FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 59


__ADS_3

Tika terkulai lemas kembali duduk di kursi yang ada di dekatnya setelah mendengar keterangan Fhadlan.


"Kapsul waktu yang merupakan petunjuk keberadaan pusaka dan harta warisan raja Nusantara?" Tika mengulang pertanyaan.


'Iya mbak .. tapi itu cuma dugaan pak Sukarjan..." jelas Fhadlan.


"Apapun itu kita harus merebutnya kembali" ucap Tika setelah dapat menguasai dirinya dari kekagetan mendengar keterangan Fhadlan.


"Ayo Lan, kamu harus istirahat dulu sebum mengejar mereka" Tika menuntun Fhadlan ke kamar mereka.


Saat melewati kamar tempat di mana Giza masih terbaring lemah, mereka melihat kakak Giza berkelebat sangat cepat, sedang memanggul seorang anggota panitia pelaksana acara perayaan tahun baru.


Orang tersebut dilemparkan dengan keras di depan kamar mereka. lalu sebuah jarinya di injak dengan keras.


"Kraak" terdengar bunyi tulang jari yang di injak telah patah.


"Ampun tuan saya hanya menjalankan tugas" petugas tersebut mencoba berdiri dan menjatuhkan diri berlutut sambil melangkah maju sehingga dia berlutut dekat sekali di depan kaki pemuda Tampan yang berdiri dengan kemarahannya.


"Ayo katakan siapa kalian apa mau kalian neracuni kami atau semua jarimu akan kuhancurkan" bentak sang pemuda.


"Maafkan aku... Ampunkan aku, ampun Tuan... aku... aku melaksanakan perintah pangeran Balqis Kingdom. aku tidak tau apa maksud mereka meracuni peserta diskusi?" ucap panitia ketakutan.


"Hmmmm diana aku bisa menenukan mereka?" tanya sang pemuda masih berwajah bengis.


"Mereka ada di markas mereka, di komplek Imperium Balqis di surabaya"


"Sekarang pergilah tapi Awas jika kau bohong aku akan mencari mu lagi" sang pemuda masih mengancam.


Sang pemuda kembali kamarnya, tak lama kemudian dia keluar menuntun Giza meninggalkan hotel.


****

__ADS_1


"Kita harus pergi ke Surabaya Lan, kita harus menyelidiki markas balqis kingdom, sebelum rahasia kapsul waktu mereka pecahkan" ucap Tika setelah merasa betapa pentingnya kalung Fhadlan bagi masa depan Negara.


Fhadlan membuka matanya perlahan. Yang mula-mula dilihatnya adalah Wajah Tika yang penuh kegelisahan, Melihat ini, Fhadlan kembali teringat pada ibu angkatnya Cicilia.


"Ibu Cicilia... Fhadlan telah gagal menjaga kapsul waktu pemberian ibu Cicilia" Fhadlan berkata sambil bangkit duduk.


Tika menjadi lega hatinya, setelah Fhadlan duduk dan terlihat segar.


"Sukur, engkau tidak apa-apa kan...?"


Fhadlan seolah-olah tidak mendengar pertanyaan Tika, Dia menatap wajah Tika yang penuh semangat lalu berkata.


"Mbak Tika... janji ya... bantu Fhadlan menemukan kembali kapsul waktu milik ibu Cicilia"


Suara Fhadlan terdengar menggetar setengah berbisik, penuh kedukaan yang amat dalam.


"Apa... apa maksud mu, Lan...?" Tanya Tika bertanya penuh kekhawatiran lalu memegang pundak Fhadlan.


"Semua orang menginginkan kapsul waktu itu mbak, Fhadlan rasanya tak akan mampu menghadapi orang orang yang memburunya tanpa bantuan mbak Tika"


"Mbak Tika ... bukan begitu maksud Fhadlan. Tapi Fhadlan sudah di amanahi untuk membuka kapsul waktu tersebut, apapun yang terjadi Fhadlan harus memegang amanah ibu Cicilia," Kini suara Fhadlan mengandung kemarahan sehingga membuat Tika lebih bingung lagi.


"Fhadlan hanya ingin memastikan mbak Tika, hanya membatu Fhadlan hingga saat kapsul waktu itu Fhadlan buka"


Tika mengelus kepala Fhadlan mengerti kegelisahan Fhadlan.


"Jika mbak inginkan kalung Fhadlan, maka sudah dari dulu mbak ambil, sejak saat Fhadlan tenggelam lalu hanyut di air terjun" ucap tika.


