
"Linggo harap om Beni suka memanggil om Wijaya ke sini." Ucap Linggo dengan nada memerintah.
"Hmmm kebetulan Wijaya sedang ada di kawasan puncak" ucap beni lalu menelepon om Wijaya.
Om Wijaya adalah salah satu pejabat penting di Balqis Kingdom, di samping memiliki ilmu bela diri tinggi dia juga memiliki keahlian dalam bisnis, di tambah dengan dirinya sebagai keturunan tionghoa jaringan bisnisnya cukup luas. sehingga Wijaya di angkat sebagai mentri ekonomi di Balqis Kingdom.
"Beni... engkau memanggil saya? Ada urusan apakah?, apakah kau punya barang bagus?" tanya Wijaya.
Sekalipun Wijaya sangat sukses dalam bisnis, namun dalam rumah tangga dia selalu gagal istri pertamanya meninggal dalam kecelakaan, tiga kali di tinggal selingkuh oleh istrinya setelah kekayaannya di kuras. karena itu dia mendendam pada wanita dan melepaskan dendamnya dengan melampiaskan nafsu birahinya pada wanita lalu mencampakkannya.
"Om Wijaya, gua ingin minta pertolongan om dalam urusan pribadi" justru Linggo yang menjawab.
"Ahh, Pangeran Satria Piningit yang perlu bantuan om, tentu saja om bersedia menolong, bukankah sesama kita harus saling menolong? Siapa tahu sekali waktu om pun butuh pertolongan dari pangeran" ucap om Wijaya.
Linggo mengangguk-angguk. "Memang kita harus saling menolong dan gua janji jika om Wijaya suka membantu, maka setelah berhasil gua janji untuk membalas bantuan om Wijaya" ucap Linggo.
"Heh-heh-heh, betulkah pangeran? Katakan saja, apakah urusan pangeran?" ucap om Wijaya.
"Gua punya seorang musuh besar, namanya Fhadlan yang telah menguasai kesakitan kuno sehingga dia samgat lihai sekali, makanya gua pengen bantuan om Wijaya menghadapinya bersama Om Beni" ucap Linggo memelas.
"Ahh, Anak ajaib yang di perebutkan banyak pihak itu kan? kabarnya dia di lindungi orang sakti dari keraton Jogja" Om Wijaya tampak kaget karena dia pun telah menyaksikan sepak terjang Danuwarsa pelindung Fhadlan diam-diam dia pun telah dapat menilai bahwa dia bukanlah lawan Danuwarsa.
Melihat om Wijaya ragu ragu Linggo segera menjanjikan sesuatu.
"Kalau om Wijaya suka membantu, gua juga bersedia membantu, apa saja yang om minta apa itu wanita cantik yang muda untuk menemani om Wijaya, akan Linggo cariin".
"Betulkah pangeran? He-heh-heh, pangeran bersedia... ehh… mencari kan wanita muda untuk menemani om semalam suntuk?" Ucap om Wijaya terang-terangan.
Liggo mengangguk. "Dengan senang hati gua cariin, kalau perlu sebelum om wijaya membantu saya menewaskan Fhadlan."
"Baiklah Pangeran om bersedia" tanpa pikir panjang lagi om Wijaya menerima tawaran Linggo.
__ADS_1
Mereka lalu berunding mengatur siasat di dalam pondok Beni, tepatnya Linggo Linggo hanya menjelaskan siasatnya.
"Gua akan buat acara perayaan tahun baru di sini, lalu mengundang Fhadlan dan teman wanitanya, om berdua pura-pura tidak tahu saja dengan acara kami, biar dia menganggap gua hanya bersenang-senang bersama mereka. Saat gua kasih wanitanya obat tidur kalian berdua lalu menyergap. seolah nengamankan wanitanya dari tipu daya Fhadlan"
"Setelah Fhadlan di bereskan maka teman wanitanya akan jadi urusan om Wijaya" ucap Linggo.
"Ok siiiip pangeran" ucap om Wijaya.
****
Fhadlan sedang berpikir tentang undangan Linggo tiga hari yang lewat di sekolah yakni Ketika Fhadlan sedang membaca di kelasnya, dia diberi tahu oleh Giza kalau mereka berdua di undang Linggo untuk merayakan tahun baru sambil mempelajari kitab kuno peninggalan Raja Kediri, kemudian Giza memberikan undangan untuk Fhadlan.
