaca alamat hotel yang tertera di kartu lalu memasukkan kekantongnya.


"Baik tuan Danu saya akan datang" ucapnya.


melihat banyak orang mulai berkerumun dekat mereka, paman Danu berusaha menghindar.

__ADS_1


"Maaf pak Andrian kami permisi... ponaan saya punya urusan yang mengharuskan kami segera pergi" ucap paman Danu membawa Fhadlan meninggalkan warung yang telah padat pengunjung.


__ADS_2