FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 87


__ADS_3

"Tahan jendral"


"Prokkk!"


Dua buah kepala milik Jendral berwajah Arab dan si hidung bengkok bertemu keras sekali, beradu dahi dan ternyata kepala si hidung bengkok lebih keras hingga kepala jendral berwajah timur tengah itu pecah, Sedangksn si hidung bengkok hanya menjadi pening dan matanya menjuling saja. Melihat ini, Jendral berwajah indonesia lalu mengayun tubuh si hidung bengkok, membantingnya ke atas lantai dan terdengar suara keras ketika kepala si hidung bengkok ini pecah berantakan.


"Perempuan keji! Pembunuh! Tangkap...!" terdengar teriakan di luar kamar.


Teriakan-teriakan ini terdengar ramai dan keadaan di situ menjadi geger. Pelayan-pelayan perempuan menjerit dan melarikan diri, ada pun lima orang tinggi besar bersenjata lengkap yang berada di dalam kamar itu, segera menerjang maju dengan senjata di tangan.


Sementara Jendral yang berwajah indonesia seoertinya memilikiki ilmu bela diri tinggi, sudah menjadi mata gelap saking duka dan marahnya melihat nasib Bramantio, cepat melemparkan mayat jendral berwajah Arab, lalu berpaling ke arah lima orang pengawalnya.


"Tangkap pengacau... atau kelima kepala kalian taruhannya" teriaknya.


"siap jendral" ucap mereka serempak mengejar bayangan wanita yang berkelebat cepat sekali.

__ADS_1


Lima orang itu adalah lima orang pengawal luar istana yang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan Kaisar Bramantio. Mereka adalah orang yang bertugas menjegal penyusup yang di anggap membahayakan keselamatan kaisar Bramantio. Mereka jiga di tugas kan mencegah Fhadlan memasuki gedung di mana Bramantio sedang bersenang senang.


Akan tetapi sungguh di luar persangkaan mereka bahwa Fhadlan itu memiliki kepandaian sedemikian hebat sehingga gerakannya luar biasa cepatnya dan lima orang pengawal itu tidak sempat lagi mencegah Fhadlan memasuki kamar kaisar Bramantio hingga terbunuhnya Bramantio di kamarnya.


Kini lima orang pengawal itu menjadi marah sekali. Melihat gadis itu dengan ganasnya berkelebatan membunuh anggota mereka lalu melemparkan mayatnya bertumpuk di ruang tanah.


Salah seorang di antara mereka cepat menerima mayat dengan kedua tangan sedangkan empat orang kawannya segera menerjang wanita misterius bertopeng dengan pistol siap tembak.


"Fhadlan, aku akan membalaskan perlakuan buruk Imperium Balqis terhadap mu, dan akan mengambil apa yang mereka curi dari mu" Wanita bertopeng itu berseru.


Fhadlan mencoba mengenali siapa wanita bertopeng tersebut namun topeng yang menutupi wajahnya menghalangi Fhadlan.


Wanita tersebut mencabut pedang yang menancap di perut salah satu anggota Imperium Balqis, wanita ini kemudian mengamuk mengarah ke tempat di mana Fhadlan dan anggota Imperium Balgis lainnya.


"sing sing..."

__ADS_1


"Breet...Breet"


"Ahhhh .... ahhhh" dua orang anggota Imperium tumbang.


"Luar biasa gerakan wanita ini sangat cepat, sepertinya peringan tubuhnya tidaklah di bawah saipi angin milik ku" guman Fhadlan.


Bersamaan dengan saat pedang wanita tersebut di arahkan ke leher Fhadlan, Jendral pengaman luar istana dan kelima anak buahnya menyerbu.


"Trang..." pedang si wanita bertemu dengan belati di tangan jendral pengaman luar istana yang sudah berdiri menghadang di depan Fhadlan.


Mundur kalian teriak sang jendral mendorong anggota Imperium Balqis terdekat, termasuk Fhadlan. Anggota yang masih tersisa mudur dengan senjata siap tembak.


Untungnya belum ada yang menyadari kalau Fhadlan ada di tengah tengah mereka. Semua mereka fokus pada wanita yang sedang mengamuk.


Jendral pengaman luar istana dan lima pengawal nya menyerbu mengepung sang wanita bertopeng, menghadapi pengeroyokan sang jendral dan lima orang pengawal berilmu tinggi yang sudah mengurungnya.

__ADS_1


Pertandingan berlangsung dengan seru di dalam ruang maut di mana menggeletak mayat mayat anggota anggota impetium Balqis yang sudah bersimbah darah.


__ADS_2