Setelah Fhadlan tenang maka, hari itu juga mereka segera meninggalkan Hotel, mengunjungi kota pahlawan Surabaya,


"Mengingat suasana kota Surabaya tidak terlalu berbeda dengan Jakarta, banyak masyarakat Jakarta yang berkunjung ke Surabaya demi liburan ataupun urusan bisnis, dimana kedua kota tersebut cukup jauh, berjarak sekitar 814 kilometer, maja kita ke surabaya mengugunakan travel aja biar lebih leluasa" ucap Tika.

__ADS_1


"Iya mbak... yang pentung kapsul waktu ibu Cicilia cepat di temukan" ucap Fhadlan nurut. 


Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang dipesan melalui Traveloka tentunya akan menjamin perjalanan mereka tetap nyaman dan tentunya aman.


Surabaya merupakan kota metropolitan yang menawarkan berbagai daya tarik yang tidak Anda temui di tempat lain, seperti taman, tempat-tempat penuh sejarah, dan wisata yang kental dengan nuansa religi.


"Berkunjung di Surabaya memang lebih seru dengan perjalanan darat menggunakan bus Lan, mbak Tika dan Fhadlan tidak perlu lelah menyetir selama 14 jam, tentu sangat melelahkan"


"Dengan naik bus, kita cukup duduk dan nikmati fasilitas dan pemandangan selama perjalanan, apalagi Fhadlan belum pernah ke Surabaya rute bus Jakarta-Surabaya cukup menghibur untuk di nikmati"


Perjalanan mereka tanpa kendala hingga 14 jam mereka akhirnya sampai di Surabaya, setelah menanyakan alamat yang mereka tuju akhirnya mereka sampai di imperial Balqis.


Imperial Balqis adalah komplek yang nerupakan markas sekaligus pusat penerintahan dan kediaman pemimpin balqis Kingdon. Bangunan yang sangat megah dengan taman yang luas nan cantik.


Imperial Balqis juga di lengkapi pusat perbelanjaan yang cukup besar sekalipun tidak begitu terkenal di kota pahlawan Surabaya. Bangunan yang terlihat sangat mewah dan elegan ini menawarkan banyak pertokoan bermerek terkenal.


Bagi Mereka yang hanya mencari tempat untuk bersantai bersama keluarga atau teman-teman, Wilayah ini bisa dijadikan pilihan. Ada banyak kafe-kafe yang menarik untuk dijadikan tempat untuk menghabiskan waktu senggang.


"Lan kita harus pergi bangunan megah komplek tempat tingal pemimpin Imperial Balqis, untuk menyelesaikan perhitungan dengan anggota mereka yang mencuri kalung kapsul waktu" kembali Tika mengajak Fhadlan ke bangunan yang terpisah dan penuh pengawalan.


Ketika Tika dan Fhadlan yang tidak dikenal mendekati komplek imperial Balqis menuju gerbang, gerakan-gerakan mereka sudah dilihat oleh para pengawal yang kebetulan berada di bagian depan gerbang.


Segera terdengar suara seorang di antara mereka yang melengking tinggi memberi tanda kepada saudara-saudaranya. Suara ini dikeluarkan dengan pengerahan tenaga dalam sehingga terdengar bergema sampai jauh. Beberapa detik kemudian terdengarlah lengking-lengking yang sama dari beberapa jurusan sebagai jawaban.


Begitu Tika mendengar lengking pertama tadi, dia sudah menghentikan langkahnya dan Fhadlan.


"Tunggu Lan, mereka sepertinya menyambut kita tidak sebagai sahabat" tika dan Fhadlan menghentikan langkahnya.


Tika maklum kalau mereka sekarang berada di daerah kekuasaan Imperium Balqis mafia pemburu harta karun, maka Tika tidak berani bersikap sembrono dan begitu mendengar lengking yang membuktikan kekuatan tenaga dakam itu dia berhenti di parkiran yang sangat luas.


Tidak lama dia menunggu, karena segera muncul tiga belas orang yang gerakan-gerakannya gesit turun dari puncak gedung di depan menuju ke tempat mereka berdiri. Mereka terdiri dari tiga orang wanita berusia tiga puluhan tahun dan sepuluh orang pria yang usianya kurang lebih empat puluhan tahun. Sikap mereka amat gagah dan pada punggung mereka tampak terselip sebatang pedang.

__ADS_1


Saat mereka sudah datang dekat, Tika berdiri menanti sampai mereka tiba di hadapannya. Dia lalu mengangkat kedua tangan ke depan dadanya sambil menjura dan berkata.


"Maaf saya Marantika dan ini adik saya Fhadlan, mohon diperkenankan menghadap ketua Imperium Balqis atau para pemimpinnya" Tika menyapa dengan sopan.


__ADS_2