Mendengar di sebutnya kitab kono raja kediri Fhadlan sangat tertarik lalu mengangguk-angguk setuju "katakan pada Linggo kalau gua akan datang."
Dikamar terlihat Rolan kakak angkat Fhadlan sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke puncak juga dalam acara perayaan tahun baru.
"Abang Rolan juga merayakan tahun baru di puncak ya, gua bebeng bang Rolan aja ya, Fhadlan juga ada acara sama teman di puncak!?" pinta Fhadlan pada Rolan.
"Yah bang Rolan .... Fhadlan gimana?, bawak mobil abi boleh ya?" tanya Fhadlan.
"Gak boleh... lu kan belum ada sim, naik angkot kan bisa, lebih nyaman kalau macet tinggal turun ganti angkot" jawab Rolan.
Saat itu seorang pelayan memasuki kamar mereka lalu mendekati Fhadlan.
"Den Fhadlan di bawah ada jeng Tika Menunggu" ucap pelayan.
"Asiiikkk.. Fhadlan bisa pergi dengan mbak Tika" ucap Fhadlan kegiarangan.
Fhadlan turun ke ruang keluarga menemui Tika yang baru saja beberapa bulan lalu kembali dari Amerika. Rindunya pada Tika membuatnya segera menghambur kepelukan Tika.
"Fhadlan kangen mbak Tika" ucap Fhadlan.
__ADS_1
"Mbak juga kangen kamu dik, iiih kamu sudah gede Lan sudah lebih tinggi di banding mbak Tika, kata romo kamu sudah SMP ya" ucap Tika.
"Iya ... Mbak sudah lama kesini?" tanya Fhadlan.
"Sudah dari tadi, mbak yu mu sudah bantu umi masak nasi goreng untuk sarapan" ucap umi sarah.
"Ayo sarapan nak Tika" ajak umi sarah.
"Nanti aja ... Mbak Tika sarapannya bareng Fhadlan aja Ntar.. mi" ucap Fhadlan lalu membawa Tika ke ruang tamu.
"Mbak tika temani Fhadlan ke puncak ya mbak" rengek Fhadlan.
"Lho kamu mau apa ke puncak Lan, taun baru biasanya rame sering macet" ucap Tika.
"Fhadlan bersama temen-temen sekelas Fhadlan ada undangan perayaan tahun baru di puncak, kami di beri fasilitas menginap selama 2 malam, lalu berencana mpelajari kitab kono peninggalan raja kediri" ucap Fhadlan memperlihatkan undangan, dengan pengundang tertulis pangeran mahkota Balqis Kingdom.
Tika agak awas melihat ada hal yang kurang beres dengan undangan yang di perlihatkan Fhadlan, setelah menimbang berbagai kemungkinan, diputuskan untuk mengikuti Fhadlan ke puncak.
"Baiklah mbak antar tapi mbak cuma ngantar ke alamat kemudian kamu pergi sendiri ya" kata tika.
"Ok yes... " ucap Fhadlan kegirangan.
"Rencana Mbak tadinya mau ajak Fhadlan untuk merayakan malam tahun baru di Bali, karena kamu punya janji sama teman, ya kita akan merayakan pergantian tahun di puncak aja" ucap Tika.
****
Mobil Tika merayap menuju puncak sambil menyetir, tika tak habis pikir alangkah ramenya kenderaan nenuju puncak. Waktu itu jam sudah menunjukkan angka 11.15. ternyata, di luar dugaan Tika kalau jalur Bogor-Bandung tersebut sangat padat sehingga sangat sulit untuk bergerak.
"Kita cari tempat makan aja Lan yang ada tempat parkirnya, lalu kita lanjutin perjalanan dengan jalan kaki bagaimana?" tanya Tika.
"Iya deh mbak, sekalian latihan ilmu saipi Angin" jawab Fhadlan setuju.
__ADS_1
Tika mulai mencari rumah makan yang punya parkiran luas, namun susah sekali untuk mencari tempat parkir mobil, semuanya penuh. Jam 12.25 akhirnya barulah Tika mendapatkan rumah makan dengan tempat parkir yang cukup luas dan masih ada yang kosong di kanan jalan. Segera saja Tika membelokkan mobilnya banting stir untungnya jalur kanan tidak terlalu padat, sehingga mereka memperoleh tepat parkir mobil mereka.